Sambutan KH Bahaudin Mudhary ( Lampiran 2 )

SAMBUTAN KH. BAHAUDIN MUDHARY

Assalaamu'alaikum Wr. Wb. saudara-saudara,

Kami bersyukur kehadirat Alloh SWT. diikuti panjatan do'a semoga Saudara Antonius Muslim Widuri selaku pemeluk Islam menambah ilmu pengetahuan tentang keislaman sehingga dapat juga ikut serta melakukan da'wah Islamiyah di kemudian hari.

Kami menyatakan terima kasih kepada:

1. Saudara Markan dengan keikhlasannya mendampingi Saudara Antonius Muslim Widuri memberikan penjelasan-penjelasan selam diskusi berlangsung. Dan disamping itu, Saudara Markan dengan foto tustelnya telah mengabadikan diskusi ini selaku kenang-kenangan.

2. Saudara Abd. Latif, Stenograf berijazah, yang telah mencatat, membuat weslag, naskah, sejak dari mula pertama kali hingga diskusi ini berakhir.

3. Saudara Suroto yang memberikan bantuannya berupa tape recorder.

4. Saudara-saudara pengurus Yayasan Pesantren Sumenep dan saudara-saudara yang telah menyaksikan walaupun diskusi ini sengaja kami tidak dengan undangan malah oleh kami direncanakan dengan cara bersembunyi (tertutup), hanya pertemuan biasa pribadi dengan pribadi saja, akan tetapi oleh karena saudara-saudara mungkin mendengar selentingan kabar lalu ingin menyaksikan.

Syukur diskusi ini berlangsung dengan lancar dan tertib, disebabkan bantuan saudara-saudara.

5. Saudara A. Zainudin dengan ikhlas telah menyediakan tempat dan sekedar penawar haus.

6. Saudara A. Rofiq dan Saudara Muhd. Nawir Rasyidi dengan ikhlas pula telah menyediakan santapan sekedar selamatan. Semoga amal-amal Saudara yang kami sebutkan, dikaruniai ganti lipat ganda dari Alloh SWT. Amin.

Saudara-saudara, perasaan kami sulit dilukiskan dengan kata-kata, namun perasaan itu tetap tingal di dalam badan rasa (gevoelslichaam) tak mungkin lenyap dan dilenyapkan.

Saudara-saudara, merubah kepercayaan, merubah keyakinan hidup seseorang bukan pekerjaan enteng. Akan tetapi bukan pekerjaan mustahil untuk diusahakan. Karena yang mustahil itu tidak mesti mustahil untuk mencapai hasil yang diinginkan. Akan tetapi usaha semacam itu membutuhkan tidak sedikit ketabahan dan kesabaran, tidak sedikit energi, tidak sedikit pengorbanan.perasaan dan waktu. Sebab usaha dalam hal itu Alloh melarang paksaan, namun Alloh SWT. selalu menganugerahkan karunia dan petunjukNya atas hamba yang dikehendakiNya.

Selanjutnya kita harus selalu menyadari untuk memupuk toleransi agama. Kita tidak mempersoalkan "mayoritas" atau "minoritas" di bidang agama, melainkan peranan kita ialah di bidang "dakwah" dengan segala macam corak dan bentuk yang dibenarkan oleh hukum yang berlaku.

Setiap individu masyarakat, bangsa yang memperuncing perbedaan agama dalam lingkungan maupun di dalam negara, akan senantiasa mengalami kesulitan di dalam seluruh bangsa itu sendiri.

Dulu pemerintah kolonial Belanda sangat meperhatikan toleransi, sehingga ke daerah yang kuat keislamannya, pemerintah kolonial tidak memberikan izin masuk agama Kristen baik Katolik maupun Protestan, padahal Ratu Belanda adalah Protestan dan Pemerintah Belanda kerap kali dipegang oleh orang Katolik. Presiden Soeharto (ketika masih menjabat Presiden) dalam pidato kenegaraan pada tgl 17 Agustus 1967 antara lain beliau berkata: "Bangsa Indonesia sungguh-sungguh merasa bahagia, bahwa kita mempunyai tradisi yang baik mengenai toleransi agama ini". Semoga dicukupkan sekedar sambutan kami ini.

Wasssalaamu'alaikum. Wr. Wb. [ DAI ]



My be this artikel's that you need...!!!



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar