Tampilkan postingan dengan label Teroris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teroris. Tampilkan semua postingan

Densus 88, Biasa Memburu, Kini Diburu

Sebuah video aksi kekerasan sejumlah pria berseragam Kepolisian RI tiba-tiba membetot perhatian publik. Sejumlah pria bertelanjang dada yang tertangkap, ada di antaranya dengan bagian tubuh tertembus peluru, diperlakukan dengan kasar oleh para pria berseragam itu.

Dalam kondisi lemah, mereka diinjak sambil diinterogasi. Secuplik kisah ini muncul dalam rekaman gambar hampir berdurasi lima menit yang nongol di jejaring sosial YouTube.

http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2012/10/09/100327/540x270/imron-ternyata-kurir-teroris-yang-paling-diburu-densus.jpg

Publik pun ramai membincangkan sembari menunjuk – sesuai tajuk video yang diunggah – Detasemen Antiteror (Densus) 88 sebagai pelaku utama kekerasan tersebut. Namun Kepala Kepolisian RI, Jenderal Timur Pradopo membantah. “Itu anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah,” tandasnya. Memang, tempat kejadian peristiwanya ada di Poso, Sulawesi Tengah. Namun Densus 88 terlanjur menjadi sorotan publik.

Bagaimana kisah pasukan pemburu pelaku aksi teror yang kerap menggunakan topeng saat melakukan penangkapan ini?

Jadi Bintang usai Bom Bali
Pasukan dengan anggota tak lebih dari 400 orang ini dibentuk sebagai respons atas peristiwa peledakan bom di Jalan Legian, Kuta, Bali, pada 2002. Peristiwa ini mengakibatkan lebih dari 200 orang meninggal dunia, sebagian di antaranya adalah warga negara asing.

Dari peristiwa ini, pemerintah memandang bahwa ancaman aksi terorisme di Indonesia makin serius. Peristiwa yang dikenal dengan Bom Bali 1 itu merupakan klimaks, sampai akhirnya dikeluarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Terorisme.

Instruksi ini dipicu oleh maraknya teror bom hebat sejak 2001. Aturan ini kemudian dipertegas dengan diterbitkannya paket Kebijakan Nasional terhadap pemberantasan terorisme dalam bentuk Peraturan Pengganti Undang-Undang Nomor 1 dan 2 Tahun 2002.

Peraturan pengganti itu pun ditetapkan menjadi Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Dari sinilah lahirnya Detasemen Khusus 88, melalui surat keputusan Kepala Kepolisian RI Jenderal Da’i Bachtiar mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 30/VI/2003 tertanggal 20 Juni 2003.


Dari satu perburuan ke perburuan lain
Dalam beragam aksinya, pasukan khusus yang ikut dilatih oleh badan intelijen Amerika (CIA dan FBI) itu didukung persenjataan dan peralatan pendukung canggih. Di antaranya, seperti senapan serbu Colt M4 5.56 mm, Steyr AUG (senapan penembak jitu), Armalite AR-10, serta shotgun Remington 870 buatan Amerika Serikat.

Dengan beragam peralatan mutakhir anggota Densus 88 seperti memburu mitos di tengah masyarakat. Nama dr Azahari dan Noordin M. Top pada awalnya juga seperti bayang-bayang bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Namun Densus 88 membuktikan bahwa wujud mereka ada.

Melalui sebuah drama penggerebekan di Batu, Malang, Jawa Timur, Azahari yang dituding sebagai biang teroris paling dicari di Indonesia, tewas. Semua aksi ini secara lengkap disiarkan televisi laiknya adegan pada film aksi Hollywood, lengkap dengan adu tembak dan sesekali ledakan besar.

Nama lain yang ikut melambungkan Densus 88 adalah sejumlah terduga teroris yang dianggap masuk dalam “Lingkaran 1 Azahari”. Sebut saja di antaranya, Noordin M. Top yang sempat beberapa kali lolos penggerebekan.

Selanjutnya adalah rangkaian penyerbuan dan penangkapan sejumlah orang yang dituduh sebagai teroris. Sejak peristiwa naas Bom Bali 1, sudah lebih dari 800-an terduga teroris ditangkap, yang hampir 10 persennya tewas di tempat.

Dari pelaku peristiwa bom Bali II, pengeboman Kedutaan Australia, hingga ledakan di Hotel J.W Marriot. Terakhir adalah penangkapan Ali Sanang alias Papa Kairul, terduga teroris yang dianggap jaringan Poso, Sulawesi Tengah, pada Januari 2013. Ali merupakan satu dari 24 target yang masuk dalam daftar perburuan Densus 88.

Jaringan ini dituding terlibat dalam beberapa latihan dan aksi teror di Poso. Begitulah kisah seterusnya perburuan Densus 88. Masyarakat cukup harus menerima bahwa mereka yang ditangkap, baik dalam kondisi hidup ataupun mati adalah para teroris.

Lewat beragam aksinya, nama Densus 88 terus makin populer.

Tapi kini, rupanya giliran para pemburu itu yang diburu. Aksi mereka yang tak tampak di permukaan, lagi-lagi kecuali saat drama penangkapan yang disiarkan langsung oleh televisi, kali ini dapat tandingan publikasi. Sedikitnya ada dua video amatir merekam aksi pria berseragam yang dianggap sebagai kelompok Densus 88 sedang melakukan tindakan menyiksa.

Banyak masyarakat minta agar pasukan khusus itu dibubarkan, terutama lantaran aksinya yang dianggap melanggar hak asasi manusia. Kali ini, untuk kedua kalinya, desakan datang dari sejumlah organisasi massa Islam.

Berkumpul di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah akhir minggu pertama Maret misalnya, 27 organisasi massa yang tergabung dalam Silaturrahmi Ormas Lembaga Islam atau SOLI minta Densus 88 dievaluasi. Kalau perlu dibubarkan atas dugaan pelanggaran HAM berat.

Anggota ormas yang terkemuka dalam kelompok itu, di antaranya: Majelis Ulama Indonesia Pusat, Pimpinan Pusat Muhammadiya, Muslimat NU, Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), DPP Syarikat Islam, PP Matla’ul Anwar, serta Al Irsyad.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh Marwah Daud Ibrahim, Ketua Presidium ICMI, Densus 88 telah terbukti (tindakannya) melampaui kepatutan maupun kepantasan dan batas perikemanusiaan. “Sebagian terekam dalam video yang beredar. Densus 88 telah menelan banyak korban serta menimbulkan kesedihan, luka dan trauma yang mendalam.”

Tokoh organisasi Islam seperti Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiah ikut mendampingi penyampaian sikap itu. “Kami mendesak pemerintah untuk mengaudit kinerja (termasuk keuangan) lembaga tersebut (Densus 88),” ujarnya.

Desakan seperti ini terus muncul melalui pemberitaan. Densus 88 sedang diburu agar dibubarkan. Tapi Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komjen Sutarman menjawab tegas: “Ada orang-orang tertentu, khususnya teroris, yang menghendaki Densus dibubarkan."

Bahkan katanya, jika Densus 88 dibubarkan, peristiwa bom bisa terulang lagi. Duh!



READ MORE - Densus 88, Biasa Memburu, Kini Diburu

Ternyata Aksi Brutal Densus 88 Benar - Benar Terjadi

Ternyata Aksi Brutal Densus 88 Benar Terjadi - Komisioner Komnas HAM, bersama perwakilan dari MUI Pusat, elemen dari Nahdlatul Ulama (NU) dan insan media nasional maupun internasional seperti Aljazeera, sejak Kamis 07/03 tiba di Poso, Sulawesi Tengah untuk melakukan investigasi, terkait video kebrutalan Detasemen 88 pada tahun 2007.

Dalam keterangannya, Sianne Andriane dari Komisioner Komnas HAM menyatakan bahwa peristiwa yang terjadi dalam video yang beredar di internet tentang kebrutalan Densus 88 adalah benar terjadi dan patut diduga termasuk dalam pelanggaran HAM berat.

http://muslimdaily.net/file/IMG-20130309-WA0003.jpg

Lasiman melakukan rekontruksi
 
Keterangan Komnas HAM ini diperkuat dengan pernyataan saksi mata sekaligus korban kekerasan Densus 88 pada saat itu, Lasiman dan Wiwin. Wiwin sendiri saat ini masih ditahan di Polda Sulawesi Tengah dengan tuduhan terlibat kegiatan terorisme.

Selain Komnas HAM, MUI Pusat dan perwakilan NU, Tim Pembela Muslim juga turun ke Poso, diwakili Son Hadi yang datang bersama Direktur CIIA (The Community Of Ideological Islamic Analyst), Haris Abu Ulya.

Kepada MuslimDaily, Son Hadi menjelaskan mulai Jum'at 08/03 siang Komnas HAM dan MUI Pusat turun ke Desa Gebangrejo di Tanah Runtuh, tempat peristiwa kebrutalan Densus 88 terjadi pada 2007 seperti yang beredar pada video yang diserahkan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin ke Mabes Polri beberapa hari lalu.

Di Tanah Runtuh, rombongan Komnas HAM bertemu dengan Lasiman, pria yang menjadi saksi sekaligus korban tindakan kekerasan Densus 88 saat itu. "Lasiman menceritakan detil peristiwa itu," kata Son Hadi. Tak hanya bercerita, Lasiman merekontruksi ulang peristiwa itu disaksikan sejumlah wartawan.

Selain ke Tanah Runtuh, sebelumnya pada Kamis 07/03 Komnas HAM terlebih dahulu mendatangi Lembaga Pemasyarakatan (LP) di Palu. Di LP mereka bertemu dengan Wiwin, salah satu korban yang ditembak Densus 88 meski sudah menyerah. Kepada Ibu Sianne, Wiwin membenarkan peristiwa pada 2007 dan bahwa Densus 88 terlibat dalam kejadian itu.

"Yang menarik tentang peristiwa penembakan Wiwin, Lasiman menyatakan bahwa si Wiwin ini sudah dalam keadaan menyerah (kepada Densus 88) tapi tetap ditembak dia," ungkap Son Hadi. Setelah menyerah, Wiwin ditembak di bagian kaki hingga jatuh, setelah jatuh Wiwin kembali ditembak di bagian dada.

Bahruddin Ditangkap Hidup, Dikembalikan Dalam Keadaan Meninggal Dengan Wajah Hancur

Menurut Son Hadi ada informasi menarik lainnya, yakni tentang seseorang bernama Bahruddin. "Bahruddin ini ditangkap dalam keadaan sehat dalam waktu yang sama, ketika kemudian dibawa ke Polda Sulawesi Tengah, dia ditemukan kondisinya sudah dalam keadaan meninggal dan wajah yang hancur," ungkap Son Hadi.

Jumpa Pers di Radio Matahari

Sementara pada Jum'at sore kemarin, Komnas HAM, bersama tokoh Poso seperti Ustadz Adnan Arsal, Majelis Ulama setempat dan mantan Ketua Sinode Pendeta Damanik mengadakan jumpa pers di Radio Matahari. Dalam jumpa pers tersebut, Sianne Andriane dari Komnas HAM menyatakan bahwa peristiwa 2007 di Tanah Runtuh adalah pelanggaran HAM. Komnas HAM dalam kesempatan ini menyatakan akan berusaha mengajukan masalah ini ke Pengadilan HAM.

Sementara pandangan dari tokoh lokal ustadz Adnan Arsal, bahwa sebenarnya yang perlu diperhatikan adalah undang-undang terorisme selama ini perlu untuk dikaji ulang.

"Yang menarik adalah pernyataan dari Pendeta Damanik," kata Son Hadi. Dalam jumpa pers kemarin, Pendeta Damanik menyatakan bahwa Densus 88 sangat brutal.

Video Asli

Sebelumnya pihak Polri menyatakan bahwa video yang beredar tentang aksi brutal Densus 88 di Poso sudah diedit, dengan menggabungkan peristiwa tahun 2007 dan 2012, namun berdasarkan keterangan saksi hidup Lasiman dan Wiwin, video tersebut asli dan tanpa diedit.



READ MORE - Ternyata Aksi Brutal Densus 88 Benar - Benar Terjadi

Bukti Nyata Pelanggaran HAM Oleh Densus88

Video kekerasan terhadap warga terduga teroris menyebar luas di dunia maya. Rekaman penganiayaan oleh personel polisi diduga dari Detasemen Khusus 88 Antiteror dan Brigade Mobil diunduh ke Youtube oleh situs ArrahmahChannel pada Jumat, 1 Maret 2013 lalu.

Video tersebut berdurasi sekitar 13.55 menit, berisi tindakan penganiayaan oleh polisi. Di dalam video tergambar jelas puluhan polisi berpakaian seragam. Sebagian di antara mereka mirip seragam Densus 88, serba hitam. Ada juga polisi berseragam Brigade Mobil. Mereka menenteng senjata laras panjang.

http://statik.tempo.co/data/2013/03/02/id_170381/170381_475.jpg

Pada menit awal terlihat beberapa warga dengan tangan terikat, berbaring di tengah tanah lapang sambil bertelanjang dada. Menit berikutnya, terlihat seorang warga dengan tangan terborgol berjalan menuju tanah lapang seorang diri. Terdengar suara teriakan petugas kepada orang tersebut agar membuka celana.

Sambil berjongkok dia membuka celana. Gambar berikutnya, orang tersebut sudah berdiri sambil berjalan, namun tiba-tiba tersungkur. Dia terkena tembakan di dada tembus ke punggung. Meski sudah tertembak, dia dipaksa berjalan ke tanah lapang.

Orang itu diketahui bernama Wiwin setelah polisi menginterogasinya. Meski Wiwin bersimbah darah, polisi tetap saja menanyai dia tanpa berusaha untuk menolong. Bahkan ada di antara polisi yang justru mengingatkan Wiwin bahwa sebentar lagi akan mati. "Win istigfar, kamu sudah mau mati," kata seorang polisi kepada Wiwin.

Staf khusus Forum Silaturrahmi Ormas dan Lembaga Islam, Mustofa Nahrawardaya, mengatakan video kekerasan polisi yang muncul di youtube tersebut mirip dengan video yang diserahkan tokoh agama kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo pada Kamis lalu.

Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan video tersebut membuktikan telah terjadi pelanggaran HAM berat oleh personel polisi. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia juga menemukan indikasi serupa. Mustofa mengatakan tokoh agama memiliki empat buah video kekerasan oleh polisi dalam menangani terduga teroris. Video tersebut diperoleh tokoh agama dari seseorang sepekan lalu.

"Kami juga akan ke Poso pekan depan. Kapolri sudah menjanjikan bertemu saksi dalam kondisi selamat," kata Mustofa, Sabtu, 2 Maret 2013. Mustofa mendapat informasi bahwa Wiwin masih hidup. Dia sekarang ditahan di satu lembaga pemasyarakatan di Sulawesi Tengah. "(Wiwin) itu yang akan kami temui," kata dia. ( tempo.co )





READ MORE - Bukti Nyata Pelanggaran HAM Oleh Densus88

Ternyata Agama Sudah Tidak Dibutuhkan Lagi Dinegeri Ini?

Ternyata Agama Sudah Tidak Dibutuhkan Lagi Dinegeri Ini? - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan negara yang memiliki kemajemukan tak dapat diurus dengan menggunakan landasan agama. Hal ini diungkapkannya terkait pernyataan kerasnya saat seorang peserta seminar menyinggungnya soal agama.

http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/02/21/154636/540x270/ahok-negara-tak-bisa-diurus-pakai-agama.jpg

Dalam seminar yang diselenggarakan di RS Husada kemarin, salah seorang peserta memintanya memperbaiki akhlak para pejabat.

"Kita urus negara begitu majemuk pakai agama nggak bisa dong, sesama agama saja berantem. Sejarah buktikan, sesama agama saja ribut, kamu baca nggak di koran terbaru, 'kill me, i am Syiah' yang ada gambar bayi itu loh. Tapi kalau kamu ngomongin agama nggak bisa. Kristen-katolik dulu juga kejadian, ngomong agama kita nggak usah lah, yang penting nilai-nilai dalam agama kamu harus mempengaruhi kamu dalam kamu bertindak," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (21/2).

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengatakan, iman harus ditunjukkan dengan perbuatan. "Kamu mau tunjukkan iman kamu, tunjukkin perbuatan kamu, baru kemudian aku tahu iman kamu seperti apa," katanya.

Ahok mengaku tak pernah menghindari pembahasan agama. Namun, harus dibedakan antara agama dan negara.

"Bukan menghindar, saya terus terang menganut prinsip yang membedakan antara agama dan negara. Tapi saya bersikap dan bertindak sesuai dengan nilai dan norma agama saya, itu penting," jelasnya. ( merdeka.com )



READ MORE - Ternyata Agama Sudah Tidak Dibutuhkan Lagi Dinegeri Ini?

Terorisme Dalam Angka - Angka Statistik

Terorisme Dalam Angka - Angka Statistik - Menurut penetilian terbaru di Amerika Serikat (AS), jumlah kematian karena penembakan brutal jauh lebih banyak daripada kematian akibat terorisme. Menurut riset oleh Triangle Center North Carolina yang mengawasi kasus terorisme dan keamanan dalam negeri, jumlah insiden teroris yang melibatkan Muslim Amerika menunjukkan penurunan dramatis sejak 2009.

Pada 2012 lalu, terdapat 14 Muslim Amerika yang didakwa dengan kejahatan terorisme. Jumlah ini turun hampir setengahnya dari tahun 2011 yang berjumlah 21 orang. Kemudian pada 2010 sejumlah 26 orang dan 40 orang pada tahun 2009.


http://muslimdaily.net/file/muslimamerikacantikdemo.jpg

Dari 14 orang di tahun 2012 itu, hanya satu orang yang dituduh siap melakukan serangan dengan tuduhan upaya pemboman di kantor Jaminan Sosial di Casa Grande, Arizona. Sementara 13 orang sisanya ditangkap karena menurut polis mereka berpotensi melakukan serangan.

Penulis riset itu adalah sosiolog Profesor Charles Kurzman yang telah mempelajari masalah ini selama tiga tahun terakhi. Ia menyimpulkan bahwa "jumlah Muslim Amerika yang terindikasi mendukung terorisme (pendanaa, pembuatan statemen palsu dan berhubungan dengan tindakan terorisme lainnya telah turun, pada 2010 terdapat 27 orang dan pada 2011 menjadi 8 orang. Sehingga total hanya berjumlah 462 orang saja yang terlibat terorisme di Amerika sejak tragedi 11 September".

Ketakutan Aksi Terorisme yang Tidak Berdasar

Hasil penelitian itu juga menunjukkan bahwa ketakutan yang berlebihan dari aksi terorisme oleh Muslim Amerika sangat tidak berdasar.

Pada tahun 2012 saja, penembakan massal yang tidak dilakukan oleh Muslim Amerika setidaknya telah menewaskan 66 orang di Amerika. "Kematian (akibat penembakan) dua kali lebih banyak daripada terorisme oleh Muslim Amerika dalam 11 tahun terakhir sejak kasus 11 September," kata Tim Kurzman.

Tapi, meskipun penurunan jumlah Muslim AS yang terlibat terorisme menurun drastis, pengawasan ketat terhadap Muslim AS masih terus dilakukan otoritas keamanan dalam negeri,

FBI masih terus mengawasi dan memetakan Muslim AS terlepas dari keterlibatan mereka dalam kejahatan apapun.

Setelah serangan 11 September, Kepolisian Kota New York memulai misi untuk menghalangi kemungkinan terulangnya tragedi tersebut, yang mengakibatkan pengawasan secara ketat Muslim di New York, dan dianggap sudah melampaui batas kewajaran.


http://muslimdaily.net/file/statistikterorismeamerika.jpg

Polisi Kota New York bahkan melakukan pengawasan diam-diam dan menyebar mata-mata di seluruh tempat, mulai pasar lokal, masjid-masjid bahkan informan yang mereka kirim sampai ke luar negeri.

Dan sementara Muslim Amerika mulai jengah dan keberatan atas pengawasan ketat tersebut, Walikota New York Michael Bloomberg tetap berdiri mendukung upaya Kepolisian New York dengan mengatakan bahwa seluruh dunia harus berterima kasih atas Polisi New York. Bloomberg membela Kepolisian New York yang membolehkan mendatangi semua tempat di negara itu untuk mencari teroris, tanpa memberitahu kepolisian setempat. Hal ini persis seperti Densus 88 di Indonesia.

Musim panas lalu, sekelompok Muslim mengajukan kasus ke pengadilan atas tindakan Kepolisian New York yang mengawasi mereka, padahal mereka berada di New Jersey yang berada di luar yuridiksi Kepolisian New York (NYPD). Sumber: RT.com
 


READ MORE - Terorisme Dalam Angka - Angka Statistik

Kemana Sang Ksatria Salib Agung SBY Ketika Ustadz Abdul Aziz Dianiaya Pendeta HKBP ?

Kemana Sang Ksatria Salib Agung SBY Ketika Ustadz Abdul Aziz Dianiaya Pendeta HKBP ? - Ustadz Bernad Abdul Jabbar, aktivis yang kerap menjadi Korlap aksi Forum Umat Islam merasa bosan dengan HKBP yang kerap mengusik kerukunan umat beragama.

“HKBP lagi, HKBP lagi, HKBP lagi, kenapa harus bermasalah dengan HKBP terus menerus?” ujarnya kepada voa-islam.com di sela-sela acara Tabligh Akbar Menolak Kristenisasi dan Maksiat di masjid Nurul Islam, Islamic Center Bekasi, Ahad (30/12/2012).

Ia pun mengecam aksi penganiayaan pendeta Palti Panjaitan terhadap ustadz Abdul Aziz. Menurutnya aksi anarkis itu adalah bentuk arogansi HKBP.


http://www.voa-islam.com/photos3/SBY-Ksatria-Salib-Agung-Knight-G.jpg

“Aksi pemukulan oleh pendeta Palti panjaitan terhadap ustadz Abdul Aziz ini merupakan bentuk arogansi HKBP. Padahal tempat ibadah mereka sudah disegel namun tetap melakukan provokasi dengan mengadakan kebaktian di jalan,” tegas mantan misionaris yang menjadi mualaf ini.

...Aksi pemukulan oleh pendeta Palti panjaitan terhadap ustadz Abdul Aziz ini merupakan bentuk arogansi HKBP

Selain itu, ustadz Bernad melihat ketidakberpihakan media massa kepada umat Islam, padahal jika orang Kristen menjadi korban, beritanya diblow up besar-besaran.

“Inilah bukti ketidakberpihakan media-media terhadap umat Islam, sementara kalau Kristen yang menjadi korban beritanya langsung diblow up sedemikian besarnya sehingga menarik simpati,” tuturnya.

Lebih ironis lagi, jika Presiden SBY yang berkali-kali menyatakan menolak kekerasan, tetapi ternyata pernyataan ini menurut ustadz Bernad hanyalah lipstik semata.

“Kalau dulu SBY pernah menyatakan jangan kalah dengan preman kekerasan, ternyata apa yang dilakukan oleh pendeta Palti Panjaitan yang melakukan pemukulan lalu diberitakan jika pendeta Palti hanya mendorong, tidak melakukan pemukulan padahal saksi-saksi sudah dihadirkan, visum pun dilakukan dan membuktikan memang terjadi pemukulan, tenyata statement SBY ini hanya berpihak pada Kristen, Pernyataan SBY hanya lipstik saja,” ungkapnya.

...Kenapa SBY tidak bersuara lagi ketika ada pemukulan terhadap ustadz Abdul Aziz oleh pendeta Palti Panjaitan? Kerena itu tadi, gelar Ksatria Salib Agung

Ustadz Bernad menambahkan, hingga kini Presiden SBY tidak pernah bersuara terhadap kasus penganiayaan ustadz Abdul Aziz. Hal itu kata ustadz Bernad lantaran gelar Knight Grand Cross (Ksatria Salib Agung) yang diberikan pemerintah Inggris yang bertujuan untuk memerangi umat Islam.

“Kenapa SBY tidak bersuara lagi ketika ada pemukulan terhadap ustadz Abdul Aziz oleh pendeta Palti Panjaitan? Kerena itu tadi, gelar Ksatria Salib Agung yang diberikan. Karena pengharagaan Ksatria Salib Agung kepada SBY kan tidak gratis, artinya penghargaan itu diberikan untuk memerangi orang-orang Islam,” tegasnya. ( voa-islam.com )



READ MORE - Kemana Sang Ksatria Salib Agung SBY Ketika Ustadz Abdul Aziz Dianiaya Pendeta HKBP ?

Inilah Kronologi Lengkap Pembuatan Film 'Innocence of Muslim'

Inilah Kronologi Lengkap Pembuatan Film 'Innocence of Muslim' - -Ribuan orang di seluruh belahan dunia telah memprotes sebuah film berjudul ''Innocence of Muslims''. Fim tersebut dinilai menghina Nabi Muhammad SAW dan umat muslim dunia. Lantas, apa sebenarnya yang ada di film? Mengapa ia sanggup membuat ribuan orang marah? Berikut adalah penjelasannya seperti dikutip gulfnews.


http://sin.stb.s-msn.com/i/8F/22BC6EF859314E61D360DE2E5C9D1.jpg

1. Bagaimana awal mula film tersebut dapat tersebar hingga ke publik?
Video ini pertama kali diposting online pada 1 Juli namun tidak begitu menarik perhatian publik. Lalu stasiun televisi Mesir Al-Nas menayangkan cuplikan film tersebut pada 8 September.Klip inipun mulai diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan diposting online. Lalu dalam beberapa hari telah dilihat oleh ratusan ribu orang. Pemerintah Afghanistan mengatakan telah memblokir YouTube untuk mencegah orang menontonnya.

Sementara itu, para pejabat Gedung Putih telah meminta YouTube untuk mempertimbangkan apakah film itu melanggar.''Kami mendorong kebebasan berbicara namun tentunya kami tidak mengijinkan video berbau kebencian,'' kata pejabat Gedung Putih. Lalu kemudian google yang memiliki Youtube memutuskan untuk tetap menyimpan video ini. Namun, akses video khusus untuk Libya dan Mesir telah dibatasi.

2. Apa yang ditampilkan film?

Sebuah trailer film berjudul ''Innocence of Muslims''. Dia menggambarkan Islam sebagai agama penuh kekerasan dan Nabi Muhammad sebagai orang bodoh serta haus kekuasaan. Ini diawali dengan adegan di mana sebuah keluarga Koptik di Mesir yang diserang oleh sekelompok umat Islam sementara polisi nampak diam saja. Lalu, sang ayah berkata kepada putrinya bahwa umat Islam ingin membunuh semua orang Kristen.

Gambaran selanjutnya adalah berkisah tentang kehidupan Nabi Muhammad, keluarganya dan para pengikutnya di padang pasir. Dalam film ini digambarkan Muhammad berhubungan seks dengan istrinya, Khadijah dan wanita lainnya.Trailer film ini juga menggambarkan Muhammad dan pengikutnya sebagai pembunuh, perampok dan pemeras.

3. Mengapa begitu ofensif?


Menggambarkan Nabi Muhammad dengan cara apapun telah menentang keyakinan Islam. Penggambaran Istri Muhammad, Khadijah dan para sahabatnya juga dianggap sebagai penghinaan yang serius.

Prinsip Islam sebenarya Alquran adalah firman langsung dari Allah, diwahyukan kepada Muhammad agar disampaikan kepada manusia. Dalam film ini, Khadijah digambarkan berencana untuk mengarang sebuah kitab suci keluar dari Perjanjian Lama dan Baru menentang keyakinan Islam intrinsik.

4. Bagaimana gambaran film tersebut jika disatukan?


Durasi dari seluruh adegan di film ini diperkirakan sekitar satu jam. Namun trailer yang beredar di internet dalam bahasa Inggris dan Arab hanya selama 14 menit. Versi lengkap film ini telah diputar di sebuah bioskop kecil bernama Teater Vine di Los Angeles, AS. Film itu diputar pada Juni dan diberi judul ''The Innocence of Bin Laden''.

Film ini dibuat dengan anggaran murah, aktor amatir, dan standar produksi yang buruk. Proses shooting dilakukan selama lima hari di sebuah studio film California pada Agustus tahun lalu. Adapun tokoh yang dimainkan sekitar 50 orang, bersama kru produksi.

5. Lantas siapakah Nakoula Basseley Nakoula?


Trailer film itu diposting melalui akun Youtube dengan nama 'sambacile'. Awalnya, dia diduga adalah seorang keturunan Yahudi kelahiran Israel. Dia mendapat dana sebanyak 5 juta dolar amerika dari donatur Yahudi. Dan setelah ditelusuri Sam Bacile hanya nama samaran pelaku.

Setelah diidentifikasi, pemerintah AS menyatakan Nakoula Basseley Nakoula adalah sang pembuat film. Dia adalah seorang Kristen Koptik yang tinggal di California, AS. Sebelumnya, Nakoula juga pernah terlibat kasus melanggar hukum. Kasus itu diantaranya penipuan pada 2010.

Dia lalu dihukum dan diperintahkan membayar uang lebih dari 790 ribu dolar Amerika. Dia menggunakan nama samaran ''Sam Bacile'' untuk menyembunyikan identitasnya. Namun, dia menyangkal tuduhan itu.

6. Bagaimana pendapat aktor terkait film itu?


Mereka merasa ditipu. Para artis dan aktor mengatakan dalam film aslinya tidak ada hubungannya dengan Islam atau Muhammad. Semua adegan untuk menghina agama Islam itu ditambahkan setelah produksi film ( republika.co.id )


Blog : Rantau Pincono
Post : Inilah Kronologi Lengkap Pembuatan Film 'Innocence of Muslim'


READ MORE - Inilah Kronologi Lengkap Pembuatan Film 'Innocence of Muslim'

Tidak puas membakar Alquran,Terry Jones Ingin Adili Rasulullah

Tidak puas membakar Alquran,Terry Jones Ingin Adili Rasulullah - Pastur kontroversial, Terry Jones ikut berkoar-koar dalam peringatan serangan 'teroris' ke Gedung WTC pada 11 September kemarin. Pastur asal Kota Gainsville, Negara Bagian Florida, Amerika Serikat itu berencana menggelar sidang untuk Nabi Muhammad SAW. Terry Jones menuding Rasulullah melakukan kejahatan kemanusiaan dan berada di balik serangan 11 September.

Sidang yang Terry Jones gelar bukan sidang seperti di pengadilan. Dalam pengadilan bentukannya, ia bertindak sebagai hakim, sementara Rasulullah SAW sebagai terdakwa. Aneh bin ajaibnya, Terry Jones mengaku akan memberikan beberapa pertanyaan kepada Nabi Muhammad SAW terkait serangan ke gedung kembar. Jika terbukti bersalah, kata Terry Jones, Rasulullah SAW akan di eksekusi.


http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/terry-jones-_111025190256-640.jpg


El Bashyer melansir beberapa media massa mendapat surat elektronik alias email dari Terry John. Dalam email itu Terry Jones mengutarakan maksudnya yang ingin mengadili Rasulullah SAW. Pastur yang pernah membakar Alquran itu juga menjabarkan pertanyaan-pertanyaan yang ingin dia ajukan kepada Rasulullah. Tak sedikit media massa yang heran dan menyebut Terry Jones sebagai orang gila.

Ini 'Dakwaan' Terry Jones untuk Rasulullah
Tidak puas membakar Alquran, Pastur Terry Jones terus menghina Islam. Teranyar, Terry Jones ingin mengadili Nabi Muhammad SAW atas keterlibatannya pada serangan 11/9. Pastur asal Kota Gainsville, Negara Bagian Florida, Amerika Serikat itu menyebut Rasulullah seorang penipu.

Untuk mempublikasikan niatnya, ia menyebar surat elektronik kepada media massa. Dalam emailnya, Jones menyebut menuding Rasulullah meninggalkan agama pembawa kebaikan dan mewarisi agama kekerasan.

"Apakah ia (Rasulullah SAW) Nabi Allah seperti diklaim Islam? Apakah ia penipu? Apakah ia cinta damai?" sebut Terry Jones dalam emailnya, seperti dilansir El Bashayer.

Pertanyaan-pertanyaan itu dilontarkan untuk Rasulullah SAW. "Apakah ia meninggalkan agama pembawa kebaikan dan lebih mengarah pada kesetaraan umat manusia? Apakah ia mewarisi agama pecinta kekerasan, rasisme dan selalu berprasangka buruk?" situs El-Bashayer melansir beberapa pertanyaan Jones untuk Muhammad SAW.


Tak ayal, kabar itu menuai kecaman. Umat Islam lewat forum internasional banyak yang bertanya mengapa Terry John tidak ditindak. Pastur berkumis tebal itu bahkan tidak diadili dengan tuduhan menghina Islam.

Umat muslim menilai tindakan Terry John yang ingin mengadili Nabi Muhammad SAW sudah di luar batas toleransi. Ia dinilai berani terus menerus menghina Islam karena aparat berwenang mendiamkannya. ( tepublika.co.id )


Blog : Rantau Pincono
Post : Tidak puas membakar Alquran,Terry Jones Ingin Adili Rasulullah


READ MORE - Tidak puas membakar Alquran,Terry Jones Ingin Adili Rasulullah

Dibalik Serangan 11 September Yang Penuh Berkah

Dibalik Serangan 11 September Yang Penuh Berkah - Kekuatan kafir internasional dan antek-anteknya telah bekerja keras untuk memalingkan dunia internasional dari hakekat serangan 11 September dan pesan yang hendak dikirimkan oleh kelompok mujahidin Al-Qaeda lewat serangan terhadap simbol-simbol kekuatan AS tersebut. Meski demikian, kekuatan kafir internasional tetap saja tidak mampu menyembunyikan sebuah hakekat bahwa serangan 11 September merupakan sebuah deklarasi tentang dimulainya satu fase baru dalam pertarungan dengan kekuatan kafir internasional yang dipimpin oleh AS.
Selama ini AS menjadi super power dunia yang menguasai sepenuhnya dunia dari segala aspeknya, sampai akhirnya terjadi serangan 11 September yang penuh berkah untuk merubah bentuk pertarungan dan memulai sebuah fase baru di mana mujahidin menjadi sebuah kekuatan yang sangat sulit ditaklukkan.
Jika kita menengok kembali serangan 11 September yang penuh berkah itu, sesungguhnya kelompok mujahidin Al-Qaeda melakukan serangan itu untuk menyampaikan sejumlah pesan. Bukan pesan kepada AS semata, namun juga kepada seluruh dunia, termasuk di dalamnya dunia Islam meskipun target utamanya tetaplah AS. Sejumlah pesan tersebut adalah:

Pesan pertama:
Menghancurkan berhala yang berwujud patung Hubal modern, yaitu AS, di mana banyak umat manusia mengangkat AS sebagai berhala yang mereka sembah selain Allah.

Ternyata benar, keinginan Al-Qaeda itu terealisasi. "Patung" AS itu telah hancur, berhala Hubal itu telah runtuh, sehingga seluruh dunia terkejut dan bertanya-tanya: "Siapa orang yang berani melawan AS, sang super power yang sekedar namanya disebut saja membuat negara-negara lain gemetar ketakutan, negara yang sangat diperhitungkan dalam skala internasional dan regional?"


Foto kronologis serangan dan runtuhnya gedung WTC

Pada tahun 2001, AS menjadi satu-satunya penguasa dunia setelah terpecahnya Uni Soviet. Sementara serangan 11 September yang penuh berkah itu menargetkan lambang-lambang dominasi AS atas dunia, yaitu Pentagon sebagai lambang kekuatan militer dan WTC sebagai lambang kekuatan ekonomi. Serangan itu merupakan peristiwa yang sangat besar, sementara target yang diserang adalah kekuatan super power di dunia. Tiada pilihan lain bagi AS selain menempuh taktik gertakan dan ancaman, demi menjaga mukanya dan mempertahankan wibawanya yang telah hilang oleh serangan 11 September.
Untuk itu AS mengerahkan aliansi terbesar dalam sejarah manusia dengan mengusung slogan perang melawan apa yang mereka sebut terorisme. Abu Jahal-nya AS, si bodoh Bush meniti jejak langkah Abu Jahl-nya kaum kafir Quraisy pada perang Badar. George W. Bush ngotot untuk melancarkan peperangan, karena ia mengira perang tersebut sekedar sebuah piknik belaka, terlebih ia telah menyatukan aliansi seluruh dunia untuk memerangi satu kelompok belaka. Ya, sebuah kelompok belaka yang sama sekali tidak memiliki sebuah negara dengan tentara nasional, pesawat-pesawat tempur dan tank-tanknya.


Abu Jahal-nya AS, George W. Bush

Al-Qaeda sukses memancing AS untuk keluar dari negaranya, sehingga tentara AS mulai terbunuh, terluka dan cacat seumur hidup. Hal iu belum pernah dialami lagi oleh AS pasca perang Vietnam. Apalagi setelah langkah bodoh yang diambil oleh George W. Bush dengan menyerang Irak. Akibatnya invasi militer terhadap Afghan dan Irak menyempurnakan serangan 11 September dalam menghancurkan AS dan luka-luka AS terus mengucurkan darahnya dari seluruh persendiannya.
Kini semua pihak telah mengetahui bahwa AS pasca serangan 11 September bukan lagi AS sebelum terjadinya serangan 11 September. AS tidak lagi mampu menerjuni peperangan baru setelah mengalami kekalahan pahit di tangan mujahidin di Afghanistan dan Irak. Serangan 11 September, disusul oleh invasi militer ke Afghanistan dan Irak telah menjadi sebab terbesar bagi badai krisis ekonomi yang melanda AS, sehingga berdampak terhadap realita sosial dan realita ekonomi rakyat AS. Sampai-sampai hal itu menimbulkan dimulainya revolusi dalam sejarah AS, dengan adanya gerakan massa sipil yang menguasai Wall Street.[1]

Intinya, serangan 11 September yang penuh berkah menjadi sebab bagi kemunduran besar bagi peranan dan dominasi AS di dunia internasional. Banyak negara di dunia mulai membebaskan dirinya dari penghambaan kepada AS. Bahkan ada beberapa negara yang dalam kancah dunia internasional tidak memiliki pengaruh apapun, kini mulai berani secara terang-terangan menentang kebijakan AS, seperti Venezuela, Bolivia dan lain-lain. Dunia internasional mulai menyadari bahwa selama ini mereka memberikan kepada AS melebihi apa yang seharusnya diterima oleh AS.

Inilah pesan penting yang hendak disampaikan oleh kelompok Al-Qaeda melalui serangan 11 September. Melalui serangan 11 September, Al-Qaeda telah menyampaikan pesan yang sangat penting kepada dunia Islam, bahwa AS berada di bawah kekuasaan Allah dan tentara-tentara Allah mampu menimpakan kerugian besar terhadap AS. Tidak seperti rezim-rezim kriminal (rezim-rezim antek AS di dunia Islam, pent) yang selalu menggambarkan kepada bangsa-bangsa Islam bahwa AS adalah kekuatan yang tidak bisa dikalahkan, tidak bisa diserang, bahkan sekedar berfikir untuk menyerangnya akan mengakibatkan bencana, kehancuran dan kematian.


Muhammad Atta, salah satu mujahid penyerang WTC

Dengan serangan 11 September yang penuh berkah, Al-Qaeda telah menyingkirkan sekat rasa takut yang selama ini membelenggu umat Islam. Bangsa-bangsa muslim pun segera memulai usahanya untuk membebaskan diri dari kekalahan mental yang dideritanya. Apalagi para mujahid yang menghinakan AS di jantung negaranya sendiri bukanlah pasukan raksasa yang memiliki pesawat-pesawat tempur, rudal-rudal balistik antar benua, bom atom dan bom nuklir. Mereka "hanyalah" 19 orang singa Islam, yang melalui tangan mereka Allah mencatatkan kemenangan bagi Islam dan kaum muslimin serta kehinaan bagi kekafiran dan kemunafikan.

Sebagaimana ditegaskan oleh singa Islam, Usamah bin Ladin, setelah serangan 11 September dunia terbagi menjadi dua pihak; blok keimanan yang tidak dicampuri oleh kemunafikan, dan blok kekafiran yang tidak memiliki keimanan. Goerge W. Bush sendiri menegaskan hal itu ketika ia menyatakan kepada dunia internasional: "Tidak ada jalan tengah. Jika tidak bersama kami, maka berarti musuh kami."

Sejak hari itu dalam hati dan perasaan umat Islam mulai terbentuk sebuah pemahaman tentang bentuk lain dari perlawanan terhadap kezaliman dan kediktatoran. Khususnya setelah mereka melihat dalam perang Afghanistan dan Irak, mujahidin memiliki kemampuan untuk menyerang kendaraan-kendaran tempur AS sehingga berhamburan pecah di udara bersamaan dengan pecahan-pecahan jasad tentara-tentara AS, akibat dihantam oleh ranjau-ranjau darat dan mobil-mobil penuh bom yang dikendarai oleh mujahidin.

Allah Ta'ala kemudian menakdirkan pemahaman tersebut terealisasikan dalam realita, dengan terjadinya revolusi-revolusi bangsa Arab terhadap rezim-rezim diktator yang didukung oleh AS. Jika Al-Qaeda telah menghantam berhala AS yang telah dijadikan Tuhan oleh para rezim diktator, maka tidak diragukan lagi bahwa revolusi melawan kezaliman para antek AS akan lebih mudah lagi.


As Syahid -kamaa nahsabuh- Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah

Dan itulah yang benar-benar dan bisa kita saksikan dengan kedua mata kita. Syainul Fasiqin (kotoran orang-orang fasiq, nama plesetan bagi Zainal Abidin, pent) bin Ali kabur dari Tunisia. Qaddafi sang kriminal tewas setelah bersembunyi di selokan yang kotor. Husni Barak duduk dengan hina di atas kursinya di belakang jeruji besi penjara. Dengan izin dan pertolongan Allah, kita juga akan melihat keruntuhan thaghut Syam, Bashar Asad dan rezim kriminalnya. Serangan 11 September dan peristiwa-peristiwa yang terjadi sesudahnya berupa kekalahan telak AS dan sekutunya di Afghanistan dan Irak merupakan sebab yang sebenarnya dari terjadinya revolusi-revolusi rakyat Arab. Hal itu akan diakui oleh orang yang mau mengakuinya dan tentu saja akan diingkari oleh orang yang mengingkarinya.

Pesan kedua:
Barangsiapa menyerang kami, maka kami akan menyerangnya. Barangsiapa membantai anak-anak kami, maka kami akan membantai anak-anaknya.

AS telah menyerang umat kita. AS telah memberikan dukungan sangat besar kepada kaum Yahudi untuk menjajah Palestina, membantai dan menawan kaum muslimin Palestina. Maka Al-Qaeda ingin menyampaikan sebuah pesan yang kuat kepada AS: "Hentikanlah dukungan kalian kepada kaum Yahudi! Keluarkanlah seluruh tentara kalian dari Jazirah nabi Muhammad shallallahu 'Alaihi wa salam! Cabutlah tangan kalian dari membackingi rezim-rezim diktator yang membantai rakyatnya sendiri! Jika kalian tidak mengindahkan peringatan ini, tiada pilihan selain perang dan pembunuhan!"

Serangan 11 September adalah balasan alami atas orang-orang yang menyerang umat kita. AS telah bekerja keras untuk memalsukan kenyataan ini lewat kampanye massif media massa global untuk memburukkan citra Al-Qaeda dan menggambarkan Al-Qaeda melakukan serangan tersebut sekedar untuk membunuh warga sipil belaka.

Maka keluarlah pesan-pesan para pemimpin Al-Qaeda, melalui lisan syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah, yang secara tegas dan terang menjelaskan bahwa Al-Qaeda menargetkan AS karena ada alasan-alasan dan landasan-landasan obyektif yang melatar belakanginya, di mana alasan-alasan obyektif tersebut tidak bisa diabaikan atau diingkari.


Pembunuhan kaum muslimin di Gaza, Palestina

Karena para politikus AS berupaya keras menyembunyikan alasan-alasan sebenarnya yang melatar belakangi Al-Qaeda menyerang AS, maka syaikh Usamah ---dengan kebijaksanaannya yang sudah sangat terkenal--- mulai menyampaikan sejumlah pesan kepada bangsa AS secara langsung untuk menempatkan mereka kepada tanggung jawab mereka atas kejahatan yang dilakukan oleh para politikus mereka terhadap kaum muslimin tanpa ada alasan yang membenarkannya. Itulah yang membuat Al-Qaeda menyerang AS.
Kita bisa melihat rakyat AS sedikit demi sedikit mulai merubah pandangannya terhadap pertarungan ini, sampai pada taraf mereka keluar ke jalanan dalam aksi-aksi demonstrasi menuntut penghentian perang di Afghanistan dan Irak, setelah mereka yakin bahwa para pemimpin AS telah membohongi mereka dan peperangan itu yang dipimpin oleh AS itu sebenarnya untuk kepentingan Yahudi, meski mengatas namakan keselamatan nasional bangsa AS.

Pesan ketiga:
Menarik perhatian dunia internasional terhadap persoalan-persoalan kaum muslimin yang tidak dipedulikan oleh siapa pun sebelum peristiwa serangan 11 September.



Jimmy Carter, Presiden Amerika Serikat ke-39

Jimmy Carter sendiri telah menegaskan hal itu, bahkan dalam setiap kali pertemuannya dengan para pemimpin negara-negara Arab selama masa kepresidennya. Carter menyatakan bahwa tidak ada seorang pun di antara mereka yang mengutarakan persoalan kaum muslimin di Palestina kepadanya.

Maka terjadilah serangan 11 September yang penuh berkah untuk mengingatkan seluruh dunia bahwa kaum muslimin memiliki sejumlah persoalan yang menuntut keadilan, sementara tangan-tangan para durjana dan konspirasi-konspirasi jahat terhadap kaum muslimin harus dihentikan. Untuk menegaskan hal ini, syaikh Usamah muncul dalam video pertamanya pasca serangan 11 September dengan sumpahnya yang sangat terkenal bahwa AS tidak akan merasakan ketenangan dan rakyat AS tidak akan merasakan keamanan sampai kaum muslimin benar-benar merasakan keamanan di Palestina, dan sampai seluruh tentara kafir keluar dari Jazirah nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa salam.

Syaikh Usamah meringkas sebab-sebab dilancarkannya serangan 11 September dengan sumpahnya ini, untuk dimulainya fase baru pertarungan yang tak diragukan lagi merupakan pertarungan yang lebih besar. Sebab syaikh Usamah telah mengancam akan mengusik keamanan kaum Yahudi, sedangkan keamanan kaum Yahudi merupakan lampu merah bagi AS, AS tidak akan membiarkan siapa pun melanggarnya. Maka AS pun melancarkan serangan massif terhadap Al-Qaeda dan Taliban di Afghanistan. Tujuan yang diumumkan secara terang-terangan kepada dunia internasional adalah mencabut "teroris" Al-Qaeda dan Taliban sampai ke akar-akarnya setelah mullah Umar menolak untuk menyerahkan syaikh Usamah kepada AS.

Begitu tertipunya Abu Jahal-Nya AS, George W. Bush, dengan kekuatannya sampai-sampai ia tidak menerima tertangkap atau terusirnya syaikh Usamah dari Afghanistan sebagai target peperangan. Bush hanya mau menerima terbunuhnya syaikh Usamah dan tercabutnya Al-Qaeda dan Taliban sampai ke akar-akarnya sebagai target perang yang ia lancarkan.

Hal itu ternyata menjadi bencana yang menghantam Bush sendiri, AS dan sekutu-sekutunya, dengan karunia Allah semata. Perang di Afghanistan pun menjadi sebab utama kekalahan Bush dalam pemilihan presiden AS, setelah ia gagal dalam perang atas apa yang ia namakan sebagai terorisme.

Pada saat yang sama, Al-Qaeda justru sukses menarik perhatian dunia internasional terhadap persoalan-persoalan kaum muslimin. Khususnya setelah invasi militer AS dan sekutunya ke Irak dan kemajuan proyek umat Islam yang dipimpin oleh Al-Qaeda dengan menyebar luaskan mujahidin di banyak tempat di luar Afghanistan. Jika sebelumnya mujahidin hanya berada di Afghanistan saja, akhirnya dunia internasional mulai melihat eksistensi Al-Qaeda di Yaman, Jazirah Arab, Maghrib Islami, Irak, Somalia, Mali dan lain-lain.


Mujahidin Taliban

Dunia internasional mulai memperhitungkan 1000 kali kekuatan Al-Qaeda. Sampai-sampai AS sendiri yang dahulu menganggap pembicaraan tentang perundingan dengan Al-Qaeda sebagai sebuah kejahatan, kini mulai mencari-cari sarana untuk berunding dengan Al-Qaeda dan Taliban. Hal itu setelah AS yakin telah mengalami kekalahan dalam perang melawan "terorisme". AS mulai mencari-cari sarana-sarana lain agar bisa keluar dengan minimal menjaga mukanya, terkhusus lagi setelah ikatan aliansinya di Afghanistan dan Irak mulai lepas.

Pesan keempat:
Menegaskan konsep umat Islam adalah umat yang satu

Al-Qaeda yang memiliki para pemimpin dan anggota dari seluruh negara di dunia ingin menyampaikan sebuah pesan kepada dunia Islam bahwa membela persoalan-persoalan kaum muslimin merupakan kewajiban seluruh umat Islam. Tidak ada tempat untuk paham kedaerahan yang dibenci oleh Islam. Seorang muslim di Yaman akan membela saudaranya sesama muslim di Palestina, seorang muslim di AS akan membela saudaranya sesama muslim di Somalia. Umat Islam adalah satu, cita-citanya satu, kemuliaan sebagian umat Islam adalah kemuliaan bagi seluruh umat Islam lainnya, dan kehinaan yang dialami sebagian umat Islam adalah kehinaan bagi seluruh umat Islam lainnya.

Sudah kita ketahui bersama bahwa pesan yang mulia ini telah datang pada waktunya yang tepat saat kekuatan kafir menindas kaum muslimin di Palestina dan Irak, ketika kekuatan kafir dan rezim thaghut bekerja sama untuk menanamkan paham kebangsaan dan kedaerahan yang dibenci oleh Islam. Serangan 11 September yang penuh berkah telah mengembalikan konsep persatuan umat Islam. Buktinya, pasca invasi militer terhadap Afghanistan dan Irak, kita mulai melihat perubahan yang jelas dalam cara kaum muslimin memandang pertarungan. Kita melihat putra-putra Islam berdatangan dari segala penjuru dunia ke medan-medan pertempuran untuk menolong agama dan umat mereka. Irak telah menyaksikan keberangkatan mujahidin kaum muslimin yang datang dari belahan bumi timur dan barat. Sampai-sampai kita menyaksikan seorang muslim AS berangkat ke Irak dan Afghanistan untuk memerangi tentara salibis. Hal itu belum pernah terjadi sebelumnya kecuali di Afghanistan semasa perang melawan Uni Soviet.

Kekuatan kafir internasional pada saat itu bekerja keras untuk mensosialisasikan globalisasi kriminal (perang gobal melawan "terorisme", pent) yang tidak mempedulikan kehormatan manusia dan bertujuan untuk menguasai dunia, khususnya dunia Islam. Pada saat yang sama, Al-Qaeda juga bekerja keras untuk mensosialisasikan globalisasi yang bertolak belakang. Namanya adalah globalisasi jihad, menjadikan jihad berskala global yang diikuti oleh seluruh kaum muslimin sehingga membela agama menjadi tanggung jawab seluruh umat Islam.
Hal itulah yang sukses dilakukan oleh Al-Qaeda, tanpa diragukan lagi, lewat serangan 11 September dan peperangan-peperangan setelahnya. Kita mulai melihat front-front jihad melawan kekuatan kafir internasional dibuka di setiap tempat. Kita melihat Al-Qaeda sukses memperkokoh ikatan persaudaraan iman (ukhuwah imaniyah) antara putra-putra kaum muslimin. Kita melihat seorang mujahid Aljazair, mujahid Palestina, Mujahid Maroko, mujahid Suriah, mujahid Mesir dan mujahid negeri dua tanah suci (Biladul Haramain) di manapun mereka berada menyadari sepenuhnya bahwa mereka adalah satu tubuh, mereka berperang bersama di Irak, Afghanistan dan Jazirah Arab. Maka Al-Qaeda menggagalkan kampanye-kampanye busuk yang mengajak kepada nasionalisme dan kedaerahan yang dibenci oleh Islam, yang telah memecah-belah umat Islam. Dengan kesuksesan itu, maka mereka menyadari bahwa derita sebagian unsur umat Islam merupakan derita seluruh umat Islam lainnya.
***
Ada banyak pesan yang hendak disampaikan oleh Al-Qaeda melalui serangan 11 September yang penuh berkah. Hari ini bisa dikatakan bahwa serangan 11 September yang penuh berkah itu telah membentuk permulaan peperangan besar yang sesungguhnya, yang akan berakhir dengan kemuliaan Islam dan kaum muslimin, dengan izin Allah.

Apa yang hari ini terjadi memiliki kaitan yang sangat erat dengan serangan 11 September yang penuh berkah. Kita tidak bisa melihat peristiwa hari ini dan apa yang akan ditimbulkan oleh revolusi Syam tanpa kita melihat awal perubahan yang sesungguhnya, yang dimulai dari serangan 11 September 2001, disusul oleh invasi militer salibis internasional terhadap Afghanistan dan Irak. Peristiwa-peristiwa itu saling berkaitan erat satu sama lainnya, dan merupakan wujud dari kehendak Allah untuk merubah realita dunia.

Serangan 11 September telah "meringkas" zaman, mendekatkan peperangan dan dalam skala yang lebih besar telah mendefinisikan bentuk dan hakekat peperangan serta menegaskan kebenaran manhaj mujahidin yang dipimpin oleh kelompok Al-Qaeda, yang memilih target paling besar dan mematahkan punggungnya, dengan izin Allah semata. Akibat selanjutnya adalah dipatahkannya punggung para thaghut lokal. Peristiwa itu menjadi pertanda-pertanda yang sebenarnya dari semakin dekatnya al-malhamah al-kubra (peperangan terbesar) melawan kaum Yahudi dan antek-anteknya kaum Syiah Rafidhah pendengki.[2]

Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada singa umat dan guru umat, syaikh Usamah bin Ladin, dan menerimanya di surga Firdaus yang tertinggi. Sungguh beliau adalah seorang tokoh yang nilainya setara dengan sebuah umat. Ia dan saudara-saudaranya kelompok mujahidin memimpin perahu keselamatan bagi umat Islam, maka mereka menjadi jaminan keselamatan bagi umat Islam pada saat kewajiban perjuangan ditinggalkan oleh banyak manusia dan kelompok-kelompok Islam.

Kita bersaksi kepada Allah bahwa kita bersama Al-Qaeda dan para mujahidin Al-Qaeda, karena kita mendapatkan pada diri mereka kejujuran manhaj dan keteguhan prinsip. Cukuplah sebagai bukti bahwa para pemimpin Al-Qaeda berada pada barisan terdepan dalam mengorbankan tumpahan darah dan ceceran tubuh mereka demi agama mereka. Demikian kami menyangka tentang mereka dan kami tidak menganggap seseorang suci di hadapan Allah, Allah semata yang mengetahui hakekat mereka.

Enyahlah AS dan antek-antek AS! Kita semua adalah Usamah, dan setiap umat Islam akan menjadi Al-Qaeda bagi Islam sebagaimana yang diinginkan oleh Usamah. Orang yang rela akan rela atas hal itu dan orang yang benci akan benci atas hal itu.

Berikut ini beberapa angka dan kalkulasi biaya yang dikeluarkan oleh AS akibat serangan 11 September dan disusul oleh invasi militer ke Afghan dan Irak. Biaya tersebut menunjukkan bahwa melalui serangan 11 September Al-Qaeda telah menempatkan AS dalam kesulitan yang serius:

(1). Miliaran dolar telah dikeluarkan oleh Washington untuk menjaga keamanan AS dan melindungi wilayah AS.
Hal itu mengakibatkan AS yang semula mengalami surplus 2 % dari Produk Domestik Bruto-nya pada masa terpilihnya George W. Bush sebagai presiden AS pada 2000 M, kini telah mengalami defisit keuangan yang sangat berat dan beban hutang yang sangat besar sehingga berperan besar dalam melemahkan ekonomi AS secara total.
Parahnya kemunduran ekonomi dan besarnya beban hutang AS disebutkan secara detail oleh Joseph E. Stiglitz dan Linda J. Bilmes dalam bukunya yang berjudul PERANG 3 TRILIUN DOLAR.[3]
Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Joseph E. Stiglitz tentang beban ekonomi yang harus diitanggung AS akibat serangan 11 September, Stiglitz menyebutkan bahwa setiap keluarga AS harus menanggung biaya sebesar 17.000 dolar dari biaya keamanan AS. Biaya tersebut senantiasa meningkat sebesar 50 % sebagai akibat dari melonjaknya biaya perang Washington di Afghan dan Irak serta operasi-operasi militer AS di luar negeri yang belum dihitung sampai saat ini.
Secara global, kerugian yang dialami oleh kota New York akibat serangan 11 September adalah US $ 95 milyar. Jumlah ini termasuk pekerjaan yang hilang, kerugian pajak, biaya renovasi bangunan yang rusak dan operasi pembersihan gedung yang hancur.
Sumber: Institut Studi dan Kajian Keamanan Internasional, 2004.
(2). Kerugian yang dialami oleh perusahaan penerbangan AS akibat penutupan jalur penerbangan dan pembatasan-pembatasan lainnya yang diterapkan pasca serangan 11 September mencapai US $ 10 billion.
Sumber: Institut Studi dan Kajian Keamanan Internasional, 2004.[4]

(3). Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para pakar ekonomi dan militer tentang besarnya biaya yang dikeluarkan oleh AS dalam perang di Afghanistan dan Irak. Sejak tiga tahun yang lalu, Joseph E. Stiglitz dan Linda J. Bilmes menghitung biaya yang harus dikeluarkan oleh AS dalam perang di Irak berkisar antara 3 sampai 5 triliun dolar. Dan angka itu terus meningkat. Sementara itu majalah News Week menyebutkan bahwa operasi militer AS di Pakistan, Afghanistan dan Irak menelan biaya sebesar 2,6 triliun dolar. Dengan demikian, menurut majalah News Week total biaya penjagaan keamanan nasional AS memakan biaya sebesar 3,228 triliun dolar.
Sumber: Koran Al-Ahram, Mesir.

(4). Sebuah laporan ekonomi AS menyebutkan bahwa defisit perdagangan AS selama sepuluh tahun terakhir meningkat sebesar 25 %.

Biaya perang di Irak sampai tahun 2008 mencapai 3 triliun dolar, dan dunia internasional mengalami kerugian ekonomi dalam jumlah yang sama besar dengan kerugian AS tersebut. Sejak 2006, AS sendiri telah menyiapkan anggaran khusus dalam upaya melawan ranjau-ranjau darat yang dipasang oleh mujahidin di Irak dan didistribusikan sebagai berikut:
  • Sebesar 3,3 miliar dolar untuk tahun 2006
  • Sebesar 4,3 miliar dolar untuk tahun 2008
  • Sebesar 3,1 miliar dolar untuk tahun 2009
  • Sebesar 1,8 miliar dolar untuk tahun 2010
  • Sebesar 3,3 miliar dolar untuk tahun 2011 bersamaan dengan besarnya kerugian perang di Afghanistan.
Sumber: Koran Al-Ahram, Mesir.

(5). Departemen Urusan Veteran AS menyebutkan bahwa jumlah tentara AS yang terbunuh sejak perang Teluk (perang Irak) sampai tahun 2007 saja mencapai 73.000 orang tentara. Adapun jumlah tentara yang terluka selama operasi perang mencaai 1,6 juta orang tentara. Departemen Urusan Veteran kemudian menghilangkan laporan tersebut untuk menyembunyikan besarnya kerugian jiwa AS dalam perang di Irak.
Sebelum menutup artikel ini, saya hadiahkan kepada kalian sebuah video indah di mana sang singa syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah berbicara tentang serangan 11 September dan mengenalkan kepada dunia internasional sosok 19 pahlawan pelaku serangan 11 September yang penuh berkah. Video ini hanya berdurasi enam menit:

http://www.youtube.com/watch?v=PU-Wa5yvYxc
Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada syaikh Usamah bin Ladin dan sembilan belas singa tersebut. Semoga Allah menjaga Al-Qaeda, para pemimpinnya, pasukannya dan simpatisannya.
Ditulis oleh Nashir Al-Qaidah
Catatan kaki
  1. Aksi demonstrasi anti Wall Street menggeliat sejak awal Oktober di New York dan kemudian mulai meluas ke Eropa. Di Amerika, awalnya hanya dihadiri ratusan demonstran yang umumnya mahasiswa. Dipicu oleh krisis ekonomi, dan keresahan atas ketamakan korporasi serta korupsi para elit bisnis, aksi itu kian membesar dari hari ke hari.
    Di New York, aksi pada Sabtu 15 Oktober 2011 diikuti puluhan ribu demonstran. Para pengunjuk rasa memenuhi Times Square, pusat bisnis dan perbelanjaan di New York. Mereka adalah bagian dari "Hari Protes Global" untuk Gerakan Kuasai Wall Street. Pada hari sama, puluhan ribu orang lainnya juga berkumpul di berbagai kota lain di penjuru dunia. Mereka juga menentang praktik serakah korporasi, dan peran Wall Street dalam krisis keuangan. Selain New York, sejumlah kota lain adalah Madrid, London, Roma, Frankfurt, Sidney dan Hongkong.
  2. Kemenangan mujahidin di Irak dan Suriah dengan izin akan menjadi awal bagi pembebasan bumi Islam Palestina dari penjajahan zionis Yahudi. Kemenangan telak kaum muslimin atas kaum Yahudi dalam peperangan di Palestina telah ditegaskan dalam hadits-hadits shahih. Di antaranya hadits dari Abu Hurairah Rhadiyallau 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallu 'alaihi wa salam bersabda:
    لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ، فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ، فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوِ الشَّجَرُ: يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي، فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ، إِلَّا الْغَرْقَدَ، فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ
    "Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi dan kaum muslimin (meraih kemenangan sehingga) membunuhi mereka. Sampai-sampai orang Yahudi bersembunyi di balik pohon dan batu, namun pohon atau batu akan mengatakan, 'Wahai muslim, wahai hamba , inilah orang Yahudi berada di belakangku, Kemarilah dan bunuhlah dia!' Hanya pohon Gharqad yang tidak mengatakan seperti itu, karena ia termasuk tanaman kaum Yahudi. (HR. Bukhari no. 2926 dan Muslim no. 2922 dengan lafal Muslim)
  3. Buku best-seller internasional berjudul The Three Trillion Dollar War: The True Cost of the Iraq Conflict ditulis oleh Joseph Eugene Stiglitz dan Linda J. Bilmes pada 2008. Joseph Eugene Stiglitz adalah ekonom Amerika dan profesor pada Columbia University. Ia meraih penghargaan Nobel Ekonomi 2001 dan John Bates Clark Medal 1979. Adapun Linda J. Bilmes adalah professor pada Harvard University. Buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Perang Tiga Triliun Dolar: Bencana Ekonomi di Balik Invasi Amerika ke Irak, diterbitkan oleh penerbit Mizan Bandung pada 2009.
    Buku Joseph E Stiglitz dan Linda J. Belmes ini secara khusus menyelidiki biaya yang dikeluarkan AS untuk perang Irak selama 5 tahun, dari 2003 saat invasi militer sampai 2008 saat buku itu ditulis. Biaya yang ditanggung Depkeu AS berkisar antara 1,7 trilun hingga 2,7 triliun dolar. Ditambah biaya ''sosial'' substansial, yakni biaya-biaya yang tak tertangkap dalam anggaran pemerintah federal, tapi sebenarnya mencerminkan beban sesungguhnya yang dipikul warga AS berkisar antara 300 miliar hingga 400 miliar dolar AS. Total biaya berkisar antara 2 triliun hingga 3,1 triliun dolar, dengan rata-rata per tahunnya 400 miliar dolar sampai 600 miliar dolar.
    Biaya 3 triliun dolar itu setara dengan Rp 28.000 triliun, sama dengan 12 tahun biaya perang di Vietnam dan dua kali lipat dibandingkan dengan biaya perang di Korea! Dan biaya tersebut ditanggung oleh rakyat pembayar pajak di AS.
    Padahal dengan 1 triliun dolar saja, AS itu bisa membangun 8 juta unit rumah, menggaji 15 juta guru selama setahun, membayar asuransi kesehatan 530 juta anak selama setahun, memberikan beasiswa empat tahun pada 43 juta mahasiswa di universitas negeri. Terlebih dengan dana 3 triliun dolar.
    Stiglitz dan Bilmes membagi biaya perang itu menjadi dua: biaya perang saat ini dan biaya perang masa datang. Biaya perang masa datang dihitung sebab para pembayar pajak AS berutang miliaran dolar kepada para veteran yang memenuhi syarat mendapat kompensasi cacat, perawatan dan tunjangan medis. Rata-rata pembayaran pada veteran Perang Irak dan Perang Afganistan 542 dolar per bulan per orang. Belum lagi tunjangan veteran berupa penyesuaian biaya hidup yang setara jaminan sosial.
    Pada 2003 Departemen Urusan Veteran menanggung biaya perawatan 13.800 orang veteran Irak dan Afganistan. Pada 2008, sudah ada 263.000 veteran Irak dan Afganistan yang harus ditanggungnya. Untuk para veteran dua perang ini, pemerintah AS harus mengeluarkan 398 miliar dolar. Rinciannya, 121 miliar dolar untuk perawatan kesehatan dan 277 miliar dolar untuk tunjangan cacat.
    Perang akan terus memakan dolar jika tak selekas mungkin dihentikan. Bukan itu saja, sederet persoalan kejiwaan menghantui para veteran Irak dan Afganistan. Survei terhadap 2.000 veteran dua perang ini menemukan hampir sepertiganya menderita gangguan stres pascatrauma (PTSD), depresi mayor, cedera otak traumatik atau kombinasinya. Riset the RAND Corporation bahkan menaksir sekitar 300 ribu tentara menderita PTSD atau depresi mayor dan 320 ribu mengalami cedera otak traumatik.
    Tak heran jika banyak pakar ekonomi menyatakan saat ini AS tengah mengalami krisis ekonomi yang sepadan dengan masa Great Depression pada 1930an, atau bahkan lebih buruk lagi. AS telah mengalami kemunduran ekonomi, militer, politik dan ideologi yang dahsyat pasca serangan 11 September yang penuh berkah, yang disusul oleh jihad di Afghanistan dan Irak.
  4. Wartawan Stasiun TV Al-Jazera, Taisir Alllouni, pada 21 Oktober 2001 melakukan wawancara eksklusif dengan syaikh Usamah bin Ladin. Dalam wawancara tersebut, syaikh Usamah antara lain membicarakan kerugian AS akibat serangan 11 September. Berikut petikannya.
    Taiser Allouni: Kembali lagi kepada permasalahan serangan yang terjadi di New York dan Washington, apa penilaian Anda dengan apa yang telah terjadi? Apa pengaruhnya terhadap Amerika dan dunia Islam? Pertanyaan ini dari dua sisi jika anda berkenan!
    Syaikh Usamah bin Ladin: Saya katakan, peristiwa yang terjadi pada hari Selasa, 11 September di New York dan Washington, ini adalah peristiwa yang sangat besar sekali dipandang dari sisi manapun. Dampak-dampak yang ditimbulkannya belum berhenti sampai sekarang ini dan akan terus berlanjut. Karena runtuhnya gedung terutama gedung kembar, adalah suatu peristiwa yang sangat besar sekali, namun sesungguhnya dampak-dampak yang ditimbulkannya lebih besar lagi. Kami akan membicarakan mengenai dampak-dampak perekonomian yang terus berlanjut.
    Menurut pengakuan mereka sendiri, kerugian yang mereka derita di WTC mencapai 16 %. Dan mereka mengatakan, angka ini belum pernah terjadi sebelumnya sama sekali, semenjak pasar tersebut dibuka, lebih dari 230 tahun yang lalu, belum pernah terjadi kerugian sebesar ini. Jumlah keseluruhan modal pokok di pasar tersebut mencapai US $ 4 trilyun. Lalu kalau kita lihat 16% dari US $ 4 trilyun, untuk mengetahui berapa jumlah kerugian pada saham mereka, adalah mencapai US $ 640 milyar kerugian mereka. Itu semua terjadi atas karunia Alloh. Dan sebagai contoh, jumlah ini senilai anggaran belanja negara Sudan selama 640 tahun. Kerugian ini mereka terjadi akibat serangan selama satu jam, atas karunia dan bimbingan Alloh.
    Perputaran keuntungan uang harian rakyat Amerika adalah US $ 20 milyar dollar. Padahal pada satu minggu pertama mereka tidak bekerja sama sekali lantaran shock mental. Sampai hari ini mereka di sana tidak pergi ke tempat kerja mereka lantaran shock dengan serangan tersebut. Kalau kita kalikan US $ 20 milyar kali 7 hari dalam seminggu, maka akan mencapai US $ 140 milyar. Dan sebenarnya lebih daripada jumlah tersebut. Kalau jumlah itu kita tambahkan dengan US $ 640 milyar tadi maka akan kita dapatkan hasil berapa? Kira-kira kita dapatkan US $ 780 milyar. Ditambah lagi dengan kerugian bangunan-bangunan dan gedung-gedung yang runtuh, kami telah katakan lebih dari US $ 30 milyar.
    Kemudian sampai hari ini, atau dua hari yang lalu, mereka mereka memecat lebih dari 170 ribu pekerja mereka dari perusahaan-perusahaan penerbangan, baik perusahaan pesawat pengangkut atau perusahaan pesawat penumpang. Sebuah penyelidikan di Amerika menyebutkan bahwa 70% rakyat Amerika hingga kini menderita trauma dan gangguan jiwa setelah terjadi serangan dua gedung WTC dan Departemen Pertahanan (Pentagon), atas karunia Alloh SWT. Salah satu perusahaan perhotelan yang terkenal di Amerika, yakni Intercontinental Company telah memecat 20 ribu pekerjanya, atas karunia Alloh SWT. Dan kerugian-kerugian yang terus berlanjut itu tidak tidak ada seorang pun yang dapat memastikan nominalnya lantaran besarnya. Dan kerugian itu terus bertambah, atas karunia Alloh SWT. Jadi, minimal jumlah total kerugian mecapai lebih dari US $ 1 trilyun, atas karunia Alloh SWT, akibat serangan yang penuh berkah tersebut. Semoga Alloh SWT menerima ikhwan-ikhwan yang melakukan serangan tersebut diterima Alloh SWT sebagai syuhada' dan dimasukkan ke dalam syurga Firdaus yang paling tinggi.
    Akan tetapi saya katakan, di sana terjadi kerugian lain yang sangat berbahaya, lebih besar dan lebih berbahaya daripada runtuhnya gedung, yaitu runtuhnya peradaban Barat yang dipimpin oleh Amerika. Hancurlah keperkasaannya, dan hancurlah gedung peradabannya yang menjulang, yang berbicara tentang kebebasan, hak asasi manusia dan kemanusiaan, semuanya berubah menjadi debu yang berhamburan.
    Dan nampaklah secara jelas, tatkala pemerintah Amerika campur tangan dan melarang kantor-kantor berita untuk mempublikasikan beberapa kata dari kami yang tidak lebih dari beberapa detik saja. Karena mereka mulai menyadari, bahwasanya kebenaran telah mulai dipahami oleh rakyat Amerika, dan bahwa sebenarnya kami bukanlah kelompok teroris sebagaimana yang mereka maksudkan. Akan tetapi sesungguhnya kami telah dianiaya di Palestina, Irak, Lebanon, Sudan, Somalia, Kasymir, Filipina dan di setiap tempat. Dan sesungguhnya serangan tersebut merupakan reaksi balasan yang dilakukan oleh para pemuda dari umat Islam terhadap penganiayaan yang dilakukan oleh pemerintah Inggris (munggin beliau salah bicara, mungkin yang beliau maksud adalah pemerintah Amerika -ed). Oleh karena itu mereka mengeluarkan pernyataan semacam ini, dan mengeluarkan perintah semacam ini, dan lupa terhadap segala apa yang mereka katakan mengenai kebebasan berbicara dan lainnya.
    Maka saya katakan, sesungguhnya kebebasan dan berbagai kebebasan di Amerika serta hak asasi manusia, telah membuahkan pisau guillotin tanpa dapat menarik kembali kecuali jika Amerika merubah sikap dengan cepat. Pemerintah Amerikan akan memasukkan rakyatnya, dan bangsa Barat secara umum juga akan masuk ke dalam kehidupan yang suram dalam neraka Jahim, yang tidak akan mungkin dapat ditanggung, lantaran para penguasa di sana mempunyai hubungan yang kuat, dan berada di bawah kekuasaan dan loby Zionis yang menyokong kepentingan Israel, yang membunuh anak-anak kami tanpa alasan yang benar, supaya mereka tetap memegang kekuasaan. ( arrahmah.com )

Blog : Rantau Pincono
Post :


READ MORE - Dibalik Serangan 11 September Yang Penuh Berkah