Tampilkan postingan dengan label Kristenisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kristenisasi. Tampilkan semua postingan

Terbukti Kemenangan PDIP Sekaligus Kemenangan Katolik dan Protestan

Kemenangan PDIP Sekaligus Kemenangan Katolik dan Protestan - Sekali mendayung, dua wilayah dikuasai. Agaknya itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan hasil Pilkada DKI Jakarta. Kemenangan bagi PDIP sekaligus kemenangan kaum Nasrani, baik Katolik maupun Protestan.

Betapa tidak, dalam sekali momen pemilihan kepala daerah, akhirnya mereka bisa menguasai dua daerah sekaligus. Provinsi DKI Jakarta dan Kota Solo, Jawa Tengah. Di Jakarta mereka berhasil menempatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok seorang Protestan fundamentalis sebagai Wakil Gubernur, sementara di Solo mereka berhasil menaikkan seorang aktivis Katolik yang sebelumnya menjawab Wakil Wali Kota menjadi Wali Kota, Franxiscus Xaverius Hadi Rudyatmo.

Berdasarkan UU No 8 Tahun 2005 dan PP No. 6 Tahun 2005, Jokowi bisa melenggang ke Jakarta dengan syarat diberhentikan dulu sebagai walikota Solo. Jika proses administrasi pemerintahan di DPRD dan pemerintahan pusat lancar, maka posisi pucuk pimpinan di Kota Solo akan diisi Wakil Walikota FX Hadi Rudyatmo.

Siapakah Fransiscus Xaverius Hadi Rudyatmo? Lelaki yang akrab dipanggil Rudi ini lahir di Solo, 13 Februari 1960. Ia merupakan kader tulen PDIP, penganut Katolik. Saat ini, ia menjadi Ketua DPC PDIP Surakarta.

Karier politik Rudi diawali sebagai anggota LPMK Pucangsawit, Jebres, Surakarta. Setelah aktif di partai, lulusan SMA ini terpilih menjadi anggota DPRD Surakarta periode 2004-2009. Kemudian ia mundur karena berpasangan dengan Jokowi pada pilkada 2005 silam.

Selain berpartai, suami Endang Prasetyaningsih ini juga aktif di dunia olahraga dengan menjadi Ketua Umum Persis dan PSSI Surakarta.

Apakah Rudi siap menggantikan posisi Jokowi? "Jika amanah demokrasi dan partai mewajibkannya, mengemban tugas apapun ya harus siap asal sesuai perundang-undangan yang berlaku," kata Rudi seperti dikutip detikcom, Kamis (20/9/2012).

FX Hadi Rudyatmo menyatakan, jika nantinya Jokowi benar-benar mendapat amanat menjadi Gubernur DKI Jakarta, maka partai pengusung (PDIP, Partai Gerindra, PKB, PKPB, PKPI, PDP, PAN, PKS, serta PDS) akan mengirim surat ke DPRD soal pengunduran diri Jokowi. Sesuai UU, maka posisinya digantikan wakilnya.

"Karena masa jabatan lebih dari 18 bulan, maka sesuai UU, partai pengusung mengajukan dua orang untuk dipilih sebagai Wakil Wali Kota," katanya.

Masa jabatan Jokowi-Rudy sebagai Walikota dan Wakil Walikota Solo, baru akan berakhir 2015 mendatang. Rudy pun tak menutup kemungkinan akan maju sebagai calon wali kota pada pemilu mendatang. “Kalau dari masyarakat dan partai menghendaki ya saya siap" tambahnya.

Sementara Ketua DPRD Surakarta YF Sukasno masih enggan memperkirakan kemungkinan kemungkinan ke depan. Bagi dia, hasil perhitungan quick count tidak bisa dijadikan acuan sikap kelembagaan. Karena itu, DPRD akan menunggu hingga hasil resmi perhitungan KPUD. "Hasil penghitungan cepat kan masih bersifat sementara," kata Sukasno.

Dalam berbagai kesempatan, Jokowi sendiri belum pernah menyampaikan skenario atau rencana jika dirinya terpilih atau tidak terpilih dalam Pilgub DKI Jakarta. Dia lebih memilih bersikap menunggu hasil.

Pro non-muslim?

Sudah jadi rahasia umum, jika non-muslim mempimpin suatu wilayah ia akan mengambil kebijakan yang sangat menguntungkan bagi kaumnya. Di Solo misalnya, karena wakil Jokowi adalah seorang Kristen, maka dana bantuan sosial (bansos) terbesar juga diberika pada kalangan Kristen. Pun demikian fakta yang terjadi di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Kabupaten Kepualauan Mentawai di Sumatera Barat. Di daerah-darah tersebut, meski umat Islam mayoritas (kecuali di Mentawai) nasib mereka sangat tidak baik.

Menurut pengamat sosial-politik, Mustofa B Nahrawardaya, kalangan Kristen di Solo pada tahun Anggaran 2009 bisa menikmati 71,88 persen dari anggaran Rp4,7 milyar. Sementara umat Islam hanya mendapat sisanya. Padahal Solo yang berpenduduk lima ratus ribu jiwa itu mayoritas adalah umat Islam.

Karena itu mari kita saksikan bagaimana kondisi DKI Jakarta dan Kota Solo ke depan. Apakah Jakarta, kota yang namanya disematkan oleh seorang ulama, Fatahilah, dari ayat al-Quran "fathan mubina" yang dijadikan Jayakarta, terus menjadi kota Islam dengan masyarakatnya yang relijius atau kelak menjadi seperti Kota Manila atau Singapura, yang jejak Islamnya benar-benar hilang. Apapun yang terjadi semua itu diakibatkan ulah umat Islam sendiri. ( suara-islam.com )


READ MORE - Terbukti Kemenangan PDIP Sekaligus Kemenangan Katolik dan Protestan

Kebangkitan Salibis dalam Panggung Politik Indonesia

Kebangkitan Salibis dalam Panggung Politik Indonesia, terutama dalam menggayut diri dalam ayunan PDIP, menjadi alamat gerakan Kristenisasi yang paling jitu. Karena selama dengan wadah dan partai sendiri, tidak memungkinkan kristen mencapai maksud yang diinginkan. Tetapi PDIP menjadi media paling mudah bagi anggota legislatif non muslim mencapai tujuan. 

Puluhan orang Legislatif non muslim di PDIP, memang berasal dari salibis.Kristen memandang perlu mencari partai yang bisa memudahkan langkahnya sebagai medianya, diantara partai yang lebih memungkinkan mencapai tujuan adalah PDIP yang berideologi Marhenis, menjadi tolak ukur perjuangan menyampaikan pesan pesan Yesus kerakyat Indonesia. Karena memang Amanat Agung tersebut diarahkan pada politik yang dipandang lebih tepat mengantar misinya mencapai tujuan.


PDS yang pernah dikelolahnya tak membuahkan hasil optimal, untuk meraih cita sesuai maksud dan tujuan kritenisasi, sehingga harus mencari jalan menuju rekontruksi kristenisasi yang bonafid, terutama dengan cara bergabung dalam partai partai apa saja yang memungkinkan bisa menerima kehadirannya. Terlebih di PDIP, porsi kristen ini lebih menuai hasil gemilang, paling tidak bisa bersaing dengan non muslim, walaupun termasuk kelompok minoritas, ternyata suaranya cukup membuat muslim tersipu.


Sedangkan perjuangan kristenisasi lewat partai politik itu dipandang sah sebagai proses tercepat menuju “Amanat Agung”, karena legislatif adalah penentuk segala kebijakan terutama dalam menentukan terobosan kristenisasi yang lebih efektik dan menjangkau sasaran. Itulah sebabnya jalan pentas menuju amanat Agung disesuai dengan peta demokrasi dinegara negara tertentu, pakah porsi kristen memuaskan atau tidak. Barulahkan langkah terakhir mereka harus mampu punya kampling dalam partai partai tujuan mereka, guna mengantara langkah dramatis yang akan dilakukannya.

Pandangan Kristen untuk menguasai legislatif ini berangkat dari fitur fitur yang ada dalam alkitab yang menjadi amanat Agung kristenisasi semesta [dalam segala bidang]. Juga didasarkan pada biaya besar besaran yang dilakukan pihak pendukung Amanat Agung, seperti negara Paman Sam, yang menyediakan dana dalam menciptakan ruang gerak kristen dalam berbagai negara agar lebih leluasa bergerak, terutama Indonesia.

Pendeta Dr. Martin Sinaga, dosen Sekolah Tinggi Teologi (STT) Jakarta.

Dalam artikel di majalah Pantau, dia menyatakan bahwa Kristenisasi bukan ilusi dan itu sungguh-sungguh terjadi. "Pada awalnya misi Kristenisasi dibebani oleh pemerintah kolonial yang didukung Belanda, tapi kurang berhasil. Selanjutnya, misi ini dibebani oleh negara-negara terutama Amerika Serikat, yang sulit dipungkiri punya media dan uang untuk melancarkan misionari itu," ujar Pendeta Martin Sinaga dalam wawancara dengan majalah Pantau.

Ini menunjukkan ancaman kristenisasi terhadap Islam bukan main main, motivasinya tinggi untuk membumi hanguskan keyakinan Islam di negeri ini. Mereka bukan tanpa tumpuan dana, melainkan telah melahirkan donatur donatur dari berbagai negara pendukung Amanat Agung”.

Gerakan kristenisasi yang dicanangkan mereka berangkat dari tangan tangan asing yang sangat kuat mencengkram akarnya, dalam artian ada ikatan batin antar kelompok kristen dalam rangka mensuksesakan rencana rencana pemurtadan. Disamping mengerahkan pakar pakar pemurtadan, baik melalui konsep serangan terhadap aqidah aqidah Islam, atau melalui cara fantastis yang di lakukan mereka. 

Pada tanggal 12 sampai 16 Mei tahun 2003 bertempat di gelora Bung Karno Senayan dengan tajuk pemulihan bangsa dengan mendatangkan para pendeta, evengelis dan juga tokoh-tokoh Kristen dunia dan dihadiri tidak kurang dari 80.000 orang Kristen dan 10.000 pemimpin Kristen dari berbagai Negara. Dan acara ini sempat menghebohkan umat Islam Indonesia dengan pemberkatan (pembaptisan) yang dilakukan kepada Gus Dur yang saat itu menjabat Presiden RI di mana dia juga memberikan sambutan, serta menyambut baik gerakan transformasi ini, dan pada tahun 2005 dicanangkan sebagai genderang awal gerakan transformasi dimulai. Kegiatan ini terus dilakukan setiap tahunnya dan pada tanggal 25 -28 Oktober 2011 yang lalu bertempat di JHCC Sentul Bogor, diadakan acara serupa dengan menghadirkan 4000 para misionaris dan juga pendeta se-Asia yang juga dihadiri dihari terakhir acara 10.000 orang Kristiani untuk diberkati

Keterangan tersebut memastikan lajunya kristenisasi di indonesia melajut pesat, menuju sasaran sasaran yang dipandang empuk untuk di mangsa. Lembaga lembaga gereja menerjungan ribuan misionaris keberbagai daerah, bertujuan memurtadkan umat Islam yang ada di daerah daerah. Tentenya beda dengan para kyai yang meminpin pondok pesantren, misionaris kristen yang berjumlah lebih dari empat ribu orang pada tahun 2011, adalah jaringan pemurtadan yang menguasai berbagai bidang kemasyarakatan, bahkan kemampuan kyai kyai Islampun dikuasainya, sehingga menggunakan kemampuan itu sebagai media komunikasi dengan tokoh tokoh masyarakat Islam, yang ujungnya menjadi modal pemurtadan 

Di sektor politik telah disinggung oleh seorang politisi kristen tentang usaha mereka merebut istana Negara yang rencana mencuat pada saat LB Murdani menjadi “Panglima Abri” , dengan kekuatan dan kemampuan yang dimilikinya, pernah menghujani umat Islam Tanjung Priok dengan peluru mematikan., korbannya cukup fantastis, ratusan orang mati tidak diketahui jejaknya. Mungkin umat Islam pernah diebohkan dengan terorisme Amrozi dan kawan kawannya, tetapi umat Islam justru lupa dan sengaja dilupangan dengan peristiwa mngerikan di tanjung Priok itu tahun 1984.

Otak peritiwa berdarah tanjung priok adalah LB Murbani selaku panglima ABRI Waktu itu, tidak pernah menunjukkan rasa teganya dari anak bangsa beragama Islam, dengan ambisi dan nalar naluri gerejani kibiyah yang agresor, LB Murdani menjadi komando tertinggi pembunuhan umat Islam tak berdosa, bahkan seorang anak buahnya dengan penghinaan luar biasa, menuju ruang dalam mesjid dengan sepatu botnya, jenderal itu beranggapan mesjid sama dengan gereja, yang tak perlu membuka sepatu najisnya. 

Dari berbagai karakter LB Murdani bercita menguasai Istana, tertuang dalam buah pikiran Kivlan Zen yang menggambarkan “Otak Nakal LB Murdani selama hidupnya”. Dan telah menjadi tumpuan kristen dan kebangkitannya yang di mulai dari perebutan kekuasaan dan fitnah Subversif yang dituduhkan pada tokoh Islam . dalam penghancuran karakter Islam yang dilakukan LB Murdani ada pula Wiranto didalam sebagai kesatuan LB Murdani, orang terpercaya LB Murdani, seorang muslim yang menjual kehormatannya kepada kristen.

Menyongsong 2020 Salibiyah Indonesia 

2020 target dari puncak usaha kristenisasi bukan mustahil, ketika Jokowi meninggalkan solo dengan memimpin Jakarta. Orang awam berpikir Jokowi tetesan malaikat, gereja menyimpulkan Jokowi jelmaan Yesus, terutama web Sarapan Pagi salibiyah membesaer besarkan Jokowi sebagai kepanjangan tangan Yesus yang berusaha memenangkan perang Salib di Indonesia. Semua pengamat Kristen menyatakan Jokowi malaikat mereka yang bisa mempercepat proses kristenisasi di Indonesia. 

Kontruksi bangunan yang dirancang kristen ini sangat rapi dan berlapis lapis kekuatannya, untuk menghilangkan jejak kalau Jokowi bukan boneka Kristen dan salibiyah lainnya, yang sama sama patuh pada amanat Agung sebagaimana menjadi acuan pergerakan pemurtadan di tanah Air.

Isi amanat agung mengisyaratkan, seluruh dunia harus berada di bawa iman kristen, menerima kristen sebagai pandangan keimanan. Itu dipasarkan mereka diatas dalil sisipan yang disisipkan mereka dalam alkitab : “Karena itu pergilah jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dengan nama bapak dan anak dan roh kudus, [20 ]dan ajarlah mereka melakukan segalah sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu ,” [Matius 28 : 19-20]. Sebenarnya ini ayat sisipan sebagaimana penjelasan ahli injil bahwa ayat matius ditutup berakhir di bab 28.[ Hugh J. Schonfield, nominator pemenang Hadiah Nobel tahun 1959, dalam bukunya The Original New Testament, mengatakan sebagai berikut:

“This (Matthew 28:15) would appear to be the end of the Gospel (of Matthew). What follows (Matthew 28:16-20) from the nature of what is said, would then be a latter addition”

“Ayat ini (Matius 28:15) nampak sebagai penutup Injil (Matius). Dengan demikian, ayat-ayat selanjutnya (Matius 28:16-20), dari kandungan isinya, nampak sebagai (ayat-ayat) yang baru ditambahkan kemudian.” Robert Funk, Professor Ilmu Perjanjian Baru, Universitas Harvard, dalam bukunya The Five Gospels] Entah dari mana datangnya ayat ayat aneh yang didoktrinkan kristen sebagai jembatan penghancuran dan perang melawan agama selain kristen. Amanat yang sebenarnya sangat membahayakan peradaban dan dialektika penduduk dunia. Karena harus berada dalam satu doktrin kristenisasi yang paling tidak beradab, pemaksaan kehendak dan pembunuhan karakter.

Sudah menjadi tekad misi kristen dunia dalam global mission (misi global dunia) untuk menjauhkan dan memurtadkan ummat Islam dari agamanya, karena niat itupun telah Allah SWT peringatkan kepada kita didalam firmannya dalam surat Al- Baqarah ayat 120 dan 217 : “Tidak akan merasa senang dan rela orang-orang kafir baik Yahudi dan Nasrani kepada kalian (orang-orang Islam) sebelum kalian (orang-orang Islam) mau untuk mengikuti agama mereka.” (Al-Baqarah ayat 120)

“Mereka orang-orang Yahudi dan Nasrani akan selalu memerangi kalian orang-orang Islam sampai mereka dapat memalingkan dan mengembalikan kalian dari agama kalau sekiranya mereka mampu.” (Al-Baqarah ayat 217)

Salah satu negeri yang menjadi sasaran dan target utama Kristenisasi dan pemurtadan adalah Indonesia, yang secara kuantitas adalah penduduk dengan jumlah Muslim terbesar di dunia,dan bagi mereka (misionaris) keberhasilan mengkristenkan Indonesia, merupakan barometer keberhasilan mereka mengkristenkan dunia.

JOKOWI REPRESENTATIF KRISTENISASI 

Kalau membaca sosok Jokowi tak bisa dilepaskan dari naluri kristenisasi, atau memang jembatan Jokowi [muslim yg tak jelas imannya, karena menggadaikan imannya pada non muslim, menyenangkan dan menenangkan non muslim sebagaimana yg terjadi di Solo, tentunya bukan tanpa rencana matang Jokowi dan timnya meninggalkan warisan kepemimpinan di kota solo kepada seorang non Muslim yang kuat prinsipnya membela kepentingan gereja. Kayaknya bukan alasan karena Basuki [Ahook] itu bentuk kerja sama antara PDIP dan Garindra, tetapi memang watak jokowi yang lebih cendrung agitatif bila bisa bersahabat dengan non Muslim, apalagi bila dilihat dari besarnya dana, dan dukungan kristenisasi merupakan bisnis politik yang dilatar belakangi pemurtadan. 

Salah satu gebrakannya adalah memperkenalkan sosok Susan, guna melahirkan sikap intoleransi di kalangan mayoritas Islam di lenteng agung, agar terjadi kekacauan di ibu kota negara, lagi lagi Islam kelak yang akan di tumbalkan sebagai pelakunya. Terlebih HAM dunia itu lembaga aduan kristen tertindas, bukan lembaga manusia tanpa jenis agama. Karena Ham hanya digunakan untuk menghukum Islam.

Kristenpun mulai berani mengacak ngacak Mayoritas dan dengan tegas menolah putusan Departemen dalam Nageri dengan sikap: “Jangan sampai urusan agama dibawa-bawa ke sana,” kata Jokowi.

“Perlawanan” terhadap himbauan Mendagri pun juga dilakukan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kecipratan popularitas Jokowi, dan mengaku putra ideologis Bung Karno itu.

Usai menyampaikan pidatonya pada Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2013, dengan berapi-api Ahok menyatakan sikapnya. “Kami akan tetap pertahankan Lurah Susan. Kami tidak akan geser dia karena masalah SARA dan persaingan di dalam. Kita hidup di negara Pancasila. Pengangkatan dan pemberhentian kami pertimbangkan berdasarkan prestasi,” ujar Ahok

Ini politik Kristenisasi yang luar biasa, dengan mengendarai nasionalisme menebas orang berbicara SARA, tetapi menimbulkan konsumsi SARA. Benar benar sebuah gebrakan kristenisasi yang paling mudah mengalihkan alasan pemurtadan yang sebenarnya.

Berbeda dengan Jakarta, Di Solo Jokowi berikan 71% lebih dana sosial ke umat Kristen, di Solo Kristen berkembang. Walikota Solo, Joko Widodo, memiliki perhatian besar terhadap kelompok minoritas yang ada di daerah yang ia pimpinnya. Hal itu terungkap dari alokasi dana bantuan sosial Pemerintah Kota Solo. Kristen Kota Solo lebih terhormat di mata Jokowi, sehingga tak merasa Sulit mengucurkan dana besar kepada mereka.

“Bantuan itu lebih banyak diberikan kepada pihak nonmuslim, sebesar 71,88 persen dari anggaran Rp 4,7 miliar. Itu ada untuk ormas, sekolah,” ujar pengamat sosial-politik Mustofa B. Nahrawardaya dikutip rmol.com, Rabu (15/8).

Sementara untuk kalangan Islam, alokasi dana bansos hanya sebesar 28,12 persen. “Itu data anggaran Bansos yang dilaporkan ke DPRD Solo dari Januari sampai Desember tahun 2009. Saya hanya mengambil samplenya saja. Kan satu periode ada lima tahun,” ungkapnya.

Mustofa mengungkapkan itu kemarin dalam acara Indonesia Lawyers Club di TVOne. Saat itu, Mustofa mengakui menimpali pernyataan Ketua Forum Umat Islam Al Khaththath yang menyebutkan, bahwa kalau yang jadi pemimpin itu orang Islam, umat non mslim itu akan diperhatikan.

“Jadi itulah kehebatan orang Islam. Sudah betul itu Jokowi. Di Solo kan, umat Kristen minoritas, dikembangkan oleh Jokowi. Makanya sekarang berkembang. Jadi jangan hanya yang mayoritas (yang diperhatikan),” tandas Mustofa. Alasan yang tidak masuk akal dan tak sesuai porsi keadilan, tetapi lebih pada sikap berlebihan dalam rang membunuh karakter umat Islam.

JUMLAH UMAT ISLAM SOLO 72 %, TAPI HANYA MENDAPAT BANTUAN DANA SOSIAL 28 % ! PADAHAL MASIH BANYAK UMAT ISLAM YANG MISKIN.. INIKAH KEADILAN JOKOWI ?. padal masyarakat islam Solo selama pemerintahan Jokowi, berada dalam kubangan kemiskinan, namun pandangan bapak tiri seorang jokowi. Sebatas mengenyangkan cukong cukong kristen. 

Di Jakarta Jokowi sebagai capres, awalnya mendapat dukungan Ahook, namun entah mengapa Ahok, wakilnya itu menarik dukungannya dari Jokowi, tentu tak lepas dari politik yang dikendarai Ahok, meskipun Ahok dan gereja di Jakarta pernah menyuarakan dukungannya kepada “Jokowi” mencapres.

Dukungan Kristen : DUKUNGAN kalangan Kristen (Protestan dan Katolik) terhadap Jokowi untuk menjadi Presiden Indonesia 2014-2019 dilakukan secara terbuka, bahkan sangat menggebu-gebu, sehingga terkesan melampaui batas kepatutan. Pada 29 April 2014, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) yang merupakan induk gereja Protestan di Indonesia, bersama sejumlah LSM pengusung isu HAM, membuat pernyataan yang menolak pencapresan Prabowo Subianto. Dengan mengatasnamakan “Gerakan Kebhinekaan untuk Pemilu Berkualitas (GKPB)”, mereka mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak memilih Prabowo.

Dari kalangan Katolik, sebuah dukungan terbuka terhadap Jokowi disuarakan oleh pastor Aloysius Budi Purnomo, melalui artikel berjudul “Jesus, Jokowi, dan Keselamatan Rakyat” di Harian Sinar Harapan (http://sinarharapan.co/news/read/140417053/Jesus-Jokowi-dan-Keselamatan-Rakyat, 17/4/2014). Artikel Aloysius ini segera memicu kontroversi yang luas. Itu karena Aloysius membenarkan adanya sejumlah persamaan antara Jokowi dan Jesus, dengan menggunakan perspektif teologi Kristen.

Benar benar gila, Jokowi adalah Yesus ? wow wow mungkinkah tuhannya orang kristen sudah menjelma jadi seorang “Jokowi”, reinkarnasi ala kristen, dalam rangka memenangkan Jokowi, jadi presiden, padahal tujuannya sebenarnya adalah akal bulus mereka, agar seorang Ahook di jantung Indonesia, Jakarta bisa menjadi seorang Gubenur, duduk dikursinya Joko Widodo yang sedang mengikuti irama kutu loncat. Itulah fakta kristenisasi model jokowi yang beragama islam tak ada bedanya dengan seorang pendeta yang makan tiwul di pesisir pantai Jawa selatan. 

Uskup Agung Jakarta dan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Ignatius Suharyo juga telah mengajak seluruh umat nasrani menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2014 untuk memilih pemimpin yang bisa membawa transformasi bangsa ke arah yang lebih baik di segala bidang. Ini menunjukkan “Transformasi” yang dimaksud itu adalah “Jokowi”, bahkan Yesus yang digembalakan gerejani untuk manaikkan Ahok menjadi kursi 1 DKI. ( koepas.org )



READ MORE - Kebangkitan Salibis dalam Panggung Politik Indonesia

Ahok dan Kontes Bikini Miss World 2013

Ahok dan Kontes Bikini Miss World 2013 - Kegiatan apa yang bakal jadi kado buat warga Jakarta setelah pasangan Jokowi-Ahok memenangkan Pilkada DKI?. Kontes bikini Miss World adalah jawabannya. Kota yang asalnya bernama Jayakarta dan pemberi namanya adalah seorang ulama bernama Fatahilah, akan menjadi tuan rumah bagi pagelaran kontes kecantikan dunia yang full mengumbar aurat Miss World.

Lalu apa tanggapan calon gubernur Jakarta yang pada hari ini belum dilantik, Ahok?.

http://suara-islam.com/images/berita/ahok-2012.jpg

“Menghelat ajang sebesar Miss World, artinya Indonesia akan menjadi perhatian dunia. Oleh karena itu, Jakarta harus menyediakan tempat pergelaran yang bertaraf internasional,” tutur tutur Ahok seperti dikutip Okezone (1/10/2012).

Untuk itu Ahok mendorong agar mal-mal di Jakarta memiliki aula konvensi yang bagus. Untuk menjaga harga diri bangsa, katanya.

"Kita harus dorong mal-mal untuk punya convention hall yang bagus. Jadi, harga diri bangsa ini ada," sambung ayah tiga anak ini. Solusi ini diharapkan dapat mendorong Jakarta agar tak kalah dengan kota-kota lain di dunia.

Selain itu, lanjut Ahok, Jakarta juga bisa menawarkan objek pariwisata dan makanannya. "Jakarta bisa menawarkan objek wisata dan makanannya," lanjutnya.

Menurut pasangan Jokowi dalam Pemilukada DKI Jakarta 2012 ini, Jakarta juga memiliki kebudayaan yang bisa ditunjukkan bagi para kontestan Miss World 2013.

"Kan ada kesenian, seperti gambang kromong yang bisa ditampilkan. Kita juga bisa buat seperti pasar malam yang sangat kerakyatan," sambungnya.

Namun demikian, faktor keamanan juga berperan besar bagi kelancaran acara tersebut. "Jakarta harus aman. Kalau aman, orang mau datang ke sini," tutup suami dari Veronica ini.

Untuk diketahui, ajang Miss World 2013 akan diselenggarakan di Indonesia pada September mendatang. Selain Jakarta sebagai lokasi malam final, Bali telah ditetapkan sebagai pusat karantina Miss World 2013.

Acara yang diikuti sekira 120 wanita pengumbar aurat dari berbagai negara di dunia itu bakal disiarkan di 140 negara. Kontes akan memilih finalis terbaik yang akan menggantikan posisi Wenxia Yu, Miss World 2012. Sang pemenang akan berkeliling dunia menjalankan tugas utama Miss World di bidang Beauty with a Purpose.

Bagi Indonesia, Miss World adalah ajang kecantikan kelanjutan setelah perhelatan Miss Indonesia. Penyelenggara Miss Indonesia adalah Yayasan Miss Indonesia yang diketuai Liliana Tanoesoedibjo, istri pemilik MNC Group Harry Tanoesoedibjo. Salah satu aktivitas perempuan yang menjadi pemenang kontes Miss Indonesia adalah menjadi duta CSR MNC Group.

Marie Pangestu: Tarik Wisatawan

Sementara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu, mengakui ajang Miss World dan APEC ke-21 di Bali bakal banyak menarik wisatawan asing.

Mari mengatakan pihaknya menginginkan, pada 2013 nanti menjadi tahun khusus MICE (Meeting, Incentif, Convention, Exhibition dan Event) sehubungan dengan banyaknya agenda internasional yang digelar di Indonesia.

Beberapa agenda yang akan digelar tahun depan yaitu Miss World dan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC). Keduanya digelar di Bali. "Biasanya ini akan menjadi momen yang baik dalam promosi," ujarnya di Jakarta, Kamis (4/10/2012).

Pemerintah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada 2013 sebanyak 9 juta orang. Angka ini lebih banyak dari tahun ini yang sebanyak 8 juta orang. "Kami yakin itu banyak sumbangannya dari APEC," katanya.

"Jadi bukan hanya pertemuan di Bali yang jadi leaders meeting tapi sepanjang tahun ada meeting-meeting, maupun side event yang digelar," tuturnya.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2012, jumlah wisman ke Indonesia mencapai 634,2 ribu orang atau naik 2,11% dibanding Agustus 2011 yang sebesar 621,1 ribu orang. Namun bila dibandingkan Juli 2012, jumlah kunjungan wisman ini sedikit menurun yaitu 9,56%. ( suara-islam.com )




READ MORE - Ahok dan Kontes Bikini Miss World 2013

Kemenangan PDIP Sekaligus Kemenangan Katolik dan Protestan

Kemenangan PDIP Sekaligus Kemenangan Katolik dan Protestan - Sekali mendayung, dua wilayah dikuasai. Agaknya itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan hasil Pilkada DKI Jakarta. Kemenangan bagi PDIP sekaligus kemenangan kaum Nasrani, baik Katolik maupun Protestan.

Betapa tidak, dalam sekali momen pemilihan kepala daerah, akhirnya mereka bisa menguasai dua daerah sekaligus. Provinsi DKI Jakarta dan Kota Solo, Jawa Tengah. Di Jakarta mereka berhasil menempatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok seorang Protestan fundamentalis sebagai Wakil Gubernur, sementara di Solo mereka berhasil menaikkan seorang aktivis Katolik yang sebelumnya menjawab Wakil Wali Kota menjadi Wali Kota, Franxiscus Xaverius Hadi Rudyatmo.

http://suara-islam.com/images/berita/rudi%20hadyatmo-solo.jpg

Berdasarkan UU No 8 Tahun 2005 dan PP No. 6 Tahun 2005, Jokowi bisa melenggang ke Jakarta dengan syarat diberhentikan dulu sebagai walikota Solo. Jika proses administrasi pemerintahan di DPRD dan pemerintahan pusat lancar, maka posisi pucuk pimpinan di Kota Solo akan diisi Wakil Walikota FX Hadi Rudyatmo.

Siapakah Fransiscus Xaverius Hadi Rudyatmo? Lelaki yang akrab dipanggil Rudi ini lahir di Solo, 13 Februari 1960. Ia merupakan kader tulen PDIP, penganut Katolik. Saat ini, ia menjadi Ketua DPC PDIP Surakarta.

Karier politik Rudi diawali sebagai anggota LPMK Pucangsawit, Jebres, Surakarta. Setelah aktif di partai, lulusan SMA ini terpilih menjadi anggota DPRD Surakarta periode 2004-2009. Kemudian ia mundur karena berpasangan dengan Jokowi pada pilkada 2005 silam.

Selain berpartai, suami Endang Prasetyaningsih ini juga aktif di dunia olahraga dengan menjadi Ketua Umum Persis dan PSSI Surakarta.

Apakah Rudi siap menggantikan posisi Jokowi? "Jika amanah demokrasi dan partai mewajibkannya, mengemban tugas apapun ya harus siap asal sesuai perundang-undangan yang berlaku," kata Rudi seperti dikutip detikcom, Kamis (20/9/2012).

FX Hadi Rudyatmo menyatakan, jika nantinya Jokowi benar-benar mendapat amanat menjadi Gubernur DKI Jakarta, maka partai pengusung (PDIP, Partai Gerindra, PKB, PKPB, PKPI, PDP, PAN, PKS, serta PDS) akan mengirim surat ke DPRD soal pengunduran diri Jokowi. Sesuai UU, maka posisinya digantikan wakilnya.

"Karena masa jabatan lebih dari 18 bulan, maka sesuai UU, partai pengusung mengajukan dua orang untuk dipilih sebagai Wakil Wali Kota," katanya.

Masa jabatan Jokowi-Rudy sebagai Walikota dan Wakil Walikota Solo, baru akan berakhir 2015 mendatang. Rudy pun tak menutup kemungkinan akan maju sebagai calon wali kota pada pemilu mendatang. “Kalau dari masyarakat dan partai menghendaki ya saya siap" tambahnya.

Sementara Ketua DPRD Surakarta YF Sukasno masih enggan memperkirakan kemungkinan kemungkinan ke depan. Bagi dia, hasil perhitungan quick count tidak bisa dijadikan acuan sikap kelembagaan. Karena itu, DPRD akan menunggu hingga hasil resmi perhitungan KPUD. "Hasil penghitungan cepat kan masih bersifat sementara," kata Sukasno.

Dalam berbagai kesempatan, Jokowi sendiri belum pernah menyampaikan skenario atau rencana jika dirinya terpilih atau tidak terpilih dalam Pilgub DKI Jakarta. Dia lebih memilih bersikap menunggu hasil.

Pro non-muslim?

Sudah jadi rahasia umum, jika non-muslim mempimpin suatu wilayah ia akan mengambil kebijakan yang sangat menguntungkan bagi kaumnya. Di Solo misalnya, karena wakil Jokowi adalah seorang Kristen, maka dana bantuan sosial (bansos) terbesar juga diberika pada kalangan Kristen. Pun demikian fakta yang terjadi di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Kabupaten Kepualauan Mentawai di Sumatera Barat. Di daerah-darah tersebut, meski umat Islam mayoritas (kecuali di Mentawai) nasib mereka sangat tidak baik.

Menurut pengamat sosial-politik, Mustofa B Nahrawardaya, kalangan Kristen di Solo pada tahun Anggaran 2009 bisa menikmati 71,88 persen dari anggaran Rp4,7 milyar. Sementara umat Islam hanya mendapat sisanya. Padahal Solo yang berpenduduk lima ratus ribu jiwa itu mayoritas adalah umat Islam.

Karena itu mari kita saksikan bagaimana kondisi DKI Jakarta dan Kota Solo ke depan. Apakah Jakarta, kota yang namanya disematkan oleh seorang ulama, Fatahilah, dari ayat al-Quran "fathan mubina" yang dijadikan Jayakarta, terus menjadi kota Islam dengan masyarakatnya yang relijius atau kelak menjadi seperti Kota Manila atau Singapura, yang jejak Islamnya benar-benar hilang. Apapun yang terjadi semua itu diakibatkan ulah umat Islam sendiri. ( suara-islam.com )




READ MORE - Kemenangan PDIP Sekaligus Kemenangan Katolik dan Protestan

Jokowi Menang, Orang Kafir Pimpin Sejumlah Lembaga Islam

Jokowi Menang, Orang Kafir Pimpin Sejumlah Lembaga Islam - Ketua DPP FPI, Munarman SH memaparkan implikasi jika pasangan Jokowi-Ahok menang lalu menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Ada posisi-posisi penting sejumlah lembaga Islam yang tidak pantas diduduki orang kafir seperti Ahok jika ia menjadi Wagub.

Sebagai salah satu pembicara dalam majelis taqorrub ilallah di Masjid Baiturrahman, Jl. Saharjo no. 100, Jakarta, Munarman menyampaikan 12 tugas ex officio jika Ahok menjadi Wagub DKI Jakarta sesuai Perda No. 32 Tahun 2004.

“Wakil Gubernur DKI itu ex officio artinya karena dia menjabat jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta maka otomatis dia menjabat sebagai apa? Saya bacakan berdasarkan Perda No. 32 Tahun 2004, kalau Jokowi Ahok menang, maka Ahok otomatis akan menjadi:


http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/ahok-cina-kristen.jpg&h=235&w=355&zc=1

Pertama, Ketua tim pembina usaha kesehatan sekolah.

Kedua, Ketua lembaga kerjasama tripartit.

Ketiga, Ketua Komunitas Intelijen Daerah (KOMINDA). Kalau dia jadi Ketua KOMINDA dia tahu seluruh informasi intelijen, peta gerakan Islam dia tahu, itu bahaya!

Keempat, Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK).
...Ketua Dewan Pertimbangan Badan Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (BAZIS). Ini implikasinya apa? Amil zakat itu kan dapat bagian, masa Ahok dapat bagian? Orang kafir itu tidak berhak atas zakat.

Kelima, Ketua Dewan Pembina Jakarta Islamic Center. Hebat ngga?

Keenam, Ketua Lembaga Bahasa dan Ilmu Al-Qur’an. Jadi bayangkan ini!

Ketujuh,
Ketua Badan Pembina Pengembangan Tilawatil Qur’an.

Kedelapan, Ketua Dewan Pertimbangan Badan Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (BAZIS). Ini implikasinya apa? Amil zakat itu kan dapat bagian, masa Ahok dapat bagian? Orang kafir itu tidak berhak atas zakat.

Kesembilan, Ketua Dewan Pembina Badan Pembina Perpustakaan Masjid.

Kesepuluh, Ketua Badan Pembina Kordinasi Dakwah Islam (KODI).

Kesebelas, Ketua Dewan Penasehat Forum Kerukunan Umat Beragama.

Keduabelas, Ketua Majeli Pembimbing Daerah dan Majelis Pembimbing Daerah Harian Gerakan Pramuka,” papar Munarman di hadapan jamaah yang hadir, pada hari Ahad (15/9/2012).

Ia menambahkan, karena sejumlah posisi itu adalah amanat undang-undang maka mau tak mau Ahok akan menduduki jabatan tersebut. “Jadi itu implikasinya, ini atas dasar undang-undang, walaupun dia tidak mau jadi ketua-ketua ini karena itu undang-undang wajib dia duduk di situ,” imbuhnya. ( voa-islam.com )

Blog : Rantau Pincono
Post : Jokowi Menang, Orang Kafir Pimpin Sejumlah Lembaga Islam


READ MORE - Jokowi Menang, Orang Kafir Pimpin Sejumlah Lembaga Islam

Mengenal Jokowi-Ahok Antara Fakta dan Realita

Hari pertama Ramadhan tahun ini, Sabtu 21 Juli 2012, situs berita Tempo.co menurunkan sebuah berita ringan. Ringan isinya tapi berbobot pesannya. Tempo membandingkan makan sahur dua kandidat calon Gubernur DKI Jakarta. Joko Widodo (Jokowi) diberitakan mengawali Ramadhan dengan sahur bersama warga di sebuah lapangan badminton di Lenteng Agung. Sementara Fauzi Bowo (Foke) menikmati makan sahur perdananya bersama keluarga di rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.

“Di tengah kerumunan warga yang berkumpul di sebuah lapangan badminton, ia terlihat lahap menyantap nasi bungkus dengan lauk ayam goreng dan sayur,” tulis Tempo.

Sementara, melalui Kepala Humas Pemprov DKI Jakarta, Cucu Ahmad kurnia, Tempo memperoleh informasi menu santap sahur Fauzi adalah soto ayam, ayam goreng, sayur bayam, tempe goreng, dan cumi saus tiram.


http://suara-islam.com/images/berita/jokowi-ahok.jpg


Berikutnya, suatu pagi menjelang akhir Ramadhan, stasiun televisi TVOne, juga melakukan hal yang kurang lebih sama. Dari Pasar Senen, televisi milik Aburizal Bakri itu memberitakan Foke melepas kereta yang mengangkut para pemudik. Sambil tersenyum sinis, dua presenter TVOne berkomentar kurang lebih, “menjelang pilkada pemimpin mendekat kepada rakyat.” Tetapi tak lama setelah berita itu, kurang lebih sepuluh menit, TVOne menyiarkan wawancara dengan Jokowi di Terminal Tirtonadi Solo. Di tempat itu Jokowi menyambut kedatangan para pemudik sekaligus makan sahur dengan nasi kotak. Sambil melahap nasi kotaknya, Jokowi menjawab pertanyaan reporter TVOne.

Ketika isu SARA akibat ceramah Bang Haji Rhoma Irama di Masjid Al Isra’, Tanjung Duren, Jakarta Barat merebak, media-media liberal juga mengangkat besar-besaran Jokowi-Ahok, seolah mereka berdua ngefans dengan Rhoma. Jokowi mengaku suka lagu “darah muda”, sementara Ahok mengaku suka lagu “terajana”. Ahok mengaku karena lagu Rhoma pula ia tidak suka berjudi.

Wali Kota bersih, Bupati bersih, tidak korupsi, sederhana, perubahan, adalah sejumlah isu yang menjadi modal efentif kampanye Jokowi-Ahok dan berhasil mempengaruhi massa cair Jakarta. Masyarakat Jakarta terpesona dengan tampilan Jokowi yang sok lugu dan sederhana itu. Apalagi dipublikasikan juga dia seorang Wali Kota terbaik di dunia.

Dukungan media liberal terhadap Jokowi-Ahok, terungkap secara jelas ketika wartawan senior Kompas, Robert Adhi KSP, dalam akun facebooknya menulis status, "Kami membela Jokowi dan Ahok, emang kenapa, BAGI KOMPAS YANG TERPENTING BUKAN FIGUR YANG DEKAT DENGAN KAUM ISLAM." Setelah mendapat protes dari berbagai komentar, status yang berisi isu SARA itu akhirnya dihapus.

Mengenal Jokowi-Ahok

Joko Widodo, pria kelahiran Surakarta, 21 Juni 1961 silam. Bapak tiga anak suami dari Iriana ini adalah alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Sebelum jadi Wali Kota, ia seorang pengusaha mebel yang mewarisi usaha keluarga. Dua kali menjabat sebagai Wali Kota Surakarta berpasangan dengan Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Jokowi tiba-tiba ‘moncer’ namanya ketika sejumlah siswa SMK di Solo berhasil membuat mobil Esemka. Media tiba-tiba membesarkan dan menyanjung-nyanjung namanya. Setelah itu dimunculkan isu kemungkinan dia mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta. Awalnya dia mengatakan tidak punya ‘potongan’ menjadi Gubernur.

Sementara Ahok, atau lengkapnya bernama Basuki Tjahaja Purnama (Zhong Wan Xie), lahir di Manggar, Belitung Timur, 29 Juni 1966. Suami dari Veronika (34) ini adalah seorang Kristen fundamentalis. Ahok adalah alumni Universitas Tri Sakti Jakarta dan Master Manejemen di Universitas Prasetya Mulya.

Karir politik Ahok dimulai pada 2004 saat dia bergabung dengan Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB) pimpinan Syahrir. Dengan kendaraan PIB ia lolos menjadi anggota DPRD Belitung Timur periode 2004-2009.

Belum genap setahun menjabat anggota DPRD, Ahok mencalonkan diri sebagai Bupati Belitung Timur berpasangan dengan Khairul Effendi dari Partai Nasionalis Banteng Kemerdekaan (PNBK). Pasangan ini menang dengan meraup 37,13 persen suara. Ia pun menjadi Bupati periode 2005-2010.

Amanah sebagai Bupati selama satu periode lagi-lagi tidak ia tunaikan, tahun 2007 ia tergoda untuk menjadi Gubernur Bangka-Belitung. Sayang, Ahok gagal.

Setelah gagal menjadi Gubernur, pada Pemilu 2009 ia loncat ke Partai Golkar. Kali ini Ahok berhasil lolos menjadi anggota DPR dan duduk sebagai anggota Komisi II DPR.

Rupanya, perburuan peruntungan Ahok tidak berhenti sampai disini. Suara rakyat Bangka-Belitung yang memilihnya menjadi anggota DPR ia abaikan. Kurang dari 3 tahun menjabat anggota DPR, Ahok maju menjadi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 2012. Kali ini ia diusung Partai Gerindra pimpinan Prabowo Subianto. Ahok keluar dari Golkar loncat ke Gerindra.

Sebagian kalangan menilai Ahok sebagai orang yang ambisius dan tidak amanah karena tidak pernah menyelesaikan jabatannya sesuai dengan tugasnya.

Klaim Bodong

Sepandai-pandai menutupi bangkai, akhirnya akan tercium juga. Pepatah inilah yang agaknya tepat untuk menggambarkan kelihaian tim kampanye Jokowi-Ahok dalam membungkus kebohongan mereka. Prestasi bodong Jokowi-Ahok, mendekati Pilkada DKI putaran kedua terus terkuak.

Klaim Wali Kota terbaik di dunia versi The City Mayors Foundation, ternyata ‘bodong’. Faktanya, penetapan Walikota Terbaik itu sampai sekarang masih dalam proses hingga Oktober 2012. Artinya belum ada pemenang, walaupun konon nama Jokowi berhasil masuk lima besar kandidat wali kota terbaik yang mewakili Asia. Padahal selain dari Asia, finalis pesaing Jokowi juga berasal dari lima kategori wilayah lainnya. Di antaranya lima wali kota dari Amerika Utara, empat wali kota dari Amerika Latin, tujuh wali kota dari Eropa, dua wali kota dari Australasia, dan dua wali kota dari Afrika.

Fakta lain, sebenarnya ajang pemilihan Wali Kota terbaik ini hanya mirip ajang pencari bakat Indonesian Idol. Sebab pemenang dalam kontes ini didasarkan jumlah vote online serta komentar dari pembaca situs itu. Bukan dari prestasi sebagai pemimpin. Sementara penyelenggara kontes ini, The City Mayors Foundation, kabarnya juga merupakan LSM abal-abal.

Soal Kemiskinan, menurut mantan Ketua MPR Amien Rais angka kemiskinan di Solo justru naik cukup tajam. "Saya bangga bila ada orang Solo bisa memimpin Jakarta. Tapi selama memimpin Solo, justru angka kemiskinan di kota Solo semakin meningkat. Bagaimana memimpin Jakarta yang angkanya lima hingga enam kali lebih tinggi dibandingkan Solo? Jadi, predikat salah satu Wali Kota terbaik di dunia terlalu berlebihan dan menyesatkan," kata Amien Rais baru-baru ini.

Keraguan lain yang diungkapkan Amien adalah dibandingkan kota-kota lainnya di Benua Amerika, Eropa, Asia, Kota Solo masih banyak daerah kumuh. Selain itu tingkat kedisplinan, ketertiban, dan kepatuhan berlalu lintas sangat rendah.

"Saya sudah berkeliling ke negara-negara Amerika, Eropa, Asia dan Timur Tengah, di sana jauh lebih indah, lebih tertib dan lebih disiplin serta tidak ada daerah kumuhnya. Sedangkan Solo, banyak daerah kumuhnya. Gilingan, Nusukan, Ngemplak, itu daerah kumuh dan gagal dientaskan Jokowi," paparnya.

Soal dugaan korupsi, baru-baru ini sekelompok masyarakat yang tergabung dalam TS3 (Tim Selamatkan Solo, Selamatkan Jakarta, Selamatkan Indonesia) telah melaporkan kepada KPK dugaan tindak pidana korupsi ali Kota Solo. Jokowi dituding membiarkan tindak pidana korupsi dengan menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 9,838 miliar.

Berpihak Non-Muslim?

Sudah jadi rahasia umum, jika non-muslim mempimpin suatu wilayah ia akan mengambil kebijakan yang sangat menguntungkan bagi kaumnya. Di Solo misalnya, karena wakil Jokowi adalah seorang Kristen, maka dana bantuan sosial (bansos) terbesar juga diberika pada kalangan Kristen.

Menurut pengamat sosial-politik, Mustofa B Nahrawardaya, kalangan Kristen di Solo pada tahun Anggaran 2009 bisa menikmati 71,88 persen dari anggaran Rp4,7 milyar. Sementara umat Islam hanya mendapat sisanya. Padahal Solo yang berpenduduk lima ratus ribu jiwa itu mayoritas adalah umat Islam.

Fakta lain yang tak kalah seriusnya, meski beragama Islam, istri Jokowi, Iriana, juga menjadi anggota kehormatan sebuah klub freemansory, Rotary Club Solo. Seperti dirilis Harian Joglosemar, Iriana mengaku bangga dengan pelantikannya itu.

Padahal Freemasonry Indonesia yang menaungi Rotary Club pada Februari 1961, lewat Lembaran Negara nomor 18/1961, dibubarkan oleh Presiden Soekarno. Melalui Keppres Nomor 264 tahun 1962, Sukarno melarang Freemasonry dan segala turunannya seperti Liga Demokrasi, Divine Life Society, Vrijmetselaren-Logi (Loge Agung Indonesia), Ancient Mystical Organization of Rosi Crucians (AMORC), Moral Rearmament, Lions Club, Rotary Club, dan Baha'isme.

Sementara Ahok, dari sisi agama jelas dia seorang Kristen. Keturunan Thionghoa ini bergereja di Gereja Kristus Yesus, Pluit, Jakarta Utara. Ahok juga bukan sosok bersih. Berbagai dugaan tindak pidana korupsi di Belitung Timur belakangan berseliweran di jejaring media sosial Twitter. Mulai dari pengalihan hutan lindung, penjualan pasir ke Singapura, pembangunan Puskesmas hingga penguasaan proyek-proyek APBD Beltim. Meski harus ada upaya pembuktian dalam hal ini.

Ketika muncul kontroversi kehadiran artis setan Lady Gaga ke Jakarta beberapa bulan lalu, di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Ahok menuding ormas yang menolak kehadiran Lady Gaga dengan sebutan “munafik”. Menurut Ahok, pemerintah mestinya taat konstitusi bukan taat konstituen.

“Kita tidak boleh taat pada ayat suci di hadapan pemerintah, kita taat pada ayat-ayat konstitusi, ayat suci itu untuk saya pribadi. Makanya saya pertanyakan pada ormas-ormas itu, kenapa tidak mau periksa pejabat yang korup, kenapa enggak berlakukan potong kepala saja sekalian kalau enggak bisa membuktikan harta kekayaannya dari mana. Itu munafik," katanya seperti banyak dilansir berbagai media ketika itu.

Wakil gubernur DKI Jakarta adalah jabatan strategis yang akan menaungi sejumlah lembaga milik umat Islam, seperti Ketua Dewan Pertimbangan Badan Amil Zakat dan Infak/Shadaqah (BAZIS), KODI-DKI, Ketua Dewan Pembina Jakarta Islamic Center (JIC), Ketua Pembina Lembaga Bahasa dan Ilmu Al-Qur’an, Ketua Badan Pembina Tilawatil Qur’an, dan Ketua Pembina Perpustakaan Masjid. Jika Ahok melaju menjadi Wagub, bagaimana jadinya lembaga-lembaga itu dalam menjalankan fungsinya. Sulit untuk membayangkan. ( suara-islam.com )


Blog : Rantau Pincono
Post : Mengenal Jokowi-Ahok Antara Fakta dan Realita


READ MORE - Mengenal Jokowi-Ahok Antara Fakta dan Realita

Misi Radikal Kristen Indonesia

Misi Radikal Kristen Indonesia - Sebagian kalangan Kristen di Indonesia menyatakan dengan bangga bahwa mereka memahami dan menjalankan misi agama mereka secara radikal. Itu bisa dibaca dalam sebuah buku berjudul: "Kami Mengalami Yesus di Bandung" (Jakarta: Metanoia Publishing, 2011). Daniel H. Pandji, tokoh Kristen yang juga Koordinator Jaringan Doa Nasional, memberikan komentar:

“Buku ini menguak suatu kebenaran sejarah yang sangat penting bagaimana saat ini banyak pemimpin-pemimpin rohani yang telah menyebar ke seluruh bangsa bahkan berbagai belahan dunia, hal itu dimulai dari gerakan doa yang militan pada tahun 1980 an, lalu memunculkan gerakan penginjilan yang menyentuh berbagai bidang. Buku ini harus dibaca oleh orang-orang yang mau memiliki semangat untuk mengubahkan bangsa.”

Kelompok Kristen ini menyatakan kebanggaannya, bahwa saat ini, telah muncul anak-anak muda Kristen yang “dibangkitkan untuk mengikut Tuhan secara radikal.” (hal. 23). Mereka memiliki sikap RADIKAL dalam berbagai aspek:


http://hidayatullah.com/berita/gal552675740.jpg

• Radikal dalam Pemberian.

Banyak anak muda memberikan apa saja yang mereka miliki kepada Tuhan untuk pekerjaan pelayanan yang memang kerap dilakukan tanpa kehadiran donatur-donatur. Seorang mahasiswi memberikan seluruh emas yang dimiliki (diberi oleh orang tuanya untuk persiapan pernikahan). Hasil penjualan emas itu kemudian digunakan untuk menyewa sebuah rumah pelayanan, yang menampung para gelandangan dan narapidana yang bertobat. Ada juga seorang mahasiswa menjual motornya dan hasilnya diserahkan untuk membiayai retreat pelayanan. Seorang pemudi memutuskan untuk memberi perpuluhan secara rutin 90% kepada Tuhan dari semua yang ia terima. Seorang pemuda lain memberi perpuluhan kepada Tuhan 50%. Ada satu ketetapan bersama yang radikal pada waktu itu: jika mengadakan KKR yang membutuhkan dana besar (untuk sewa gedung, sound system, buat publikasi spanduk, poster dan lain-lain) semua sepakat untuk tidak meminta-minta, atau tidak mengedarkan proposal dalam mencari dana, tetapi mengandalkan lutut untuk berdoa dan memohon kepada Tuhan.


• Radikal dalam berdoa.


Munculnya persekutuan doa yang seringkali berdoa mencari Tuhan selama berjam-jam. Ini ditambah dengan bangkitnya anak-anak muda yang berani mengambil keputusan untuk berdoa lebih dari satu jam setiap hari.


• Radikal dalam Membayar Harga.

Bangkitnya anak-anak muda yang berani membayar harga, tidak peduli berapa pun itu. Beberapa dianiaya oleh orang tua yang belum mengerti. Ada yang dipukuli dan dikejar dengan benda tajam, namun tetap memilih untuk mengikut Tuhan. Beberapa anak muda karena pelayanan, diancam oleh ayahnya untuk diputuskan biaya hidupnya, namun itu tidak menggoyahkan kesetiaan mereka kepada Tuhan. Mereka tetap mengasihi, serta mendoakan orang tuanya sampai bertobat dan mengalami lawatan Tuhan. Anak-anak muda yang melayani gelandangan dan narapidana bahkan berani menyediakan rumah penampungan, tinggal bersama mereka, serta melayani mereka meskipun beberapa kali mengalami ancaman kekerasan ketika terpaksa harus melerai perkelahian antar geng yang menggunakan senjata tajam.


• Radikal dalam Kekudusan Hidup.


Bangkitnya anak-anak muda yang memiliki komitmen dari hal-hal sederhana seperti tidak menyontek lagi. Kemudian munculnya generasi yang bertekad untuk hidup kudus dalam pergaulan antar lawan jenis, memutuskan untuk menjaga kesucian pernikahan, serta hidup berbeda dari anak-anak muda pada umumnya yang hidup bebas.


• Radikal dalam Memberitakan Injil.

Banyak anak muda mendatangi taman-taman kota di Bandung, tempat para gelandangan, pencuri, dan bahkan tempat-tempat rawan seperti markas para perampok berkumpul untuk memberitakan Kabar Baik kepada mereka. Bertahun-tahun tempat-tempat seperti ini terus dilayani secara teratur oleh anak-anak muda yang sudah diubahkan oleh Kristus.


• Radikal dalam Memberikan Waktu untuk Pelayanan.

Di tengah-tengah kesibukan belajar, selalu ada komitmen untuk melayani persekutuan, pemuridan, evaluasi pelayanan minggu, kunjungan dan beritakan Injil, serta berdoa bersama. Semua dilakukan paling tidak seminggu sekali. Dapat dikatakan setiap pekerja, dalam setiap minggu pasti terlibat pelayanan rutin minimal empat sampai lima kali. (hal. 23-26), dikutip persis sesuai buku aslinya).

RADIKALISME kaum Kristen di Indonesia ini juga diwujudkan dalam sejumlah puisi dan lagu. Satu diantaranya berbunyi sebagai berikut:

“Slamatkan Indonesia”
Trimakasih Tuhan untuk negeri tercinta
Trimakasih Tuhan untuk Indonesia
Trimakasih
Hatiku bersyukur padaMu Tuhanku
Indonesia membutuhkanMu Yesus
Indonesia nantikan curahan RohMu
Indonesia rindu kemuliaanMu
Inilah doaku…
Inilah doaku…
Slamatkan Indonesia, slamatkan Indonesia,
Slamatkan Indonesia
Itulah kerinduanku.
*****

Dalam buku berjudul "Menjadi Garam Dunia", karya Erich Sunarto, (Jakarta: Pustaka Sorgawi, 2007), juga ditegaskan: “Untuk menuju ke Sorga, tidak ada jalan yang lain, kecuali melalui Yesus.” (hal. 124). Dengan semangat itulah, kaum Kristen Radikal ini berusaha mewujudkan tekadnya untuk mengkristenkan Indonesia. Para misionaris bersama dengan para penjajah Portugis dan Belanda telah beratus-ratus tahun berusaha untuk mengkristenkan Indonesia, dengan berbagai cara. Karena kaum misionaris menganggap misi mereka sebagai misi suci, maka mereka tidak pernah berhenti dari upayanya.

Bahkan, melalui buku Kami Mengalami Yesus di Bandung, kita melihat, bagaimana kuatnya semangat dan kebanggaan mereka sebagai kaum Kristen yang pantang menyerah untuk mengkristenkan Indonesia. Mereka bersemangat mengorbankan tenaga, pikiran, waktu, dan harta demi tegaknya misi Kristen di Nusantara ini. Mereka dengan bangganya mengumumkan corak beragama yang RADIKAL dalam berbagai hal.

Umat Islam Indonesia tentu memahami benar semangat dan gerakan kaum misionaris Kristen ini. Tujuan mereka sudah jelas: mengubah Indonesia yang mayoritas Muslim menjadi Kristen. Dalam buku berjudul "Jadikan Sekalian Bangsa BersukaCita! Sepremasi Allah dalam Misi", karya John Piper (Bandung: Lembaga Literatur Baptis, 2003), dikatakan:

“Bisakah alam semesta dan agama-agama lain menuntun orang-orang kepada hidup yang kekal dan kepada sukacita bersama Allah? Jawaban Alkitabiahnya: Tidak bisa! Menarik sekali, sejak penjelmaan Anak Allah dalam Perjanjian Baru, semua iman yang menyelamatkan harus terpusat kepada-Nya. Sebelum Kristus, kaum Israel memfokuskan imannya pada janji-janji Allah (Roma 4:20). Dan bangsa-bangsa berjalan menurut jalannya masing-masing (Kisah Para Rasul 14:16. Masa-masa itu disebut “zaman kebodohan”. Tetapi sekarang, sejak kedatangan Anak Manusia ke dalam dunia, Kristus menjadi pusat misi gereja. Tujuan Misi ialah “menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada Nama-Nya” (Roma 1:5).” (hal. 355).

Sebagai Muslim kita patut mengagumi semangat para misionaris Kristen tersebut. Tetapi, kaum misionaris Kristen juga perlu memahami, bahwa dalam pandangan agama Islam, kemurtadan adalah dosa besar. Meninggalkan keyakinan Islam (murtad) sama artinya dengan menghancurkan seluruh fondasi amal perbuatan.

Karena itu, murtad adalah sebuah kejahatan serius dalam pandangan Islam.

Para santri di pondok-pondok pesantren biasanya sangat akrab dengan Kitab Sullamut Tawfiq karya Syaikh Abdullah bin Husain bin Thahir bin Muhammad bin Hasyim. Kitab ini termasuk yang mendapatkan perhatian serius dari ulama besar asal Banten, Syeikh Nawawi al-Bantani, sehingga beliau memberikan syarah atas kitab yang biasanya dipasangkan dengan Kitab Safinatun Najah. Dalam kitab inilah, sebenarnya umat Islam diingatkan agar menjaga Islamnya dari hal-hal yang membatalkannya, yakni murtad (riddah). Dijelaskan juga dalam kitab ini, bahwa ada tiga jenis riddah, yaitu murtad dengan I’tiqad, murtad dengan lisan, dan murtad dengan perbuatan.

Masalah kemurtadan ini perlu mendapatkan perhatian serius dari setiap Muslim, sebab ini sudah menyangkut aspek yang sangat mendasar dalam pandangan Islam, yaitu masalah iman. Dalam pandangan Islam, murtad (batalnya keimanan) seseorang, bukanlah hal yang kecil. Jika iman batal, maka hilanglah pondasi keislamannya. Ia menjadi kafir, yang di dalam al-Quran diberikan predikat ”seburuk-buruknya makhluk” (QS al-Bayyinah). Banyak ayat al-Quran yang menyebutkan bahaya dan resiko pemurtadan bagi seorang Muslim.

”Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu Dia mati dalam kekafiran, Maka mereka Itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (al-Baqarah:217). “Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu Dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.” (an-Nur:39).

Karena itulah, jika kita telaah, selama ratusan tahun – meskipun sudah disokong kekuatan kolonial -- misi Kristen di Indonesia membentur tembok yang sangat kokoh. Dalam al-Quran disebutkan, bahwa Allah murka, karena dituduh punya anak. “Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu dan bumi terbelah dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menuduh Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.” (QS Maryam:88-91).

Mohammad Natsir, tokoh Islam Indonesia dan salah satu Pahlawan Nasional, pernah menyampaikan pesan tegas kepada kaum Kristen:

“Hanya satu saja permintaan kami: Isyhadu bi-anna muslimun. Saksikanlah dan akuilah kami ini adalah Muslimin. Yakni orang-orang yang sudah memeluk agama Islam. Orang-orang yang sudah mempunyai identitas-identitas Islam. Jangan identitas kami saudara-saudara ganggu, jangan kita ganggu mengganggu dalam soal agama ini. Agar agama jangan jadi pokok sengketa yang sesungguhnya tidak semestinya begitu…. Kami umat Islam tidak apriori menganggap musuh terhadap orang yang bukan Islam. Tetapi tegas pula Allah SWT melarang kami bersahabat dengan orang-orang yang mengganggu agama kami, agama Islam. Malah kami akan dianggap dhalim bila berbuat demikian… sebab kalaulah ada sesuatu harta yang kami cintai lebih dari segala-galanya itu ialah agama dan keimanan kami. Itulah yang hendak kami wariskan kepada anak cucu dan keturunan kami. Jangan tuan-tuan coba pula untuk memotong tali warisan ini.” (Dikutip dari Pengantar Prof. Umar Hubeis untuk buku Dialog Islam dan Kristen karya Bey Arifin, (Surabaya: Pustaka Progresif, 1983). Semoga kita bisa mengambil hikmah… Amin. ( hidayatullah.com )


READ MORE - Misi Radikal Kristen Indonesia

Inilah Kronologis dan Tahap - Tahapan Pembabtisan Di Sekolah - Sekolah Favorit Bekasi

Inilah Kronologis dan Tahap - Tahapan Pembabtisan Di Sekolah - Sekolah Favorit Bekasi Para misionaris Kristen semakin berani, nekad dan terang-terangan dalam upaya memurtadkan umat Islam. Ribuan siswa dasar di dua SD Negeri Bekasi jadi praktik kristenisasi selama empat jam pada saat jam pelajaran di kelas.

Insiden bernuansa SARA yang mengotori dunia pendidikan ini terjadi pada Kamis, (6/10/2011) di SD Negeri Mangunjaya 01 dan SD Negeri Mangunjaya 05 Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Padahal siswa-siswi SD Negeri favorit ini notabene mayoritas Muslim.

Insiden pemurtadan ini berlangsung dari jam 8 pagi hingga jam 12 siang. Pagi itu datang tiga buah mobil, yaitu Mobil Pintar minibus B 7004 KJA, mobil Elf B 7001 KDA dan sedan B 2947 VP. Minibus itu bertuliskan “Mobil Pintar” dengan aneka hiasan gambar anak-anak. Sebagai mobil perpustakaan keliling, seharusnya Mobil Pintar ini membawa banyak buku. Tapi anehnya, pagi itu dalam mobil banyak terdapat roti dan susu. “Mobil pintar itu ada gambar kayak anak-anak, isinya roti banyak banget,” ujar Menurut Anita, nama disamarkan, siswi kelas 6, kepada voa-islam.com, Rabu (12/10/2011).

Para petugas Mobil Pintar itu, jelas Anita, terdiri dari banyak orang, laki-laki dan perempuan yang mengaku sudah keliling ke seluruh Indonesia. Mereka meminta pihak sekolah untuk mengumpulkan anak-anak di aula secara bergiliran dalam beberapa gelombang. Karena aula tidak muat, maka sebagian yang lain dikumpulkan di ruang perpustakaan, dan sebagian lainnya dikumpulkan di kelas.

“Waktu itu mereka minta ke guru aku enam meja kelas dan disuruh nyediain terpal. Setelah itu guru aku nyediain, lalu mereka minta anak-anak kelas satu dikumpulkan di aula sekolah,” papar Anita.



Setelah berkumpul, mula-mula para petugas Mobil Pintar itu menggelar acara tanya jawab semacam cerdas cermat. Mereka memberikan beberapa pertanyaan seputar wawasan nasional. Uniknya, mereka memberikan hadiah alat tulis bergambar salib, gereja dan Yesus.

“Saya dan teman-teman disuruh ngumpul di perpustakaan. Di situ anak-anak dua kelas dikumpulkan lalu dikasih pertanyaan. Terus siapa yang bisa menjawab dikasih hadiah sikat gigi, pulpen, dan tas. Pulpen dan tasnya ada gambar salib, burung dan gereja, ada juga yang gambar Yesus. Tapi sebagian teman aku marah, pulpen itu langsung diinjak dirusakin,” tuturnya. “Teman aku Fitri dapat tas yang ada gambar Yesus dan salib,” tambahnya.


Tas Kristen bertuliskan ayat-ayat Bibel ini dibagikan kepada siswa-siswi Muslim.


Prosesi selanjutnya, para petugas Mobil Pintar itu mengajarkan lagu-lagu rohani kristiani, sambil melakukan gerakan tertentu dengan memegang kepala dan dada membentuk formasi tertentu.

“Anak-anak diajarin nyanyi-nyanyian rohani. Saya lupa lagunya, pokoknya nyebut Tuhan memberkati gitu. Lalu anak-anak disuruh maju, disuruh niruin gerakan pegang kepala dan dada, lalu disuruh ngapalin lagu. Yang hafal dikasih tas,” paparnya.

Barang bukti sebuah tas yang diamankan voa-islam.com, berwarna orange bertuliskan ayat Alkitab (Bibel): “Tuhanlah yang memberikan Hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. Hikmat dan pengertian ada padaku” (Amsal 2:6)

Meski anak-anak tahu bahwa istilah dan lagu-lagu itu bukan ajaran Islam seperti yang diajarkan guru agama Islam di sekolah, tapi mereka menuruti saja apa kata petugas Mobil Pintar itu. “Anak-anak kayak dihipnotis,” ujar Anita yang juga santri sebuah Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di kampungnya.

Anita tak habis pikir, dalam acara tersebut ada juga guru SDN yang mengikuti prosesi yang diajarkan petugas Mobil Pintar. “Mereka terus nyanyi-nyanyi dan nari-nari, padahal di situ ada ibu guru SD. Malah guru aku ikut-ikutan nari dan dapat tas juga. Kayak dihipnotis gitu,” tuturnya.

Sejurus kemudian, lanjut Anita, para misionaris berbaju petugas Mobil Pintar itu menyuruh anak-anak memejamkan mata sambil merenungkan ceramah dan lagu-lagu rohani yang dinyanyikannya. Beberapa siswi yang terlihat mengangis dalam perenungan itu, dipeluk para misionaris sembari membisikkan doa dan motivasi ketuhanan Yesus. “Sudah gitu anak-anak disuruh merem sambil merenung sementara mereka nyanyi-nyanyi pake gitar. Temen aku yang namanya Anisa nangis, lalu dia dipeluk sama mereka sambil membisikkan kata-kata Yesus kayak gitu. Mereka bilang, ‘Tenang aja Tuhan Yesus ada di sekeliling kamu. Tuhan menjamah kamu. Ingat ya, ada Tuhan Yesus,’” kenang Anita kepada voa-islam.com usai mengaji di TPQ.

....Kayaknya mereka ngincar yang pake kerudung. Siapa yang pake kerudung dia peluk sambil dibisikkan kata-kata bahasa Kristen...

Ironinya, para misionaris itu terang-terangan menargetkan siswi berjilbab untuk indoktrinasi. “Saya kesel, padahal Anisa itu pake kerudung. Kayaknya mereka ngincar yang pake kerudung. Siapa yang pake kerudung dia peluk sambil dibisikkan kata-kata bahasa Kristen,” kesalnya.

Keterangan Anita ini diaminkan oleh Nirmala, bukan nama sebenarnya, siswi kelas 6. “Anak-anak disuruh merem, terus ibu-ibu itu nyanyi nyebut Bapa Bapa gitu. Terus temen aku nangis, lalu dipeluk oleh ibu-ibu itu sambil dibisikin ‘Tuhan Yesus bersamamu’ gitu,” ujarnya.

Setelah berlalu sekitar 30 menit, usailah acara di aula pagi itu. Anak-anak disuruh bubar, diganti dengan giliran beberapa kelas lainnya. Sebelum bubar, anak-anak dipaksa minum susu yang membuat sebagian siswa bereaksi muntah-muntah dan pusing-pusing.

“Setelah itu anak-anak disuruh bubar, sebelum bubar dikasih roti sama susu. Susunya rasanya gak enak, gak seperti susu, tidak ada mereknya, cuma ada gambar sapi. Mereka bilang, ayo cepetan diminum, jangan nunggu lama. Karena beberapa siswa yang minum itu ada yang muntah ada yang pusing. Maka yang lain banyak yang nggak mau,” paparnya.

...Beberapa siswa diperciki air yang sudah didoakan dalam nama Yesus...

Tak hanya itu, ternyata prosesi di ruang kelas jauh lebih rawan. Beberapa siswa diperciki air yang sudah didoakan dalam nama Yesus. “Airnya didoain lalu diciprat-cipratin ke muka,” ujar Vikko, siswa kelas 2, yang diaminkan teman sekelasnya, Zainuddin.

“Pertama ada mobil gede, kata guru aku mobil perpustakaan. Tapi di bus itu gak ada bukunya. Terus masuk ke kelas aku, namanya Kak Berta. Terus belajar mengenal gizi, anak-anak dikasih sikat gigi. Terus disuruh berbaris dan diciprat-cipratin air. Saya juga dicipratin sampai rambut saya basah. Terus disuruh nyanyi, yang bisa nyanyi dikasih hadiah kotak pensil. Dikasih susu rasanya basi,” jelasnya.

Esok harinya, Jum’at (7/10/2011), lanjut Anita, guru agama Islam menginterogasi anak-anak. Ia bertanya kepada anak-anak, roti dan susu kemarin dimakan apa tidak? Anak-anak menjawab, sebagian dimakan dan sebagian belum. “Terus guru aku bilang, ‘Aduh jangan dong, itu sudah dibaptis. Kalau belum diminum buang aja susunya. Buang juga rotinya. Lebih baik mati kelaparan daripada masuk Kristen,’” tiru Anita.

Adanya upaya kristenisasi berkedok Mobil Pintar di SDN favorit itu diakui oleh Dodi, satpam SDN Mangunjaya 01 dan 05. Insiden di luar dugaan itu dilakukan oleh 15 orang dalam tim Mobil Pintar itu. Menurutnya, pihak SDN kecolongan karena apa yang dilakukan mereka berbeda dengan proposal yang diajukan ke sekolah. “Waktu mereka datang itu ngomongnya baik, kayak perpustakaan yang punya SBY itu. Ternyata gak ada bukunya, hanya pakai gitar dan bagi-bagi susu dan roti. Makanya saya bingung. Pas kita tahu ya kita stop sebelum acara selesai,” jelasnya kepada voa-islam.com, Kamis (13/10/2011). “Kita semua menyesalkan dengan peristiwa yang orang bilang kristenisasi ini.”



Senada itu, Heri, guru Pembina Pramuka SDN Mangunjawa 01 juga merasa terkecoh oleh misionaris yang mengatasnamakan Mobil Pintar itu. “Sebelumnya kami mengira Mobil Pintar itu seperti perpustakaan nasional. Kami tidak tahu kalau ada misi penyebaran agama lain. Yang pasti ini kecolongan,” tuturnya kepada voa-islam.com, Kamis (13/10/2011).

Beberapa kejanggalan itu, lanjut Heri, di antaranya nyanyi-nyanyian yang dirubah syairnya. Kebanyakan lagu-lagunya itu yang biasa dinyanyikan di gereja tapi dirubah syairnya.

Heri merunut kronologis, bahwa awalnya mereka bertamu melalui tata usaha, lalu menghadap kepala sekolah. Mereka menjelaskan bahwa tujuan mereka adalah memberikan motivasi, ilmu pengetahuan, game education, pemutaran film dan pembagian snack gratis. Mereka mengaku semua fasilitas ini gratis karena didanai oleh pengusaha nasional yang peduli dengan dunia pendidikan.

Dengan wacana seperti itu saya tertarik, karena bagus. Saya berharap mereka bisa memberikan motivasi sesuai janjinya pada saat menghadap kepala sekolah, agar membuat anak lebih gemar belajar dan inovatif. Makanya kami tidak menyangka kalau akhirnya terjadi hal seperti itu. Ada laporan langsung dari SDN Mangunjaya 05 agar acara dicut karena menyangkut misioner keagamaan lain. Mereka bilang pembaptisan.

Rencananya, acara dua sesi pagi dan siang disudahi satu sesi hingga jam 11.30. Acara siang hari dibatalkan karena adanya desakan dari para saksi guru. “Setelah saya investigasi langsung ke siswa dan guru yang menyaksikan langsung, semua menyatakan seperti itu. Maka pimpinan Mobil Pintar ini saya panggil, berdasarkan saksi-saksi dan fakta-fakta di lapangan, maka saya tanya kenapa acaranya menyimpang dari rencana awal. Mereka pun minta maaf, mengaku salah dana akan mengevaluasi kegiatan berikutnya di tempat lain. Sesi kedua kami cut agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih jauh,” jelasnya.

Heri berharap agar kasus bernuansa SARA di dunia pendidikan ini tidak terjadi lagi. Cara-cara itu jelas licik dan tidak terpuji. ( voa-islam.com )


READ MORE - Inilah Kronologis dan Tahap - Tahapan Pembabtisan Di Sekolah - Sekolah Favorit Bekasi

Sekolah - Sekolah Islam Di Bekasi Mulai Jadi Target Misi Kristenisasi Mobil Pintar Milik Bu Ani Yudhoyono

Sekolah - Sekolah Islam Di Bekasi Mulai Jadi Target Misi Kristenisasi Mobil Pintar Milik Bu Ani Yudhoyono - Tak hanya siswa SD Negeri Bekasi yang jadi target pemurtadan. Misionaris berkedok juga bidik siswa SD Islam Bekasi.

Setelah gagal memperdaya ribuan siswa-siswi SD Negeri Mangunjaya Tambun Bekasi, misionaris berkedok Mobil Pintar mengalihkan bidikannya ke sekolah Islam. Jurusnya pun sama, mengelabui pihak sekolah dengan tipuan edukasi.

Beruntung, kewaspadaan sekolah Islam yang ekstra ketat tak dapat ditembus. Para misionaris tak bisa berbuat banyak dalam aksinya di SD Islam Al-Hikmah Bekasi, Kamis (13/10/2011).



Mulanya, Lina dari Mobil Pintar mendatangi Kepala Sekolah Dasar Islam Al-Hikmah Mangunjaya, menawarkan program edukasi dan motivasi belajar siswa. Karena menarik dan murni edukasi, maka pihak sekolah mempersilakan Tim Mobil Pintar menggelar acara edukasi dan motivasi.

“Akhir September ada dua orang dari Mobil Pintar milik Bu Ani Yudhoyono. Mereka menyatakan ingin memberikan motivasi belajar kepada siswa, bahwa belajar itu tidak harus di kelas, tapi bisa juga di tempat terbuka,” jelas Maya Chairatika, kepala sekolah SD Islam Al-Hikmah kepada voa-islam.com, Kamis Siang (13/10/2011).

Sesuai kesepakatan, maka digelarlah acara edukasi Kamis kemarin (13/10/2011) dari jam 8.15 sampai 9.30. Karena melibatkan banyak orang maka pihak sekolah memilih masjid Al-Hikmah dan satu ruangan kelas sebagai tempat edukasi.

Tim Mobil Pintar memutar film pendek tentang motivasi anak. “Anehnya, film barat itu bercerita tentang tentara Amerika, bahwa tentara Amerika tidak ada yang kulit hitam. Dalam motivasi dan yel-yel yang diajarkan pun gak ada bahasa Islamnya,” ujar Maya.

Di SD Islam ini, para misionaris Mobil Pintar itu tak bisa berbuat bebas seperti di SD Negeri Manjunjaya 01 & 05. Sebelum acara dimulai, pihak sekolah Al-Hikmah mengancam agar tidak ada misi kristenisasi.

Ketika acara berlangsung, seluruh guru dan kepala sekolah pun mendampingi murid-murid dan mengawasi gerak-gerik Tim Mobil Pintar.

Di hadapan pengawasan kepala sekolah dan dewan guru, para misionaris itu tak bisa menciprati air kepada siswa, dan tak bisa melantunkan puji-pujian kristiani dalam nama Yesus seperti yang dilakukan di SD Negeri.



Namun acara jadi agak heboh dan ribut ketika di akhir acara mereka membagikan tas bercorak Kristen yang memuat ayat Bibel Kitab Amsal 2:6) “Tuhanlah yang memberikan Hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. Hikmat dan pengertian ada padaku.”

Tak ambil pusing, tas beraneka warna itu digunting dan dibakar. Dengan insiden ini, Maya berjanji akan menginformasikan misi Mobil Pintar kepada sekolah-sekolah Islam lainnya.

“Kita ambil hikmahnya saja. Nanti insya Allah saya informasikan kepada sekolah-sekolah Islam lainnya agar mewaspadai misi Mobil Pintar yang disalahgunakan untuk misi. Waspadai dan jangan kecolongan,” pungkasnya. ( voa-islam.com )


READ MORE - Sekolah - Sekolah Islam Di Bekasi Mulai Jadi Target Misi Kristenisasi Mobil Pintar Milik Bu Ani Yudhoyono

Misionaris Mobil Pintar Berhasil 'Membaptis' Siswa SDN Di Bekasi

Misionaris Mobil Pintar Berhasil 'Membaptis' Siswa SDN Di Bekasi Setelah mengelabui pihak sekolah dengan kedok edukasi Mobil Pintar, para misionaris berusaha memasukkan doktrin Kristen kepada siswa-siswi SD Negeri 05 Mangunjaya Tambun, Bekasi. Beruntung, kesigapan guru SD menyelamatkan akidah siswa dari misi kristenisasi.

Mulanya, Jum’at (30/9/2011), Lina, aktivis Kristen yang mengaku dari Mobil Pintar mendatangi kepala sekolah SDN Mangunjaya 05, menawarkan program edukasi dan movitasi cuma-cuma kepada siswa. Lina menjamin bahwa tak ada misi agama apapun dalam program tersebut.

“Mereka datang ke sini menawarkan program edukasi. Pihak sekolah bertanya, ‘Ini ada misi tidak?’ Mereka menegaskan bahwa tidak ada misi apapun. 'Kami tidak membawa misi apapun. Kami adalah Mobil Pintar yang jelas-jelas mencerdaskan generasi Indonesia untuk berpikir kritis dan melakukan perubahan di Indonesia,'” papar Rahma, guru kelas 3 kepada voa-islam.com, Kamis (13/10/2011).

Setelah disepakati, maka pada hari Kamis, (6/10/2011) lima belas orang Tim Mobil Pintar menggelar acara edukasi di SDN Mangunjaya 05. Rombongan ini datang dalam tiga mobil, antara lain: Mobil Pintar minibus B 7004 KJA, mobil Elf B 7001 KDA dan sedan B 2947 VP.

Uniknya, jelas Rahma, Tim Mobil Pintar itu minta guru-guru SD keluar ruangan, lalu menutup pintu. Mereka tidak mau ada guru yang mendampingi siswa-siswi di kelas.



Tepat jam 11.00, giliran ke kelas 3 yang akan dimasuki Tim Mobil Pintar. Sebagai guru kelas, Rahma menanyakan detil acara yang akan dilangsungkan. Berta, seorang petugas dari Mobil Pintar menjawab bahwa acaranya hanya sekedar motivasi. Rahma pun minta agar dirinya mendampingi murid-muridnya dalam acara tersebut, tapi Berta ngotot tidak mau didampingi guru SD.

Tak kalah keras, Rahma bersikukuh harus mendampingi murid-muridnya. “Sebagai guru saya harus mendampingi murid-murid saya. Pokoknya saya harus tahu, saya harus di ruangan,” tegasnya.

Karena dalam pemaparannya Berta mengarahkan ke doktrin Kristen, maka dengan tegas Rahma minta agar acara dihentikan. “Konsep agama dia beda dengan ajaran Islam tentang taubat, istigfar dan amal shalih,” jelas Rahma.

Berta terus saja menjelaskan bahwa setiap orang punya dosa dan tidak bisa membersihkan diri dari dosa kecuali dengan air kehidupan. “Diri kalian akan berubah menjadi sesuatu yang baru apabila di dalam darah kalian mengalir air kehidupan,” ujar Rahma menirukan.

Sejurus kemudian Berta minta anak-anak angkat tangan ke depan dan menuntut untuk berbaiat, “Saya berjanji untuk berubah dengan air kehidupan.”

Rahma pun hilang kesabaran, spontan berteriak, “Ini pembaptisan!”

Ia bereaksi keras menolak. Maka seluruh acara distop. Berta dan teman-temannya marah dan protes. “Ibu, kami akui kami semuanya Kristen, tapi acara ini sama sekali tidak ke arah itu. Ibu menuduh kami!”

Rahma balik membentak, “Tapi arah ke situ kami sudah tahu. Kalian bisa membodohi dan membohongi murid-murid kami, tapi kami tidak. Kami dari pihak sekolah memutuskan stop acara ini!” ketusnya.

Tak surut akal, para misionaris dari Mobil Pintar itu mengambil tas milik siswa, ditukar dengan tas bercorak Kristen. “Tas anak-anak diambil, diganti dengan tas label-label Kristen yang di dalamnya ada salib,” ujar Rahma.



Tas yang dibagikan kepada siswa-siswi itu bertuliskan ayat Alkitab (Bibel): “Tuhanlah yang memberikan Hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. Hikmat dan pengertian ada padaku” (Amsal 2:6).

Dari insiden tersebut, Rahma berharap agar pemerintah mengusut dan menindak tegas oknum misionaris yang memperalat Mobil Pintar sebagai alat pemurtadan.

“Anggota DPRD komisi D dan Ketua Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi sudah berjanji akan melakukan investigasi langsung ke sini, tapi sampai sekarang sudah sepekan, belum ada kabar lagi,” pungkasnya. ( veoa-islam.com )


READ MORE - Misionaris Mobil Pintar Berhasil 'Membaptis' Siswa SDN Di Bekasi