Tampilkan postingan dengan label Al-Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Quran. Tampilkan semua postingan

Kehancuran Islam Kini Sudah Semakin Nyata ... ???

Kehancuran Islam Kini Sudah Semakin Nyata ... ??? Ironis, Umat Islam yang merindukan kesahihan ala Al Qur'an dan As Sunnah Nabi Muhammad Shalallahu Alayhi Wa Salam nampaknya babak belur disudutkan dan terjadi "character assasination" yang sengaja di desain dan dibuatkan stereotype buruk apabila hidup di negeri demokrasi ini, meski mayoritas umatnya beragama Islam.

Anda masih ingat kasus "kolor ijo"? label ini begitu menakutkan para wanita karena isu pemerkosaan tanpa menjarah harta, ijo sendiri dekat dengan konotasi warna Islam. Kasus ini pun hilang terhembus waktu. Namun secara komunikasi, kesan yang muncul adalah jangan pilih Partai Hijau alias partai islam.

Nah kalo dulu masih menggunakan simbol dan tanda-tanda warna, namun saat ini semakin brutal saja stereotype buruk kepada Islam. Lihat saja di Indonesia, bagaimana stigma buruk disematkan oleh media-media liberal kepada umat Islam yang menginginkan kesalihan hidup, keberpihakan mereka kepada jargon "demokratisasi" sesungguhnya telah menohok umat Islam untuk menanggalkan pakaian taqwa.

Mari simak bersama, apa saja konspirasi dan dagelan yang dimainkan di negeri kita.

Januari - Februari, Lintas Agama Bongkar Kebohongan SBY

Lihat saja, sejak Januari hinga April 2011 ini, isu-isu baru mendeskreditkan umat dan citra Islam selalu ada saja yang "dirilis" oleh kaum liberalis yang sejak jaman penjajahan Belanda sudah ditunggangi oleh Fremasonry Yahudi. Alih-alih ingin membongkar kebohongan Pemerintahan Presiden SBY-Budiono, malah Aktivis Lintas Agama yang di "bunuh karakternya", tidak tanggung-tanggung, langsung tertuju kepada Din Syamsudin yang cenderung islam moderat. Bukan aktivis lain yang cenderung nasionalis atau kristen sekalian. Memang betapa lihainya mereka membuat pengalihan isu untuk menggelembungnya penolakan kepada SBY.

Februari - Maret : Kambing Hitam Umat Islam di Cikeusik dan Temanggung

Belum selesai masalah ini, timbul isu baru lainnya yang lagi-lagi memanaskan politik nasional, mulai dari kasus Ahmadiyah di Cikeusik dan penodaan Islam oleh pendeta di Temanggung yang menyudutkan FPI. Belum jua kasus dan terungkapnya aktor intelektual yang menurut penelusuran tim wartawan dan kontributor bermula pada adanya rapat disebuah rumah oknum jenderal ini. Bahkan Amerika Serikat mati-matian intervensi Indonesia agar tidak melarang Ahmadiyah.


Di Haifah Israel, jemaat Ahmadiyah hidup aman. Tidak mungkin Amerika Serikat dan Israel lindungi Ahmadiyah kalau Ahmadiyah itu tidak menyimpang dari ajaran Islam.


Maret : Densus Latihan Anti Terorisme Teriakkan "Jihad"

Ada lagi yang benar-benar melukai umat Islam, semua atribut Islam benar-benar babak belur dipermainkan Densus 88 Jatim, dalam simulasi penanganan bom di kereta komuter Stasiun Wonokromo, Kamis (24/3), menggunakan simbol ISLAM!!! Dalam latihan antiteroris, Densus 88 benar-benar tak beradab dan tidak menghargai perasaan umat Islam sebagai pemilik suara mayoritas di negeri terbesar ke empat didunia, dan negeri muslim terbesar di dunia. Kecaman datang akibat ulah Densus 88 Polda Jatim yang menggelar simulasi penanganan bom di kereta komuter dari Stasiun Wonokromo ke Stasiun Gubeng hari Kamis (24/3) kemarin. Apa pasal? apalagi kalau bukan pengunaan label pada kotak bom bertuliskan "Jihad Fisabilillah Demi Kebenaran" dan juga menggunakan teriakan takbir dari orang yang digambarkan sebagai teroris yang digunakan Densus 88 Anti Teror dalam simulasi penanganan teroris ini dituding telah melecehkan umat Islam.


kotak bom bertuliskan "Jihad Fisabilillah Demi Kebenaran" dan beradegan takbir dari orang yang digambarkan sebagai teroris yang digunakan Densus 88 Anti Teror adalah penghinaan yang sangat jelas


Maret : Cerita Berseri ala Bom Buku dan Situs PSSI di hack The Soldier of Allah.

Belum usai isu Dewan Revolusi yang akhirnya menguap ditelan waktu, timbul lagi isu baru yaitu teror "Bom Buku" yang lagi-lagi mengatasnamakan Jihad Islam. "Si pembuat bom bukan menarget orang-orang yang dikirimi (paket bom buku) itu. Akan tetapi, tujuannya adalah agar pemuda Pancasila, Liberal, Polisi dan tokoh politik misalnya, kemudian marah. Lalu membenci tokoh-tokoh Islam," kata Munarman. Bom buku juga langsung "menunjuk hidung" Ustadz Jihad Abu Bakar Ba'syir dan Abdullah Sunata. Persidangan belum usai, vonis belum dipalu namun media masa menohok kedua tokoh jihad beda generasi ini. Aneh bukan?

Belum kasus ini kelar, timbul situs PSSI di Hack oleh aktivis Jihad Islam? Tak mempan menyerang Tokoh Lintas Agama yang menyudutkan Din Syamsudin, lalu menuduh ormas Islam cenderung anarkis dan menguapnya dalang Ahmadiyah di kasus Cikeusik dan Pendeta Anarkis di Temanggung, kini hacker bernama "The Soldier of Allah" menyerang situs PSSI dengan menuliskan kalimat-kalimat khas aktivis islam. Kalo ini umat Islam yang melakukannya, ada sedikit kejanggalan yaitu dengan penggunaan back-sound rapper yang berceloteh tentang demokrasi dan terorisme.


Lirik Rap dimulai dengan menyebut sahabat Nabi Ali bin Abi Thalib dan istri Rasulullah Aisyah. si Rapper memulai celotehnya dengan "Sarungkanlah Pedang Ali dan Siti Aisyah ke tempat yang pantas..."


Situs tersebut kini tidak menampilkan halaman seperti biasanya, melainkan gambar yang berisikan pesan khusus. Pada halaman utama situs tersebut hanya menampilkan pesan bertuliskan Khilafah and Syariah The Solution dengan latar belakang bewarna hitam, situs tersebut juga disusupi lirik Rap yang menyerukan sindiran terhadap penguasa yang tidak becus mengatur rakyatnya.

Maret-April : Ribut Internal PKS dan Politikus Video Porno

Yusuf mengingatkan kepada para elit PKS agar tidak sewenang-wenang terhadap dirinya, karena ia mengancam akan membongkar semua tabir kepalsuan dan sejumlah kasus di tubuh PKS. “Saya ini diakui oleh Ustadz Abu Ridho sebagai perutnya PKS yang menyimpan banyak rahasia PKS. Jadi jangan coba-coba macam-macam. Nanti saya muntahkan semua peluru yang saya simpan ini,” ancamnya. Semoga kasus ini mencelikkan semua mata, agar istiqamah menjaga syariat Islam, termasuk syariat poligami. Karena di tangan orang yang tidak bertanggungjawab, syariat poligami tercederai, nampak tercela, kotor dan keji di mata masyarakat awam.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang mengawini dua perempuan, sedangkan ia tidak bisa berbuat adil kepada keduanya, pada hari akhirat nanti separuh tubuhnya akan lepas dan terputus” (Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 168, hadits nomor 9049). baca juga : Astagfirullah! Poligami 3 Elit PKS Bermasalah, Fasakh dan Langgar Syari'ah?

Umat sudah kesal dengan ribut-ribut internal, eh timbul politkus PKS, Arifinto nonton film porno saat sidang Paripurna MPR/DPR. Label PKS porno akhirnya diributkan seluruh media massa.



Politisi PKS, Arifinto kepergok menonton video porno saat Sidang Paripurna sedang berlangsung. Anggota Komisi V DPR tersebut sedang membuka-buka folder dari tablet. Tak lama kemudian, muncullah video porno tersebut. karena mendapat kiriman email dari seseorang. Tapi dari kacamata fotografer yang menjepret Arifinto, terlihat video tersebut dibuka dari kumpulan dokumen atau folder di dalam tablet. Demikian ungkap M Irfan, fotografer Media Indonesia.

April : Episode Film "?"



Semenjak diluncurkan ke publik, film "?" langsung menyengat umat Islam sebagai kambing hitam, kalangan muda yang masih awam dibidik untuk membenci Islam, mereka disusupi label buruk dalam film "?" ini, kesan sok toleransi ala Hanung, seperti jalan yang menghantarkan umat ini pada sebuah pendangkalan aqidah dan jembatan menuju Neraka. Aroma pluralisme dalam film ”?” terasa begitu menyengat. Stereotype umat Islam yang buruk, dilukiskan Hanung dengan cara pandang yang lebay, tendensius, dan fatal. Setelah Film “Perempuan Berkalung Surban” menuai kontroversi, Sutradara Hanung Bramantyo kembali menggarap film terbarunya yang hanya diberi tanda “?” (tanda tanya). Difilm ke-14 nya tersebut, Hanung menggaet beberapa bintang film muda, seperti Reza Rahardian, Revalina S Temat, Agus Kuncoro, Endhita, Rio Dewanto, Hengky Sulaeman, David Chalik, dan Glenn Fredly. Film ”?” merupakan hasil produksi kerjasama antara Mahaka Picture dan Dapur Film ini, dimana Erick Thohir yang juga pemilik REPUBLIKA sebagai Produser Eksekutifnya, Titien Wattimena (penulis naskah), Tya Subiakto (penata musik), dan Yadi Sugandi (penata fotografi). Untuk lokasi syuting dipilih di kota Semarang, Jawa Tengah.

Di awal-awal film itu, penonton sudah disengat dengan hal yang sensitif, seperti adegan penusukan terhadap seorang pendeta bernama Albertus. Tidak jelas apa motif penusukan yang dilakukan oleh seseorang yang berpenampilan preman tersebut. Meski tidak menunjuk hidung secara langsung, namun ada kesan Hanung hendak menggiring sterotype buruk, seolah yang suka melakukan tindakan anakis datang dari kelompok agama tertentu.

Adegan selanjutnya, tanpa alasan yang jelas pula, sekelompok pemuda Islam bersarung dan berpeci tiba-tiba mencerca seorang keturunan Cina dengan panggilan ”Cino” (menyebut Cina dengan logat Jawa). Dalam film ini, Hanung banyak menggunakan simbolik-simbolik sensasi murahan yang didramatisir, yang berpangkal dari sebuah kemarahan terpendam. Bila Hanung mempersilahkan penonton memberi judul film “?” ini, maka pantas, jika film ini diberi judul “Sang Murtadin”. Anda Setuju???

April : Episode Hipnotis Untuk Jihad??

Janggalnya kasus Hipnotis ibu Muda pegawai honorer Departemen Perhubungan untuk membantu Islam dengan cara Jihad nampaknya tidak ada relevansinya dan sangat jauh dari pergerakan umat Islam yang memang rindu Jihad dalam aktivitas dakwahnya. Cara-cara ini sangat lebay dan gak nyambung. Kami mengamati dan mengikuti pergerakan jihad islam di Indonesia dan mereka ga butuh hipnotis dan dukungan apalagi menculik Ibu-ibu hinga meninggalkan keluarganya. Bahkan lebih aneh, Selama berada di Masjid At-Ta'awwun, Puncak, Bogor, Lian Febriani (26) selalu menyebut-nyebut nama Aisyah yang tak lain nama istri Rasulullah SAW. Wanita misterius tersebut dikatakan Lian sebagai ibu yang pernah memandikannya. Berdasarkan cerita Lian kepada warga sekitar, sosok Aisyah digambarkan sebagai wanita bercadar yang berbadan pendek. Ibu beranak satu itu juga pernah bercerita suatu hari dimandikan di tempat tertentu.

"Dia sering nanya, Ibu Aisyah katanya mau ke sini. Mana?" ucap Iwan menirukan Lian.

Lian Febriani adalah PNS di Bagian Tata Usaha, Direktorat Bandar Udara, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang hilang sejak Kamis (7/4) lalu. Sebelum hilang, Lian dan teman sekantornya sempat makan siang di kantin Kementerian Informasi dan Komunikasi.

Usai makan siang, Lian mengatakan kepada temannya ia akan menemui seseorang di Jl Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun hingga jam pulang kantor Lian tidak pernah kembali ke kantornya. Sejak menghilang, Lian juga tidak pernah menghubungi keluarga maupun rekan sekantornya. Saat ditemukan, ada yang aneh dari kondisi psikologis ibu satu anak tersebut. Dia tak mengenal lagi keluarganya. Termasuk dirinya sendiri. Dia juga mengenakan cadar dan mengaku bernama Maryam.

Bulan MEI ?

Lalu apa yang akan diluncurkan pada bulan Mei? Kita lihat dan mari bongkar setiap konspirasi yang hendak memojokkan islam hingga Pemilu 2014 ini, karena label buruk yang terus menerus ditimbulkan akan berdampak kepada kebencian dan resistensi dari umat Islam sendiri yang akhirnya rakyat yang awam tak ada pilihan lain akan memilih partai terbuka, nasionalis dan terpaksa memilih yang liberal yang sejatinya berafiliasi pada kepentingan asing seperti yahudi dan sekutunya.

Seorang Purnawirawan Jenderal TNI bersuara keras pada kepemimpinan SBY. Selama SBY dan Boediono berkuasa, sistem ekonomi yang dikembangkan Indonesia begitu liberal. Bahkan, lebih liberal dari Amerika Serikat tegas Ketua Badan Pengkajian Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD), Letjen (purn) Kiki Syahnakri.

Menurutnya, dibandingkan Indonesia, kedua negara di Asia timur seperti Cina dan Jepang lebih serius dalam melindungi agenda dan memperjuangkan kepentingan nasionalnya.Meski China & Jepang menerima dan mengikuti praktik liberalisasi, tetapi juga memproteksi dengan menerbitkan berbagai regulasi yang melindungi kepentingan dalam negerinya.

Letjen (purn) Kiki Syahnakri yang mantan wakil Kepala Staf Angkatan Darat menandaskan, pemerintah kini malah membuka pintu selebar-lebarnya kepada pihak asing untuk menguasai sumber-sumber kekayaan alam di negara ini.


UU 25/2007 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang memberikan kesempatan kepada pihak asing untuk menguasa sumber daya alam nasional hingga 150 tahun dan menguasai saham hingga 95 persen.


Sinopsis Islam Indonesia?

Lengkap sudah, islam garis keras, kalangan moderat, remaja dan juga dari kalangan partai yang konon islami seperti PKS pun tak luput dari stigmatisasi terstruktural atas label buruk dan pembunuhan karakter Islam ini.

Islam kini tengah diuji dan kembali asing bagi pemeluknya, dan dihalangi bukan oleh orang bule yahudi Belanda yang pura-pura menjadi islam seperti Snouck Hungronje (atau christian snouck hurgronje), melainkan oleh orang islam Indonesia sendiri, bahasanya sama, warna kulitnya sama, makannya sama, sukunya sama tapi ideologinya berhala dan dedikasi pada agama baru, yaitu agama demokrasi yang berhulu pada kepentingan Yahudi Israel, AS, Sekutunya dan kekuasaan yang tidak pro-rakyat Indonesia.


Bagaimanapun juga negeri islam di seluruh bumi ini adalah yang paling kaya sumber daya alamnya jika dibandingkan dengan negeri kafir apalagi yahudi yang numpang hidup di Palestina itu dan di banyak negara lainnya.


Dan isu-isu ini kerap muncul ketika pasar politik kian memanas seperti halnya seperti ini yang disinyalir menjelang Pemilu 2014. Saatnya Ulama dan Pemimpin yang pro-rakyat, bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa dan amanah yang layak memimpin negeri Islam terbesar di Bumi ini. Jangan mau ditipu oleh pencitraan lagi. Tolak ulama dan penguasa yang sibuk bermain watak dan hanya ngurus citra semata, saatnya kita butuhkan karya nyata dan pemimpin yang berani berpihak kepada rakyat Indonesia.

Ayo bongkar stigma buruk, waspadalah terhadap label dan pencitraan negatif yang mereka sengaja ciptakan kepada Islam!! Anda perlu tau, ada Yahudi dibelakangnya. Mereka mencoba membuat makar kepada Allah dan Umat Islam, maka Allah akan membalasnya, seperti firman Allah "


٥٤. وَمَكَرُواْ وَمَكَرَ اللّهُ وَاللّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ


“Artinya : Mereka (orang-orang kafir itu) membuat makar, dan Allah membalas makar mereka. Dan Allah sebaik-baik pembuat makar.” [Ali Imran : 54]


١٥. إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْداً. ١٦. وَأَكِيدُ كَيْداً


“Artinya : Sesungguhnya mereka (orang-orang kafir itu) merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun merencanakan tipu daya pula, dengan sebenar-benarnya.” [Ath-Thariq : 15-16] (voa-islam.com)




READ MORE - Kehancuran Islam Kini Sudah Semakin Nyata ... ???

Al-Qur'an Adalah Mukjizat Yang Mudah Dihafal Secara Benar Dan Tepat

Al-Qur'an Adalah Mukjizat Yang Mudah Dihafal Secara Benar Dan Tepat - Salah satu faktor yang mengokohkan keislaman H Insan LS Mokoginta (Wencelclaus) setelah meninggalkan Kristen adalah mukjizat Al-Qur'an yang mudah dihafal secara benar dan tepat. Padahal selama menjadi Kristen, muhtadin asal Manado ini belum pernah menjumpai para penginjil, pendeta, pastor dan umat kristiani yang hafal Alkitab (Bibel) dengan benar di luar kepala.

Untuk membagi pengalaman rohaninya, dalam berbagai kesempatan dakwah, Mokoginta tak pernah lupa berbagi ketakjuban terhadap kitab suci Al-Qur'an yang mudah dihafalkan oleh siapapun. Bahkan Mokoginta menuangkan dalam buku “Mustahil Kristen Bisa Menjawab: Berhadiah Mobil BMW.” Dalam buku ini, Mokoginta menggelar kuis terbuka: Jika ada yang hafal ayat Alkitab maka akan diberi hadiah mobil BMW.


http://www.suara-islam.com/news/images/stories/kristologi-88.jpg


Gayung bersambut, akhirnya Pendeta Budi Asali, M.Div merasa tersengat dengan tantangan Mokoginta. Maka beberapa bulan lalu pendeta dari Gereja Kristen Rahmani Indonesia ini menulis buku tanggapan balik “Siapa Bilang Kristen Tidak Bisa Menjawab?”

Anehnya, soal tantangan hafal Bibel di luar kepala tersebut, Pendeta Budi sama sekali tidak menjawab dengan pembuktian bahwa ada orang Kristen yang hafal Bibel di luar kepala tanpa kesalahan sedikit pun. Ia malah berkilah:

“Saya bukan Islam, dan tidak pernah menjadi Islam, dan juga tidak terlalu mendalami Islam, sehingga saya tidak terlalu tahu dengan persis apa sebabnya banyak orang Islam menghafal Al-Qur'an. Tetapi mungkin, karena adanya semacam kefanatikan terhadap bahasa Arab… Yang jelas, dalam Kristen tidak ada kefanatikan terhadap bahasa asli, dan juga tidak keharusan menghafal secara persis, dan tak ada pahala apa-apa dalam menghafalkan ayat-ayat Alkitab” (hlm. 212).

Memang Islam dan Kristen berbeda teologis dalam hal bahasa Kitab Suci. Islam sangat menekankan pentingnya bahasa asli Al-Qur'an yaitu bahasa Arab, sementara Kristen mengabaikan bahasa asli Bibel. Tapi tidak benar kesimpulan Pendeta Budi, bahwa perbedaan ini dilatarbelakangi oleh sikap fanatik terhadap bahasa tertentu. Perbedaan Islam dan Kristen dalam hal bahasa kitab suci bisa dijelaskan sbb:
1. Umat Islam membaca Al-Qur'an dalam bahasa Arab bukan karena fanatik, tapi karena Allah SWT mewahyukan Al-Qur'an dalam bahasa Arab (Qs Thaha 113, Az-Zumar 27-28, Az-Zukhruf 3, Ar-Ra’d 37). Sedangkan Alkitab (Bibel) tidak ada jaminan dari Tuhan, dalam bahasa apa kitab ini diinspirasikan.

Islam membedakan antara Al-Qur’an dengan “Terjemah Al-Qur'an” dalam berbagai bahasa. Bila ada kesalahan terjemah Al-Qur'an, bisa dicocokkan dengan nas asli Al-Qur'an dalam Bahasa Arab. Hal ini tidak bisa dilakukan oleh umat Kristen yang sudah kehilangan bahasa asli Bibel.

2. Membaca Al-Qur’an sangat besar keutamaannya, yaitu dengan reward berupa nilai amal shalih sepuluh kali lipat. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah, ia akan diberi imbalan amal shalih, dan satu amal shalih akan mendapat pahala sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan alif lam mim sebagai satu huruf melainkan alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf” (HR Tirmidzi).

Inilah juga membedakan kitab suci Al-Qur'an dengan buku bacaan lain. Membaca saja sudah berpahala, terlebih lagi jika memahami dan mengamalkannya, tentu lebih banyak lagi pahalanya. Sedangkan membaca Bibel, tidak ada jaminan dari Yesus maupun Tuhan, bahwa membaca satu huruf Bibel mendapat kebaikan.

3. Umat Islam bersemangat untuk menghafal Al-Qur'an juga bukan karena fanatisme Arab, tetapi karena tingginya derajat para huffaz (penghafal) Al-Qur’an, antara lain sebagaimana dinyatakan Rasulullah dalam beberapa hadits: huffaz Al-Qur’an adalah keluarga Allah yang khusus (ahlullah wa khaasshatuh), mereka akan memperoleh kedudukan setinggi (sebanyak) ayat yang dia baca, akan diberi pahala dari setiap huruf yang dibaca sepuluh kebajikan.

Ini bukan berarti Islam mengutamakan pembacaan dan penghafalan lalu melalaikan pemahaman dan pengamalan. Bukankah “menghafal” adalah salah satu bagian daripada proses pemahaman suatu ayat? Sedangkan Bibel, sebagaimana pengakuan Pendeta Budi, sama sekali tidak pernah memberikan reward kepada orang yang menghafal ayat-ayat Bibel.

4. Umat Kristen tidak bisa membaca kitab suci dalam bahasa aslinya, karena naskah asli Alkitab yang disebut “autographa” sudah hancur dimakan umur. Alkitab yang ada saat ini adalah salinan dari salinan-salinan naskah kuno yang disebut “manuscript.” Manuskrip-manuskrip ini pun tidak tahan dimakan usia, karena itu disalin ulang oleh para penyalin sampai sekarang ini terdapat ribuan manuskrip Alkitab. Rev David J Fant dari New York Bible Society, mengakui bahwa naskah asli Alkitab telah hilang: “The question naturally arises, do any of the original manuscripts of the Bible still exist? The answer is No. The original manus¬cripts were on papyrus and other perishable materials and have long since disappeared” (Simple Helps and Visual Aids to Understanding The Bible, hlm. 6).

[Persoalan yang biasanya ditanya, adakah naskah-naskah asli Alkitab masih ada sehingga kini? Jawabannya tidak! Naskah-naskah asli di atas papirus dan bahan-bahan lain yang mudah rusak semuanya telah lama hilang].


Jadi, umat Islam membaca Al-Qur'an dalam nas Arab karena nas inilah yang disebut kitab suci Al-Qur'an yang orsinil sesuai dengan yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Sedangkan umat Kristen mengabaikan pembacaan dan penghafalan Bibel dalam bahasa asli, karena mereka sudah kehilangan bahasa asli Alkitab. ( suara-islam.com )



READ MORE - Al-Qur'an Adalah Mukjizat Yang Mudah Dihafal Secara Benar Dan Tepat

Beberapa Kesyirikan Intelektual Muslim

Beberapa Kesyirikan Intelektual Muslim - Term syirik sudah tidak asing lagi di telinga umat Islam. Hal itu tidak lain dikarenakan satu kata ini merupakan bentuk dosa terbesar yang tidak terampuni (terkecuali pelakunya benar-benar menyelami taubat nashuha sebelum wafat).

Ketika seseorang mendengar istilah syirik, maka terpatri di hatinya bahwa istilah ini berarti anggapan akan adanya yang lain yang sama pentingnya atau bahkan lebih penting. Dalam hal ini adalah Tuhan di-dua-kan atau bahkan sampai di-nomor sekian-kan. Dengan bahasa lain, di satu sisi menyembah kepada Tuhan, namun di sisi lain juga menyembah kepada selain-Nya.

Syirik yang secara terminologi berarti ‘mencampurkan’ ternyata di zaman postmo ini tidak hanya dalam segi spiritual, namun juga intelektual. Jika syirik spiritual mengindikasikan pelakunya melakukan perselingkuhan kepada Sang Pencipta terhadap ciptaan-Nya atau bertuhan lain di samping Tuhan yang sebenarnya, maka dalam syirik intelektual ini, maknanya tidak jauh berbeda yaitu menjadikan akal sejajar dengan wahyu, konteks sejajar dengan teks atau bahkan keduanya yang disebutkan pertama (akal dan konteks) lebih dikedepankan dari pada yang disebutkan terakhir (wahyu dan teks).


http://hidayatullah.com/berita/gal395179489.jpg


Dalam artian, sumber kebenaran yang menjadi tolak ukur pemikiran (intelektual) manusia bukan mengedepankan agama, namun justru melempar agama ke belakang dan menjadikannya pengekor yang selalu mengikuti kepentingan atas nama kemanusiaan. Ini kemudian berimbas pada pengakuan bahwa tidak ada kebenaran yang mutlak. Dan berakhir pada pengakuan terhadap yang plural dalam beragama atau sering dikenal dengan pluralisme agama. Atas nama kemanusiaan akhirnya agama dimanusiakan.

Syirik intelektual ini telah mewabah seperti halnya jamur di musim hujan, sampai kemudian berhasil menempati ruang di hati sebagian cendikiawan muslim.

Jika dilihat dari hukumnya, syirik intelektual ini dapat digolongkan sebagai syirik besar (akbar), karena dampak yang ditimbulkannya tidak jauh berbeda dengan syirik spiritual. Bahkan diperparah lagi, syirik semacam ini menimbulkan virus yang lebih ganas karena penyebarannya sudah meluas melalui media massa dan terstruktur. Tidak hanya itu, perguruan tinggi Islam yang seharusnya menjadi ujung tombak perjuangan aqidah juga tidak luput dari syirik intelektual ini. Justru dari sanalah akar syirik intelektual dikembangkan serta disebarkan.

Dan Inilah tantangan umat Islam di zaman postmodern, yaitu zaman di mana titik tolak segala sesuatu berangkat dari peniadaan (penafian) yang absolute dan penolakan metafisika, sedangkan Islam sendiri berangkat dari yang absolute (wahyu) dan melalui jalan metafisika yang jelas. Walaupun keduanya terlihat kontradiktif (antara postmo dan Islam), bukan berarti Islam tidak sesuai dengan zaman, namun justru Islam datang untuk mengatasi zaman yang diporak-porandakan oleh paham menyimpang terutama kesyirikan dan Islam mengajak untuk kembali kepada agama tauhid.

Dengan dalih pembaharuan, kemanusiaan dan penuntasan permasalahan kehidupan, teks agama yang sudah jelas keabsahannya kemudian hanya dijadikan sebagai dogma yang harus ditafsirkan ulang sesuai kemauan dan kondisi zaman. Akhirnya tidak ada hukum yang bersifat tetap (tsawabit). Mereka memang mengimani al-Qur’an dan As-Sunnah, bahkan mereka menggembor-gemborkan untuk kembali kepada keduanya, namun harus dibarengi dengan penafsiran baru dan disesuaikan dengan konteks yang ada.

Banyak kasus-kasus yang bisa dimasukkan dalam kategori “syirik intelektual”. Seperti dalam jurnal Justicia fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang, th. IX, 2003 tertulis bahwa “setelah Muhammad wafat, generasi pasca Muhammad terlihat tidak kreatif. Jangankan meniru kritisisme dan kreativitas Muhammad dalam memperjuangkan perubahan realitas zamannya, generasi pasca-Muhammad tampak kerdil dan hanya mem-bebek pada apa saja yang asalkan itu dikonstruk Muhammad.”

Kemudian satu tahun berikutnya, muncul lagi pemikiran bahwa “lesbian adalah fenomena rahmat Tuhan” (Jurnal Justisia Edisi 25 Tahun XI 2004, hlm. 55).

Begitu juga yang terjadi di IAIN Gunung Djati Bandung (sekarang UIN), pada hari Jum’at tanggal 27 Agustus 2004 bertempat di auditorium dalam acara Ospek muncul beberapa pernyataan dengan lantang “selamat bergabung di area bebas Tuhan” dan “anjinghu akbar”. Sedangkan Di UIN Jakarta fakultas Ushuluddin program studi Tafsir Hadits juga sudah memberlakukan mata kuliah Kajian Orientalisme terhadap al-Qur’an dan Hadits yang bertujuan “agar mahasiswa dapat menjelaskan dan menerapkan kajian orientalis terhadap al-Qur’an dan Hadits.”

Sedangkan di IAIN Surabaya pada tanggal 5 Mei 2006, Sulhawi Ruba, 51 tahun, dosen mata kuliah Sejarah Peradaban Islam, di hadapan 20 mahasiswa Fakultas Dakwah menerangkan posisi al-Quran sebagai hasil budaya manusia. "Sebagai budaya, posisi Al-Quran tidak berbeda dengan rumput." Akhirnya dia menulis lafadz Allah dalam sebuah kertas kemudian menginjaknya di depan para mahasiswa.

Dr. Luthfi Assyaukanie pernah menulis bahwa “konsep agama seperti kitab suci, nabi, malaikat dan lain-lain tidak terlalu penting lagi karena yang lebih penting adalah bagaimana seseorang bisa menikmati spiritualitas dan mentransendenkan dirinya dalam lompatan iman yang tanpa batas.” (Kompas, 3/9/2005).

Kemudian di pihak lain muncul juga Prof. Dr. Musdah Mulia dengan pernyataan yang cukup mencengangkan bahwa “tidak ada larangan secara eksplisit baik untuk homo maupun lesbian dalamm al-Qur’an.” (Jurnal Perempuan No. 58, hlm.124).


“Tidak ada perbedaan antara lesbian & bukan lesbian di hadapan Tuhan. Tuhan melihat manusia semata-mata berdasarkan takwa, bukan suku, agama dan orientasi seksualnya. (hlm.127).


Kemudian Prof. Dr. Amina Wadud pada tahun 2005 menjadi khotib sekaligus Imam sholat jum’at di salah satu gereja di Amerika dengan laki-laki bercampur perempuan sebagai makmumnya. Dan masih banyak lagi pemikiran semacam itu yang mencoba mendekontruksi syariah dengan melakukan penafsiran baru yang lebih mementingkan kontekstual serta akal manusia.

Jadi jelas, “syirik intelektual” ini menjadikan manusia yang merupakan makhluk sosial sebagai pusat segalanya (antroposentris) dan memarginalkan campur tangan Tuhan yang seharusnya menjadi pusat yang sebenarnya (teosentris). Jika ditelisik jauh ke belakang, syirik intelektual ini sebenarnya bukan tergolong barang baru, karena akarnya sudah ada semenjak tradisi filsafat Yunani. Yaitu dengan pernyataan Protagoras bahwa manusia adalah ukuran segalanya (man is the measure of everything).

Untuk itu perlu segera dilakukan pemurnian, sebagaimana syirik yang berasal dari kata syaraka, berarti lawan katanya khalasha yang artinya memurnikan. Maka syirik intelektual ini harus dimurnikan dengan mereposisi al-Qur’an dan As-Sunnah yang mengajarkan tauhid sebagai sumber hukum yang utama melampaui hukum-hukum yang ada buatan manusia atau dalam bahasa yang lain teks dan naql (wahyu) harus selalu lebih didahulukan dan dikedepankan daripada konteks dan ‘aql. Wallahu ‘alam bish-shawwab. ( hidayatullah.com )




READ MORE - Beberapa Kesyirikan Intelektual Muslim

Mengapa Bibel Tak Bisa Dihafal ... ???

Mengapa Bibel Tak Bisa Dihafal ... ??? - Salah satu faktor yang mengokohkan keislaman H Insan LS Mokoginta (Wencelclaus) setelah meninggalkan Kristen adalah mukjizat Al-Qur'an yang mudah dihafal secara benar dan tepat. Padahal selama menjadi Kristen, muhtadin asal Manado ini belum pernah menjumpai para penginjil, pendeta, pastor dan umat kristiani yang hafal Alkitab (Bibel) dengan benar di luar kepala.

Untuk membagi pengalaman rohaninya, dalam berbagai kesempatan dakwah, Mokoginta tak pernah lupa berbagi ketakjuban terhadap kitab suci Al-Qur'an yang mudah dihafalkan oleh siapapun. Bahkan Mokoginta menuangkan dalam buku “Mustahil Kristen Bisa Menjawab: Berhadiah Mobil BMW.” Dalam buku ini, Mokoginta menggelar kuis terbuka: Jika ada yang hafal ayat Alkitab maka akan diberi hadiah mobil BMW.


http://www.suara-islam.com/news/images/stories/kristologi-88.jpg

Gayung bersambut, akhirnya Pendeta Budi Asali, M.Div merasa tersengat dengan tantangan Mokoginta. Maka beberapa bulan lalu pendeta dari Gereja Kristen Rahmani Indonesia ini menulis buku tanggapan balik “Siapa Bilang Kristen Tidak Bisa Menjawab?”

Anehnya, soal tantangan hafal Bibel di luar kepala tersebut, Pendeta Budi sama sekali tidak menjawab dengan pembuktian bahwa ada orang Kristen yang hafal Bibel di luar kepala tanpa kesalahan sedikit pun. Ia malah berkilah:

“Saya bukan Islam, dan tidak pernah menjadi Islam, dan juga tidak terlalu mendalami Islam, sehingga saya tidak terlalu tahu dengan persis apa sebabnya banyak orang Islam menghafal Al-Qur'an. Tetapi mungkin, karena adanya semacam kefanatikan terhadap bahasa Arab… Yang jelas, dalam Kristen tidak ada kefanatikan terhadap bahasa asli, dan juga tidak keharusan menghafal secara persis, dan tak ada pahala apa-apa dalam menghafalkan ayat-ayat Alkitab” (hlm. 212).

Memang Islam dan Kristen berbeda teologis dalam hal bahasa Kitab Suci. Islam sangat menekankan pentingnya bahasa asli Al-Qur'an yaitu bahasa Arab, sementara Kristen mengabaikan bahasa asli Bibel. Tapi tidak benar kesimpulan Pendeta Budi, bahwa perbedaan ini dilatarbelakangi oleh sikap fanatik terhadap bahasa tertentu. Perbedaan Islam dan Kristen dalam hal bahasa kitab suci bisa dijelaskan sbb:
1. Umat Islam membaca Al-Qur'an dalam bahasa Arab bukan karena fanatik, tapi karena Allah SWT mewahyukan Al-Qur'an dalam bahasa Arab (Qs Thaha 113, Az-Zumar 27-28, Az-Zukhruf 3, Ar-Ra’d 37). Sedangkan Alkitab (Bibel) tidak ada jaminan dari Tuhan, dalam bahasa apa kitab ini diinspirasikan.

Islam membedakan antara Al-Qur’an dengan “Terjemah Al-Qur'an” dalam berbagai bahasa. Bila ada kesalahan terjemah Al-Qur'an, bisa dicocokkan dengan nas asli Al-Qur'an dalam Bahasa Arab. Hal ini tidak bisa dilakukan oleh umat Kristen yang sudah kehilangan bahasa asli Bibel.

2. Membaca Al-Qur’an sangat besar keutamaannya, yaitu dengan reward berupa nilai amal shalih sepuluh kali lipat. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah, ia akan diberi imbalan amal shalih, dan satu amal shalih akan mendapat pahala sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan alif lam mim sebagai satu huruf melainkan alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf” (HR Tirmidzi).

Inilah juga membedakan kitab suci Al-Qur'an dengan buku bacaan lain. Membaca saja sudah berpahala, terlebih lagi jika memahami dan mengamalkannya, tentu lebih banyak lagi pahalanya. Sedangkan membaca Bibel, tidak ada jaminan dari Yesus maupun Tuhan, bahwa membaca satu huruf Bibel mendapat kebaikan.

3. Umat Islam bersemangat untuk menghafal Al-Qur'an juga bukan karena fanatisme Arab, tetapi karena tingginya derajat para huffaz (penghafal) Al-Qur’an, antara lain sebagaimana dinyatakan Rasulullah dalam beberapa hadits: huffaz Al-Qur’an adalah keluarga Allah yang khusus (ahlullah wa khaasshatuh), mereka akan memperoleh kedudukan setinggi (sebanyak) ayat yang dia baca, akan diberi pahala dari setiap huruf yang dibaca sepuluh kebajikan.

Ini bukan berarti Islam mengutamakan pembacaan dan penghafalan lalu melalaikan pemahaman dan pengamalan. Bukankah “menghafal” adalah salah satu bagian daripada proses pemahaman suatu ayat? Sedangkan Bibel, sebagaimana pengakuan Pendeta Budi, sama sekali tidak pernah memberikan reward kepada orang yang menghafal ayat-ayat Bibel.

4. Umat Kristen tidak bisa membaca kitab suci dalam bahasa aslinya, karena naskah asli Alkitab yang disebut “autographa” sudah hancur dimakan umur. Alkitab yang ada saat ini adalah salinan dari salinan-salinan naskah kuno yang disebut “manuscript.” Manuskrip-manuskrip ini pun tidak tahan dimakan usia, karena itu disalin ulang oleh para penyalin sampai sekarang ini terdapat ribuan manuskrip Alkitab. Rev David J Fant dari New York Bible Society, mengakui bahwa naskah asli Alkitab telah hilang: “The question naturally arises, do any of the original manuscripts of the Bible still exist? The answer is No. The original manus¬cripts were on papyrus and other perishable materials and have long since disappeared” (Simple Helps and Visual Aids to Understanding The Bible, hlm. 6).

[Persoalan yang biasanya ditanya, adakah naskah-naskah asli Alkitab masih ada sehingga kini? Jawabannya tidak! Naskah-naskah asli di atas papirus dan bahan-bahan lain yang mudah rusak semuanya telah lama hilang].


Jadi, umat Islam membaca Al-Qur'an dalam nas Arab karena nas inilah yang disebut kitab suci Al-Qur'an yang orsinil sesuai dengan yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Sedangkan umat Kristen mengabaikan pembacaan dan penghafalan Bibel dalam bahasa asli, karena mereka sudah kehilangan bahasa asli Alkitab. ( suara-islam.com )



READ MORE - Mengapa Bibel Tak Bisa Dihafal ... ???

Inilah 10 Kriteria Aliran Yang Menyimpang Dalam Islam

Inilah 10 Kriteria Aliran Yang Menyimpang Dalam Islam - Orang boleh berbeda pendapat. Boleh juga menilai suatu kasus dengan perspektifnya masing-masing. Saya termasuk orang yang berbeda ketika melihat kasus Ahmadiyah ini. Bagaimanapun, kasus Ahmadiyah sangat bernilai jual bagi media. Apakah kasus ini muncul secara alami, tepat waktu atau memang ada 'design' khusus. Yang Jelas, korbannya adalah umat Islam. Media secara langsung menggiring bahwa umat Islam tidak toleran, melanggar HAM, sadis dan kejam tanpa melihat persoalan dengan utuh.

Kasus yang hampir serupa, bagaimana media melakukan stigmatisasi negatif terhadap umat Islam adalah peristiwa Ciketing. Peristiwa yang terjadi akibat provokasi pihak Kristen juga dibalikkan menjadi provokasi umat Islam. International Crisis Group (ICG), lembaga yang bermarkas di Brussels Belgia ini merilis laporan yang secara blak-blakan mempublikasikan hasil investigasi yang panjang dari berbagai sumber bahwa akar masalah di balik insiden Ciketing adalah maraknya gerakan kristenisasi di Bekasi yang sebagian besar didanai dari luar negeri.


http://www.muslimdaily.net/berita/bubarkanahmadiyah.jpg


ICG mengungkapkan betapa gencar gerakan Kristenisasi di kawasan tersebut. Di sana ada Sekolah Alkitab Terampil dan Terpadu (Integrated Bible Training School) yang dijalankan Edhie Sapto, seorang Madura yang dulu beragama Islam. Anehnya, seluruh pamplet dan atribut sekolah bertuliskan Arab tapi mengajarkan Bibel. Lebih aneh lagi, sekolah yang dulu di bawah Yayasan Kaki Dian Emas dan kini Yayasan Bethmidrash Talmiddin itu, menurut laporan ICG, mensyaratkan setiap siswanya bisa diluluskan setelah mengkristenkan 10 orang.

Kembali kepada kasus bentrokan antara warga dengan Ahamdiyah yang terjadi di di Cikeusik, Pandeglang, Banten, saya termasuk orang yang percaya akan muncul kasus besar berbarengan dengan serangan bertubi-tubi yang dialamatkan kepada penguasa. Kasus Gayus Tambunan yang tidak kunjung usai, belum lagi 'perang' baru antara KPK dengan sejumlah anggota DPR, khususnya penolakan mereka terhadap kehadiran Bibit S. Riyanto dan Candra M. Hamzah. KPK dianggap tebang pilih dalam menangani kasus korupsi terutama terhadap kasus-kasus yang menyangkut oposisi. Sementara kasus korupsi yang melibatkan penguasa, KPK tidak dengan sungguh-sungguh menanganinya.

Sebelum kasus tersebut muncul, presiden dibuat bagai bola pimpong. Ungkapan gajinya belum naik selama 7 tahun dianggap sedang meminta kenaikan gaji ditengah kesulitan ekonomi yang mencekik rakyat. Muncullah gerakan pengumpulan koin untuk gaji presiden, sebagaimana yang pernah dilakukan terhadap kasus Prita Mulyasari. Kalangan istana menganggap pengumpulan koin untuk presiden bentuk penghinaan terhadap simbol Negara. Belum lagi kritik kalangan agamawan yang menganggap presiden banyak melakukan kebohongan publik.

Kasus lain yang juga akan menyita perhatian adalah persidangan Ust. Abu Bakar Ba'asyir yang digelar 10 Pebruari ini. Dari awal, penangkapan Ust. Abu, bagi kalangan Islam dianggap penuh rekayasa dan sekedar menyenangkan Amerika dalam perang melawan terorisme. Karena itu, persidangan Ust. Abu tentu akan menyita perhatian masyarakat. Maka, yang berkembang di masyarakat adalah pertanyaan mengapa setiap kasus terorisme yang muncul selalu berbarengan dengan peristiwa-peristiwa besar yang berhubungan dengan penguasa? Karena itu, kalau akhirnya masyarakat menganggap bahwa kasus terorisme sebagai upaya pengalihan isu yang sedang menjadi sorotan masyarakat, itupun juga sah-sah saja.

Merujuk kepada " harus ada kasus besar yang muncul mengalihkan isu besar yang sedang menjadi sorotan masyarakat ". Ternyata kasus tersebut adalah 'Bentrokan antara warga dengan Ahmadiyah'. Tidak menutup kemungkinan juga kasus Temanggung –karena saat saya menulis artikel ini sedang terjadi karusuhan di Temanggung-. Saya tidak mengatakan bahwa kasus tersebut 'by design'. Tetapi, untuk sementara kasus tersebut mampu menggeser perhatian publik tentang carut-marutnya Negara ini. Lebih dari itu, kasus tersebut kembali menempatkan umat Islam sebagai korban.

Ada beberapa hal yang perlu kita cermati dengan kasus Ahmadiyah tersebut.

Pertama; Kesesatan Ahmadiyah sudah bukan menjadi perdebatan lagi. Majelis Ulama Indonesia pernah mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah termasuk aliran sesat. Dalam fatwanya MUI menyebutkan sepuluh kriteria aliran-aliran yang menyimpang. Kriteria-kriteria tersebut adalah

  1. Mengingkari salah satu dari rukun iman dan rukun Islam.
  2. Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan dalil syar’i (Al-Quran dan As-sunah).
  3. Meyakini turunnya wahyu setelah Al-Quran.
  4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Al-Quran.
  5. Melakukan penafsiran Al-Quran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.
  6. Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam.
  7. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.
  8. Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir.
  9. Merubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syari’ah, seperti haji tidak ke Baitullah, shalat fardlu tidak 5 waktu dan
  10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i, seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.

Yang perlu menjadi catatan adalah jangan sampai kasus tersebut dijadikan alat, khususnya oleh kalangan liberal, LSM dan islamophobi untuk menghantam Islam. Bagaimanapun, suara-suara LSM yang mengantungkan pembiayaan dari barat menjadikan kasus Ahmadiyah ini layak di jual ke luar negeri.

Kedua; Kasus Ahamdiyah jangan sampai dijadikan alat penguasa sebagai pra kondisi untuk membungkam suara-suara ormas Islam yang kritis seperti FPI dan sejenisnya. Jika ini terjadi, kasus Ahmadiyah hanyalah kasus antara untuk membungkan gerakan 'amar ma'ruf nahyi munkar' yang ada dikalangan kaum muslimin.

Ketiga; Kasus Ahmadiyah tidak dijadikan sebagai pengalihan isu. Apalagi berbagai kasus besar yang terus menjadi sorotan masyarakat. Jika ini terjadi, akan berulang bahwa umat Islam menjadi korban. Betapa besar beban psikis yang harus dipikul kaum muslimin atas berbagai ungkapan bahwa umat Islam kejam, bengis, tidak toleran, radikal, ekstrim dan melanggar HAM. Ungkapan yang sebenarnya perlu perdebatan.

Keempat; Secara internal, umat Islam perlu lebih bersinergi untuk menangkis berbagai stigma miring yang terjadi. Evaluasi dan instropeksi diperlukan agar tidak menjadi peluang terhadap orang-orang yang tidak suka terhadap Islam menggunakan kesempatan untuk memojokkan kaum muslimin. ( muslimdaily.net )



READ MORE - Inilah 10 Kriteria Aliran Yang Menyimpang Dalam Islam

Penjelasan Al-Quran Tentang Hujan Darah, Hujan Burung Dan Hujan Katak

Penjelasan Al-Quran Tentang Hujan Darah, Hujan Burung Dan Hujan Katak - Meski sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, fenomena hujan berwarna merah kembali ramai dibicarakan. Di India, para penduduk lokal daerah Kerala menemukan baju-baju yang dijemur berubah warna menjadi merah seperti darah. Mereka melaporkan adanya bunyi ledakan dan cahaya terang yang mendahului turunnya hujan yang dipercaya sebagai ledakan meteor.

Contoh air hujan tersebut segera dibawa untuk diteliti oleh ilmuwan independen, Godfrey Louis dan Santosh Kumara dari Universitas Mahatma Gandhi. Pertama kali mereka mengira bahwa partikel merah di dalam air adalah partikel pasir yang terbawa dari gurun Arab. Di Universitas Sheffield, Inggris, seorang ahli mikrobiologis bernama Milton Wainwright mengkonfirmasi bahwa unsur merah tersebut adalah sel hidup. Hal ini dinyatakan karena Wainwright berhasil menemukan adanya DNA dari unsur sel tersebut walaupun ia belum berhasil mengekstraknya.


Sedangkan hujan hewan terjadi pada Juni 2009 di Jepang. Hewan ini memiliki panjang dengan diameter 5 cm berbentuk seperti ikan dan kodok, sejauh ini tidak ada yang dapat menjelaskan kenapa hal ini bisa terjadi. Beberapa orang menyebutkan ini merupakan fenomena langka yang pernah terjadi yang diakibatkan perubahan cuaca yang tidak menentu di negara sakura ini. Bagian meteorologi Jepang juga tidak dapat menjelaskan apa penyebab terjadinya hal tersebut.


Beberapa orang yang seperti menuhankan ilmu pengetahuan menyebutnya sebagai fenomena alam. Istilah agama menyebutnya sunnatullah


Saya tidak menolak adanya proses alam, karena hal itu sesuatu yang natural dan sudah menjadi ketetapan-Nya. Tapi terkadang, kita melupakan sumber segala sebab musabab dan sumber segala sesuatu, yakni Allah swt, Tuhan Semesta Alam. Apa yang hendak ditampakkan adalah Kekuasaan-Nya Yang Maha Tunggal. Agar kita, manusia, tidak lagi sombong dengan menuhankan segala ilmu pengetahuan alam dan melupakan adanya Pencipta Alam.


Alquran dan Injil mengisahkan tentang kesombongan Firaun dan kaumnya. Jika diberi kebaikan dan kemakmuran dari Tuhan, mereka berkata, “Inilah usaha kami.” Manusia zaman sekarang juga ada yang seperti ini, ketika sukses mereka berkata, “Ya, karena usaha saya, saya ini berhasil.” Jika ditimpa kesusahan, kaum Firaun melemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan pengikutnya. (QS. 7: 131)


Seolah menantang dan keras kepala, pengikut Firaun berkata, “Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu.” (QS. 7: 132). Firaun dan pengikutnya yang masih ada hingga sekarang ini meledek bahwa bukti kekuasaan Tuhan yang disampaikan melalui Musa (Moses) dan Harun (Aaron) as. itu sebagai sihir.



“Maka Kami kirimkan kepada mereka topan (thûfân), belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.” (QS. 7: 133)


Jadi, apa yang terjadi di zaman sekarang bukanlah sesuatu fenomena baru dan menganehkan. Zaman dahulu, sebagai bukti bagi orang yang ingkar kepada Tuhan, Allah sudah tampakkan kuasa-Nya. Dan satu hal yang pasti, yakni hal tersebut hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang bukan sekedar berakal tetapi yang betul betul mampergunakan akalnya itu. ( vivanews.com )



READ MORE - Penjelasan Al-Quran Tentang Hujan Darah, Hujan Burung Dan Hujan Katak

Inilah Perbedaan Nyata Tuhannya Umat Kristen dan Umat Islam

Inilah Perbedaan Nyata Tuhannya Umat Kristen dan Umat Islam - Menurut Alkitab, Ternyata Tuhan Umat Kristen Bisa Dikalahkan. Dihina dan Juga Tertidur Pulas Sebagaimana Layaknya Manusia. Coba Baca selengkapnya temuan dan analisa berikut ini :


Tentang Kekuasaan Allah

Di Alkitab, Genesis 32:25-28 disebutkan Yakub berkelahi melawan Allah sejak malam hingga fajar menyingsing. Karena Allah tak dapat mengalahkan Yakub, maka Allah memukul sendi pangkal paha Yakub dan berkata bahwa Yakub telah melawan Allah dan Manusia dan Yakub menang. Adakah ini artinya Allah kalah melawan Yakub?:

Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.

Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”

Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.”

Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” [Genesis 32:24-28]

Dalam Injil Matius diceritakan bagaimana Tuhan Yesus ditangkap, diludahi, dan dipukul oleh manusia:

27:27 Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus.

28 Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya.

29 Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: “Salam, hai Raja orang Yahudi!”

30 Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya.

31 Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan.[Matius 27:27-31]

Dalam Islam disebut bahwa jangankan seorang Yakub. Seluruh manusia pun Allah yang Maha Kuasa dapat memusnahkan dengan mudah!

“Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.” [Faathir:16-17]

“Dan Tuhanmu Maha Kaya lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu dengan siapa yang dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang-orang lain. “ [Al An’aam:133]


Kemandirian Tuhan

Dalam Injil Matius diceritakan bagaimana Yesus mengeluh dengan suara nyaring: “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?:

Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? [Matius 27:46]

Dalam Al Qur’an dijelaskan Allah bukanlah orang yang hina yang perlu penolong:

Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya. “ [Al Israa’:111]


Sifat Maha Tahu Tuhan

Dalam Alkitab, Injil Markus 11:12-13 diceritakan Tuhan Yesus yang merasa lapar ternyata tidak tahu kalau pohon Ara tidak berbuah karena memang bukan musimnya:

11:12 Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. 13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. [Markus 11:12-13]

Dalam Islam, disebut bahwa Allah itu Maha Tahu. Bahkan tak ada sehelai daun pun yang jatuh ke bumi tanpa diketahuiNya:

“Dan pada sisi Allah-lah kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” [Al An’aam:59]


Tidurkah Tuhan?

Dalam Injil Matius 8:24 diceritakan Yesus tidur:

Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. [Matius 8:24]

Menurut Islam, Tuhan Maha Kuasa. Tidak pernah mengantuk dan juga tidak pernah tidur:

“Allah, tidak ada Tuhan selain Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya; tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” [Al Baqarah:255]

Nah..... Sekarang, Siapa Pun Yang Punya Akal dan Bisa Mempergunakan Akalnya Dengan Baik, Pasti bisa membedakan Antara Tuhannya Umat Kristen dan Tuhannya Umat Islam.


Mulailah membuat kesimpulan..........



READ MORE - Inilah Perbedaan Nyata Tuhannya Umat Kristen dan Umat Islam

Kisah Dari Tanah Suci : Pertolongan Langsung Datang Setelah Membaca Ayat Kursi

Kisah Dari Tanah Suci : Pertolongan Langsung Datang Setelah Membaca Ayat Kursi - Madinah kota suci. Setiap orang yang memasuki kota ini diyakini akan mendapatkan balasan atau teguran secara langsung atas amal ataupun dosa yang dilakukan. Hal-hal yang aneh, ajaib, dan tidak masuk akal kerap dialami jamaah calon haji (calhaj) saat berada di kota mulia ini.


http://www.tribunnews.com/foto/bank/images/jamaah-haji-hendra.jpg
Jamaah haji Indonesia


Malam Senin (18/10/2010), misalnya, seorang ibu masih menggigil kedinginan, ketika tiba di kantor Daerah Kerja Madinah. Calhaj asal Jawa Tengah itu, tidak tahu jalan pulang ke pemondokannya. Ia tersesat setelah melakukan salat Isya di Masjid Nabawi.

Petugas haji berkali-kali membujuk sang ibu agar mau makan biar bisa minum obat. Tapi si ibu menggeleng saja. Ia memilih tiduran di sofa, menelungkupkan badannya yang demam.

"Tadi saya sudah minum obat. Saya maunya disuntik saja agar cepat sembuh," kata ibu berusia 53 tahun itu.

Sang ibu pergi ke tanah suci sendirian. Suaminya telah meninggal dunia. Ini merupakan hari keempat ibu asal Boyolali itu berada di Madinah. Ia mengaku mulai sedikit hafal jalan dari hotel tempatnya menginap menuju Masjid Nabawi.

Malam itu ia pergi ke masjid untuk salat Maghrib dan Isya bersama teman-teman serombongan. Namun setelah salat ia terpisah dari sang kawan.

"Saya sudah berjalan jauh sekali. Ke sana ke mari. Mungkin ada kalau satu jam. Saya melewati jurang-jurang banyak sekali. Tebing-tebing curam, saya takut sekali," cerita sang ibu kepada MCH dalam mobil saat diantar pulang menuju pemondokannya.

Calhaj asal Boyolali itu lantas terus-terusan berdoa. Ia membaca ayat kursi memohon pada Allah agar diberikan keselamatan. Dan doa itu dikabulkan oleh Allah. Tidak lama kemudian muncul orang yang menolong ibu paruh baya tersebut.

"Setelah saya membaca ayat kursi tiba-tiba ada laki-laki yang menolong saya.Saya diantar ke kantor tadi (Daker). Dia baik sekali bahkan tidak mau saya bayar," kata si ibu.

Setelah sampai ke pemondokannya si ibu pun menyatakan akan terus berdoa dan meminta ampunan pada Allah atas dosa tertentu yang mungkin pernah dilakukan. "Katanya kalau di Mekkah atau Madinah itu seperti ujian bagi kita, kita diuji dengan mendapat teguran langsung atas salah kita," kata si ibu.

Kisah aneh lainnya dialami seorang jamaah asal Jakarta. Pria itu masih gagah,umurnya baru 53 tahun. Awalnya ia sangat yakin tidak akan tersesat untuk pulang ke pemondokannya. Namun usai salat asar, ia hanya muter-muter tidak menemukan pemondokan yang dicarinya. Ia bahkan terpisah dari sang istri.

"Tadi ke sini sama istri saya. Saya yakin nggak tersesat soalnya pemondokannya sangat dekat. Tapi setelah saya jalan kok tidak ketemu juga, Istri saya juga nggak tahu sekarang ada di mana. Saya mungkin ditegur karena terlalu percaya diri," kisah calhaj asal Jakarta tersebut.

Sang bapak pun akhirnya ditolong petugas haji dan diantarkan ke pemondokan. ( tribunnews.com )



READ MORE - Kisah Dari Tanah Suci : Pertolongan Langsung Datang Setelah Membaca Ayat Kursi

Kisah Pembakar Al - Quran Yang Tewas Mengenaskan

Kisah Pembakar Al - Quran Yang Tewas Mengenaskan -- Pendeta Bold Old yang pernah membakar Alquran bersama dengan Pendeta Danny Allen dari Tennessee, Amerika Serikat (AS), dikabarkan tewas setelah mengalami kecelakan mobil.


http://static.republika.co.id/images/pendeta_bold_old_100921101038.jpg


Polisi juga dikabarkan menemukan Alquran dan satu kotak korek api di dalam mobilnya. Bob membakar Alquran bersama Danny Allen pada 11 September lalu untuk memperingati serangan teroris di AS.


Informasi mengenai hal itu bisa ditemukan di http://www.firetrainingsite.com/article-pastor-bob-old-died-in-a-car-crash-sky-news.html. Situs lainnya yakni www.turntoislam.com.


Informasi mengenai hal itu juga didapatkan dari kabar yang beredar di jejaring sosial dan pesan singkat yang juga didapatkan republika.co.id , Selasa pagi ini (21/9).


Situs http://www.firetrainingsite.com/ tidak mengambarkan secara jelas mengenai kabar tersebut, kecuali memuat sejumlah laman (link) yang mengabarkan hal itu. Beberapa laman yang dicoba dicek republika.co.id, sejak Senin (20/9)), sudah tidak bisa lagi diakses dengan alasan koneksi yang terganggu. Mungkin lantaran banyaknya orang yang membaca laman tersebut sehingga server situs itu tidak mampu melayani permintaan pengguna internet.


Namun demikian, setelah pencarian diteruskan lagi ternyata sang pendeta justru masih segar bugar. Bahkan WikiAnswer justru mengatakan bahwa kecelakaan mobil yang menimpa Pendeta Bob Old hanyalah sebuah informasi yang keliru. Demikian Pernyataan WikiAnswer: "Ini masalah ketidaktahuan, ini merupakan masalah serius. Hingga saat ini, dia (Pendeta Bob Old) masih hidup dalam kondisi yang sehat. Jika dia benar tewas, maka itu akan menjadi berita sangat besar." ( republika.co.id )




READ MORE - Kisah Pembakar Al - Quran Yang Tewas Mengenaskan

Mengenal Manfaat Wudhu Bagi Kesehatan

Mengenal Manfaat Wudhu Bagi Kesehatan -- Ibadah wudhu tampaknya sepele dan mudah dilakukan. Karena itu, banyak umat Islam yang memandangnya biasa-biasa saja. Padahal, bila wudhu dikerjakan tidak sempurna, shalatnya pun tidak akan diterima (HR Bukhari No 135 dan Muslim No 224-225).


http://static.republika.co.id/images/berwudhu_sebelum_menjalankan_shalat_100906201743.jpg


Kendati sederhana, manfaatnya sangat besar. Itulah yang dibuktikan oleh para ahli kesehatan dunia. Salah satunya adalah Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater sekaligus neurolog berkebangsaan Austria. Ia menemukan sesuatu yang menakjubkan dalam wudhu karena mampu merangsang pusat syaraf dalam tubuh manusia. Karena keselarasan air dengan wudhu dan titik-titik syaraf, kondisi tubuh senantiasa akan sehat. Dari sinilah ia akhirnya memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.


Ulama fikih juga menjelaskan hikmah wudhu sebagai bagian dari upaya untuk memelihara kebersihan fisik dan rohani. Daerah yang dibasuh dalam air wudhu-seperti tangan, daerah muka termasuk mulut, dan kaki --memang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing, termasuk kotoran. Karena itu, wajar kalau daerah itu yang harus dibasuh.


Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers a Sport for the Body and Soul menjelaskan, wudhu bisa mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Kemudian, apabila dibersihkan dengan air (terutama saat wudhu), bahan kimia itu akan larut. Selain itu, jelasnya, wudhu juga menyebabkan seseorang menjadi tampak lebih muda.


Berbagai penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa munculnya penyakit kulit disebabkan oleh rendahnya kebersihan kulit. Karena itu, orang yang memiliki aktivitas padat (terutama di luar ruangan) disarankan untuk sesering mungkin membasuh atau mencuci anggota badannya yang terbuka, seperti kepala, muka, telinga, hidung, tangan, dan kaki.


Sebab, penyakit kulit umumnya sering menyerang permukaan kulit yang terbuka dan jarang dibersihkan, seperti di sela-sela jari tangan, kaki, leher, belakang telinga, dan lainnya. Karena itu, Mochtar Salem memberi saran agar anggota tubuh yang terbuka senantiasa dibasuh atau dibersihkan dengan menggunakan air.


Rasul SAW menyatakan, wajah orang yang berwudhu itu akan senantiasa bercahaya. Rasulullah akan mengenalinya nanti pada hari kiamat karena bekas wudhu. "Umatku nanti kelak pada hari kiamat bercahaya muka dan kakinya karena bekas wudhu."


Muhammad Kamil Abd Al-Shomad, yang mengutip sumber dari Al-I'jaz Al-Ilmiy fi Al-Islam wa Al-Sunnah AlNabawiyah, menjelaskan bahwa manfaat semua hal yang diperintahkan dalam wudhu sangatlah besar bagi tubuh manusia. Mulai dari membasuh tangan dan menyela-nyela jari, berkumur-kumur, memasukkan air ke dalam lubang hidung, membasuh muka, membasuh kedua tangan sampai siku, mengusap kepala, membasuh telinga, hingga membasuh kaki hingga mata kaki.


Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) dalam bukunya Lentera Hidup menuliskan keutamaan wudhu. "Sekurang-kurangnya lima kali dalam sehari-semalam setiap Muslim diperintahkan untuk berwudhu dan mengerjakan shalat. Meskipun wudhu belum lepas (batal), disunahkan pula memperbaruinya. Oleh ahli tasawuf, diterangkan pula hikmah wudhu itu. Mencuci muka artinya mencuci mata, hidung, mulut, dan lidah kalau-kalau tadinya berbuat dosa ketika melihat, berkata, dan makan.


Mencuci tangan dengan air dalam hati dirasa seakanakan membasuh tangan yang telanjur berbuat salah. Membasuh kaki dan lain-lain demikian pula. Mereka memperbuat hikmat-hikmat itu meskipun dalam hadis dan dalil tidak ditemukan.


Tujuannya adalah supaya manusia jangan membersihkan lahirnya saja, sementara batinnya masih tetap kotor. Hati yang masih tamak, loba, dan rakus, kendati sudah berwudhu, maka wudhunya lima kali seharisemalam itu berarti tidak berbekas dan tidak diterima oleh Allah SWT, dan shalatnya pun tidak akan mampu menjauhkan dirinya dari perbuatan fakhsya' (keji) dan mungkar (dibenci)."


Buya Hamka menambahkan, wudhu itu dapat menyehatkan badan. "Bukanlah kita hidup ini untuk mencari pujian dan bukan pula supaya kita paling atas di dalam segala hal. Meskipun itu tidak kita cari, kalau kita senantiasa menjaga kebersihan, kita akan dihormati orang juga."


Mencegah penyakit Bila kita mencermati dan mempelajari sejarah hidup Rasulullah SAW, seperti yang diungkapkan Muhammad Husein Haykal dalam bukunya Hayatu Muhammad, sepanjang hidupnya Rasulullah SAW tak pernah menderita penyakit, kecuali saat sakaratul maut hingga wafatnya. Hal ini menunjukkan bahwa wudhu dengan cara yang benar niscaya dapat mencegah berbagai macam penyakit.


Menurut sejumlah penelitian, berwudhu itu dapat menghilangkan berbagai macam penyakit. Misalnya, penyakit kanker, flu, pilek, asam urat, rematik, sakit kepala, telinga, pegal, linu, mata, sakit gigi, dan sebagainya.


Dalam penelitian yang dilakukan Muhammad Salim tentang manfaat wudhu untuk kesehatan, terungkap bahwa berwudhu dengan cara yang baik dan benar akan mencegah seseorang dari segala penyakit. Dalam penelitiannya itu, Muhammad Salim juga menganalisis masalah kesehatan hidung dari orang-orang yang tidak berwudhu dan yang berwudhu secara teratur selama lima kali dalam sehari untuk mendirikan shalat.


Salim mengambil zat dalam hidung pada selaput lendir dan mengamati beberapa jenis kumannya. Pekerjaan ini ia lakukan selama berbulan-bulan. Berdasarkan analisisnya, lubang hidung orang-orang yang tidak berwudhu memudar dan berminyak, terdapat kotoran dan debu pada bagian dalam hidung, serta permukaannya tampak lengket dan berwarna gelap.


Adapun orang-orang yang teratur dalam berwudhu, ungkap Salim, permukaan rongga hidungnya tampak cemerlang, bersih, dan tidak berdebu. "Sesungguhnya, cara berwudhu yang baik adalah dimulai dengan membasuh tangan, berkumur-kumur, lalu mengambil air dan menghirupnya ke dalam hidung kemudian mengeluarkannya. Langkah ini hendaknya dilakukan sebanyak tiga kali secara bergantian," kata Salim.


Dari penelitiannya ini pula, Muhammad Salim berhasil meraih gelar master dari Fakultas Kedokteran Universitas Iskandariyah, Kairo, Mesir. Jauh sebelum adanya penelitian ini, Rasul SAW pernah bersabda, "Sempurnakan wudhu, lakukan istinsyaq (memasukkan air ke hidung), kecuali jika kamu berpuasa." ( republika.co.id )



READ MORE - Mengenal Manfaat Wudhu Bagi Kesehatan

Sejuta Manfaat Dari Wudhu

Sejuta Manfaat Dari Wudhu - Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan sekaligus neurology berkebangsaan Austria, menemukan sesuatu yang menakjubkan terhadap wudlu. Ia mengemukakan bahwa pusat-pusat syaraf yang paling peka yaitu sebelah dahi, tangan, dan kaki. Pusat-pusat syaraf tersebut sangat sensitif terhadap air segar. Dari sini ia menghubungkan hikmah wudlu yang membasuh pusat-pusat syaraf tersebut. Ia bahkan merekomendasikan agar wudlu bukan hanya milik dan kebiasaan umat Islam, tetapi untuk umat manusia secara keseluruhan.


http://static.republika.co.id/images/wudhu_100513164935.jpg



Dengan senantiasa membasuh air segar pada pusat-pusat syaraf tersebut, maka berarti orang akan memelihara kesehatan dan keselarasan pusat sarafnya. Pada akhirnya Leopold memeluk agama Islam dan mengganti nama menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.


Ulama Fikih juga menjelaskan hikmah wudlu sebagai bagian dari upaya untuk memelihara kebersihan fisik dan rohani. Daerah yang dibasuh dalam air wudlu, seperti tangan, daerah muka termasuk mulut, dan kaki memang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing termasuk kotoran. Karena itu, wajar kalau daerah itu yang harus dibasuh.


Ulama tasawuf menjelaskan hikmah wudlu dengan menjelaskan bahwa daerah-daerah yang dibasuh air wudlu memang daerah yang paling sering berdosa. Kita tidak tahu apa yang pernah diraba, dipegang, dan dilakukan tangan kita. Banyak pancaindera tersimpul di bagian muka.


Berapa orang yang jadi korban setiap hari dari mulut kita, berapa kali berbohong, memaki, dan membicarakan aib orang lain. Apa saja yang dimakan dan diminum. Apa saja yang baru diintip mata ini, apa yang didengar oleh kuping ini, dan apa saja yang baru dicium hidung ini? Ke mana saja kaki ini gentayangan setiap hari? Tegasnya, anggota badan yang dibasuh dalam wudlu ialah daerah yang paling riskan untuk melakukan dosa.


Organ tubuh yang menjadi anggota wudlu disebutkan dalam QS al-Maidah [5]:6, adalah wajah, tangan sampai siku, dan kaki sampai mata kaki. Dalam hadis riwayat Muslim juga dijelaskan bahwa, air wudlu mampu mengalirkan dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh mata, penciuman, pendengaran, tangan, dan kakinya, sehingga yang bersangkutan bersih dari dosa.


Kalangan ulama melarang mengeringkan air wudlu dengan kain karena dalam redaksi hadis itu dikatakan bahwa proses pembersihan itu sampai tetesan terakhir dari air wudlu itu (ma’a akhir qathr al-ma’).


Wudlu dalam Islam masuk di dalam Bab al-Thaharah (penyucian rohani), seperti halnya tayammum, syarth, dan mandi junub. Tidak disebutkan Bab al-Nadhafah (pembersihan secara fisik). Rasulullah SAW selalu berusaha mempertahankan keabsahan wudlunya.


Yang paling penting dari wudlu ialah kekuatan simboliknya, yakni memberikan rasa percaya diri sebagai orang yang ‘bersih’ dan sewaktu-waktu dapat menjalankan ketaatannya kepada Tuhan, seperti mendirikan shalat, menyentuh atau membaca mushaf Alquran. Wudlu sendiri akan memproteksi diri untuk menghindari apa yang secara spiritual merusak citra wudlu. Dosa dan kemaksiatan berkontradiksi dengan wudlu. ( republika.co.id )



READ MORE - Sejuta Manfaat Dari Wudhu

Mengungkap Keajaiban di Balik Wudhu

Mengungkap Keajaiban di Balik Wudhu -- Wudhu adalah salah satu syariat Islam. Allah SWT memerin tahkan umat Islam untuk membersihkan diri atau berwudhu, sebelum mendirikan shalat lima waktu. (QS Al-Ma'idah [5]: 6). Sebab, wudhu merupakan salah satu syarat diterimanya ibadah shalat oleh Allah. "Allah tidak akan menerima shalat seseorang di antara kamu, hingga dia berwudhu ." (HR Bukhari No 135, dan Muslim No 224-225).


http://static.republika.co.id/images/wudhu_ilustrasi_100905112717.jpg


Secara umum, tujuan berwudhu adalah untuk membersihkan diri dari hadats dan najis yang menempel di badan. Seperti kencing, kotoran manusia, air liur anjing, babi, wadzi, madzi, dan lainnya. Di balik tujuan tersebut, terkandung makna yang sangat dalam. Wudhu bukan hanya sekadar untuk kebersihan, tapi juga menyehatkan, baik fisik maupun psikis (kejiwaan), baik kesehatan jasmani maupun rohani.


Dunia ilmu kedokteran telah membuktikan khasiat wudhu. Di balik ibadah yang sederhana, murah, dan mudah, bahkan terkadang dianggap sepele, ternyata terkandung hikmah yang sangat luar biasa. Wudhu menyimpan berbagai kemukjizatan yang mengagumkan. Bahkan, berapa banyak orang yang masuk Islam, karena Islam mengajarkan kebersihan dari ibadah yang bernama wudhu.


Tak salah bila Allah mewajibkan syariat wudhu ini sejak 14 abad silam kepada umat Islam. Di dalamnya terkandung hikmah dan manfaat yang sangat besar. Bahkan, bila seseorang melaksanakan dan mengerjakan wudhu dengan baik dan benar, niscaya tubuhnya akan senantiasa sehat dan terhindar dari berbagai serangan penyakit. Baik penyakit kulit, asma, kanker, pilek, sinusitis, migren, kudis, kurap, dan lain sebagainya.


Dunia ilmu kesehatan mengenal berbagai macam metode dan pencegahan penyakit. Bahkan, ribuan tahun silam, ilmu kesehatan Tiongkok mengenal istilah akupunktur, yaitu suatu metode kesehatan dengan cara tusuk jarum. Ada ribuan titik yang harus ditusuk dengan jari, jika ingin mendapatkan kesehatan yang prima. Dan tidak mudah mempelajari titik-titik itu, karena jumlahnya mencapai 4.000-5.000 titik.


Setelah akupunktur, muncul kemudian pengobatan refleksiologi, yaitu menekan titiktitik syaraf tubuh yang terletak pada kaki dan tangan. Jumlah titik refleksi di kaki dan tangan ini mencapai ratusan lebih.


Pada 1997, metode refleksi dan akunpunktur dianggap sebuah metode yang sangat rumit, karena banyaknya titik yang harus dipahami dan dihapalkan. Maka, seorang dokter yang bernama Gary Craig, asal Inggris, melakukan modifikasi teknik akupunktur yang jumlahnya mencapai ribuan itu menjadi 18 titik. Ia menyebut teori modifikasi akupunktur ala Gary Craig ini dengan nama Emotional Freedom Technique (EFT). Teknik yang digunakan untuk pengobatan adalah dengan cara mengetok (tapping).


Kemudian pada tahun 2000-an, EFT ini dikembangkan lagi oleh Ahmad Faiz Zainuddin, alumnus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dengan nama Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Teknik yang digunakan juga dengan cara mengetok (tapping). Dan jumlah titik yang diketok itu hanya ada 14. Dinamakan SEFT karena ia menggabungkan unsur doa dan kalimat thayyibah dalam tekniknya ini.


Perintah membersihkan diri atau berwudhu, sebenarnya juga diajarkan dalam agama lainnya. Kaum Yahudi juga melaksanakan wudhu (atau yang serupa dengan wudhu) dan membersihkan diri sebelum beribadah kepada Allah. Demikian pula dalam ajaran Kristen dan Katolik. Hal ini tertulis dengan jelas dalam kitab Keluaran, Kejadian, Ulangan, dan lainnya. Bahkan, dalam ajaran kaum Sabian (Shabiin), yaitu pengikut Nabi Yahya AS, mereka juga melaksanakan wudhu sebelum shalat. Shalat kaum Sabian ini adalah menghadap ke kutub utara.


Karena itu, wudhu yang seringkali dianggap sepele, sebenarnya merupakan syariat yang harus dan wajib dikerjakan. Sayangnya, banyak orang yang tidak mengerjakannya secara baik dan benar. Padahal, dalam sejumlah hadis, Rasul SAW memerintahkan umat Islam agar menyempurnakan wudhunya. "Sempurnakanlah wudhumu, karena sesungguhnya Aku (Rasul--Red) akan mengenali kalian di hari kiamat nanti dari bekas wudhunya." ( republika.co.id )



READ MORE - Mengungkap Keajaiban di Balik Wudhu

Menurut Injil Sendiri, Puasa Adalah Identitas Ketakwaan

Menurut Injil Sendiri, Puasa Adalah Identitas Ketakwaan -- Puasa Ramadhan adalah ibadah yang sangat penting dan istimewa, bahkan menjadi salah satu rukun Islam. Maka tak heran jika kalangan Kristen pun menjadikan puasa Ramadhan sebagai objek untuk melemahkan aqidah. Yayasan misionaris di Jakarta yang memakai nama Islam “Jalan Al-Rahmat,” menerbitkan buku saku (booklet) berjudul Apa yang Harus Kita Lakukan Supaya Pasti Selamat tulisan Iskandar Jadeed. Buku ini juga diterbitkan dalam bahasa Sunda berjudul Naon Anu Kudu Dipilampah Ku Sim Kuring Sangkan Salamet oleh yayasan Bewara Kabagjaan Bandung.


Setelah menguraikan panjang-lebar tentang makna keselamatan dan pengampunan, Iskandar menyindir puasa sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, tapi sama sekali tidak mendatangkan pengampunan (maghfirah) Ilahi bahkan tidak berarti sama sekali bagi Allah. Iskandar menulis:


“Berpuasa adalah suatu bentuk merendahkan diri yang disertai penyesalan yang mendalam di dalam roh dan jiwa. Meskipun demikian tak mencukupi untuk meniadakan pemberontakan yang pernah dilancarkan terhadap Allah berkenaan dengan dosa-dosa yang pernah dibuatnya. Sebab itu berpuasa tidak melimpahkan suatu pengampunan ke atas orang yang berdosa itu.


Pengalaman menunjukkan bahwa mereka yang berpuasa dengan tujuan meraih rahmat Allah, pada hakikatnya tidak melakukan sesuatupun pekerjaan bagi Allah atau sesama manusia. Bahkan tidak patut menerima imbalan bagi puasanya.” (hlm. 35).


...Iskandar Jadeed menyebut puasa sama sekali tidak mendatangkan pengampunan Ilahi bahkan tidak berarti sama sekali bagi Allah. Menurutnya, satu-satunya cara untuk meraih keselamatan adalah percaya kepada Yesus Kristus sebagai tuhan dan juruselamat...


Setelah menihilkan puasa, amal shalih, doa dan sembahyang (shalat) sebagai upaya yang tidak akan mencapai kepada keselamatan di akhirat, Iskandar menutup uraiannya bahwa satu-satunya cara untuk meraih keselamatan adalah percaya kepada Yesus Kristus sebagai tuhan dan juruselamat. Kesimpulan ini didasarkan pada ayat Injil:


“Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum” (Markus 16:16).


Dilihat dari sisi manapun, uraian Iskandar Jadeed ini salah total dan bertentangan dengan kitab suci. Dari sisi Alkitab (Bibel), Injil Markus 16:16 tidak boleh diyakini apalagi diamalkan, karena status ayat ini adalah ayat palsu, berdasarkan pendapat para ilmuwan Kristen sendiri. Robert W Funk, Roy W Hoover dan The Jesus Seminar, sama sekali tidak memuat Markus 16:9-20 dalam The Five Gospels dan tidak komentar apapun.


Sementara itu New York International Bible Society memuat utuh Markus 16:9-20 dalam The Holy Bible New International Version (halaman 780). Tetapi, di bawah ayat 8 diberi garis tegas yang memisahkan ayat 8 dengan ayat 9-20. Di bawah garis tersebut ditulis peringatan yang berbunyi: “The two most reliable early manuscripts do not have Mark 16:9-20.” (Dua manuskrip yang paling tua (codex Sinaiticus dan codex Vaticanus) tidak memiliki Markus 16:9-20).


Di Indonesia, pengakuan kepalsuan Injil Markus 16:9-20 masih bisa dijumpai dalam Alkitab terbitan Katolik tahun 1977/1978 dengan komentar sebagai berikut: “Bagian akhir Markus, ay. 9-20, berceritera mengenai penam­pakan-penampakan Yesus. Ini memang termasuk ke dalam Kitab Suci, tetapi agaknya tidak termasuk Injil Markus yang asli” (Lembaga Biblika Indonesia, Kitab Suci Perjanjian Baru, hlm. 133).


...Dalam kacamata Al-Qur’an, puasa adalah amal ibadah yang diridhai Allah SWT dengan ampunan dan pahala yang besar...


Dalam kacamata Al-Qur’an, puasa adalah amal ibadah yang diridhai Allah SWT dengan ampunan dan pahala yang besar:


“.... Laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” (Qs Al-Ahzab 35).


“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang terdahulu” (HR Bukhari dan Muslim).


Allah mengistimewakan puasa dengan menyiapkan pintu sorga khusus untuk ahli puasa: “Sesungguhnya di surga itu ada satu pintu yang dinamakan Ar-Royyan. Ahli puasa akan memasukinya melalui pintu itu pada hari kiamat, tidak seorang pun selain mereka memasuki melalui pintu tersebut, tidak ada orang selain mereka yang memasukinya" (HR Al-Bukhari dan Muslim).


Puasa adalah perisai dari api neraka, sesuai degan sabda Rasulullah SAW:


“Puasa adalah perisai. Seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka” (HR Ahmad).


“Tidaklah seorang hamba yang Puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia dari neraka sejauh tujuh puluh musim” (HR Bukhari dan Muslim).


Shaum (puasa) adalah ibadah sepanjang masa


Menurut Iskandar Jadeed, orang yang berpuasa untuk meraih rahmat Allah, pada hakeketnya tidak melakukan sesuatupun pekerjaan bagi Allah atau sesama manusia. Benarkah tuduhan ini, bahwa puasa adalah amalan yang sia-sia (tak berarti) bagi Allah maupun manusia?


Pernyataan ini bertolak belakang dengan prinsip agama para Nabi Allah, baik menurut Al-Qur'an maupun Alkitab (Bibel).


Menurut Al-Qur'an, puasa adalah amal ibadah tertua yang sudah disyariatkan umat terdahulu, jauh sebelum diwajibkan kepada umat Muhammad SAW, seperti disebutkan Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Qs. Al-Baqarah 183).


Firman Allah “kama kutiba ‘alal-ladzina min qablikum” ini menunjukkan bahwa ibadah puasa telah dilakukan oleh orang-orang beriman sebelum Nabi Muhammad SAW. Ketika menjelaskan ayat ini, Tafsir Ibnu Katsir menyebutkan bahwa sejak Nabi Nuh hingga Nabi Isa puasa wajib dilakukan tiga hari setiap bulannya.


Jauh sebelumnya, Nabi Adam telah diperintahkan untuk berpuasa tidak memakan buah khuldi (Qs. Al-Baqarah 35). Maryam bunda Nabi Isa pun berpuasa hingga tidak bicara kepada siapapun (Qs. Maryam 26). Nabi Musa bersama kaumnya berpuasa empat puluh hari. Nabi Isa pun berpuasa. Nabi Daud berpuasa selang-seling (sehari berpuasa dan sehari berikutnya berbuka). Nabi Muhammad sebelum diangkat menjadi Rasul telah mengamalkan puasa tiga hari setiap bulan dan turut mengamalkan puasa Asyura yang jatuh pada hari ke 10 bulan Muharram bersama masyarakat Quraisy yang lain.


...Menurut Injil, puasa adalah identitas ketakwaan, kesalehan dan kepatuhan kepada Tuhan. Hana, seorang nabi perempuan tidak pernah meninggalkan ibadah puasa dalam rangka mendekatkan diri (taqarrub) kepada Tuhan (Lukas 2:36-37)...


Pernyataan Iskandar Jadeed itu juga bertentangan dengan prinsip puasa dalam Injil. Menurut Injil, puasa adalah identitas ketakwaan, kesalehan dan kepatuhan kepada Tuhan. Hana, seorang nabi perempuan tidak pernah meninggalkan ibadah puasa dalam rangka mendekatkan diri (taqarrub) kepada Tuhan (Lukas 2:36-37). Yesus menginstruksikan para muridnya untuk berdoa dan berpuasa untuk mengusir setan yang merasuki manusia (Matius 17:21). Orang Farisi pada masa Yesus melakukan Senin-Kamis setiap pekan (Lukas 18:12). Yesus juga menekankan puasa yang harus dikerjakan dengan ikhlas karena Allah semata, tanpa riya’ sedikit pun (Matius 6:16-18).


Pernyataan Iskandar Jadeed juga bertolak belakang dengan kitab Taurat yang secara jelas mencatat puasa wajib yang diamalkan oleh Nabi Musa dengan syariat yang berat, yaitu berhenti total dari segala aktivitas. Bila dilanggar, sangsinya adalah dilenyapkan dan dibinasakan oleh Tuhan. Ketetapan ini berlaku sepanjang masa, selama-lamanya!


“Inilah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu, yakni pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa dan janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu…Hari itu harus menjadi sabat, hari perhentian penuh, bagimu dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya” (Imamat 16: 29-31; bdk. Bilangan 29: 7).


"Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh itu ada hari Pendamaian; kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada Tuhan. Pada hari itu janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah hari Pendamaian untuk mengadakan pendamaian bagimu di hadapan Tuhan, Allahmu. Karena setiap orang yang pada hari itu tidak merendahkan diri dengan berpuasa, haruslah dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya. Setiap orang yang melakukan sesuatu pekerjaan pada hari itu, orang itu akan Kubinasakan dari tengah-tengah bangsanya" (Imamat 23: 27-30).


Nabi-nabi yang lain pun berpuasa dengan syariat sesuai dengan situasi yang berlangsung. Puasa pada masa Samuel untuk bertaubat kepada Tuhan (I Samuel 7:6) dan berkabung (I Samuel 31:13; II Samuel 1:12). Nabi Daud berpuasa sampai badannya kurus kehabisan lemak (Mazmur 109:24); Nehemia berpuasa ketika berkabung (Nehemia 1:4), Daniel juga berpuasa (Daniel 9:3), Yoel berpuasa bersama penduduk negerinya (Yoel 1:14), Yunus berpuasa (Yunus 3:5), Zakharia diperintah Tuhan untuk berpuasa (Zakharia 7:5), warga Yerusalem berpuasa pada bulan kesembilan (Yeremia 36:9), dll.


...Semua nabi Allah berpuasa dengan syariat sesuai dengan situasi yang berlangsung. Puasa bukan amalan yang sia-sia di hadapan Tuhan. Bahkan puasa adalah ibadah yang istimewa karena telah diwajibkan Tuhan kepada semua nabi-Nya...


Nabi Musa dan Yesus sama-sama berpuasa jasmani dan rohani selama 40 hari 40 malam nonstop. Musa berpuasa tidak makan dan tidak minum selama 40 hari 40 malam pada saat menerima Sepuluh Firman (The Ten Commandments): “Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan Tuhan empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman” (Keluaran 34:28).


Sementara Yesus berpuasa 40 hari 40 malam hingga kelaparan pada saat dicobai iblis di padang gurun” “Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus” (Matius 4:2).


Beberapa kalangan Kristen saat ini masih mempertahankan puasa dengan ritual yang berbeda-beda. Kristen Ortodoks Syria (KOS) berpuasa “shaumil kabir” selama 40 hari berturut-turut pada tiap tahun sekitar bulan April, tanpa makan sahur. Puasa KOS lainnya adalah puasa Rabu dan Jum’at dalam rangka mengenang kesengsaraan Kristus.


Puasa menurut Katolik, sebagai contoh peraturan yang dibuat oleh keuskupan Surabaya tahun 2004 yang ditandatangani oleh Romo Julius Haryanto CM. Berdasarkan Kitab Hukum Kanonik (Kanon No. 1249-1253) dan Statuta Keuskupan Regio Jawa No. 111, maka ditetapkan: Semua orang Katolik yang berusia 18 tahun sampai awal tahun ke-60 wajib berpuasa pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung. Dalam arti yuridis, puasa orang Katolik ini berarti makan kenyang hanya sekali sehari.


...Jika puasa adalah amal yang sia-sia seperti tuduhan misionaris Iskandar Jadeed, untuk apa Musa dan Yesus berlapar-lapar dalam puasa empat puluh hari empat puluh malam?...


Dengan demikian, jelaslah bahwa shaum (puasa) bukan amalan yang sia-sia di hadapan Tuhan. Bahkan puasa adalah ibadah yang istimewa karena telah diwajibkan Tuhan kepada semua nabi-Nya. Jika puasa adalah amal yang sia-sia seperti tuduhan misionaris Iskandar Jadeed, untuk apa Musa dan Yesus berlapar-lapar dalam puasa empat puluh hari empat puluh malam? ( voa-islam.com )





READ MORE - Menurut Injil Sendiri, Puasa Adalah Identitas Ketakwaan