Tampilkan postingan dengan label Yesus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yesus. Tampilkan semua postingan

Sekarang Arkeolog Temukan Yesus Lahir Salah Tempat

Sekarang Arkeolog Temukan Yesus Lahir Salah Tempat - Selama ini, umat Kristen sejagat raya meyakini Yesus lahir di Kota Bethlehem, Tepi Barat, Palestina. Namun, para arkeologi menyatakan kota kelahiran Yesus sebenarnya adalah di Kota Betlehem, Galilea, sebuah wilayah di Utara wilayah pendudukan Israel, bukan Kota Betlehem, Tepi Barat.

Arkeolog Israel, Aviram Oshri menyatakan umat Nasrani se dunia selama ini salah mengira tempat kelahiran Yesus.

"Pada masa Yesus hidup, Kota Bethlehem di Galilea dihuni kaum Yahudi. Tak ada bukti di awal abad Masehi Bethlehem di Tepi Barat dihuni penduduk," kara Oshri seperti disadur dari Telegraph.co.uk, Rabu (26/12).


http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/bethlehem-_120617154504-629.jpg


Oshri menjelaskan, saat masih bekerja sebagai arkeolog di awal 1990-an, ia mengaku harus menggali dan menyelamatkan beberapa proyek pembangunan di sebuah desa di Galilea.

"Ketika aku bekerja, beberapa penduduk sekitar lokasi mengatakan Yesus lahir di sana, bukan di selatan," selorohnya.

Saking penasarannya, Oshri mengaku akhirnya meneliti bukti-bukti arkelogis di sana. Saat itu Oshri menemukan bukti ritual pemurnian kaum Yahudi terjadi di Bethlehem, Galilea ketika Yesus masih hidup.

Daerah itu berada delapan kilometer dari Kota Nazareth, tempat tinggal Yesus di masa kecil.

"Jika sejarah Yesus yang benar-benar lahir di Betlehem, kemungkinan besar Bethlehem Galilea, tidak di Tepi Barat."

Sayangnya, tempat lahir Yesus diyakini para arkeologi sudah dihancurkan untuk mendirikan bangunan modern. ( republika.co.id )



READ MORE - Sekarang Arkeolog Temukan Yesus Lahir Salah Tempat

Yesus Terbukti Menikah. Apa Yang Salah ... ???

Yesus Terbukti Menikah. Apa Yang Salah ... ??? - Kehebohan The Gospel of Jesus’s Wife (Injil Istri Yesus) temuan Profesor Karen L King. Di hadapan Congress of Coptic Studies X (Kongres Internasional Studi Koptik ke-10) di Roma, Selasa (18/9/2012), King menyimpulkan bahwa orang-orang Kristen pada masa awal percaya bahwa Yesus telah menikah.

Profesor Hollis of Divinity di Harvard Divinity School di Cambridge, Massachusetts itu tak main-main. Ia mendasarkan pendapatnya pada temuan secarik papirus (tanaman yang dikenal sebagai bahan untuk membuat kertas pada zaman kuno). Papirus yang berukuran sekitar 3,8 cm x 7,6 cm tersebut berisi 8 baris kalimat di depan dan 6 baris di belakang yang ditulis dalam bahasa Koptik kuno, bahasa orang Kristen Mesir. Terjemahannya adalah: "Yesus berkata kepada mereka, istri saya."

“Selama ini tradisi Kristen mempertahankan doktrin bahwa Yesus tidak pernah menikah. Tetapi The Gospel of Jesus’s Wife ini menunjukkan bahwa beberapa orang Kristen berpikir sebaliknya,” tegasnya.

King meyakini bahwa kata-kata di papirus coklat kekuningan itu autentik berasal dari abad keempat Masehi. Rencananya, analisanya terhadap fragmen yang bisa menimbulkan kehebohan itu akan dipublikasi dalam The Harvard Theological Review edisi January 2013. King telah mengirim draft kertas kerjanya, serta gambar dari fragmen tersebut, di situs Harvard Divinity School (http://www.hds.harvard.edu/faculty-research/research-projects/the-gospel-of-jesuss-wife).

Roger Bagnall, Direktur The Study of the Ancient World (lembaga penelitian dunia kuno) di New York mengaminkan. Ia percaya bahwa fragmen yang disebut King sebagai “The Gospel of Jesus’s Wife” itu adalah benar-benar otentik.

Otentisitas bahasa Koptik tersebut diaminkan juga oleh seorang ahli bahasa Coptic dari Hebrew University di Jerusalem. Menurutnya, tulisan di carikan papyrus kuno tersebut adalah otentik berdasarkan dari gaya serta tata bahasa Koptik atau sebuah bahasa Mesir kuno yang menggunakan karakter Yunani dalam penulisan. Menurut peneliti lain, tulisan tersebut lebih dekat dengan bahwa Sahidic Coptic yang banyak digunakan di daerah selatan Mesir.
...Umat Kristen mati-matian menentang pernikahan Yesus dengan alasan tidak ada ayatnya dalam Bibel. Sementara terhadap doktrin Trinitas yang juga tidak ada ayatnya dalam Bibel, mereka bisa menerima...
UMAT KRISTEN BERANG

Setelah berita pernikahan Yesus menjadi headline di berbagai media internasional, Vatikan buru-buru membantah riset  yang menyatakan Yesus menikah dan punya istri. Meski belum melakukan tes orisinalitas terhadap papirus itu, Vatikan sudah menyatakan papirus itu palsu.

Melalui situs pemberitaan resminya di L’Obsservatore Romano, Vatikan menyangkal keras terhadap penelitian Prof King, karena dalam pandangan Katolik, pernikahan Yesus adalah isu besar menyangkut ajaran dan keyakinan iman. Selama ini doktrin Vatikan menyatakan bahwa Yesus tidak pernah menikah dan mempraktikkan hidup selibat (pantang menikah).

Dalam bantahannya, Giovanni Maria Vian, sejarawan Vatikan yang juga editor L’Obsservatore Romano menegaskan bahwa sangat pra-kesimpulan yang dibuat Prof. Karen L. King itu sangat sulit untuk diterima sebagai sebuah kebenaran sejarah.

Menurut Vian, pra-kesimpulan yang dibuat profesor Amerika itu tak lebih sebagai semacam paksaan mengaitkan ditemukannya teks kuno abad ke-4 itu dengan sebuah paham modern yang sama sekali tidak punya kaitan dengan sejarah kekristenan perdana atau bahkan terkait dengan sosok pribadi Yesus itu sendiri.
"At any rate, a fake!" (Jadi, singkat kata, dokumen itu palsu), tegas Vian sebagaimana dirilis oleh The Washington Post (28/9/2012) mengutip koran resmi Vatikan.

Sementara itu, Prof. Alberto Camplani, seorang ahli studi bahasa Koptik dari Vatikan menegaskan bahwa pihaknya meragukan otentisitas naskah temuan Prof. King tersebut, apalagi darimana didapatkan juga masih merupakan tanda tanya besar.

“Apalagi teks kuno itu tidak dapatkan dari proses ekskavasi arkelogis di sebuah tempat, melainkan di dapat dari pasar gelap,” kata Prof. Camplani.

Bantahan ini tentu saja terlalu dini. Pasalnya, papirus temuan Prof King itu belum dilakukan tes orisinalitas, misalnya menguji jenis tinta dan kertas papyrus tersebut apakah memang berasal dari abad keempat.

Reaksi lebih radikal dipamerkan umat Kristen di seluruh Amerika Serikat (AS). Mereka bereaksi skeptis dan mengecam manuskrip yang dipamerkan Profesor King tentang pernikahan Yesus.

Pendiri gereja terbesar di Florida, gereja Calvary Chapel of Fort Lauderdale, Boy Coy menuding dokumen tersebut palsu atau salah cetak. Coy mengklaim jemaatnya yang berjumlah 20 ribu orang itu adalah jemaat yang sangat cerdas. “Mungkin ada individu yang mau bersenang-senang dengan pemberitaan ini, tapi keyakinan mereka tidak akan terpengaruhi oleh pemberitaan ini,” ujarnya seperti diberitakan RIA Novosti, Kamis (19/9/2012).

Sementara itu, seorang pendeta pembaptis di Petro dan  profesor studi Alkitab di Sekolah Quartz Hill of Theology di Quartz Hill, California,  Jim West menuding sumber teks tersebut tidak jelas.
...Islam tidak memandang pernikahan para nabi Allah –termasuk pernikahan Yesus kalau ada– sebagai sebuah aib yang memalukan...
Dalam pandangan Islam, meski tak ada nas yang secara sharih menyebutkan Nabi Isa AS (Yesus) menikah, tapi Islam tidak memandang pernikahan para nabi Allah –termasuk pernikahan Yesus kalau ada– sebagai sebuah aib yang memalukan.

Allah SWT menegaskan bahwa para nabi juga manusia yang memiliki naluri beristri dan berketurunan: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan” (Qs Ar-Ra’d 38)

Jika umat Kristen meyakini doktrin bahwa Yesus adalah manusia Ilahi yang di dalam dirinya terdapat kodrat Ilahi sekaligus insani, semestinya mereka tidak perlu gusar bila Yesus menikah. Sebagai manusia, apakah tidak ada kemungkinan bagi Yesus untuk menikah? Menikah bukanlah dosa. Memiliki hubungan seks dalam pernikahan pun bukan merupakan kejatuhan iman.

Fakta pernikahan Yesus hanya terdengar miris bagi orang yang mempertuhankan Yesus. Jika Yesus benar-benar menikah, lantas bagaimana dengan istri dan anak keturunannya? Apakah mereka juga memiliki titisan inkarnasi Ilahi?


Profesor Hollis of Divinity di Harvard Divinity School di Cambridge, Massachusetts itu bukanlah satu-satunya ilmuwan yang menyimpulkan Yesus adalah manusia yang menikah, beristri dan beranak pinak. Inilah para ilmuwan yang mengungkapkan data pernikahan Yesus:

SIMCHA JACOBIVICI, mengungkapkan kabar pernikahan Yesus dengan Maria Magdalena dalam “The Jesus Family Tomb” yang populer melalui The Discovery Channel’s TV. Ia menampilkan beberapa bukti yang kuat mengenai hubungan romantis antara Yesus dengan Maria Magdalena, yang berlanjut ke jenjang pernikahan dan disinyalir memiliki anak yang diberi nama Yehuda (Judah).

DAN BROWN, melalui sejumlah karyanya, antara lain: film “The Last Temptation of Christ,” buku “Holy Blood, Holy Grail” dan buku “The Davinci Code” juga memaparkan hubungan rahasia Yesus dengan Maria Magdalena. Ia berargumen bahwa Yesus hidup di lingkungan Yahudi yang secara sosial, adat dan pergaulan pada masa itu melarang seorang laki-laki Yahudi untuk tidak menikah. Kebiasaan Yahudi pada masa itu mengutuk hidup pembujangan (selibat), sehingga menjadi kewajiban bagi orang tua Yahudi untuk mencarikan istri yang sesuai bagi anak laki-lakinya.

Jika benar bahwa Yesus tidak menikah, lanjut Brown, maka seharusnya salah satu dari Injil kanonik menyebutkan fakta itu dan memberikan beberapa penjelasan untuk keadaan yang tidak alami yang dimiliki Yesus karena pembujangan itu.
...Jika benar bahwa Yesus tidak menikah, lanjut Brown, maka seharusnya salah satu dari Injil kanonik menyebutkan fakta itu...
MAGGY WHITEHOUSE. mengungkap status pernikahan Yesus dalam bukunya “The Marriage of Jesus: The Lost Wife of the Hidden Years.”

Teolog dan ahli metafisika Alkitab ini mengungkapkan bahwa Yesus telah menikah pada usia sekitar 14 tahun. Penulis yang mendalami Kabbalah (sistem mistik sebagai sumber pengetahuan mengenai tradisi lisan zaman Yesus) ini mendasarkan argumennya kepada tradisi pada waktu itu.

Maggy menambahkan, seandainya Dan Brown, penulis buku “Da Vinci Code” benar bahwa Maria Magdalena adalah istri Yesus, pastilah ia bukan istri pertamanya. Jadi, siapakah istri Yesus ketika Dia berumur 14-32 tahun? Tahun ini biasa disebut sebagai “tahun gelap” karena  Injil tidak menceritakan kisah hidup Yesus pada masa ini.

Maggy berkeyakinan, pada usia itulah Yesus menikahi wanita dan membangun keluarga. Dengan keyakinan bahwa Yesus menikah dan berketurunan, ia lantas bertanya, jika Yesus memang menikah dan dia diyakini sebagai Tuhan, apakah anak keturunannya juga Tuhan?

Kepada pihak-pihak yang meyakini Yesus hidup selibat (pantang menikah), Maggy menantang: “… Tidak ada bukti Alkitabiah mana pun yang mengatakan bahwa Yesus tidak menikah. Memang, di dalam Alkitab atau teks historis tidak disebutkan adanya seorang istri Yesus, tetapi itu tak membuktikan apapun” ujarnya mengawali pembahasan pada halaman 2.

“Kebanyakan perempuan pada waktu itu (zaman Yesus) tidak tampak dalam dokumen sejarah. Kita hanya tahu bahwa Simon Petrus mempunyai istri sebab Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus. Injil tidak menyebutkan istri para murid. Tetapi, itu bukanlah alasan untuk beranggapan bahwa (para murid) tidak beristri,” tambahnya.
...Yesus menikahi wanita, membangun keluarga dan berketurunan. Jika Yesus memang menikah dan dia diyakini sebagai Tuhan, apakah anak keturunannya juga Tuhan?...
PROF DR BARBARA THIERING. Sejarawan dan pakar teologi dari Sidney Australia yang mendalami Naskah Laut Mati (The Dead Sea Scrolls), mengungkap pernikahan Yesus dalam bukunya  “Jesus The Man,” yang dikorelasikan dengan ayat-ayat Bible. Menurutnya, Yesus bukan hanya menikah tapi bahkan berpoligami.

Ia berargumen, Injil Markus 14:3 dan Injil Lukas 7:37-38 dikisahkan bahwa Maria Magdalena membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis membasahi kaki Yesus dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki Yesus dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. Bila diparalelkan dengan kitab Kidung Agung 1:2-3, maka prosesi yang dilakukan Maria Magdalena itu adalah upacara Pernikahan Bangsawan Yahudi. Jika Maria Magdalena bukan istri Yesus, bagaimana mungkin ia berani mencium kaki Yesus?

Mengenai kehidupan rumah tangga Yesus, Barbara Thiering mengungkapkan dalam bukunya “Jesus & the Riddle of the Dead sea Scroll,” Harper San Francisco, New York 1992. dalam buku ini dijelaskan kronologi perkawinan Yesus. Perkawinan yang pertama dengan Maria Magdalena adalah kawin gantung yang diselenggarakan pada hari Jumat, tanggal 22 September 30 M, Jam 18.00, bertempat di Ain Feshkah (Palestina). Kemudian perkawinan dengan Maria Magdalena yang kedua kalinya dilangsungkan pada hari Kamis, 19 Maret 33 M, jam 24.00, di Ain Feshkah.
...Jadi, menurut Naskah Laut Mati tidak hanya menikah tapi juga berpoligami....
Selanjutnya, pada malam Selasa pada tanggal 17 Maret 50 M (17 tahun setelah resepsi perkawinan dengan Maria Magdalena), Yesus kawin lagi dengan Lidya, istrinya yang Kedua.  Jadi, menurut Naskah Laut Mati tidak hanya menikah tapi juga berpoligami.
Menikah bukanlah dosa. Memiliki hubungan seks dalam pernikahan pun bukan merupakan kejatuhan iman. Mengapa umat Kristen menolak keras berita pernikahan Yesus dengan alasan tidak ada ayatnya dalam Bibel? Padahal dalam kasus yang sama mereka totalitas menerima doktrin Trinitas yang juga tidak ada ayatnya dalam Bibel?

Mengapa terhadap berita pernikahan Yesus umat Kristen mati-matian menentang keras dengan alasan tidak ada ayatnya dalam Bibel? Sementara terhadap doktrin Trinitas yang juga tidak ada ayatnya dalam Bibel, mereka bisa menerima? Aneh!! ( voa-islam.com )



READ MORE - Yesus Terbukti Menikah. Apa Yang Salah ... ???

Kristen Kalang Kabut, Yesus Terbukti ‘Menikah’ dan Berpoligami

Kristen Kalang Kabut, Yesus Terbukti ‘Menikah’ dan Berpoligami - Umat kristiani dihebohkan dengan “Injil Istri Yesus” (The Gospel of Jesus’s Wife) temuan Profesor Karen L King. Di hadapan Congress of Coptic Studies X di Roma, Selasa (18/9/2012), King menyimpulkan bahwa orang-orang Kristen pada masa awal percaya bahwa Yesus telah menikah.

Profesor Hollis of Divinity di Harvard Divinity School di Cambridge, Massachusetts itu tak main-main. Ia mendasarkan pendapatnya pada temuan secarik papirus (tanaman yang dikenal sebagai bahan untuk membuat kertas pada zaman kuno). Papirus yang berukuran sekitar 3,8 cm x 7,6 cm tersebut berisi 8 baris kalimat di depan dan 6 baris di belakang yang ditulis dalam bahasa Koptik kuno, bahasa orang Kristen Mesir. Terjemahannya adalah: "Yesus berkata kepada mereka, istri saya."

http://suara-islam.com/images/berita/papirus%20tua-yesus.jpg

“Selama ini tradisi Kristen mempertahankan doktrin bahwa Yesus tidak pernah menikah. Tetapi The Gospel of Jesus’s Wife ini menunjukkan bahwa beberapa orang Kristen berpikir sebaliknya,” tegasnya.

King meyakini bahwa kata-kata di papirus coklat kekuningan itu autentik berasal dari abad keempat Masehi. Rencananya, analisanya terhadap fragmen yang bisa menimbulkan kehebohan itu akan dipublikasi dalam The Harvard Theological Review edisi January 2013. King telah mengirim draft kertas kerjanya, serta gambar dari fragmen tersebut, di situs Harvard Divinity School.

Roger Bagnall, Direktur The Study of the Ancient World (lembaga penelitian dunia kuno) di New York mengaminkan. Ia percaya bahwa fragmen yang disebut King sebagai “The Gospel of Jesus’s Wife” itu adalah benar-benar otentik.

Setelah berita pernikahan Yesus menjadi headline di berbagai media internasional, Vatikan buru-buru membantah riset yang menyatakan Yesus menikah dan punya istri. Meski belum melakukan tes orisinalitas terhadap papirus itu, Vatikan sudah menyatakan papirus itu palsu.

Melalui situs pemberitaan resminya di L’Obsservatore Romano, Vatikan menyangkal keras terhadap penelitian Prof King, karena dalam pandangan Katolik, pernikahan Yesus adalah isu besar menyangkut ajaran dan keyakinan iman. Selama ini doktrin Vatikan menyatakan bahwa Yesus tidak pernah menikah dan mempraktikkan hidup selibat (pantang menikah).

Dalam bantahannya, Giovanni Maria Vian, sejarawan Vatikan yang juga editor L’Obsservatore Romano menegaskan bahwa sangat pra-kesimpulan yang dibuat Prof. Karen L. King itu sangat sulit untuk diterima sebagai sebuah kebenaran sejarah.

Menurut Vian, pra-kesimpulan yang dibuat profesor Amerika itu tak lebih sebagai semacam paksaan mengaitkan ditemukannya teks kuno abad ke-4 itu dengan sebuah paham modern yang sama sekali tidak punya kaitan dengan sejarah kekristenan perdana atau bahkan terkait dengan sosok pribadi Yesus itu sendiri.

"At any rate, a fake!" (Jadi, singkat kata, dokumen itu palsu), tegas Vian sebagaimana dirilis oleh The Washington Post (28/9/2012) mengutip koran resmi Vatikan.

Bantahan ini tentu saja terlalu dini. Pasalnya, papirus temuan Prof King itu belum dilakukan tes orisinalitas, misalnya menguji jenis tinta dan kertas papyrus tersebut apakah memang berasal dari abad keempat.

Dalam pandangan Islam, meski tak ada nas yang secara sharih menyebutkan Nabi Isa AS (Yesus) menikah, tapi Islam tidak memandang pernikahan para nabi Allah –termasuk pernikahan Yesus kalau ada– sebagai sebuah aib yang memalukan.

Allah SWT menegaskan bahwa para nabi juga manusia yang memiliki naluri beristri dan berketurunan: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan” (Qs Ar-Ra’d 38)

Jika umat Kristen meyakini doktrin bahwa Yesus adalah manusia Ilahi yang di dalam dirinya terdapat kodrat Ilahi seligus insani, semestinya mereka tidak perlu gusar bila Yesus menikah. Sebagai manusia, apakah tidak ada kemungkinan bagi Yesus untuk menikah? Menikah bukanlah dosa. Memiliki hubungan seks dalam pernikahan pun bukan merupakan kejatuhan iman.

Fakta pernikahan Yesus hanya terdengar miris bagi orang yang mempertuhankan Yesus. Jika Yesus benar-benar menikah, lantas bagaimana dengan istri dan anak keturunannya? Apakah mereka juga memiliki titisan inkarnasi Ilahi?

Mengapa terhadap berita pernikahan Yesus umat Kristen mati-matian menentang keras dengan alasan tidak ada ayatnya dalam Bibel? Sementara terhadap doktrin Trinitas yang juga tidak ada ayatnya dalam Bibel, mereka bisa menerima? Aneh!!

Inilah Data Pernikahan Yesus Menurut Para Ilmuwan Non Islam

Profesor King bukan satu-satunya ilmuwan yang menyimpulkan Yesus adalah manusia yang menikah, beristri dan beranak pinak. Inilah para ilmuwan yang mengungkapkan data pernikahan Yesus:

SIMCHA JACOBIVICI, mengungkapkan kabar pernikahan Yesus dengan Maria Magdalena dalam “The Jesus Family Tomb” yang populer melalui The Discovery Channel’s TV. Ia menampilkan beberapa bukti yang kuat mengenai hubungan romantis antara Yesus dengan Maria Magdalena, yang berlanjut ke jenjang pernikahan dan disinyalir memiliki anak yang diberi nama Yehuda (Judah).

DAN BROWN, melalui sejumlah karyanya, antara lain: film “The Last Temptation of Christ,” buku “Holy Blood, Holy Grail” dan buku “The Davinci Code” juga memaparkan hubungan rahasia Yesus dengan Maria Magdalena. Ia berargumen bahwa Yesus hidup di lingkungan Yahudi yang secara sosial, adat dan pergaulan pada masa itu melarang seorang laki-laki Yahudi untuk tidak menikah. Kebiasaan Yahudi pada masa itu mengutuk hidup pembujangan (selibat), sehingga menjadi kewajiban bagi orang tua Yahudi untuk mencarikan istri yang sesuai bagi anak laki-lakinya.

Jika benar bahwa Yesus tidak menikah, lanjut Brown, maka seharusnya salah satu dari Injil kanonik menyebutkan fakta itu dan memberikan beberapa penjelasan untuk keadaan yang tidak alami yang dimiliki Yesus karena pembujangan itu.

MAGGY WHITEHOUSE. mengungkap status pernikahan Yesus dalam bukunya “The Marriage of Jesus: The Lost Wife of the Hidden Years.”

Teolog dan ahli metafisika Alkitab ini mengungkapkan bahwa Yesus telah menikah pada usia sekitar 14 tahun. Penulis yang mendalami Kabbalah (sistem mistik sebagai sumber pengetahuan mengenai tradisi lisan zaman Yesus) ini mendasarkan argumennya kepada tradisi pada waktu itu.

Maggy menambahkan, seandainya Dan Brown, penulis buku “Da Vinci Code” benar bahwa Maria Magdalena adalah istri Yesus, pastilah ia bukan istri pertamanya. Jadi, siapakah istri Yesus ketika Dia berumur 14-32 tahun? Tahun ini biasa disebut sebagai “tahun gelap” karena Injil tidak menceritakan kisah hidup Yesus pada masa ini.

Maggy berkeyakinan, pada usia itulah Yesus menikahi wanita dan membangun keluarga. Dengan keyakinan bahwa Yesus menikah dan berketurunan, ia lantas bertanya, jika Yesus memang menikah dan dia diyakini sebagai Tuhan, apakah anak keturunannya juga Tuhan?

Kepada pihak-pihak yang meyakini Yesus hidup selibat (pantang menikah), Maggy menantang: “… Tidak ada bukti Alkitabiah mana pun yang mengatakan bahwa Yesus tidak menikah. Memang, di dalam Alkitab atau teks historis tidak disebutkan adanya seorang istri Yesus, tetapi itu tak membuktikan apapun” ujarnya mengawali pembahasan pada halaman 2.

PROF DR BARBARA THIERING. Sejarawan dan pakar teologi dari Sidney Australia yang mendalami Naskah Laut Mati (The Dead Sea Scrolls), mengungkap pernikahan Yesus dalam bukunya “Jesus The Man,” yang dikorelasikan dengan ayat-ayat Bible. Menurutnya, Yesus bukan hanya menikah tapi bahkan berpoligami.

Ia berargumen, Injil Markus 14:3 dan Injil Lukas 7:37-38 dikisahkan bahwa Maria Magdalena membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis membasahi kaki Yesus dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki Yesus dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. Bila diparalelkan dengan kitab Kidung Agung 1:2-3, maka prosesi yang dilakukan Maria Magdalena itu adalah upacara Pernikahan Bangsawan Yahudi. Jika Maria Magdalena bukan istri Yesus, bagaimana mungkin ia berani mencium kaki Yesus?

Mengenai kehidupan rumah tangga Yesus, Barbara Thiering mengungkapkan dalam bukunya “Jesus & the Riddle of the Dead sea Scroll,” Harper San Francisco, New York 1992. dalam buku ini dijelaskan kronologi perkawinan Yesus. Perkawinan yang pertama dengan Maria Magdalena adalah kawin gantung yang diselenggarakan pada hari Jumat, tanggal 22 September 30 M, Jam 18.00, bertempat di Ain Feshkah (Palestina). Kemudian perkawinan dengan Maria Magdalena yang kedua kalinya dilangsungkan pada hari Kamis, 19 Maret 33 M, jam 24.00, di Ain Feshkah.

Selanjutnya, pada malam Selasa pada tanggal 17 Maret 50 M (17 tahun setelah resepsi perkawinan dengan Maria Magdalena), Yesus kawin lagi dengan Lidya, istrinya yang Kedua. Jadi, menurut Naskah Laut Mati tidak hanya menikah tapi juga berpoligami. ( suara-islam.com )




READ MORE - Kristen Kalang Kabut, Yesus Terbukti ‘Menikah’ dan Berpoligami

Benarkah Injil Barnabas Berbicara Tentang Kerasulan Muhammad SAW ... ???

Benarkah Injil Barnabas Berbicara Tentang Kerasulan Muhammad SAW ... ??? - Penemuan Injil kuno yang diyakini berusia 1500 tahun telah membuat heboh. Yang membuat gempar, Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Isa (Yesus) di bumi.


http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/injil-kuno-_120228115920-641.jpg

Sebagian orang memprediksi injil tersebut adalah Injil Barnabas. Menurut mailonline, injil yang tersimpan di Turki itu ditulis tangan dengan tinta emas menggunakan bahasa Aramik. Inilah bahasa yang dipercayai digunakan Yesus sehari-hari. Dan di dalam injil ini dijelaskan ajaran asli Yesus serta prediksi kedatangan penerus kenabian setelah Yesus. Alkitab kuno ini sekarang di simpan di Museum Etnografi di Ankara, Turki.

Dalam Injil Barnabas memang diungkapkan tentang akan datangnya Rasul bernama Muhammad SAW, setelah Nabi Isa. Berikut ini isi Injil Barnabas yang menyebut tentang Nabi Muhammad:


  • Bab 39 Barnabas: ''Terpujilah nama-Mu yang kudus, ya Allah Tuhan kita... Tiada Tuhan Selain Allah dan dan Muhammad adalah utusan-Nya''.


Masih pada bab 39 yang mengisahkan tentang Nabi Adam, nama Nabi Muhammad SAW juga disebut dalam dialog antara Nabi Adam dengan Tuhan. ''...Apa arti kata-kata, Muhammad utusan Allah, apakah ada manusia sebelum aku?''

  • Bab 41 Barnabas: "Atas perintah Allah, Mikael mengusir Adam dan Hawa dari surga, kemudian Adam keluar dan berbalik melihat tulisan pada pintu surga 'Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah...''

  • Bab 44 Barnabas: Pada bab ini Yesus atau Nabi Isa menyebut nama Nabi Muhammad. ''Oh, Muhammad Tuhan bersamamu...''

  • Bab 97: Yesus menjawab, "Nama Mesias sangat mengagumkan, karena Allah sendiri yang memberinya nama, ketika menciptakan jiwanya dan menempatkannya di dalam kemuliaan surgawi. Allah berkata: 'Tunggu Muhammad; karena kamu Aku akan menciptakan firdaus, dunia, dan banyak makhluk... Siapa pun yang memberkatimu akan diberkati, dan barangsiapa mengutukmuu akan dikutuk..''

  • Bab 112: Dalam bab ini Nabi Isa (Yesus) bercerita kepada Barnabas bahwa dirinya akan dibunuh. Namun, kata Nabi Isa, Allah aka membawanya naik dari bumi. Sedangkan orang yang dibunuh sebenarnya adalah seorang pengkhianat yang wajahnya diubah seperti Nabi Isa. Dan orang-orang akan percaya bahwa yang disalib itu adalah Nabi Isa. ''Tetapi Muhammad akan datang... Rasul Allah yang suci,'' kata Nabi Isa. Nama Nabi Muhammad juga disebut pada Bab 136, 163, dan 220. Isi Injil Barnabas di atas dikutip dari barnabas.net.

***

Menurut Laman Al-Arabiya, meskipun spekulasi tentang kitab kuno yang diduga sebagai Injil Barnabas itu meramalkan kedatangan Islam, namun sejauh ini tidak ada bukti yang menegaskan hipotesis tersebut.

Walau Injil Barnabas "mengakui" kedatangan Islam dan Nabi Muhammad SAW, namun skeptisisme tetap muncul karena kontradiksinya dengan Alquran. "Sebab, sebagian besar studi tentang kitab ini menyatakan Injil Barnabas hanya kembali ke 500 tahun yang lalu. Sementara, Alquran telah ada sejak 1400 tahun silam," demikian tulis Al-Arabiya, Senin (27/2).

Adanya kontradiksi inilah yang menjadi alasan utama mengapa para sarjana Arab mengabaikan terjemahan bahasa Arab Injil tersebut, yang diterbitkan 100 tahun lalu. Sebagaimana diulas secara rinci oleh penulis dan pemikir Mesir, Abbas Mahmoud Al-Akkad.

Dalam sebuah analisis yang ditulisnya pada 26 Oktober 1959 di surat kabar Al-Akhbar, Akkad mengatakan deskripsi neraka dalam Injil Barnabas didasarkan pada informasi yang relatif baru yang tidak tersedia pada saat di mana teks itu seharusnya ditulis. "Sejumlah deskripsi yang tertulis dalam Injil itu merupakan kutipan orang-orang Eropa dari sumber-sumber Arab," ungkapnya.

Seorang pendeta Protestan Ihsan Ozbek mengatakan Injil itu berasal dari abad ke-5 atau ke-6. Sementara Barnabas, yang merupakan pemeluk pertama Kristen hidup pada abad pertama.

"Salinan Injil di Ankara mungkin telah ditulis ulang oleh salah seorang pengikut Barnabas," kata dia. Sebab, lanjutnya, ada jeda 500 tahun antara Barnabas dan penulisan salinan Inkjil. "Umat Islam mungkin akan kecewa bahwa Injil ini tidak ada hubungannya dengan injil Barnabas," ujarnya.

Sementara Profesor Omer Faruk menilai Injil kuno itu perlu ditelusuri lebih lanjut guna memastikan Injil itu dibuat oleh Barnabas atau pengikutnya. ( republika.co.id )


READ MORE - Benarkah Injil Barnabas Berbicara Tentang Kerasulan Muhammad SAW ... ???

Seputar Kontroversi Injil Kuno yang Mengabarkan Kedatangan Nabi Muhammad

Seputar Kontroversi Injil Kuno yang Mengabarkan Kedatangan Nabi Muhammad -– Penemuan Injil kuno yang memprediksi kedatangan Nabi Muhammad telah memunculkan kontroversi, terutama yang terkait dengan kesamaannya dengan Alquran maupun kontroversi seputar keasliannya.

Menurut Laman Al-Arabiya, meskipun spekulasi tentang kitab kuno yang diduga sebagai Injil Barnabas itu meramalkan kedatangan Islam, namun sejauh ini tidak ada bukti yang menegaskan hipotesis tersebut.


http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/injil-kuno-yang-diyakini-sebagi-injil-barnabas-_120228194802-340.jpg
Injil kuno yang diyakini sebagai Injil Barnabas.

Walau Injil Barnabas "mengakui" kedatangan Islam dan Nabi Muhammad SAW, namun skeptisisme tetap muncul karena kontradiksinya dengan Alquran. "Sebab, sebagian besar studi tentang kitab ini menyatakan Injil Barnabas hanya kembali ke 500 tahun yang lalu. Sementara, Alquran telah ada sejak 1400 tahun silam," demikian tulis Al-Arabiya, Senin (27/2).

Adanya kontradiksi inilah yang menjadi alasan utama mengapa para sarjana Arab mengabaikan terjemahan bahasa Arab Injil tersebut, yang diterbitkan 100 tahun lalu. Sebagaimana diulas secara rinci oleh penulis dan pemikir Mesir, Abbas Mahmoud Al-Akkad.

Dalam sebuah analisis yang ditulisnya pada 26 Oktober 1959 di surat kabar Al-Akhbar, Akkad mengatakan deskripsi neraka dalam Injil Barnabas didasarkan pada informasi yang relatif baru yang tidak tersedia pada saat di mana teks itu seharusnya ditulis. "Sejumlah deskripsi yang tertulis dalam Injil itu merupakan kutipan orang-orang Eropa dari sumber-sumber Arab," ungkapnya.

Akkad menambahkan, kisah Injil Barnabas tentang bagaimana Yesus mengabarkan tentang munculnya Nabi Muhammad kepada kerumunan ribuan pengikutnya amat sulit dipercaya. Injil ini, kata dia, mengandung beberapa kesalahan yang begitu vulgar, baik bagi Yahudi, Kristen, maupun Muslim.

Misalnya, sambung Akkad, kitab itu mengatakan ada sembilan lapis langit dan yang kesepuluh adalah surga. Sementara dalam Alquran hanya ada tujuh lapis langit. Juga klaim Injil yang menyatakan perawan Maria tidak merasakan sakit saat melahirkan Yesus. Padahal, dalam Alquran disebutkan Maryam menderita kesakitan saat melahirkan putranya.

Menurut Injil (Barnabas), Yesus mengatakan kepada imam Yahudi bahwa dirinya bukan Mesiah dan Mesiah sesungguhnya adalah Muhammad SAW. "Ini berarti ada penolakan atas keberadaan Mesiah, yang tak lain adalah Yesus sendiri. Dengan demikian, seolah-olah Yesus dan Muhammad tampak seperti satu orang yang sama," kata Akkad.

Kitab Injil ini juga berisi informasi yang tidak memiliki kredibilitas sejarah, seperti adanya tiga tentara—masing-masing terdiri dari 200.000 tentara—di Palestina. Sedangkan seluruh penduduk Palestina sekitar 2.000 tahun lalu, tidak mencapai 200.000. Tragisnya, Palestina saat itu diduduki oleh Romawi, dan tak mungkin diizinkan memiliki bala tentara sendiri.

Demikian pula, lanjut Akkad, kalimat terakhir dalam Bab 217 yang menyatakan bahwa tubuh Yesus dibebani 100 pon batu. "Ini menegaskan bahwa Injil tersebut ditulis baru-baru ini, karena penggunaan pon sebagai satuan berat untuk pertama kali dilakukan oleh Dinasti Ottoman, dalam sebuah eksperimen dengan Italia dan Spanyol. Dan kata-kata "pon" tidak pernah dikenal pada masa Yesus.

Menurut Akkad, salah satu fakta paling mencolok yang disebutkan dalam Injil Barnabas terdapat dalam Bab 53, yang mengatakan bahwa pada Hari Kiamat bulan akan berubah menjadi balok darah. Dan pada hari kedua, darah ini akan menetes ke bumi seperti embun. Kemudian pada hari ketiga, bintang-bintang akan bertempur laksana serdadu perang.

"Berdasarkan sejumlah penelitian, Injil Barnabas ditulis pada Abad Pertengahan oleh seorang Yahudi Eropa yang cukup akrab dengan Alquran dan Injil. Dia kemudian mencampur-adukkan fakta dan opini dari berbagai sumber, tanpa diketahui motif dan tendensinya," tandas Akkad. ( republika.co.id )


READ MORE - Seputar Kontroversi Injil Kuno yang Mengabarkan Kedatangan Nabi Muhammad

Akhirnya Paus Ingin Ungkap Rahasia Injil Kuno Berusia 1500 Tahun

Akhirnya Paus Ingin Ungkap Rahasia Injil Kuno Berusia 1500 Tahun - Paus Benediktus XVI telah membuat permintaan untuk mengungkap rahasia Alkitab kuno berusia 1500 tahun. Permintaan resmi itu telah disampaikan Vatikan kepada pemerintah Turki, senin (27/2).

Vatikan ingin mengungkap kontroversi Injil ini dengan ajaran dan dogma Kriten juga dibanding injil lain. Menteri Budaya dan Pariwisata Turki, Ertugrul Gunay telah mengkonfirmasi permintaan Vatikan ini.


http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/injil-kuno-_120228115920-641.jpg
Injil Kuno


Injil yang ditulis dengan tinta emas ini menggunakan bahasa Aramik, bahasa yang dipercayai digunakan Yesus. Alkitab berusia 1.500 tahun tersebut diduga, adalah Injil Barnabas dan bernilai lebih dari 20 juta dolar AS.

Pemerintah Turki telah menyembunyikan injil ini selama 12 tahun terkahir. Buku itu ditemukan oleh polisi Turki dalam operasi anti-penyelundupan pada tahun 2000 dan terus dijaga selama 10 tahun.

Alkitab ini jauh berbeda dengan empat injil utama Kristen, Markus, Matius, Lukas dan Yohanes. Hal itu dikarenakan, Alkitab ini berisi prediksi kedatangan seorang nabi setelah Isa (Yesus). Dan dianggap inilah ajaran versi asli Injil.

Selain itu, adalah versi yang lebih konsisten dengan keyakinan Islam dari Kristen. Alkitab ini menolak dogma Tritunggal dan Penyaliban. Hal ini juga menggambarkan Yesus menolak Mesias dan mengklaim penerusnya berasal dari keturuan Ismael (Arab).

Pendeta Protestan, Ihsan Oznek membantah keaslian isi Alkitab ini, Dia mengatakan bahwa St. Barnabas hidup pada abad pertama dan merupakan salah satu rasul Yesus, yang berbeda dengan versi Injil ini yang berasal dari abad kelima. Namun menurut, Profesor Teologi, Omer Faruk Harman untuk membuktikan keaslian dan umur dari Alkitab ini adalah dibuktikan dengan scan secara ilmiah.
( republika.co.id )


READ MORE - Akhirnya Paus Ingin Ungkap Rahasia Injil Kuno Berusia 1500 Tahun

Misteri Injil Kuno Yang Kabarkan Kedatangan Rasulullah

Misteri Injil Kuno Yang Kabarkan Kedatangan Rasulullah -- Pemerintah Turki telah mengkonfimasi sebuah injil kuno yang diprediksi berusia 1500 tahun. Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Isa (Yesus) di bumi.

Bahkan Alkitab rahasia ini memicu minat yang serius dari Vatikan. Paus Benediktus XVI mengaku ingin melihat buku 1.500 tahun lalu. Sebagian orang memprediksi Injil ini adalah Injil Barnabas, yang telah disembunyikan oleh Turki selama 12 tahun terakhir.

http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/nabi-muhammad-saw-_120120213118-172.jpg


Menurut mailonline, injil yang ditulis tangan dengan tinta emas itu menggunakan bahasa Aramik. Inilah bahasa yang dipercayai digunakan Yesus sehari-hari. Dan di dalam injil ini dijelaskan ajaran asli Yesus serta prediksi kedatangan penerus kenabian setelah Yesus.

Injil kuno berusia 1.500 tahun ini bersampu kulit hewan, ditemukan polisi Turki selama operasi anti penyeludupan di tahun 2000 lalu. Alkitab kuno ini sekarang di simpan di Museum Etnografi di Ankara, Turki.

Sebuah fotokopi satu halaman dari naskah kuno tulisan tangan Injil ini dihargai 1,5 juta poundsterling. Menteri Budaya dan Pariwisata Turki, Ertugrul Gunay mengatakan, buku tersebut bisa menjadi versi asli dari Injil. Dan sempat tersingkir akibat penindasan keyakinan Gereja Kristen yang menganggap pandangan sesat kitab yang memprediksi kedatangan penerus Yesus.

Gunay juga mengatakan Vatikan telah membuat permintaan resmi untuk melihat kitab dari teks yang kontroversial menurut keyakinan Kristen ini. Kitab ini berada diluar pandangan iman Kristen sesuai Alkitab Injil lain seperti Markus, Matius, Lukas dan Yohanes. ( republika.co.id )


READ MORE - Misteri Injil Kuno Yang Kabarkan Kedatangan Rasulullah

Mukjizat pertama Yesus dalam Bibel adalah mengubah air putih menjadi miras

Mukjizat pertama Yesus dalam Bibel adalah mengubah air putih menjadi miras - Hati-hatilah terhadap website kafir yang menamakan diri komunitas Forum Murtadin Indonesia ini. Meski tak mencantumkan identitas para pengelola blog tersebut, tapi dari konten yang seratus persen menghujat Islam dan menjunjung tinggi doktrin Kristen, nampak jelas mereka adalah kaum Salibis pembenci Islam.


http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/Azka/Miras-bibel-alkitab.jpg&h=235&w=355&zc=1

Bak orang bijak, website ####islam.com itu mencantumkan imbauan indah di profilnya: “Blog ini kami tujukan kepada semua manusia yang beradab, yang masih memiliki hati nurani, dan yang masih memiliki akal budi di dalam dirinya.”

Sayangnya, imbauan Salibis itu sangat kontras dengan kalimat busuk dan sarka yang tertera pada headernya “Selamatkan Muslim Dari Kesesatan!”

Salah satu ajaran Islam yang dituding sebagai kesesatan oleh Salibis adalah konsep Al-Qur'an tentang keindahan dan kebahagiaan surga. Ayat Al-Qur'an yang mengisahkan adanya suguhan kenikmatan rahiqun makhtum (khamar murni yang tempatnya dilak dengan kesturi):

“Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (syurga), mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya), laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim, (yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah” (Qs Al-Muthaffifin 22-25-27).

...Salah satu ajaran Islam yang dituding sesat oleh Salibis adalah konsep Al-Qur'an tentang kenikmatan rahiqun makhtum di surga...

Menurut mereka, ayat ini bertentangan dengan surat Al-Ma’idah 90 dan Al-Baqarah 219 yang mengharamkan minuman khamr, demikian kutipannya:

“Apakah meminum khamar (arak/alkohol) baik atau jahat? Meminum Khamar (Arak) adalah perbuatan setan (Qs. 5:90, 2:219). Hal ini bertentangan dengan: (Qs. 83:22-25, 47:15, atau 16:67). Allah yang aneh, di dunia dilarang karena itu adalah perbuatan setan, eh di surga disuruh berlomba-lomba minum arak di dekat Allah!”

Mari kita perhatikan beberapa ayat yang digugat misionaris Salibis sbb:

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” (Qs Al-Ma’idah 90).

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya...” (Qs. Al-Baqarah 219).

“Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya)” (Qs. Al-Muthaffifin 25).

....Menurut Bibel, anggur (minuman keras) bermanfaat sebagai resep untuk melupakan keputusasaan, kesedihan, kesusahan dan kemiskinan....

Sang misionaris Salibis menganggap ayat-ayat tentang hidangan khamar surgawi (Al-Muthaffifin 25) itu bertentangan dengan larangan khamar di dunia (Al-Ma’idah 90 & Al-Baqarah 219), karena berasumsi bahwa kondisi di dunia itu sama dengan akhirat. Sehingga apa yang diharamkan di dunia maka harus dilarang pula di surga. Alam pikiran ini jelas rancu, baik secara logika maupun secara teologis.

Misalkan, bila di dunia tidak boleh minum khamr, maka di akhirat juga dilarang minum khamr. Lalu bila orang Kristen selama di dunia ini bebas mendirikan gereja ilegal dengan memalsukan tanda tangan warga, apakah di akhirat mereka juga bebas mendirikan gereja liar?

Ini adalah pandangan yang sama sekali keliru, karena kondisi surga sama sekali tidak bisa disamakan dengan keadaan di dunia.

Kenikmatan di surga tidak akan bisa dicapai oleh indera manusia, bahkan tidak bisa dibandingkan dengan kenikmatan dunia. Belum pernah disaksikan oleh penglihatan siapapun, belum pernah didengar oleh pendengaran siapapun, dan belum pula terbetik dalam hati siapapun (maa ‘ainun ro‘at walaa udzunun sami’at wala khotoro 'ala qolbi basyar).

Rasulullah SAW menjelaskan, “Allah berfirman, ‘Aku telah sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih kenikmatan surga yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga, serta terlintas di hati manusia” (HR Muslim no. 2824)

Keadaan surga dunia itu sama sekali tidak bisa disamakan dengan apapun di dunia, karena memiliki banyak perbedaan, antara lain:

1. Kenikmatan dunia akan sirna sedangkan kenikmatan surga akan terus kekal dan abadi.

“Apa yang di sisi kalian akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal” (Qs An-Nahl 96).

2. Apa yang ada di dunia hanya sedikit, sangat berbeda jauh dengan apa yang ada di surga.

“Katakanlah: ‘Kesenangan di dunia ini hanya sedikit dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs An-Nisa’ 77).

Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah! Perbandingan dunia dengan akhirat adalah seperti seseorang dari kalian yang memasukkan satu jarinya ke laut, hendaknya dia melihat, seperti apa jari itu kembali” (HR Muslim).

Sungguh, tidak terbayangkan perbandingan tetesan air yang sedikit di ujung jari dengan air di lautan yang sangat luas. Begitulah kenikmatan surga tidak bisa dibandingkan dengan kenikmatan dunia

3. Surga tidak memiliki hal-hal yang najis, jelek dan kotor sebagaimana di dunia. Penduduk surga selalu suci tanpa mengeluarkan kotoran, haid, air seni dan bau yang tidak sedap. Wanita juga tidak mengalami haid dan juga melahirkan. (Qs Al-Baqarah 25).

4. Penduduk surga senantiasa bertasbih, memiliki hati yang suci dan tidak akan melakukan kejelekan sedikitpun.

“Tidak ada kata-kata yang tidak berfaidah dan tiada pula perbuatan dosa” (Qs Ath-Thur 23).

“Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa. Akan tetapi mereka mendengar ucapan salam” (Qs Al-Waqi’ah 25-26)

“Dan kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan” (Qs Al-Hijr 47).

“Tidak ada perbedaan pendapat di antara mereka. Hati-hati mereka tidak saling membenci. Hati-hati mereka adalah hati yang satu. Mereka bertasbih kepada Allah di setiap pagi dan petang” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Mengenai khamr yang dihidangkan kepada ahli surga sebagaimana dikabarkan Al-Qur'an, hal ini sama sekali tidak bertentangan dengan larangan meminum khamr di dunia, dan tidak kontradiktif dengan sifat-sifat kesucian surgawi. Sebab Allah SWT menegaskan bahwa khamar duniawi tidak sama dengan khamar surgawi.

Khamar dunia memiliki sifat-sifat buruk, merusak dan menghancurkan (destruktif), yang jadi sarana setan untuk menanamkan kebencian, permusuhan dan menghalangi manusia dari ibadah kepada Allah (Qs. Al-Ma’idah 91, Al-Ma‘idah 90).

Sedangkan khamar surgawi tidak bersifat destruktif. Khamar surga sama sekali tidak beralkohol, tidak mengakibatkan kepala pening, tidak memabukkan, tidak mengacaukan pikiran dan tidak menimbulkan penyakit sedikitpun:

“Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir. Warnanya putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum. Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya” (Qs. Ash-Shaffat 45-47).

“Dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk” (Qs. Al-Waqi’ah 18-19).

Meski tak beralkohol, kelezatan sungai khamar surga ini tetap terjamin (Qs. Muhammad 15).

Jika khamr duniawi berbeda dengan khamr surgawi, lantas apa yang perlu dipersoalkan?

...Mukjizat pertama Yesus dalam Bibel adalam mengubah air putih menjadi miras...

Sebagai analogi, bir adalah minuman keras yang diharamkan karena miras ini memiliki unsur yang memabukkan. Tapi ‘Bir Pletok’ tidak bisa diharamkan. Karena meskipun sama-sama bir, keduanya berbeda sifat dan zat. Bir Pletok adalah nama minuman khas dari Betawi yang sama sekali tidak memabukkan. Justru minuman berbahan jahe, cengkih, kayu manis, kapulaba, serai, kayu secang, pala, gula dan garam ini memiliki khasiat untuk kesehatan dan menghangatkan tubuh.

Dengan demikian, tak ada yang perlu dipersoalkan denan hidangan khamr surgawi yang sifat dan zatnya berbeda dengan khamr duniawi. Justru akal salibis itulah yang perlu diperiksa ke psikiater.

Para penghujat surga yang dikabarkan Al-Qur’an itu pasti akan menyesal selama-lamanya. Sekarang melecehkan khamr surgawi, di neraka nanti mereka akan merengek-rengek minta setetes khamr surgawi.

“Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu." Mereka penghuni surga menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir” (Qs Al-A’raf 50).

Bibel Ajarkan Resep dan Mukjizat Miras

Dalam beberapa ayat, secara tegas Bibel mengharamkan anggur dan minuman keras selama-lamanya.

“Tuhan berfirman kepada Harun: “Janganlah engkau minum anggur atau minuman keras, engkau serta anak-anakmu, bila kamu masuk ke dalam Kemah Pertemuan, supaya jangan kamu mati. Itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun” (Imamat 10:8).

“Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu...” (Efesus 5:18).

“Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram” (Hakim-hakim 13:4; selengkapnya baca Hakim 13:7, Hakim 13:14, dan Bilangan 6:3).

...Mabuk miras dipakai Bibel untuk mengilustrasikan sifat Tuhan. Bibel menyebut Tuhan seperti orang siuman dari mabuk anggur...

Anehnya, setelah mengharamkan miras secara keras, di bagian lain Bibel memanfaatkan miras untuk ketuhanan, kenabian dan manajemen qalbu.

1. Mabuk anggur dipakai untuk mengilustrasikan sifat Tuhan: “Lalu terjagalah Tuhan, seperti orang yang tertidur, seperti pahlawan yang siuman dari mabuk anggur” (Mazmur 78:65).

2. Mukjizat pertama Yesus dalam Bibel ditandai dengan kemampuan mengubah air putih menjadi anggur untuk disuguhkan kepada para hadirin dalam sebuah resepsi pernikahan (Yohanes 2:7-11).

3. Nabi Nuh yang telah dinubuatkan sebagai orang yang benar dan tidak bercela (Kejadian 6: 9), ternyata overdosis mabuk anggur sampai teler dan telanjang tanpa busana di hadapan anak-anaknya (Kejadian 9: 20-22).

4. Anggur (minuman keras) bermanfaat sebagai resep untuk melupakan keputusasaan, kesedihan, kesusahan dan kemiskinan:

“Berikanlah minuman yang keras kepada orang yang putus asa, dan air anggur kepada orang yang sangat berdukacita hatinya. Biarlah ia minum serta melupakan celakanya dan tiada ia teringat lagi akan kesukarannya” (Amsal 31:6-7).

“Berikanlah minuman yang keras kepada orang yang putus asa, dan air anggur kepada orang yang sangat berdukacita hatinya. Biarlah ia minum serta melupakan celakanya dan tiada ia teringat lagi akan kesukarannya” (Amsal 31:6-7, terjemahan lama).

5. Paulus memerintahkan minum anggur sebagai campuran air: “Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah” (I Timotius 5: 23).

Silahkan para misionaris Salibis mengamalkan anjuran miras ini, supaya genap nubuat Yeremia, menjadi bangsa yang gila karena mabuk anggur! ( Suara-Islam.com )


READ MORE - Mukjizat pertama Yesus dalam Bibel adalah mengubah air putih menjadi miras

Ternyata Peti Mati Tuhan Telah Ditemukan Semenjak 3 Tahun Yang Lalu

Ternyata Peti Mati Tuhan Telah Ditemukan Semenjak 3 Tahun Yang Lalu - Otoritas Barang Antik Israel berhasil menyita kotak tua berusia 2000 tahun dengan ukiran pesan di permukaannya. Peristiwa itu terjadi 3 tahun lalu. Namun kotak tua itu ternyata berharga sebab ditengarai terkait dengan cerita mengenai kematian Yesus.

"Di luar semua keraguan, pesan yang terukir di atas kotak tua itu otentik," kata Yuven Goren, arkeolog dari Tel Aviv University yang memimpin upaya otentifikasi kotak tua berbahan batu gamping dan berhiaskan ukiran bunga roset itu.

Ukiran pesan di kotak tua itu menyebut nama salah satu imam besar yang bertanggungjawab dalam penyaliban Yesus, yakni Kayafas. Tulisan pesan itu sesuai publikasi Foxnews, Rabu (31/8/2011), "Miriam anak perempuan Yeshua putra Caiaphus (Kayafas), imam besar Maaizah dari Beit Imri."


http://assets.kompas.com/data/photo/2011/09/02/1546487620X310.JPG
Kotak ini menyebutkan hubungan kekerabatan dengan Imam Agung Kayafas, salah satu orang yang disebut dalam pengadilan terhadap Yesus.


Goren menerangkan, Maaizah merupakan klan terakhir yang disebut dari 24 ordo imam besar dari periode gereja kedua. Sementara Beit Imri menurut Goren adalah tempat dimana klan tinggal sebelum menyebar ke Galilea pada tahun 70 AD sesuai riwayat dalam Kitab Talmud.

Menurut Goren, kotak tua itu kemungkinan berasal dari komples pekuburan Lembah Elah, barat daya Yerusalem. Lokasi tersebut diketahui merupakan tempat legendaris dimana pertempuran Daud dan Goliath berlangsung. Beit Imri mungkin berada di lereng Gubung Hebron.

Penemuan kotak tua dengan ukiran pesan ini bukan pertama kalinya. Pada tahun 2002, benda serupa pernah ditemukan namun akhirnya terungkap bahwa hanya hoax. Goren sendiri menekankan bahwa kotak tua yang diotentifikasi olehnya benar, ia mampu menerangkannya secara ilmiah.

"Ketika batu terpendam selama ribuan tahun, ia dipengaruhi oleh lingkungan dan mempengaruhi lingkungannya," jelas Goren. Proses erosi, pengasaman, tumbuhnya bakteri, alga dan lumutr kerak, merupakan proses yang tak mungkin ditiru di lab. Penemuan kotak tua ini dipublikasikan di Israel Exploration Journal. ( kompas.com )


READ MORE - Ternyata Peti Mati Tuhan Telah Ditemukan Semenjak 3 Tahun Yang Lalu

Beginlah Sebenrnya Kronologis Kenaikan Yesus ke Sorga

Beginlah Sebenrnya Kronologis Kenaikan Yesus ke Sorga - Hari Kenaikan Yesus Kristus (Kenaikan Isa Almasih) yang diperingati setiap tahun sebagai hari libur nasional, sangat bersejarah dan bermakna bagi umat Kristiani. Pada hari raya ini diyakini bahwa jasad insani dan oknum ilahi Yesus yang sudah mati lalu hidup lagi, kemudian naik ke sebelah kanan Tuhan di sorga. Maknanya, bahwa Yesus telah mengambil bagian sepenuhnya dalam kemuliaan, kekuasaan dan pemerintahan Tuhan.

Untuk menunjukkan makna penting Hari Kenaikan Yesus, Abd. al-Masih mengutip ayat-ayat Al-Quran untuk dijadikan sebagai alat pembenaran terhadap doktrin tersebut. Dalam buku A Question that demands an Answer terbitan The Good Way, Rikon, Switzerland, (edisi Indonesia: "Jawaban Yang Disingkapkan") ditulis demikian:

“Dapat kita baca di Quran, Allah telah mengangkat Kristus kepada-Nya serta berjanji kepadanya: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku” (Ali Imran 55).

Janji ini dinyatakan dalam Quran dan telah digenapi secara faktual: “….Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya” (An Nisaa 158).

Dengan perkataan lain, Allah mengambil Yesus anak Maria keluar dari kubur dan mengangkat dia kepada-Nya. Maka sekarang dia hidup dekat Allah” (hal. 36).

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/Azka/Kenaikan-yesus.jpg&h=235&w=355&zc=1

Kerancuan Tafsir Abd. al-Masih

Tanpa disadarinya, jerih payah Abd. al-Masih dalam mengotak-atik Al Quran itu justru menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Dikutipnya Ali Imran 55 secara tidak utuh, yang di dalamnya ada firman Allah bahwa Dia sendiri yang akan mewafatkan/mematikan nabi Isa alaihissalam (Yesus). Kalimat ini jelas membantah doktrin Trinitas (ketuhanan Yesus) yang diyakini umat Kristiani.

Jika Allah mewafatkan nabi Isa, maka otomatis dapat disimpulkan bahwa Isa (Yesus) bukan Tuhan. Jika nabi Isa adalah Tuhan, bagaimana mungkin ada Tuhan yang mewafatkan Tuhan??

Selanjutnya, disebutkan bahwa Allah akan membersihkan nabi Isa dan para pengikutnya dari orang-orang kafir. Termasuk orang-orang kafir di sini adalah umat Kristen yang menjadikan nabi Isa sebagai Tuhan (Qs. Al Ma-idah 72-73, Al-Bayyinah 6). Para pengikut Nabi Isa adalah kaum Hawariyun (Qs. As Shaff 16). Jadi nabi Isa dan para pengikut setianya dibersihkan dari orang-orang kafir dan umat Kristen.

Analisa Kenaikan Yesus Ke Surga

Dalam Bibel, hanya ada dua ayat yang melaporkan kronologis kisah kenaikan Yesus ke sorga, yaitu Markus 16:19 dan Lukas 24:51. Ini sungguh mengherankan, peristiwa besar dalam iman Kristiani diperingati sebagai “Hari Kenaikan Tuhan Yesus” ini ternyata hanya ada dua referensi.

“Sesudah Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah” (Markus 16:19).

“Dan ketika ia (Yesus, pen.) sedang memberkati mereka, ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga” (Lukas 24:51).

Bila dianalisa, kedua ayat yang menceritakan kronologis kenaikan Yesus ke Sorga itu bermasalah, karena beberapa alasan berikut:

Pertama, Kesaksian Injil Markus dan Injil Lukas tentang kenaikan Yesus ke sorga itu tidak dapat diterima kedua-duanya, karena saling bertentangan. Markus mengatakan bahwa Yesus naik ke sorga setelah berbicara kepada 11 orang murid Yesus, sedangkan Lukas menceritakan bahwa Yesus naik ke sorga ketika sedang memberkati 11 murid Yesus.

Kedua, Injil Markus 16:19 menceritakan bahwa Yesus naik ke sorga lalu duduk di sebelah kanan Allah. Ini bertentangan dengan Kisah Para Rasul 7:56 yang menceritakan bahwa Yesus tidak duduk, melainkan berdiri di sebelah kanan Tuhan.

“Lalu katanya: “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah”.

Ketiga, kesaksian penulis Injil Markus dan Injil Lukas bahwa Yesus sudah naik ke sorga lalu duduk/berdiri di sebelah kanan Allah, itu menunjukkan posisi Allah yang berarti Tuhan bisa dilihat dengan mata secara langsung oleh kedua penulis Injil itu. Hal ini tidak dapat dipercaya, sebab mustahil mata manusia bisa melihat Allah dan bertentangan dengan ayat-ayat berikut:

“Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat” (Yohanes 5:37).

“Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin” (I Timotius 1:17).

“Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorang pun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia” (I Timotius 6:16).

“Lagi firman-Nya: “Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup” (Keluaran 33:20).

“Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah” (I Yohanes 4:12).

Keempat, Injil Markus ayat 9-20 bukan termasuk Injil naskah lama, melainkan tambahan belaka. Para pakar Alkitab sepakat bahwa ayat tersebut adalah palsu, bukan Injil Markus yang asli, dengan penjelasan berikut:

“The earliest manuscript and some other ancient witnesses do not have Mark 16:9-20” (The Holy Bible New International Version, h.1159).

“Pandangan yang umum diterima ialah bahwa Injil ini dirusakkan pada halaman terakhir, baru setelah ditulis. Atau bahwa Markus tidak dapat menyele­sai­kan­nya, barangkali karena bertambah-tambahnya penghambatan. (Tafsiran Alkitab Masa Kini 3, hal. 190).

“Markus 16:9-20 ini agaknya tidak termasuk Injil Markus yang asli. Mungkin tidak lama setelah Markus terbit, bagian penutup ini dimasukkan sebagai peng­ganti penutup yang lain” (Kitab Suci Perjanjian Baru dengan Pengantar dan Catatan, hal. 133).

“Ayat lainnya dari bab 16 ini (Markus 16:9-20) rupanya ditulis oleh tangan orang lain….. Meskipun jelas bukan dari Markus, namun Gereja tidak pernah meragukan sebagai juga terilhami” (Tafsir Injil Markus, hal. 18).

Dari beberapa penjelasan tersebut, timbullah pertanyaan, jika ayat tersebut bukan tulisan Markus, kenapa dimasukkan ke dalam Injil Markus lalu disebut sebagai Injil Markus??

Jadi, tulisan Abd. al-Masih itu sangat lucu dan tidak ilmiah. Jika peristiwa Kenaikan Yesus itu sangat penting, kenapa dari empat Injil itu hanya Markus dan Lukas saja yang menulis, padahal mereka itu bukan murid Yesus? Kenapa Matius dan Yohanes bersikap abstain, tidak melaporkan Kenaikan Yesus??

Jika Injil saja tidak tidak melaporkan secara lengkap, hanya sepotong-sepotong, mengapa Abd. al-Masih bersusah payah mengacak-acak Al-Qur’an untuk mencari dukungan terhadap doktrin Kenaikan Yesus?? Aneh sekali missionaris satu ini. ( voa-islam.com )



READ MORE - Beginlah Sebenrnya Kronologis Kenaikan Yesus ke Sorga

Gempar ... Yesus Sang Penyelamat Telah Turun Di Australia

Gempar ... Yesus Sang Penyelamat Telah Turun Di Australia - Dalam sejarah Islam, sudah banyak orang mengaku nabi. Namun, yang terjadi di negara bagian Queensland, Australia, lebih menggemparkan lagi. Ada orang menyatakan dirinya sebagai Yesus Sang Penyelamat.

Kehadiran Yesus palsu bernama Alan John Miller, 47 tahun, ini mencemaskan kalangan Gereja Anglikan dan Katolik di Negeri Kanguru itu. Apalagi pacarnya, May Suzanne Luck, juga mengklaim sebagai Maria Magdalena. Dalam ajaran Kristen, Maria adalah orang pertama yang menyaksikan Yesus dibangkitkan lagi dari kuburnya.

Yesus palsu ini menetap di daerah pedesaan Wilkesdale, dekat Kingaroy, Queensland. Ia telah memiliki 30-40 pengikut yang bersembahyang satu kali dalam sepekan di gereja yang dibangun oleh Yesus palsu itu.


http://image.tempointeraktif.com/?id=76096&width=274

Alan John Miller. Foto: dailymail.co.uk


Untuk meyakinkan para pengikutnya, Miller berusaha tampil seperti Yesus saat hidup 2.000 tahun lalu. “Nama saya Yesus dan saya serius!” ia menegaskan. Ia menyatakan Tuhan sedang memproses soal statusnya sebagai Sang Penyelamat yang turun ke dunia agar diikuti oleh penduduk Bumi yang bersedia.

Yesus palsu ini dilahirkan di Loxton, Australia Selatan. Ia adalah duda dari dua anak. Perceraiannya terjadi lantaran ia mulai menyadari dirinya sebagai reinkarnasi Yesus. Ia menegaskan Tuhan telah memilih ia sebagai Sang Penyelamat karena ia ingat semua soal kehidupan masa lalunya.

“Saya tidak ingin menjadi Yesus. Siapa ingin menjadi Yesus? Namun saya mencintai kebenaran Tuhan,” kata Miller kepada para pengikutnya.Yesus palsu ini pun hidup mengandalkan sumbangan para pengikutnya. ( tempointeraktif.com )




READ MORE - Gempar ... Yesus Sang Penyelamat Telah Turun Di Australia

Perjamuan Terakhir Yesus Kristus Rabu, Bukan Kamis

Perjamuan Terakhir Yesus Kristus Rabu, Bukan Kamis - Umat Kristiani selama ini merayakan Perjamuan Terakhir (Last Supper) setiap Kamis Putih namun sebuah penelitian terbaru mengklaim jika Perjamuan Terakhir terjadi Rabu sebelum penyaliban. Demikian diberitakan AFP, Selasa (19/4/2011).

Profesor Colin Humphreys, seorang ilmuwan dari Universitas Cambridge, percaya hal ini terjadi karena kalender yang bercampur baur. Ia menegaskan penemuan ini kemudian menguatkan argumennya mengenai hari yang tepat untuk perayaan Paskah.

Humphreys menggunakan sebuah kombinasi Alkitab, sejarah, dan juga penelitian astronomi, demi menjelaskan poin penting dari waktu yang tepat kapan perjamuan terakhir Yesus dengan sejumlah muridnya sebelum penyaliban.

Para peneliti selama ini selalu mencari tahu dan memecahkan teka-teki dari data yang terdapat di Alkitab.


http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/last_supper_leonardo_davinci.jpg
Lukisan Last Supper of Tongerlo karya Leonardo Da Vinci


Saat Mathius, Markus, dan Lukas mengatakan jika Perjamuan Terakhir itu bersamaan dengan perayaan Paskah Yahudi, Yohannes mengatakan hal itu terjadi sebelum Paskah.

Humphreys memasukkan hal itu ke dalam bukunya berjudul The Mystery Of The Last Supper yang menyatakan jika Yesus termasuk Mathius, Markus, dan Lukas, kemungkinan menggunakan kalender yang berbeda dari Yohannes.

"Apapun yang Anda pikirkan tentang Alkitab namun faktanya adalah orang-orang Yahudi tidak akan pernah melakukan kesalahan makanan Paskah dengan jenis lain jadi selama ini para pewahyu Alkitab saling bertolak belakang dan ini sulit dimengerti," jelas Humphreys.

"Banyak ahli Alkitab mengatakan untuk alasan ini jangan percaya pewahyu Alkitab namun kami menggunakan ilmu dan juga pewahyu sehingga kami malah bisa membuktikan jika di sana tidak ada kontradiksi dalam Alkitab," jelas Humphreys.

Dalam teori Humphreys, Yesus menggunakan kalender lama Yahudi ketimbang kalender bulan resmi yang selama ini digunakan hingga saat kematiannya dan masih digunakan hingga saat ini.

Ini memungkinan jika hidangan Paskah dan juga perjamuan terakhir terjadi pada Rabu dan menjelaskan betapa banyak kejadian yang terjadi antara waktu perjamuan hingga penyaliban.

Kejadian itu dimulai dari penangkapan Yesus, diinterogasi, dan pengadilan tidak terjadi dalam satu malam melainkan terjadi dalam periode yang lebih panjang.

Humphreys percaya bahwa jika Paskah yang terjadi dalam kalender matahari modern dan berdasarkan itu maka jika penyaliban terjadi pada 3 April maka Hari Paskah jatuh pada 5 April. ( tribunnews.com )



READ MORE - Perjamuan Terakhir Yesus Kristus Rabu, Bukan Kamis