Sekarang nyatalah bahwa Alkitab sekarang memang palsu

Sekarang nyatalah bahwa Alkitab sekarang memang palsu - Palsu adalah lawan dari asli, otentik, tulen. Palsu berarti tidak otentik, tidak asli. Mengatakan bahwa Alkitab sekarang itu palsu atau tidak otentik bukanlah suatu hujatan, tetapi suatu kesimpulan ilmiah.

Lembaga Alkitab Indonesia sendiri, melalui webnya alkitab.or.id telah mengakui bahwa Alkitab sekarang memang berbeda dengan Alkitab yang otentik. Hal ini dikarenakan proses penyalinan dan penerjemahan di masa lalu dan masa-masa berikutnya hingga sekarang.


http://3.bp.blogspot.com/_21ROGM8eHr0/S76QSf69udI/AAAAAAAABBY/47SYLnV_40o/s1600/bible1.jpg
Alkitab sekarang memang palsu


Kepalsuan Alkitab juga disebabkan oleh penjagaan Alkitab yang hanya mengandalkan satu sistem penjagaan, yaitu penulisan. Berbeda dengan Al-Qur`an yang dijaga melalui hafalan dan tulisan. Sistem penjagaan Al-Qur`an telah terbukti menjaga keaslian Al-Qur`an.

Al-Qur`an, pada masa Nabi masih hidup, telah dihafal oleh banyak shahabat, dan juga ditulis dalam banyak catatan. Jika ada seseorang yang keliru satu kata saja, maka akan banyak shahabat yang meluruskan.

Sedangkan Alkitab, tidak ada yang menghafalnya. Bahkan Injil-Injil yang terdapat dalam Alkitab itu sebenarnya tidak ditulis pada masa Yesus. Dan Injil-Injil itu disusun berdasarkan cerita-cerita orang yang tidak dijamin integritasnya. Sehingga Injil-Injil dalam Alkitab sebenarnya tidak punya nilai otentik sama sekali. Karena ia bukan berasal dari murid-murid Yesus dan bukan pula berasal dari Yesus.

Tidak otentiknya Alkitab juga telah dikemukakan oleh para pakar Alkitab dari kalangan Kristen sendiri.

Dr. R. Soedarmo menyatakan, “Dengan memandang bahwa Kitab Suci (Alkitab) hanya catatan saja dari orang, maka diakui juga bahwa di dalam Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan.” (Ikhtisar Dogamtika, BPK Jakarta, 1965 hal. 47)

Hal ini berbeda dengan Al-Qur`an. Al-Qur`an bukanlah jurnal dari seseorang, tetapi ia merupakan wahyu dari Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Jibril Ar-Ruhul Qudus, kemudian Nabi mengajarkannya kepada para shahabat untuk dihafal dan dicatat dan diberitahukan bahwa itu adalah Al-Qur`an surat anu ayat sekian.

Dr. R. Soedarmo juga menyatakan, “Di dalam Perjanjian Baru pun ada kitab-kitab yang diragukan antara lain Surat Wahyu dan Yakobus yang disebut surat Jeram” (Ikhtisar Dogmatika, BPK Jakarta, 1965 hal. 49)

Dr.G.C Van Niftrik dan Dr. B.J Bolland berkata: “Kita tidak usah malu-malu, bahwa terdapat berbagai kekhilafan di dalam Alkitab; kekhilafan-kekhilafan tentang angka-angka perhitungan; tahun dan fakta.” (Dogmatika Masa Kini, BPK Jakarta,1967, hal 298).

Dr. Mr D.C Mulder: “Jadi benarlah Daud itu pengarang Mazmur yang 73 jumlahnya ? Hal itu belum tentu. Sudah beberapa kali kita menjumpai gejala bahasa orang Israel suka menggolongkan karangan-karangan di bawah nama orang yang termasyhur ……. Oleh karena itu tentu tidak mustahil pengumpulan¬pengumpulan mazmur-mazmur itu (atau orang-orang yang hidup lebih kemudian) memakai nama Daud, karena raja itu termasyhur sebagai pengarang mazmur-mazmur. Dengan kata lain perkataan, pemakaian nama Daud, Musa, Salomo itu merupakan tradisi kuno, yang patut diperhatikan, tetapi tradisi itu tidak mengikat” (Pembimbing ke Dalam Perjanjian Lama, BPK Jakarta, 1963 hal. 205).

DR. W. Graham Scroggie dari Institut Alkitab Moody, yaitu salah satu Misi Penyebaran Injil Kristen yang terkenal di dunia, menulis dalam bukunya, “Injil adalah karangan manusia, walaupun demikian ada orang yang terlalu fanatik buta -tanpa berpedoman kepada ilmu pengetahuan- menyangkal kenyataan ini. Kitab-kitab itu telah muncul melalui fikiran manusia, ditulis dalam bahasa manusia, diabadikan dengan tangan-tangan manusia dan memiliki gaya yang menunjukkan karakteristik manusia.”

Dengan kata lain, Injil bukanlah firman Tuhan, ia hanyalah karangan manusia. Berbeda dengan Al-Qur`an yang memang merupakan wahyu dari Allah dan memiliki gaya yang menunjukkan karakteristik ilahiyah yang tidak dapat ditiru oleh manusia mana pun. Jika para penyair Arab berkolaborasi dengan para ilmuwan lalu mereka membuat satu surat saja untuk menandingi Al-Qur`an, niscaya mereka tidak akan sanggup.

Jika benar bahwa Al-Qur`an itu berasal dari Muhammad yang manusia, maka kejeniusan Muhammad telah mengalahkan para ilmuwan dan para pakar dari berbagai bidang di masa ini. Dan tentunya telah jauh mengalahkan kejeniusan para pengarang Alkitab dan juga Yesus yang disembah oleh orang-orang Kristen.

Allah Yang menurunkan Al-Qur`an telah menciptakan sistem sedemikian rupa sehingga Dia menjamin keaslian Al-Qur`an. Dari cara-Nya menurunkan Al-Qur`an ayat demi ayat, penciptaan peristiwa sebelum Dia menurunkan suatu ayat, dapat dilihat bahwa Allah ingin agar Al-Qur`an ini mudah dihafal dan dipahami.

Hal ini tidak terjadi dengan kitab-kitab sebelumnya yang turun sekaligus satu kitab dalam satu waktu. Karena Dia tidak berkehendak menjadikan hukum dan kitab-kitab sebelum Al-Qur`an itu menjadi hukum yang abadi. Dia menghendaki agar Al-Qur`an itulah yang menjadi kitab dan hukum yang abadi.

Allah ingin memenangkan Al-Qur`an atas kitab-kitab palsu yang beredar saat itu hingga sekarang. Allah membiarkan kitab-kitab terdahulu dipalsukan. Lalu dari kitab-kitab palsu itu pun muncul ajaran-ajaran palsu. Sehingga nampaklah bagi mereka yang beraqal akan mana ajaran yang berasal dari Tuhan, dan mana ajaran yang berasal dari karangan manusia belaka seperti yang nampak dalam kata-kata DR. W. Graham Scroggie.

Sekarang nyatalah bahwa Alkitab sekarang memang palsu. Itu adalah kesimpulan ilmiah, bukan hujatan yang didasari oleh kebencian. Sehingga sekarang, kita membutuhkan ajaran yang benar-benar berasal dari Tuhan yang menciptakan kita untuk membimbing kita ke dalam keselamatan. Ajaran itu adalah Islam.
READ MORE - Sekarang nyatalah bahwa Alkitab sekarang memang palsu

Arsip Rahasia dan Arsip Terlarang Tahta Suci Vatikan Diungkap Ke Publik

Arsip Rahasia dan Arsip Terlarang Tahta Suci Vatikan Diungkap Ke Publik - Tahta Suci Vatikan memamerkan puluhan dokumen yang selama ini disimpan dalam Arsip Rahasia Vatikan ( Archivum Secretum Apostolicum Vaticanum). Pameran dibuka mulai Rabu 29 Februari lalu di Roma. Ini adalah upaya Gereja Katolik menyingkap tabir misteri mereka.


http://media.vivanews.com/thumbs2/2012/03/01/145866_koleksi-rahasia-vatikan--tanda-tangan-dan-dokumen-galileo-galilei_300_225.jpg
Koleksi rahasia Vatikan: tanda tangan dan dokumen Galileo Galilei (Reuters)

Seperti diberitakan Daily Mail, Kamis 1 Maret 2012, dokumen yang dipamerkan dalam pameran bertajuk 'Lux in Arcana' atau "Cahaya Arsip" ini antara lain surat dari Kalifah Abu Hafsah Umar al-Murtada pada Paus Innocent IV tertanggal 10 Juni 1250; dokumen proses peradilan Galileo; surat berisi pembelaan Copernicus yang ditujukan pada Paus Paulus III, dan masih banyak lagi.

Dokumen-dokumen ini dipindahkan dari tempat penyimpanannya untuk dipamerkan di Museum Capitolini, Roma. Kardinal Tarcisio Bertone menjadi salah satu orang pertama yang mengunjungi pameran yang akan berlangsung hingga September dan diharapkan mampu menarik ribuan pengunjung itu.

Kardinal Bertone juga menyinggung sedikit tentang insiden 'Vatileaks' yang merujuk pada kebocoran beberapa dokumen Vatikan yang dimuat di media Italia. "Dokumen yang dipamerkan di Roma ini adalah dokumen yang sebenar-benarnya yang seharusnya menjadi fokus. Apa yang menarik bagi saya adalah sejarah mereka semua," kata dia.

Vatikan telah menyeleksi 100 dokumen dari 1.000 lebih dokumen berusia 1.200 tahun, dengan rentang waktu abad kedelapan hingga abad 20. Beberapa dokumen yang dianggap sensitif tidak ikut dipamerkan, semisal surat-surat dari sebelum dan sesudah Perang Dunia II karena banyak yang memperdebatkan sejauh apa tindakan yang diambil Paus Pius XII untuk melawan Adolf Hitler.

Di Inggris, arsip nasional tersedia untuk umum setelah rentang waktu tertentu. Namun Vatikan menerapkan pola yang berbeda dengan merilis lembaran dan dokumen yang hanya dilakukan satu Paus pada satu periode.

Ancaman dan Sidang Galileo

Dalam salah satu dokumen, terdapat ancaman dari sejumlah bangsawan Inggris ke Gereja Katolik Roma. Mereka memaksa Paus membatalkan pernikahan Henry VIII dengan istri pertamanya, sehingga raja bisa menikahi Anne Boleyn.

Dokumen, yang ditandatangani oleh anggota parlemen dan pendeta termasuk Uskup Agung Canterbury, menyinggung 'solusi ekstrem' yang bisa mereka lakukan, jika Paus Clement VII menolak permintaan mereka.

Surat yang ditulis tahun 1530 dalam perkamen yang dibubuhi cap lilin sebanyak 81 buah yang digantung dengan pita merah -- adalah buntut dari perceraian Henry VIII dari Catherine of Aragon, dan secara jelas menunjukkan penolakan raja atas otoritas Paus. Perceraian itu juga menjadi sebab berdirinya Gereja Inggris yang lepas dari Gereja Katolik. Surat itu dianggap sebagai "dokumen berharga yang punya arti sejarah besar".

Juga ada dokumen berupa perkamen sepanjang 60 meter yang menceritakan proses persidangan Ksatria Templar, para ksatria di Abad Pertengahan, yang dituduh sesat dan berbuat asusila. Juga ada laporan persidangan astronom Italia Galileo Galilei, yang diadili karena menyatakan hal yang ternyata adalah sebuah kebenaran: bahwa Bumi berputar mengelilingi Matahari. ( vivanews.com )
READ MORE - Arsip Rahasia dan Arsip Terlarang Tahta Suci Vatikan Diungkap Ke Publik

Menguak Kebenaran Injil Barnabas

Menguak Kebenaran Injil Barnabas - Semenjak abad ke 4M (masa kekaisaran Konstantin), Injil Barnabas tidak lagi diakui oleh kaum Nasrani karena kandungan Injil ini karena sebab sebab sebagai berikut :

  • Injil Barnabas selaras dengan ajaran tauhid yang dibawa oleh Nabi Ibrahim, Musa, Isa dan Nabi Muhammad SAW.
  • Injil Barnabas tidak Mengakui TRINITAS
  • Injil Barnabas tidak mengakui bahwa ISA / YESUS adalah ANAK TUHAN apalagi sebagai TUHAN
  • Injil Barnabas mengakui akan datangnya Nabi Sesudah Isa, Mesias Sesungguhnya yaitu Ahmad atau Muhammad
  • Injil Barnabas tidak mengakui bahwa Isa mati dengan disalib

Runtutan sejarahnya adalah sebagai berikut :


http://tausyah.files.wordpress.com/2012/01/6a00d8341c5ebf53ef00e54f58bebb8834-800wi.jpg?w=498

Pada awalnya, 12 murid Nabi Isa menulis semua ajaran yang disampaikan Nabi Isa. Risalah - risalah itu pada awalnya diakui, termasuk salah satunya adalah Injil Barnabas.

Namun pada tahun 325 M, kalangan gereja - termasuk gereja-gereja Alexandria - mulai goyah, setelah gereja Paulus ( Katholik ) melalui Konsili di NICEA menetapkan TRINITAS sebagai doktrin mutlak. Akibatnya 300 lebih manuskrip injil harus diseleksi, yang pada akhrnya tinggallah 4 "Injil Resmi" saja yang kemudian disebut dengan " Injil Kanonik ", sementara ratusan sisa injil lainnya dimusnahkan.

Kemudian pihak gereja, didukung pihak kerajaan mengeluarkan statemen : " Siapa pun yang memiliki -injil tdk resmi- dibunuh! ".

Statemen ini sebagai upaya pelenyapan Injil asli di masa Nabi Isa a.s.

Dan Akhrnya Kaum Nasrani hanya – disuruh - Mempercayai 4 Injil Kanonik yang ditulis oleh Lukas, Markus, Matius dan Yohanes saja.

Pada 366 M, Paus Damaskus kembali menegaskan untuk melarang membaca apalagi mempelajari manuskrip - manuskrip Apokrifa termasuk Injil Barnabas, tapi ia sendiri menyimpan salinan Injil Barnabas itu di perpustakaannya.

Keputusan pelarangan tersebut termaktub dalam KATALOG MANUSKRIP YUNANI diperpustakaan CHACELOR SEGUIER (1558-1672) yang dipersiapkan oleh B. De Manfaucon (1665-1741) dan di dalam sebuah deftar yang disebut STICHOMETRY NICEPHORUS.

Larangan - larangan ini berlanjut hingga sekarang ( Faktanya Tidak ada gereja yang mengajarkan isi INJIL BARNABAS dan tidak mengakui kebenaran INJIL BARNABAS tersebut )

Selanjutnya, Injil Barnabas disembunyikan di perpustakaan Vatikan dan kemudian Injil Barnabas mulai tersebar ketika Uskup St. FERRAMINO pada tahun 1585 meminjam manuskrip Injil Barnabas berbahasa Italia dari perpustkaan PAUS SIXTUS V. Setelah membaca dan mempelajari Injil Barnabas, FERRAMINO memeluk islam.

Kemudian manuskrip Injil Barnabas tadi jatuh ke tangan MUSTAPHA DE ARANDA ( MUSTHAFA AL ARANDI ) yang menterjemahknnya kedalam bahasa SPANY0L. Tak lama kemudian, injil tersebut ditemukan oleh Dr. Sale, seorang sarjana asal Inggris

Tahun 1709, John Toland, arkeolog dan sejarahwan Amsterdam Belanda, menerima Injil Barnabas berbahasa ITALIA dari J.E KRAEMER, penasehat kerajaan Prusia Jerman.

Tahun 1713, Kraemer menitipkan manuskrip Injil Barnabas tersebut di perpustakaan Pangeran EUGENE dari Savoy.

Beberapa tahun kemudian, manuskrip tersebut disimpan di perpustakaan kerajaan Wina THE EMPERIAL LIBRARY atas prakarsa pangeran EUGENE.

Pada tahun 1907, Injil Barnabas yang berbahasa Spanyol diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh LONSDALE RAGG dan istrinya LAURA RAGG, dengan judul THE GOSPEL OF BARNABAS terbitan OXFORD UNIVERSITY.

Tahun 1908, Dr. KHALIL SA'ADAH - arkeolog Arab, menterjemahkan buku THE GOSPEL OF BARNABAS ke dalam bahas Arab dengan judul " Injil Barnaba, Dirasat Haula Wihdatiddin'inda Musa wa Isa wa Muhammad'Alaihimussalam " ( Injil Barnaba, Sbuah Studi Mengenai Kesamaan Tauhid antara Musa, Isa dan Muhammad 'Alaihimussalam )

Sementara dilain tempat, pada tahun 1947 telah ditemukan 7 lembar manuskrip Injil Kuno yang ditemukan oleh 3 anak penggembala domba Badui yang bernama JUMA, KHALIL dan MUHAMMAD

Mereka bertiga menemukan manuskrip injil tersebut di dalam sebuah gua di LEMBAH QUMRAN, sebelah LAUT MATI.

Manuskrip tersebut berbentuk GULUNGAN PERKAMEN ( semacam kertas dari kulit ) yang dibungkus dengan kain kehijauan karena sudah tua dan ditaruh dalam guci.

Oleh ahli arkeology, manuskrip tersebut diberi nama - GULUNGAN LAUT MATI – dan diperkirakan manuskrip tersebut berasal dari tahun 900 M, umurnya 1.000 tahun lebih tua dari teks Injil Ibrani.

Hingga kini, pekerjaan menterjemahkan manuskrip Gulungan Laut Mati belum selesai.

Setelah melalui perjalanan panjang dan perpindahan tangan, Gulungan Laut Mati akhirnya terkumpul dan tersimpan di HEBREW UNIVERSITY dengan nama : SHRINE OF THE BOOK ( Kilauan Kitab Suci ) hingga saat ini. ( Majalah Alkisah edisi 7/Th IV / 27 Maret-9 April 2006 )
READ MORE - Menguak Kebenaran Injil Barnabas

Benarkah Injil Barnabas Berbicara Tentang Kerasulan Muhammad SAW ... ???

Benarkah Injil Barnabas Berbicara Tentang Kerasulan Muhammad SAW ... ??? - Penemuan Injil kuno yang diyakini berusia 1500 tahun telah membuat heboh. Yang membuat gempar, Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Isa (Yesus) di bumi.


http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/injil-kuno-_120228115920-641.jpg

Sebagian orang memprediksi injil tersebut adalah Injil Barnabas. Menurut mailonline, injil yang tersimpan di Turki itu ditulis tangan dengan tinta emas menggunakan bahasa Aramik. Inilah bahasa yang dipercayai digunakan Yesus sehari-hari. Dan di dalam injil ini dijelaskan ajaran asli Yesus serta prediksi kedatangan penerus kenabian setelah Yesus. Alkitab kuno ini sekarang di simpan di Museum Etnografi di Ankara, Turki.

Dalam Injil Barnabas memang diungkapkan tentang akan datangnya Rasul bernama Muhammad SAW, setelah Nabi Isa. Berikut ini isi Injil Barnabas yang menyebut tentang Nabi Muhammad:


  • Bab 39 Barnabas: ''Terpujilah nama-Mu yang kudus, ya Allah Tuhan kita... Tiada Tuhan Selain Allah dan dan Muhammad adalah utusan-Nya''.


Masih pada bab 39 yang mengisahkan tentang Nabi Adam, nama Nabi Muhammad SAW juga disebut dalam dialog antara Nabi Adam dengan Tuhan. ''...Apa arti kata-kata, Muhammad utusan Allah, apakah ada manusia sebelum aku?''

  • Bab 41 Barnabas: "Atas perintah Allah, Mikael mengusir Adam dan Hawa dari surga, kemudian Adam keluar dan berbalik melihat tulisan pada pintu surga 'Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah...''

  • Bab 44 Barnabas: Pada bab ini Yesus atau Nabi Isa menyebut nama Nabi Muhammad. ''Oh, Muhammad Tuhan bersamamu...''

  • Bab 97: Yesus menjawab, "Nama Mesias sangat mengagumkan, karena Allah sendiri yang memberinya nama, ketika menciptakan jiwanya dan menempatkannya di dalam kemuliaan surgawi. Allah berkata: 'Tunggu Muhammad; karena kamu Aku akan menciptakan firdaus, dunia, dan banyak makhluk... Siapa pun yang memberkatimu akan diberkati, dan barangsiapa mengutukmuu akan dikutuk..''

  • Bab 112: Dalam bab ini Nabi Isa (Yesus) bercerita kepada Barnabas bahwa dirinya akan dibunuh. Namun, kata Nabi Isa, Allah aka membawanya naik dari bumi. Sedangkan orang yang dibunuh sebenarnya adalah seorang pengkhianat yang wajahnya diubah seperti Nabi Isa. Dan orang-orang akan percaya bahwa yang disalib itu adalah Nabi Isa. ''Tetapi Muhammad akan datang... Rasul Allah yang suci,'' kata Nabi Isa. Nama Nabi Muhammad juga disebut pada Bab 136, 163, dan 220. Isi Injil Barnabas di atas dikutip dari barnabas.net.

***

Menurut Laman Al-Arabiya, meskipun spekulasi tentang kitab kuno yang diduga sebagai Injil Barnabas itu meramalkan kedatangan Islam, namun sejauh ini tidak ada bukti yang menegaskan hipotesis tersebut.

Walau Injil Barnabas "mengakui" kedatangan Islam dan Nabi Muhammad SAW, namun skeptisisme tetap muncul karena kontradiksinya dengan Alquran. "Sebab, sebagian besar studi tentang kitab ini menyatakan Injil Barnabas hanya kembali ke 500 tahun yang lalu. Sementara, Alquran telah ada sejak 1400 tahun silam," demikian tulis Al-Arabiya, Senin (27/2).

Adanya kontradiksi inilah yang menjadi alasan utama mengapa para sarjana Arab mengabaikan terjemahan bahasa Arab Injil tersebut, yang diterbitkan 100 tahun lalu. Sebagaimana diulas secara rinci oleh penulis dan pemikir Mesir, Abbas Mahmoud Al-Akkad.

Dalam sebuah analisis yang ditulisnya pada 26 Oktober 1959 di surat kabar Al-Akhbar, Akkad mengatakan deskripsi neraka dalam Injil Barnabas didasarkan pada informasi yang relatif baru yang tidak tersedia pada saat di mana teks itu seharusnya ditulis. "Sejumlah deskripsi yang tertulis dalam Injil itu merupakan kutipan orang-orang Eropa dari sumber-sumber Arab," ungkapnya.

Seorang pendeta Protestan Ihsan Ozbek mengatakan Injil itu berasal dari abad ke-5 atau ke-6. Sementara Barnabas, yang merupakan pemeluk pertama Kristen hidup pada abad pertama.

"Salinan Injil di Ankara mungkin telah ditulis ulang oleh salah seorang pengikut Barnabas," kata dia. Sebab, lanjutnya, ada jeda 500 tahun antara Barnabas dan penulisan salinan Inkjil. "Umat Islam mungkin akan kecewa bahwa Injil ini tidak ada hubungannya dengan injil Barnabas," ujarnya.

Sementara Profesor Omer Faruk menilai Injil kuno itu perlu ditelusuri lebih lanjut guna memastikan Injil itu dibuat oleh Barnabas atau pengikutnya. ( republika.co.id )
READ MORE - Benarkah Injil Barnabas Berbicara Tentang Kerasulan Muhammad SAW ... ???

Seputar Kontroversi Injil Kuno yang Mengabarkan Kedatangan Nabi Muhammad

Seputar Kontroversi Injil Kuno yang Mengabarkan Kedatangan Nabi Muhammad -– Penemuan Injil kuno yang memprediksi kedatangan Nabi Muhammad telah memunculkan kontroversi, terutama yang terkait dengan kesamaannya dengan Alquran maupun kontroversi seputar keasliannya.

Menurut Laman Al-Arabiya, meskipun spekulasi tentang kitab kuno yang diduga sebagai Injil Barnabas itu meramalkan kedatangan Islam, namun sejauh ini tidak ada bukti yang menegaskan hipotesis tersebut.


http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/injil-kuno-yang-diyakini-sebagi-injil-barnabas-_120228194802-340.jpg
Injil kuno yang diyakini sebagai Injil Barnabas.

Walau Injil Barnabas "mengakui" kedatangan Islam dan Nabi Muhammad SAW, namun skeptisisme tetap muncul karena kontradiksinya dengan Alquran. "Sebab, sebagian besar studi tentang kitab ini menyatakan Injil Barnabas hanya kembali ke 500 tahun yang lalu. Sementara, Alquran telah ada sejak 1400 tahun silam," demikian tulis Al-Arabiya, Senin (27/2).

Adanya kontradiksi inilah yang menjadi alasan utama mengapa para sarjana Arab mengabaikan terjemahan bahasa Arab Injil tersebut, yang diterbitkan 100 tahun lalu. Sebagaimana diulas secara rinci oleh penulis dan pemikir Mesir, Abbas Mahmoud Al-Akkad.

Dalam sebuah analisis yang ditulisnya pada 26 Oktober 1959 di surat kabar Al-Akhbar, Akkad mengatakan deskripsi neraka dalam Injil Barnabas didasarkan pada informasi yang relatif baru yang tidak tersedia pada saat di mana teks itu seharusnya ditulis. "Sejumlah deskripsi yang tertulis dalam Injil itu merupakan kutipan orang-orang Eropa dari sumber-sumber Arab," ungkapnya.

Akkad menambahkan, kisah Injil Barnabas tentang bagaimana Yesus mengabarkan tentang munculnya Nabi Muhammad kepada kerumunan ribuan pengikutnya amat sulit dipercaya. Injil ini, kata dia, mengandung beberapa kesalahan yang begitu vulgar, baik bagi Yahudi, Kristen, maupun Muslim.

Misalnya, sambung Akkad, kitab itu mengatakan ada sembilan lapis langit dan yang kesepuluh adalah surga. Sementara dalam Alquran hanya ada tujuh lapis langit. Juga klaim Injil yang menyatakan perawan Maria tidak merasakan sakit saat melahirkan Yesus. Padahal, dalam Alquran disebutkan Maryam menderita kesakitan saat melahirkan putranya.

Menurut Injil (Barnabas), Yesus mengatakan kepada imam Yahudi bahwa dirinya bukan Mesiah dan Mesiah sesungguhnya adalah Muhammad SAW. "Ini berarti ada penolakan atas keberadaan Mesiah, yang tak lain adalah Yesus sendiri. Dengan demikian, seolah-olah Yesus dan Muhammad tampak seperti satu orang yang sama," kata Akkad.

Kitab Injil ini juga berisi informasi yang tidak memiliki kredibilitas sejarah, seperti adanya tiga tentara—masing-masing terdiri dari 200.000 tentara—di Palestina. Sedangkan seluruh penduduk Palestina sekitar 2.000 tahun lalu, tidak mencapai 200.000. Tragisnya, Palestina saat itu diduduki oleh Romawi, dan tak mungkin diizinkan memiliki bala tentara sendiri.

Demikian pula, lanjut Akkad, kalimat terakhir dalam Bab 217 yang menyatakan bahwa tubuh Yesus dibebani 100 pon batu. "Ini menegaskan bahwa Injil tersebut ditulis baru-baru ini, karena penggunaan pon sebagai satuan berat untuk pertama kali dilakukan oleh Dinasti Ottoman, dalam sebuah eksperimen dengan Italia dan Spanyol. Dan kata-kata "pon" tidak pernah dikenal pada masa Yesus.

Menurut Akkad, salah satu fakta paling mencolok yang disebutkan dalam Injil Barnabas terdapat dalam Bab 53, yang mengatakan bahwa pada Hari Kiamat bulan akan berubah menjadi balok darah. Dan pada hari kedua, darah ini akan menetes ke bumi seperti embun. Kemudian pada hari ketiga, bintang-bintang akan bertempur laksana serdadu perang.

"Berdasarkan sejumlah penelitian, Injil Barnabas ditulis pada Abad Pertengahan oleh seorang Yahudi Eropa yang cukup akrab dengan Alquran dan Injil. Dia kemudian mencampur-adukkan fakta dan opini dari berbagai sumber, tanpa diketahui motif dan tendensinya," tandas Akkad. ( republika.co.id )
READ MORE - Seputar Kontroversi Injil Kuno yang Mengabarkan Kedatangan Nabi Muhammad