Jumlah Ayat Alkitab Yang Bilang Berjumlah 18,666 Ayat



Dalam Alkitab terbitan Jerman ?Die Gute Nachricht Altes und Neues Testament? terbitan deutsche Bibelstifung Stuttgart, Germany tahun 1978, jumlah ayat dalam Perjanjian Lama (PL) berkurang 18.666 ayat. Jumlah ini diperoleh dari perbandingan dengan Alkitab standar Protestan maupun standar Katolik.

Menurut Ev Jansen Litik, Alkitab Perjanjian Lama terdiri dari 22.465 ayat.(Tanya jawab Dogmatika Kristologi, hlm.1 . Dengan demikian berarti Alkitab PL kehilangan sekitas 83 persen. Bila dibuka dengan cermat, dari lembaran pertama sudah terlihat mencolok adanya ayat-ayat yang raib itu. Bermula dari kitab Kejadian (Das Erste Buch Mose), terdapat 8 pasal 5, pasal 10, pasal 20, pasal 23, pasal 26, pasal 31, pasal 34, dan pasal 36.

Dari seluruh kitab Perjanjian Lama (PL), yang paling banyak kehilangan ayat adalah kitab Mazmur (Das Buch Psalmen). Umumnya, kiotab ini terdiri dari 150 pasal. Tetapi dalam Alkitab terbitan Jerman ini hanya terdapat 41 pasal saja. Sedangkan 109 pasal lainnya tidak dimuat sama seklai. Di samping itu, bebrapa bagian di antaranya kehilangan searoh pasal. Jika dihitung, jumlah seluruh ayat yang hilang dari kitabMazmur berjumlah 1.830 ayat.

Nasib yang sama juga dialami oleh kitab Tawarikh yang terdiri dari Tawarikh I dan Tawarikh II. Kitab Tawarikh I umumnya terdiri dari 29 pasal dan 891 ayat, sedangkan kitab Tawarikh II terdiri dari 36 pasal dan 822 ayat. Kedua kitab ini sama sekali disunat dari Alkitab. Jika dikalkulasi, terdapat 1.713 ayat yang tidak dimuat dalam kitab Tawarikh.

Selain Tawarikh, kitab lain yang dipangkas habis tanpa menyisakan satu ayat pun adalah Kitab Ester, Ratapan(nudub Yeremia), Obaja, Nahum, Habakuk, Zefanya, Tobit, Tambahan Ester, Kebijakan Alomo, Sirakh, Barukh, dan Tambahan Kitab Daniel. Total jumlah ayat dari kitab-kitab yang hilang ini adalah 3.006 ayat.

Kitab Yehezkiel (Der Prophet Ezechiel) hilang 30 pasal, antara lain: pasal 6-7, pasal 12-15, pasal 17, pasal 19-30, pasal 32, pasal 35, pasal 38-42, pasal 44-46, dan pasal 48. Selain itu, ada bebrapa bagian yang hilang separoh pasal, sehingga total ayat yang hilang berjumlah 871 ayat.

Kitab Yesaya (das Buch Jesaya) yang seyogianya berjumlah 66pasal, kini tinggal 37 pasal saja,lantaran kehilangan 29 pasal. Dari 37 pasal yang tersisa itu pun sebagian hilang separoh pasal. Jumlah seluruh ayat yang hilang dari kitabYesaya adalah 687 ayat.

Kitab Bilangan (Das vierte Buch Mose) hanya ada 10 pasal, setelah kehilangan 26 pasal, antara lain: pasal 1-2, pasal 4-5, pasal 7-9, pasal 11-12, pasal 15-19, dan pasal 25-36. Jumlah ayat yang hilang dalam kitab Bilangan adalah 1.057 ayat.

Demikian pula yang dialami oleh Kitab Yeremia (Der Prophet Jeremia). Kitab ini hanya memiliki 25 pasal setelah kehilangan 27 pasal. Jumlah ayat yang hilang dalam kitab Bilangan adalah 869 ayat.

Dalam Dua Halaman raib Ribuan Ayat:

Menurut urutan yang baku, seharusnya setelah kitab Tibit adalah kitab Yudit (339 ayat), Tambahan Ester (91 ayat), Kebijakan Salomo (435 ayat), Sirakh (1.401 ayat), barukh (213 ayat), dan Tambahan KItab Daniel (196 ayat). Tetapi, enam kitab yang terdiri dari 2.675 ayat ini hilang semua. Setelah kitab Tobit, langsung loncat ke kitab Makabe.

DAFTAR AYAT-AYAT YANG HILANG DARI ALKITAB
  • 01. Kitab Kejadian (Das Erste Buch Mose) 391
  • 02. Kitab Keluaran (Das Zweite Buch Mose) 539
  • 03. Kitab Imamat (Das Dritte Buch Mose) 764
  • 04. Kitab Bilangan (Das Vierte Buch Mose) 1,057
  • 05. Kitab Ulangan (Das Funfte Buch Mose) 698
  • 06. Kitab Yosua (Das Buch Josua) 528
  • 07. Kitab Hakim-hakim (Das Buch Von Den Richtern) 386
  • 08. Kitab l Samuel (Das Erste Buch Samuel) 304
  • 09. Kitab ll Samuel (Das Zweite Buch Samuel) 363
  • 10. I Raja-raja (Das Ersste Buch von den Konigen) 375
  • 11. II Raja-raja (Das Zweite Buch von den Konigen) 343
  • 12. Kitab Tawarikh I 891
  • 13. Kitab Tawarikh II 822
  • 14. Kitab Ezra (Das Buch Esra) 125
  • 15. Kitab Nehemia (Das Buch Nehemia) 289
  • 16. Kitab Ester 167
  • 17. Kitab Ayub (Das Buch Ijob) 672
  • 18. Kitab Mazmur (Das Buch Psalmen) 1,830
  • 19. Kitab Amsal (Das Buch Sprichworter) 704
  • 20 Kitab Pengkhotbah (Das Buch Koholet) 100
  • 21. Kitab Kidung Agung (Das Hohelied) 31
  • 22. Kitab Yesaya (Das Buch Yesaya) 687
  • 23. Kitab Yeremia (Der Prophet Jeremia) 869
  • 24. Kitab Ratapan 154
  • 25. Kitab Yehezkiel (Der Prophet Ezechiel) 871
  • 26. Kitab Daniel (Das Buch Daniel) 219
  • 27. Kitab Hosea (Der Prophet Hosea) 128
  • 28. Kitab Yoel (Der Prophet Joel) 16
  • 29. Kitab Amos (Der Prophet amos) 14
  • 30. Kitab Obaja 21
  • 31. Kitab Mikha (Der Prophet Micha) 46
  • 32. Kitab Nahum 47
  • 33. Kitab Habakuk 56
  • 34. Kitab Zefanya 53
  • 35. Kitab Hagai (Der Prophet Haggai) 14
  • 36. Kitab Zakharia (Der Prophet Sacharja) 115
  • 37. Kitab Maleakhi (Der Prophet Maliachi) 36
  • 38. Kitab Tobit (Das Buch Tobit) 85
  • 39. Kitab Yudit 339
  • 40. Tambahan Ester 91
  • 41. Kebijakan Salomo 435
  • 42. Kitab Sirakh 1,401
  • 43. Barukh 213
  • 44. Tambahan Kitab Daniel 196
  • 45. I Makabe (Das Erste Buch von Den Makkabaer) 757
  • 46. II Makabe (Das Zweite Buch von Den Makkabaer) 424
Jumlah ayat yang hilang 18,666 ayat

READ MORE - Jumlah Ayat Alkitab Yang Bilang Berjumlah 18,666 Ayat

Riwayat Pembantaian Umat Manusia Oleh Gereja Dari Dulu Sampai Sekarang



Riwayat Pembantaian Umat Manusia Oleh Gereja Dari Dulu Sampai Sekarang - Dalam kasus terorisme, media memang terkenal tidak adil dalam memberitakan Islam. Islam menjadi agama yang paling banyak disudutkan dalam aksi kekerasan. Jika pada kasus pemboman Bali, Gerakan Amrozi Cs dicari sampai ke akar-akarnya, bahkan ditumpas tak bersisa, menjadi lain ceritanya jika Kristen yang melakukan tindakan sama. Seakan media menjadi bungkam seketika.

Dalam kasus kerusuhan Poso misalnya, pengadilan hanya berhenti pada nama tiga orang terdakwa Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, dan Marinus Riwu, dan tidak pernah diteruskan kepada siapa dibalik mereka sampai ke anggota-anggotanya. Padahal jelas Tibo cs bertindak atas nama gerakan.

Begitu juga dalam peberitaan internasional. Bush dan serdadunya -yang dikorbankan semangat Fundamentalisme Kristen-yang membunuh jutaan umat muslim di Timur Tengah, seakan-akan lenyap tanpa dosa. Media-media pun tidak ada yang memanggil Bush dengan sapaan teroris. Berbeda jika Usamah Bin Ladin yang diberitakan, baik media cetak maupun televisi ramai-ramai mencapnya teroris tanpa mendudukan kronologis dan pra asumsi yang berkembang.

Kita tentu bertanya-tanya, entah mengapa jika Kristen yang melakukan aksi kekerasan, stigma teroris menjadi kebal bagi mereka. Padahal sejarah mencatat bagaimana kekejaman yang dilakuakn Kristen bukanlah isapan jempol semata, mereka tidak hanya membantai Islam, tapi juga Yahudi, kaum Pagan, pelaku bid’ah secara keji dan tak beradab. Tulisan ini bukan untuk membangkitkan luka, namun bisa jadi pelajaran bagi kita untuk meluruskan isu seputar terorisme atas nama agama.

Pembunuhan Kaum Pagan

Sejak agama Kristen diresmikan pada tahun 315 M, kuil-kuil kaum Pagan makin banyak dihancurkan oleh pengikut Kristen. Pendeta kaum pagan pun banyak dibunuh. Antara tahun 315 dan abad ke-6, ribuan orang penyembah berhala disembelih. Dan itu semua dilakukan atas nama misi Gereja.

Melaksanakan ritual ibadah pagan menjadi sangat berbahaya bagi pelakunya dan terancam hukuman mati, ini sudah terjadi mulai tahun 356 Masehi. Kaisar Kristen Theodosius (408-450M) bahkan membunuh anak-anaknya sendiri karena mereka bermain-main dengan patung-patung pagan. Menurut penulis Christian Chronicles, kaisar yang melakukan hal tersebut didasari akan kepatuhan terhadap seluruh ajaran Kristen.

Akhirnya, pada abad ke 6 seluruh hak hidup para penganut Pagan dinyatakan dicabut. Bahkan sebelumnya pada awal abad ke-4, filosof Sopratos dihukum mati atas perintah penguasa Kristen.

Selanjutnya di tahun 415 M, Hypatia dari Alexandria, seorang filosof wanita yang terkenal, diseret kemudian dipotong-potong tubuhnya oleh orang-orang Kristen Koptik radikal yang dipimpin oleh pendeta Peter. Hypatia sendiri adalah seorang ilmuwan Yunani dari Alexandria Mesir. Hypatia dibunuh karena menjadi penyebab kekacauan dalam agama. Ia dijuluki sebagai "pembela ilmu pengetahuan yang gagah berani melawan agama". Dan beberapa pendapat mengatakan kematiannya menandai akhir dari zaman Hellenistik dan dimulainya zaman kegelapan (The Dark Ages).

Pembunuhan Atas Nama Misi Gereja

Selain membunuh secara kejam dan membabi buta kaum pagan, Kristen juga melakukan terorisme dan kesadisan terhadap mereka-mereka yang tidak mau ikut agamanya. Kaisar Karl (Charlemagne), misalnya, pada tahun 782 M tanpa punya nurani memenggal kepala 4500 orang Saxon, karena mereka tidak mau memeluk agama Kristen.

Kaum tani yang tidak mau membayar sumbangan kepada Gereja pun mengalami hal serupa. Mereka dijatuhi hukuman mati layaknya manusia penuh dosa. Jumlahnya pun tidak main-main, antara 5000 sampai 11.000 pria, wanita dan anak-anak, dibunuh pada tanggal 27 Mei 1234 dekat Altenesch (Jerman).


Lalu pada abad ke 16 dan 17 M, tercatat puluhan ribu warga Irlandia dibunuh. Pasukan Inggris terjun ke wilayah ini semata-mata demi menjinakkan orang-orang Irlandia yang liar. Mereka di anggap tidak lebih dari binatang yang hidup tanpa mengindahkan hukum-hukum Tuhan. Seorang pimpinan tentara Inggris yang terkenal kejam adalah Humphrey Gilbert yang memerintahkan untuk memenggal kepala semua tawanan.

Pembantaian Dalam Perang Salib

Belum lagi fakta, di Semlin dan Wieselburg (Hungaria), pada tanggal 12 sampai 24 Juni 1096 ribuan orang dihilangkan nyawanya secara kejam. Hanya dalam waktu hitungan hari dari tanggal 9 sampai 26 September 1096 sekitar 1000 orang dibunuh di Nikala atau Xerigordon (Turki).

Kita juga tidak lupa pada tanggal 11 Desember 1098, seribu orang Muslim di bantai di Marra. Tentara Salib yang lapar karena kehabisan makanan sampai-sampai mengambil daging mayat musuh yang sudah mulai membusuk dan memakannya (Christian Chronicle, Albert Aquensis).

Penaklukkan kota Jerusalem yang terjadi pada tanggal 15 Juli 1099 pun dihiasi kematian 60.000 warga Muslim, Yahudi, laki-laki dan anak-anak, yang dibunuh secara keji oleh Pasukan Perang Salib. Puluhan ribu kaum muslim yang mencari penyelamatan diatas masjid Al Aqsha pun dikejar sampai dapat dan mereka dibantai dengan sangat sadis.

Kekejaman demi kekejaman pasukan salib memang sulit dinalar oleh akal sehat. Setahun sebelumnya, pada tahun 1098, pasukan tentara bengis itu telah membunuh ratusan ribu kaum muslim di Arra’t-un-Noman, salah satu kota di Syria. Mereka bergerak atas “sabda” Paus Urban yang menyeru “Killing these godless monsters was a holy act: it was a Christian Duty to exterminate thi vile race from our lands” atau “Membunuh para monster tak bertuhan itu adalah tindakan suci: adalah kewajiban umat Kristen untuk memusnahkan angsa jahat itu dari wilayah kita.”

Salah satu saksi mata sampai-sampai menyatakan bahwa ,"Genangan darah manusia di depan Kuil Solomon setinggi pergelangan kaki orang dewasa”. Sedangkan, salah seorang penulis Kristen bernama Eckehad dari Aura mengatakan, “bahkan berlanjut hingga musim panas, udara di seluruh Palestina masih tercemari oleh bau mayat-mayat yang membusuk".

Pembunuhan Terhadap Orang Bid’ah (Inkuisisi)
Sejatinya, Inkuisisi (dengan huruf I besar) adalah istilah yang secara luas digunakan untuk menyebut pengadilan terhadap bidaah oleh Gereja Katolik Roma. Undang-undang ini mengandung peraturan-peraturan yang sangat keras. Sanksi pelaku bid’ah bahkan bisa sangat mengerikan daripada kaum pagan yang jelas-jelas kafir dalam konsep mereka.

Dalam sejarahnya, Gereja Trinitarian yang menjatuhkan keputusan bersalah kepada seorang pelaku bid’ah akan memberikan hukuman tak berperi dari mulai penyiksaan, pembakaran sampai pemenggalan kepala.

Kasus ini sempat menimpa kaum Manichaean. Kaum Manichean adalah salah satu sekte yang dinyatakan bid’ah dalam Kristen karena melakukan praktek pengendalian kelahiran (KB) yang tidak diajarkan oleh Gereja Katholik. Bayangkan karena hal itu, ribuan orang Manichean menjadi korban seiring kampanye besar-besaran ke seluruh kekaisaran Romawi antara tahun 372 M sampai 444 M.

Selain pembasmian yang menimpa kaum Manichean, hal serupa juga menimpa kelompok Cathars. Orang-orang Cathars pada dasarnya menganut Kristen dengan baik, tetapi pada sisi lain mereka menolak segala peraturan Gereja Katholik Roma yang dirasa tidak adil seperti pajak dan larangan pengendalian kelahiran.

Lantas hanya karena hal itu, Paus Innocent III memerintahkan untuk membunuh para pengikut Cathars di tahun 1209. Kota Beziers (Perancis) pada tanggal 22 Juni 1209 pun dihancurkan. Semua makhluk yang hidup di dalamnya pun dibantai tanpa ampun. Jumlah korban menurut catatan sejarah berkisar pada angka 70.000 manusia, angka itu termasuk jumlah pemeluk Katolik yang menolak untuk menyerahkan tetangga dan sahabatnya yang di kategorikan bid’ah oleh Gereja.

Bid;ah lainnya yang juga dilakukan oleh Waldensians, Paulikians, Runcarians, Josephite dan lain-lain juga dienyahkan hingga tak bersisa. Ratusan ribu orang kemudian mati tak bernyawa oleh kekejeman pihak gereja. Bahkan John Huss, yang mengkritisi "Papal Infallibility" (Kemustahilan Paus berbuat salah) dan Surat penebusan dosa, dibakar hidup-hidup di tiang pancang pada tahun 1415.

Pembunuhan Terhadap Yahudi

Yang juga turut mengalami kekejaman selain Islam adalah kaum Yahudi. Max Margolis dan Alexander Marx dalam “A History of Jewish People” menceritakan bahwa pada periode 612-620 M, banyak kasus terjadi dimana Yahudi dibaptis secara paksa. Euric (680-687) membuat keputusan bahwa seluruh orang Yahudi yang dibaptis secara paksa ditempatkan dibawah pengawasan khusus pejabat dan pemuka gereja. Setelah diKristenkan secara paksa, orang-orang Yahudi itu tetap diawasi secara ketat oleh gereja, takut kalau-kalau mereka kembali melakukan ibadah Yahudi.

Bahkan Raja Egica (687-701) membuat keputusan bahwa semua Yahudi di Spanyol dinyatakan sebagai budak. Keputusan sepihak itu tidak saja berlangsung dalam satu sampai dua tahun, namun untuk selamanya. Harta benda kaum Yahudi disita dan mereka diusir dari rumah-rumah sehingga tersebar ke berbagai provinsi. Lebih dari itu anak-anak Yahudi yang berumur tujuh tahun ke atas diambil paksa dari orangtuanya dan diserahkan kepada keluarga Kristen. 

Selanjutnya pada tahun 1096, saat Perang Salib pertama, ribuan orang Yahudi dibunuh oleh Salibis Kristen di kota Worm teparnya pada tanggal 18 Mei 1906, di Mainz. Lalu pada tanggal 27 Mei 1096 sekitar 1100 orang Yahudi juga mengalami pembantaian.

Dalam Perang Salib itu, tercatat 12.000 orang Yahudi dibunuh dimana tempatnya membentang dari Worms, Mainz, Cologne, Neuss, Altenahr, Wevelinghoven, Xanten, Moers, Dortmund, Kerpen, Trier, Regensburg, Prag hingga Metz di Perancis.

Sedangkan pada tahun 1348 nasib naas juga dialami Yahudi, dua ribu orang diantara mereka dibunuh di Bassel (Swiss) dan Strassbourg. Sedangkan pada tahun 1349 diKita Praha, data menyatakan bahwa 3000 orang Yahudi telah tewas terbunuh. Sedang pada 42 tahun selanjutnya, takni pada tahun 1391, kaum Yahudi Seville habis oleh Kardinal Martines. Dalam catatan sejarah tercatat sebanyak 4000 orang Yahudi tewas dan 25.000 lainnya dijual sebagai budak.

Ternyata itu pun belum berakhir. Abad 15 adalah abad yang menjadi saksi pembantaian besar-besaran kaum Yahudi dan muslim di Spanyol dan Portugal. Pada tahun 1483 misalnya, 13.ooo orang Yahudi dieksekusi atas perintah komandan inquisisi Spanyol, Faray Thomas de Torquemada.

Jatuhnya Granada ke tangan Spanyol juga berbuah ancaman bagi Yahudi. Hanya dalam beberapa bulan antara akhir April sampai 2 Agustus 1492, sekitar 150.000 kaum Yahudi diusir dari Spanyol. Sebagian besar dari mereka kemudian mengungsi ke wilayah Turki Utsmani yang menyediakan tempat aman bagi Yahudi.

Stand J Shaw dalam “The Jews of the Ottoman Empire and the Turkish Republic” mencatat jumlah Yahudi yang terusir dari Spanyol tahun itu sebanyak 160.000. Dari jumlah itu, 90.000 mengungsi ke Turki. 25.000 ke Belanda, 20.000 ke Maroko, 10.000 ke Prancis, 10.000 ke Italia dan 5.000 ke Amerika. Yang mati dalam perjalanan diperkirakan 20.000 orang. Sedangkan yang dibaptis tetap di Spanyol sebanyak 50.000 orang. 

Kekejeman Terhadap Muslim di Guantanamo

Dalam perkembangan modern, terror Kristen pun tidak pernah berhenti. Kebencian mereka terhadap Islam dilakukan dalam jejak-jejak pemerintahan Amerika Serikat. Mereka tidak saja membasmi jutaan umat muslim di Afghanistan, Pakistan, Kaukasus, Somalia, Palestina, Bosnia tapi juga menahan tawanan-tawanan muslim di penjara terkejam di Guantanamo. Umat muslim disiksa, dilecehkan, namun lagi-lagi tidak ada yang menyebut mereka dengan sapaan teroriss, bahkan sampai detik ini.

Lawrence Wilkerson, asisten mantan Menteri Luar Negeri AS Colin Powell, pernah membuat pengakuan dalam suatu pernyataan yang ditandatangani untuk mendukung gugatan yang diajukan oleh seorang tahanan Guantanamo, Adel Hassan Hamad.

Hamad, seorang pria Sudan yang ditahan di Teluk Guantanamo sejak Maret 2003 sampai Desember 2007, mengklaim bahwa dia mengalami penyiksaan oleh agen-agen AS saat berada di dalam tahanan dan mengajukan gugatan terhadap beberapa nama pejabat Amerika.

Menurut Wilkerson, baik Dick Cheney maupun Donald Rumsfeld sebenarnya mengetahui bahwa sebagian besar dari 742 tahanan yang pertama kali dikirim ke Guantanamo pada tahun 2002 adalah mereka yang tidak bersalah, tetapi yakin bahwa ada kemungkinan untuk membiarkan para tahanan itu bebas.

Wilkerson, yang menjabat sebagai kepala staf Powell sebelum ia meninggalkan pemerintahan Bush tahun 2005, mengklaim bahwa sebagian besar tahanan, yang terdiri dari anak-anak berumur 12 hingga kakek-kakek setua 93 tahun, tidak pernah melihat seorang tentara AS sebelumnya, kecuali setelah mereka ditangkap.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa Rumsfeld dan Cheney pada khususnya, tidak punya belas kasihan bagi orang yang tak bersalah dan harus mendekam di Guantanamo selama bertahun-tahun, serta harus mengalami penderitaan hanya demi kepentingan AS untuk membenarkan perang melawan terornya.

“Dia (Cheney) sama sekali tidak memiliki kekhawatiran bahwa sebagian besar tahanan Guantanamo itu tidak bersalah … Jika ratusan individu yang tidak bersalah harus menderita,” kata Wilkerson.

Selanjutnya, Mohammad al-Kahtani, tersangka ke-20 peledakan serangan 11 September yang ditahan di Teluk Guantanmo, Kuba dalam sebuah catatan harian penjara mengaku dipaksa telanjang sambil menirukan gonggongan anjing saat menjalani penyidikan.

Saat tengah malam, kepala Kahtani kerap digebyuri air dan telinganya dijejali musik-musik keras karena mendadak harus menjalani pemeriksaan. Permintaannya untuk shalat senantiasa ditolak.

Selain itu, warga Arab Saudi ini juga diinterogasi di sebuah ruangan yang didekorasi dengan gambar-gambar korban 11 September. Sudah tak terhitung berapa kali dia harus kencing di celana karena ketakutan. Harga dirinya juga dicabik-cabik ketika lehernya dikalungi gambar wanita setengah bugil. Sampai pernah suatu saat dia minta diperbolehkan bunuh diri.

Gambar-gambar yang sangat mengagetkan dunia, mengenai bagaimana para tahanan diperlakukan pernah beredar di awal tahun 2002 silam. Kondisi mereka lemah, dalam pakaian oranye yang menyala, mata, mulut, dan telinga disekap, kedua tangan dan kaki dirantai. Sel-selnya seperti kandang ayam. Kawat- kawat berduri melintang ke sana kemari siap merobek kulit dan daging.

Selanjutnya, Mohammed Sagheer, 52 tahun, seorang da’i Pakistan yang telah dikeluarkan dari Guantánamo juga menglima terror mental. Para sipir penjara menurutnya menggunakan obat untuk mengendalikan para tahanan. Sagheer menyatakan bahwa para tentara itu memberi tahanan sebuah tablet yang akan membuat para tahanan tak sadarkan diri.

“Saya sembunyikan tablet-tablet itu di bawah lidah, lalu membuangnya begitu penjaga tidak melihat,” katanya. Sagheer mengaku dua kali dihukum di sel isolasi yang gelap karena meludahi penjaga, yang menurutnya telah memprovokasinya dengan melempar Qur’an dan memukulinya

READ MORE - Riwayat Pembantaian Umat Manusia Oleh Gereja Dari Dulu Sampai Sekarang

Terbukti Kemenangan PDIP Sekaligus Kemenangan Katolik dan Protestan



Kemenangan PDIP Sekaligus Kemenangan Katolik dan Protestan - Sekali mendayung, dua wilayah dikuasai. Agaknya itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan hasil Pilkada DKI Jakarta. Kemenangan bagi PDIP sekaligus kemenangan kaum Nasrani, baik Katolik maupun Protestan.

Betapa tidak, dalam sekali momen pemilihan kepala daerah, akhirnya mereka bisa menguasai dua daerah sekaligus. Provinsi DKI Jakarta dan Kota Solo, Jawa Tengah. Di Jakarta mereka berhasil menempatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok seorang Protestan fundamentalis sebagai Wakil Gubernur, sementara di Solo mereka berhasil menaikkan seorang aktivis Katolik yang sebelumnya menjawab Wakil Wali Kota menjadi Wali Kota, Franxiscus Xaverius Hadi Rudyatmo.

Berdasarkan UU No 8 Tahun 2005 dan PP No. 6 Tahun 2005, Jokowi bisa melenggang ke Jakarta dengan syarat diberhentikan dulu sebagai walikota Solo. Jika proses administrasi pemerintahan di DPRD dan pemerintahan pusat lancar, maka posisi pucuk pimpinan di Kota Solo akan diisi Wakil Walikota FX Hadi Rudyatmo.

Siapakah Fransiscus Xaverius Hadi Rudyatmo? Lelaki yang akrab dipanggil Rudi ini lahir di Solo, 13 Februari 1960. Ia merupakan kader tulen PDIP, penganut Katolik. Saat ini, ia menjadi Ketua DPC PDIP Surakarta.

Karier politik Rudi diawali sebagai anggota LPMK Pucangsawit, Jebres, Surakarta. Setelah aktif di partai, lulusan SMA ini terpilih menjadi anggota DPRD Surakarta periode 2004-2009. Kemudian ia mundur karena berpasangan dengan Jokowi pada pilkada 2005 silam.

Selain berpartai, suami Endang Prasetyaningsih ini juga aktif di dunia olahraga dengan menjadi Ketua Umum Persis dan PSSI Surakarta.

Apakah Rudi siap menggantikan posisi Jokowi? "Jika amanah demokrasi dan partai mewajibkannya, mengemban tugas apapun ya harus siap asal sesuai perundang-undangan yang berlaku," kata Rudi seperti dikutip detikcom, Kamis (20/9/2012).

FX Hadi Rudyatmo menyatakan, jika nantinya Jokowi benar-benar mendapat amanat menjadi Gubernur DKI Jakarta, maka partai pengusung (PDIP, Partai Gerindra, PKB, PKPB, PKPI, PDP, PAN, PKS, serta PDS) akan mengirim surat ke DPRD soal pengunduran diri Jokowi. Sesuai UU, maka posisinya digantikan wakilnya.

"Karena masa jabatan lebih dari 18 bulan, maka sesuai UU, partai pengusung mengajukan dua orang untuk dipilih sebagai Wakil Wali Kota," katanya.

Masa jabatan Jokowi-Rudy sebagai Walikota dan Wakil Walikota Solo, baru akan berakhir 2015 mendatang. Rudy pun tak menutup kemungkinan akan maju sebagai calon wali kota pada pemilu mendatang. “Kalau dari masyarakat dan partai menghendaki ya saya siap" tambahnya.

Sementara Ketua DPRD Surakarta YF Sukasno masih enggan memperkirakan kemungkinan kemungkinan ke depan. Bagi dia, hasil perhitungan quick count tidak bisa dijadikan acuan sikap kelembagaan. Karena itu, DPRD akan menunggu hingga hasil resmi perhitungan KPUD. "Hasil penghitungan cepat kan masih bersifat sementara," kata Sukasno.

Dalam berbagai kesempatan, Jokowi sendiri belum pernah menyampaikan skenario atau rencana jika dirinya terpilih atau tidak terpilih dalam Pilgub DKI Jakarta. Dia lebih memilih bersikap menunggu hasil.

Pro non-muslim?

Sudah jadi rahasia umum, jika non-muslim mempimpin suatu wilayah ia akan mengambil kebijakan yang sangat menguntungkan bagi kaumnya. Di Solo misalnya, karena wakil Jokowi adalah seorang Kristen, maka dana bantuan sosial (bansos) terbesar juga diberika pada kalangan Kristen. Pun demikian fakta yang terjadi di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Kabupaten Kepualauan Mentawai di Sumatera Barat. Di daerah-darah tersebut, meski umat Islam mayoritas (kecuali di Mentawai) nasib mereka sangat tidak baik.

Menurut pengamat sosial-politik, Mustofa B Nahrawardaya, kalangan Kristen di Solo pada tahun Anggaran 2009 bisa menikmati 71,88 persen dari anggaran Rp4,7 milyar. Sementara umat Islam hanya mendapat sisanya. Padahal Solo yang berpenduduk lima ratus ribu jiwa itu mayoritas adalah umat Islam.

Karena itu mari kita saksikan bagaimana kondisi DKI Jakarta dan Kota Solo ke depan. Apakah Jakarta, kota yang namanya disematkan oleh seorang ulama, Fatahilah, dari ayat al-Quran "fathan mubina" yang dijadikan Jayakarta, terus menjadi kota Islam dengan masyarakatnya yang relijius atau kelak menjadi seperti Kota Manila atau Singapura, yang jejak Islamnya benar-benar hilang. Apapun yang terjadi semua itu diakibatkan ulah umat Islam sendiri. ( suara-islam.com )

READ MORE - Terbukti Kemenangan PDIP Sekaligus Kemenangan Katolik dan Protestan

Kebangkitan Salibis dalam Panggung Politik Indonesia



Kebangkitan Salibis dalam Panggung Politik Indonesia, terutama dalam menggayut diri dalam ayunan PDIP, menjadi alamat gerakan Kristenisasi yang paling jitu. Karena selama dengan wadah dan partai sendiri, tidak memungkinkan kristen mencapai maksud yang diinginkan. Tetapi PDIP menjadi media paling mudah bagi anggota legislatif non muslim mencapai tujuan. 

Puluhan orang Legislatif non muslim di PDIP, memang berasal dari salibis.Kristen memandang perlu mencari partai yang bisa memudahkan langkahnya sebagai medianya, diantara partai yang lebih memungkinkan mencapai tujuan adalah PDIP yang berideologi Marhenis, menjadi tolak ukur perjuangan menyampaikan pesan pesan Yesus kerakyat Indonesia. Karena memang Amanat Agung tersebut diarahkan pada politik yang dipandang lebih tepat mengantar misinya mencapai tujuan.


PDS yang pernah dikelolahnya tak membuahkan hasil optimal, untuk meraih cita sesuai maksud dan tujuan kritenisasi, sehingga harus mencari jalan menuju rekontruksi kristenisasi yang bonafid, terutama dengan cara bergabung dalam partai partai apa saja yang memungkinkan bisa menerima kehadirannya. Terlebih di PDIP, porsi kristen ini lebih menuai hasil gemilang, paling tidak bisa bersaing dengan non muslim, walaupun termasuk kelompok minoritas, ternyata suaranya cukup membuat muslim tersipu.


Sedangkan perjuangan kristenisasi lewat partai politik itu dipandang sah sebagai proses tercepat menuju “Amanat Agung”, karena legislatif adalah penentuk segala kebijakan terutama dalam menentukan terobosan kristenisasi yang lebih efektik dan menjangkau sasaran. Itulah sebabnya jalan pentas menuju amanat Agung disesuai dengan peta demokrasi dinegara negara tertentu, pakah porsi kristen memuaskan atau tidak. Barulahkan langkah terakhir mereka harus mampu punya kampling dalam partai partai tujuan mereka, guna mengantara langkah dramatis yang akan dilakukannya.

Pandangan Kristen untuk menguasai legislatif ini berangkat dari fitur fitur yang ada dalam alkitab yang menjadi amanat Agung kristenisasi semesta [dalam segala bidang]. Juga didasarkan pada biaya besar besaran yang dilakukan pihak pendukung Amanat Agung, seperti negara Paman Sam, yang menyediakan dana dalam menciptakan ruang gerak kristen dalam berbagai negara agar lebih leluasa bergerak, terutama Indonesia.

Pendeta Dr. Martin Sinaga, dosen Sekolah Tinggi Teologi (STT) Jakarta.

Dalam artikel di majalah Pantau, dia menyatakan bahwa Kristenisasi bukan ilusi dan itu sungguh-sungguh terjadi. "Pada awalnya misi Kristenisasi dibebani oleh pemerintah kolonial yang didukung Belanda, tapi kurang berhasil. Selanjutnya, misi ini dibebani oleh negara-negara terutama Amerika Serikat, yang sulit dipungkiri punya media dan uang untuk melancarkan misionari itu," ujar Pendeta Martin Sinaga dalam wawancara dengan majalah Pantau.

Ini menunjukkan ancaman kristenisasi terhadap Islam bukan main main, motivasinya tinggi untuk membumi hanguskan keyakinan Islam di negeri ini. Mereka bukan tanpa tumpuan dana, melainkan telah melahirkan donatur donatur dari berbagai negara pendukung Amanat Agung”.

Gerakan kristenisasi yang dicanangkan mereka berangkat dari tangan tangan asing yang sangat kuat mencengkram akarnya, dalam artian ada ikatan batin antar kelompok kristen dalam rangka mensuksesakan rencana rencana pemurtadan. Disamping mengerahkan pakar pakar pemurtadan, baik melalui konsep serangan terhadap aqidah aqidah Islam, atau melalui cara fantastis yang di lakukan mereka. 

Pada tanggal 12 sampai 16 Mei tahun 2003 bertempat di gelora Bung Karno Senayan dengan tajuk pemulihan bangsa dengan mendatangkan para pendeta, evengelis dan juga tokoh-tokoh Kristen dunia dan dihadiri tidak kurang dari 80.000 orang Kristen dan 10.000 pemimpin Kristen dari berbagai Negara. Dan acara ini sempat menghebohkan umat Islam Indonesia dengan pemberkatan (pembaptisan) yang dilakukan kepada Gus Dur yang saat itu menjabat Presiden RI di mana dia juga memberikan sambutan, serta menyambut baik gerakan transformasi ini, dan pada tahun 2005 dicanangkan sebagai genderang awal gerakan transformasi dimulai. Kegiatan ini terus dilakukan setiap tahunnya dan pada tanggal 25 -28 Oktober 2011 yang lalu bertempat di JHCC Sentul Bogor, diadakan acara serupa dengan menghadirkan 4000 para misionaris dan juga pendeta se-Asia yang juga dihadiri dihari terakhir acara 10.000 orang Kristiani untuk diberkati

Keterangan tersebut memastikan lajunya kristenisasi di indonesia melajut pesat, menuju sasaran sasaran yang dipandang empuk untuk di mangsa. Lembaga lembaga gereja menerjungan ribuan misionaris keberbagai daerah, bertujuan memurtadkan umat Islam yang ada di daerah daerah. Tentenya beda dengan para kyai yang meminpin pondok pesantren, misionaris kristen yang berjumlah lebih dari empat ribu orang pada tahun 2011, adalah jaringan pemurtadan yang menguasai berbagai bidang kemasyarakatan, bahkan kemampuan kyai kyai Islampun dikuasainya, sehingga menggunakan kemampuan itu sebagai media komunikasi dengan tokoh tokoh masyarakat Islam, yang ujungnya menjadi modal pemurtadan 

Di sektor politik telah disinggung oleh seorang politisi kristen tentang usaha mereka merebut istana Negara yang rencana mencuat pada saat LB Murdani menjadi “Panglima Abri” , dengan kekuatan dan kemampuan yang dimilikinya, pernah menghujani umat Islam Tanjung Priok dengan peluru mematikan., korbannya cukup fantastis, ratusan orang mati tidak diketahui jejaknya. Mungkin umat Islam pernah diebohkan dengan terorisme Amrozi dan kawan kawannya, tetapi umat Islam justru lupa dan sengaja dilupangan dengan peristiwa mngerikan di tanjung Priok itu tahun 1984.

Otak peritiwa berdarah tanjung priok adalah LB Murbani selaku panglima ABRI Waktu itu, tidak pernah menunjukkan rasa teganya dari anak bangsa beragama Islam, dengan ambisi dan nalar naluri gerejani kibiyah yang agresor, LB Murdani menjadi komando tertinggi pembunuhan umat Islam tak berdosa, bahkan seorang anak buahnya dengan penghinaan luar biasa, menuju ruang dalam mesjid dengan sepatu botnya, jenderal itu beranggapan mesjid sama dengan gereja, yang tak perlu membuka sepatu najisnya. 

Dari berbagai karakter LB Murdani bercita menguasai Istana, tertuang dalam buah pikiran Kivlan Zen yang menggambarkan “Otak Nakal LB Murdani selama hidupnya”. Dan telah menjadi tumpuan kristen dan kebangkitannya yang di mulai dari perebutan kekuasaan dan fitnah Subversif yang dituduhkan pada tokoh Islam . dalam penghancuran karakter Islam yang dilakukan LB Murdani ada pula Wiranto didalam sebagai kesatuan LB Murdani, orang terpercaya LB Murdani, seorang muslim yang menjual kehormatannya kepada kristen.

Menyongsong 2020 Salibiyah Indonesia 

2020 target dari puncak usaha kristenisasi bukan mustahil, ketika Jokowi meninggalkan solo dengan memimpin Jakarta. Orang awam berpikir Jokowi tetesan malaikat, gereja menyimpulkan Jokowi jelmaan Yesus, terutama web Sarapan Pagi salibiyah membesaer besarkan Jokowi sebagai kepanjangan tangan Yesus yang berusaha memenangkan perang Salib di Indonesia. Semua pengamat Kristen menyatakan Jokowi malaikat mereka yang bisa mempercepat proses kristenisasi di Indonesia. 

Kontruksi bangunan yang dirancang kristen ini sangat rapi dan berlapis lapis kekuatannya, untuk menghilangkan jejak kalau Jokowi bukan boneka Kristen dan salibiyah lainnya, yang sama sama patuh pada amanat Agung sebagaimana menjadi acuan pergerakan pemurtadan di tanah Air.

Isi amanat agung mengisyaratkan, seluruh dunia harus berada di bawa iman kristen, menerima kristen sebagai pandangan keimanan. Itu dipasarkan mereka diatas dalil sisipan yang disisipkan mereka dalam alkitab : “Karena itu pergilah jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dengan nama bapak dan anak dan roh kudus, [20 ]dan ajarlah mereka melakukan segalah sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu ,” [Matius 28 : 19-20]. Sebenarnya ini ayat sisipan sebagaimana penjelasan ahli injil bahwa ayat matius ditutup berakhir di bab 28.[ Hugh J. Schonfield, nominator pemenang Hadiah Nobel tahun 1959, dalam bukunya The Original New Testament, mengatakan sebagai berikut:

“This (Matthew 28:15) would appear to be the end of the Gospel (of Matthew). What follows (Matthew 28:16-20) from the nature of what is said, would then be a latter addition”

“Ayat ini (Matius 28:15) nampak sebagai penutup Injil (Matius). Dengan demikian, ayat-ayat selanjutnya (Matius 28:16-20), dari kandungan isinya, nampak sebagai (ayat-ayat) yang baru ditambahkan kemudian.” Robert Funk, Professor Ilmu Perjanjian Baru, Universitas Harvard, dalam bukunya The Five Gospels] Entah dari mana datangnya ayat ayat aneh yang didoktrinkan kristen sebagai jembatan penghancuran dan perang melawan agama selain kristen. Amanat yang sebenarnya sangat membahayakan peradaban dan dialektika penduduk dunia. Karena harus berada dalam satu doktrin kristenisasi yang paling tidak beradab, pemaksaan kehendak dan pembunuhan karakter.

Sudah menjadi tekad misi kristen dunia dalam global mission (misi global dunia) untuk menjauhkan dan memurtadkan ummat Islam dari agamanya, karena niat itupun telah Allah SWT peringatkan kepada kita didalam firmannya dalam surat Al- Baqarah ayat 120 dan 217 : “Tidak akan merasa senang dan rela orang-orang kafir baik Yahudi dan Nasrani kepada kalian (orang-orang Islam) sebelum kalian (orang-orang Islam) mau untuk mengikuti agama mereka.” (Al-Baqarah ayat 120)

“Mereka orang-orang Yahudi dan Nasrani akan selalu memerangi kalian orang-orang Islam sampai mereka dapat memalingkan dan mengembalikan kalian dari agama kalau sekiranya mereka mampu.” (Al-Baqarah ayat 217)

Salah satu negeri yang menjadi sasaran dan target utama Kristenisasi dan pemurtadan adalah Indonesia, yang secara kuantitas adalah penduduk dengan jumlah Muslim terbesar di dunia,dan bagi mereka (misionaris) keberhasilan mengkristenkan Indonesia, merupakan barometer keberhasilan mereka mengkristenkan dunia.

JOKOWI REPRESENTATIF KRISTENISASI 

Kalau membaca sosok Jokowi tak bisa dilepaskan dari naluri kristenisasi, atau memang jembatan Jokowi [muslim yg tak jelas imannya, karena menggadaikan imannya pada non muslim, menyenangkan dan menenangkan non muslim sebagaimana yg terjadi di Solo, tentunya bukan tanpa rencana matang Jokowi dan timnya meninggalkan warisan kepemimpinan di kota solo kepada seorang non Muslim yang kuat prinsipnya membela kepentingan gereja. Kayaknya bukan alasan karena Basuki [Ahook] itu bentuk kerja sama antara PDIP dan Garindra, tetapi memang watak jokowi yang lebih cendrung agitatif bila bisa bersahabat dengan non Muslim, apalagi bila dilihat dari besarnya dana, dan dukungan kristenisasi merupakan bisnis politik yang dilatar belakangi pemurtadan. 

Salah satu gebrakannya adalah memperkenalkan sosok Susan, guna melahirkan sikap intoleransi di kalangan mayoritas Islam di lenteng agung, agar terjadi kekacauan di ibu kota negara, lagi lagi Islam kelak yang akan di tumbalkan sebagai pelakunya. Terlebih HAM dunia itu lembaga aduan kristen tertindas, bukan lembaga manusia tanpa jenis agama. Karena Ham hanya digunakan untuk menghukum Islam.

Kristenpun mulai berani mengacak ngacak Mayoritas dan dengan tegas menolah putusan Departemen dalam Nageri dengan sikap: “Jangan sampai urusan agama dibawa-bawa ke sana,” kata Jokowi.

“Perlawanan” terhadap himbauan Mendagri pun juga dilakukan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kecipratan popularitas Jokowi, dan mengaku putra ideologis Bung Karno itu.

Usai menyampaikan pidatonya pada Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2013, dengan berapi-api Ahok menyatakan sikapnya. “Kami akan tetap pertahankan Lurah Susan. Kami tidak akan geser dia karena masalah SARA dan persaingan di dalam. Kita hidup di negara Pancasila. Pengangkatan dan pemberhentian kami pertimbangkan berdasarkan prestasi,” ujar Ahok

Ini politik Kristenisasi yang luar biasa, dengan mengendarai nasionalisme menebas orang berbicara SARA, tetapi menimbulkan konsumsi SARA. Benar benar sebuah gebrakan kristenisasi yang paling mudah mengalihkan alasan pemurtadan yang sebenarnya.

Berbeda dengan Jakarta, Di Solo Jokowi berikan 71% lebih dana sosial ke umat Kristen, di Solo Kristen berkembang. Walikota Solo, Joko Widodo, memiliki perhatian besar terhadap kelompok minoritas yang ada di daerah yang ia pimpinnya. Hal itu terungkap dari alokasi dana bantuan sosial Pemerintah Kota Solo. Kristen Kota Solo lebih terhormat di mata Jokowi, sehingga tak merasa Sulit mengucurkan dana besar kepada mereka.

“Bantuan itu lebih banyak diberikan kepada pihak nonmuslim, sebesar 71,88 persen dari anggaran Rp 4,7 miliar. Itu ada untuk ormas, sekolah,” ujar pengamat sosial-politik Mustofa B. Nahrawardaya dikutip rmol.com, Rabu (15/8).

Sementara untuk kalangan Islam, alokasi dana bansos hanya sebesar 28,12 persen. “Itu data anggaran Bansos yang dilaporkan ke DPRD Solo dari Januari sampai Desember tahun 2009. Saya hanya mengambil samplenya saja. Kan satu periode ada lima tahun,” ungkapnya.

Mustofa mengungkapkan itu kemarin dalam acara Indonesia Lawyers Club di TVOne. Saat itu, Mustofa mengakui menimpali pernyataan Ketua Forum Umat Islam Al Khaththath yang menyebutkan, bahwa kalau yang jadi pemimpin itu orang Islam, umat non mslim itu akan diperhatikan.

“Jadi itulah kehebatan orang Islam. Sudah betul itu Jokowi. Di Solo kan, umat Kristen minoritas, dikembangkan oleh Jokowi. Makanya sekarang berkembang. Jadi jangan hanya yang mayoritas (yang diperhatikan),” tandas Mustofa. Alasan yang tidak masuk akal dan tak sesuai porsi keadilan, tetapi lebih pada sikap berlebihan dalam rang membunuh karakter umat Islam.

JUMLAH UMAT ISLAM SOLO 72 %, TAPI HANYA MENDAPAT BANTUAN DANA SOSIAL 28 % ! PADAHAL MASIH BANYAK UMAT ISLAM YANG MISKIN.. INIKAH KEADILAN JOKOWI ?. padal masyarakat islam Solo selama pemerintahan Jokowi, berada dalam kubangan kemiskinan, namun pandangan bapak tiri seorang jokowi. Sebatas mengenyangkan cukong cukong kristen. 

Di Jakarta Jokowi sebagai capres, awalnya mendapat dukungan Ahook, namun entah mengapa Ahok, wakilnya itu menarik dukungannya dari Jokowi, tentu tak lepas dari politik yang dikendarai Ahok, meskipun Ahok dan gereja di Jakarta pernah menyuarakan dukungannya kepada “Jokowi” mencapres.

Dukungan Kristen : DUKUNGAN kalangan Kristen (Protestan dan Katolik) terhadap Jokowi untuk menjadi Presiden Indonesia 2014-2019 dilakukan secara terbuka, bahkan sangat menggebu-gebu, sehingga terkesan melampaui batas kepatutan. Pada 29 April 2014, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) yang merupakan induk gereja Protestan di Indonesia, bersama sejumlah LSM pengusung isu HAM, membuat pernyataan yang menolak pencapresan Prabowo Subianto. Dengan mengatasnamakan “Gerakan Kebhinekaan untuk Pemilu Berkualitas (GKPB)”, mereka mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak memilih Prabowo.

Dari kalangan Katolik, sebuah dukungan terbuka terhadap Jokowi disuarakan oleh pastor Aloysius Budi Purnomo, melalui artikel berjudul “Jesus, Jokowi, dan Keselamatan Rakyat” di Harian Sinar Harapan (http://sinarharapan.co/news/read/140417053/Jesus-Jokowi-dan-Keselamatan-Rakyat, 17/4/2014). Artikel Aloysius ini segera memicu kontroversi yang luas. Itu karena Aloysius membenarkan adanya sejumlah persamaan antara Jokowi dan Jesus, dengan menggunakan perspektif teologi Kristen.

Benar benar gila, Jokowi adalah Yesus ? wow wow mungkinkah tuhannya orang kristen sudah menjelma jadi seorang “Jokowi”, reinkarnasi ala kristen, dalam rangka memenangkan Jokowi, jadi presiden, padahal tujuannya sebenarnya adalah akal bulus mereka, agar seorang Ahook di jantung Indonesia, Jakarta bisa menjadi seorang Gubenur, duduk dikursinya Joko Widodo yang sedang mengikuti irama kutu loncat. Itulah fakta kristenisasi model jokowi yang beragama islam tak ada bedanya dengan seorang pendeta yang makan tiwul di pesisir pantai Jawa selatan. 

Uskup Agung Jakarta dan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Ignatius Suharyo juga telah mengajak seluruh umat nasrani menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2014 untuk memilih pemimpin yang bisa membawa transformasi bangsa ke arah yang lebih baik di segala bidang. Ini menunjukkan “Transformasi” yang dimaksud itu adalah “Jokowi”, bahkan Yesus yang digembalakan gerejani untuk manaikkan Ahok menjadi kursi 1 DKI. ( koepas.org )


READ MORE - Kebangkitan Salibis dalam Panggung Politik Indonesia

Densus 88, Biasa Memburu, Kini Diburu



Sebuah video aksi kekerasan sejumlah pria berseragam Kepolisian RI tiba-tiba membetot perhatian publik. Sejumlah pria bertelanjang dada yang tertangkap, ada di antaranya dengan bagian tubuh tertembus peluru, diperlakukan dengan kasar oleh para pria berseragam itu.

Dalam kondisi lemah, mereka diinjak sambil diinterogasi. Secuplik kisah ini muncul dalam rekaman gambar hampir berdurasi lima menit yang nongol di jejaring sosial YouTube.

http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2012/10/09/100327/540x270/imron-ternyata-kurir-teroris-yang-paling-diburu-densus.jpg

Publik pun ramai membincangkan sembari menunjuk – sesuai tajuk video yang diunggah – Detasemen Antiteror (Densus) 88 sebagai pelaku utama kekerasan tersebut. Namun Kepala Kepolisian RI, Jenderal Timur Pradopo membantah. “Itu anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah,” tandasnya. Memang, tempat kejadian peristiwanya ada di Poso, Sulawesi Tengah. Namun Densus 88 terlanjur menjadi sorotan publik.

Bagaimana kisah pasukan pemburu pelaku aksi teror yang kerap menggunakan topeng saat melakukan penangkapan ini?

Jadi Bintang usai Bom Bali
Pasukan dengan anggota tak lebih dari 400 orang ini dibentuk sebagai respons atas peristiwa peledakan bom di Jalan Legian, Kuta, Bali, pada 2002. Peristiwa ini mengakibatkan lebih dari 200 orang meninggal dunia, sebagian di antaranya adalah warga negara asing.

Dari peristiwa ini, pemerintah memandang bahwa ancaman aksi terorisme di Indonesia makin serius. Peristiwa yang dikenal dengan Bom Bali 1 itu merupakan klimaks, sampai akhirnya dikeluarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Terorisme.

Instruksi ini dipicu oleh maraknya teror bom hebat sejak 2001. Aturan ini kemudian dipertegas dengan diterbitkannya paket Kebijakan Nasional terhadap pemberantasan terorisme dalam bentuk Peraturan Pengganti Undang-Undang Nomor 1 dan 2 Tahun 2002.

Peraturan pengganti itu pun ditetapkan menjadi Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Dari sinilah lahirnya Detasemen Khusus 88, melalui surat keputusan Kepala Kepolisian RI Jenderal Da’i Bachtiar mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 30/VI/2003 tertanggal 20 Juni 2003.


Dari satu perburuan ke perburuan lain
Dalam beragam aksinya, pasukan khusus yang ikut dilatih oleh badan intelijen Amerika (CIA dan FBI) itu didukung persenjataan dan peralatan pendukung canggih. Di antaranya, seperti senapan serbu Colt M4 5.56 mm, Steyr AUG (senapan penembak jitu), Armalite AR-10, serta shotgun Remington 870 buatan Amerika Serikat.

Dengan beragam peralatan mutakhir anggota Densus 88 seperti memburu mitos di tengah masyarakat. Nama dr Azahari dan Noordin M. Top pada awalnya juga seperti bayang-bayang bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Namun Densus 88 membuktikan bahwa wujud mereka ada.

Melalui sebuah drama penggerebekan di Batu, Malang, Jawa Timur, Azahari yang dituding sebagai biang teroris paling dicari di Indonesia, tewas. Semua aksi ini secara lengkap disiarkan televisi laiknya adegan pada film aksi Hollywood, lengkap dengan adu tembak dan sesekali ledakan besar.

Nama lain yang ikut melambungkan Densus 88 adalah sejumlah terduga teroris yang dianggap masuk dalam “Lingkaran 1 Azahari”. Sebut saja di antaranya, Noordin M. Top yang sempat beberapa kali lolos penggerebekan.

Selanjutnya adalah rangkaian penyerbuan dan penangkapan sejumlah orang yang dituduh sebagai teroris. Sejak peristiwa naas Bom Bali 1, sudah lebih dari 800-an terduga teroris ditangkap, yang hampir 10 persennya tewas di tempat.

Dari pelaku peristiwa bom Bali II, pengeboman Kedutaan Australia, hingga ledakan di Hotel J.W Marriot. Terakhir adalah penangkapan Ali Sanang alias Papa Kairul, terduga teroris yang dianggap jaringan Poso, Sulawesi Tengah, pada Januari 2013. Ali merupakan satu dari 24 target yang masuk dalam daftar perburuan Densus 88.

Jaringan ini dituding terlibat dalam beberapa latihan dan aksi teror di Poso. Begitulah kisah seterusnya perburuan Densus 88. Masyarakat cukup harus menerima bahwa mereka yang ditangkap, baik dalam kondisi hidup ataupun mati adalah para teroris.

Lewat beragam aksinya, nama Densus 88 terus makin populer.

Tapi kini, rupanya giliran para pemburu itu yang diburu. Aksi mereka yang tak tampak di permukaan, lagi-lagi kecuali saat drama penangkapan yang disiarkan langsung oleh televisi, kali ini dapat tandingan publikasi. Sedikitnya ada dua video amatir merekam aksi pria berseragam yang dianggap sebagai kelompok Densus 88 sedang melakukan tindakan menyiksa.

Banyak masyarakat minta agar pasukan khusus itu dibubarkan, terutama lantaran aksinya yang dianggap melanggar hak asasi manusia. Kali ini, untuk kedua kalinya, desakan datang dari sejumlah organisasi massa Islam.

Berkumpul di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah akhir minggu pertama Maret misalnya, 27 organisasi massa yang tergabung dalam Silaturrahmi Ormas Lembaga Islam atau SOLI minta Densus 88 dievaluasi. Kalau perlu dibubarkan atas dugaan pelanggaran HAM berat.

Anggota ormas yang terkemuka dalam kelompok itu, di antaranya: Majelis Ulama Indonesia Pusat, Pimpinan Pusat Muhammadiya, Muslimat NU, Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), DPP Syarikat Islam, PP Matla’ul Anwar, serta Al Irsyad.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh Marwah Daud Ibrahim, Ketua Presidium ICMI, Densus 88 telah terbukti (tindakannya) melampaui kepatutan maupun kepantasan dan batas perikemanusiaan. “Sebagian terekam dalam video yang beredar. Densus 88 telah menelan banyak korban serta menimbulkan kesedihan, luka dan trauma yang mendalam.”

Tokoh organisasi Islam seperti Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiah ikut mendampingi penyampaian sikap itu. “Kami mendesak pemerintah untuk mengaudit kinerja (termasuk keuangan) lembaga tersebut (Densus 88),” ujarnya.

Desakan seperti ini terus muncul melalui pemberitaan. Densus 88 sedang diburu agar dibubarkan. Tapi Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komjen Sutarman menjawab tegas: “Ada orang-orang tertentu, khususnya teroris, yang menghendaki Densus dibubarkan."

Bahkan katanya, jika Densus 88 dibubarkan, peristiwa bom bisa terulang lagi. Duh!


READ MORE - Densus 88, Biasa Memburu, Kini Diburu

← Previous Page

Artikel Terbaru

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...


counter

Push 2 Check

Random Post's

Diberdayakan oleh Blogger.