Tampilkan postingan dengan label Dialog Islam Vs Kristen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dialog Islam Vs Kristen. Tampilkan semua postingan

Mukjizat pertama Yesus dalam Bibel adalah mengubah air putih menjadi miras

Mukjizat pertama Yesus dalam Bibel adalah mengubah air putih menjadi miras - Hati-hatilah terhadap website kafir yang menamakan diri komunitas Forum Murtadin Indonesia ini. Meski tak mencantumkan identitas para pengelola blog tersebut, tapi dari konten yang seratus persen menghujat Islam dan menjunjung tinggi doktrin Kristen, nampak jelas mereka adalah kaum Salibis pembenci Islam.


http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/Azka/Miras-bibel-alkitab.jpg&h=235&w=355&zc=1

Bak orang bijak, website ####islam.com itu mencantumkan imbauan indah di profilnya: “Blog ini kami tujukan kepada semua manusia yang beradab, yang masih memiliki hati nurani, dan yang masih memiliki akal budi di dalam dirinya.”

Sayangnya, imbauan Salibis itu sangat kontras dengan kalimat busuk dan sarka yang tertera pada headernya “Selamatkan Muslim Dari Kesesatan!”

Salah satu ajaran Islam yang dituding sebagai kesesatan oleh Salibis adalah konsep Al-Qur'an tentang keindahan dan kebahagiaan surga. Ayat Al-Qur'an yang mengisahkan adanya suguhan kenikmatan rahiqun makhtum (khamar murni yang tempatnya dilak dengan kesturi):

“Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (syurga), mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya), laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim, (yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah” (Qs Al-Muthaffifin 22-25-27).

...Salah satu ajaran Islam yang dituding sesat oleh Salibis adalah konsep Al-Qur'an tentang kenikmatan rahiqun makhtum di surga...

Menurut mereka, ayat ini bertentangan dengan surat Al-Ma’idah 90 dan Al-Baqarah 219 yang mengharamkan minuman khamr, demikian kutipannya:

“Apakah meminum khamar (arak/alkohol) baik atau jahat? Meminum Khamar (Arak) adalah perbuatan setan (Qs. 5:90, 2:219). Hal ini bertentangan dengan: (Qs. 83:22-25, 47:15, atau 16:67). Allah yang aneh, di dunia dilarang karena itu adalah perbuatan setan, eh di surga disuruh berlomba-lomba minum arak di dekat Allah!”

Mari kita perhatikan beberapa ayat yang digugat misionaris Salibis sbb:

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” (Qs Al-Ma’idah 90).

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya...” (Qs. Al-Baqarah 219).

“Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya)” (Qs. Al-Muthaffifin 25).

....Menurut Bibel, anggur (minuman keras) bermanfaat sebagai resep untuk melupakan keputusasaan, kesedihan, kesusahan dan kemiskinan....

Sang misionaris Salibis menganggap ayat-ayat tentang hidangan khamar surgawi (Al-Muthaffifin 25) itu bertentangan dengan larangan khamar di dunia (Al-Ma’idah 90 & Al-Baqarah 219), karena berasumsi bahwa kondisi di dunia itu sama dengan akhirat. Sehingga apa yang diharamkan di dunia maka harus dilarang pula di surga. Alam pikiran ini jelas rancu, baik secara logika maupun secara teologis.

Misalkan, bila di dunia tidak boleh minum khamr, maka di akhirat juga dilarang minum khamr. Lalu bila orang Kristen selama di dunia ini bebas mendirikan gereja ilegal dengan memalsukan tanda tangan warga, apakah di akhirat mereka juga bebas mendirikan gereja liar?

Ini adalah pandangan yang sama sekali keliru, karena kondisi surga sama sekali tidak bisa disamakan dengan keadaan di dunia.

Kenikmatan di surga tidak akan bisa dicapai oleh indera manusia, bahkan tidak bisa dibandingkan dengan kenikmatan dunia. Belum pernah disaksikan oleh penglihatan siapapun, belum pernah didengar oleh pendengaran siapapun, dan belum pula terbetik dalam hati siapapun (maa ‘ainun ro‘at walaa udzunun sami’at wala khotoro 'ala qolbi basyar).

Rasulullah SAW menjelaskan, “Allah berfirman, ‘Aku telah sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih kenikmatan surga yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga, serta terlintas di hati manusia” (HR Muslim no. 2824)

Keadaan surga dunia itu sama sekali tidak bisa disamakan dengan apapun di dunia, karena memiliki banyak perbedaan, antara lain:

1. Kenikmatan dunia akan sirna sedangkan kenikmatan surga akan terus kekal dan abadi.

“Apa yang di sisi kalian akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal” (Qs An-Nahl 96).

2. Apa yang ada di dunia hanya sedikit, sangat berbeda jauh dengan apa yang ada di surga.

“Katakanlah: ‘Kesenangan di dunia ini hanya sedikit dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs An-Nisa’ 77).

Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah! Perbandingan dunia dengan akhirat adalah seperti seseorang dari kalian yang memasukkan satu jarinya ke laut, hendaknya dia melihat, seperti apa jari itu kembali” (HR Muslim).

Sungguh, tidak terbayangkan perbandingan tetesan air yang sedikit di ujung jari dengan air di lautan yang sangat luas. Begitulah kenikmatan surga tidak bisa dibandingkan dengan kenikmatan dunia

3. Surga tidak memiliki hal-hal yang najis, jelek dan kotor sebagaimana di dunia. Penduduk surga selalu suci tanpa mengeluarkan kotoran, haid, air seni dan bau yang tidak sedap. Wanita juga tidak mengalami haid dan juga melahirkan. (Qs Al-Baqarah 25).

4. Penduduk surga senantiasa bertasbih, memiliki hati yang suci dan tidak akan melakukan kejelekan sedikitpun.

“Tidak ada kata-kata yang tidak berfaidah dan tiada pula perbuatan dosa” (Qs Ath-Thur 23).

“Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa. Akan tetapi mereka mendengar ucapan salam” (Qs Al-Waqi’ah 25-26)

“Dan kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan” (Qs Al-Hijr 47).

“Tidak ada perbedaan pendapat di antara mereka. Hati-hati mereka tidak saling membenci. Hati-hati mereka adalah hati yang satu. Mereka bertasbih kepada Allah di setiap pagi dan petang” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Mengenai khamr yang dihidangkan kepada ahli surga sebagaimana dikabarkan Al-Qur'an, hal ini sama sekali tidak bertentangan dengan larangan meminum khamr di dunia, dan tidak kontradiktif dengan sifat-sifat kesucian surgawi. Sebab Allah SWT menegaskan bahwa khamar duniawi tidak sama dengan khamar surgawi.

Khamar dunia memiliki sifat-sifat buruk, merusak dan menghancurkan (destruktif), yang jadi sarana setan untuk menanamkan kebencian, permusuhan dan menghalangi manusia dari ibadah kepada Allah (Qs. Al-Ma’idah 91, Al-Ma‘idah 90).

Sedangkan khamar surgawi tidak bersifat destruktif. Khamar surga sama sekali tidak beralkohol, tidak mengakibatkan kepala pening, tidak memabukkan, tidak mengacaukan pikiran dan tidak menimbulkan penyakit sedikitpun:

“Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir. Warnanya putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum. Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya” (Qs. Ash-Shaffat 45-47).

“Dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk” (Qs. Al-Waqi’ah 18-19).

Meski tak beralkohol, kelezatan sungai khamar surga ini tetap terjamin (Qs. Muhammad 15).

Jika khamr duniawi berbeda dengan khamr surgawi, lantas apa yang perlu dipersoalkan?

...Mukjizat pertama Yesus dalam Bibel adalam mengubah air putih menjadi miras...

Sebagai analogi, bir adalah minuman keras yang diharamkan karena miras ini memiliki unsur yang memabukkan. Tapi ‘Bir Pletok’ tidak bisa diharamkan. Karena meskipun sama-sama bir, keduanya berbeda sifat dan zat. Bir Pletok adalah nama minuman khas dari Betawi yang sama sekali tidak memabukkan. Justru minuman berbahan jahe, cengkih, kayu manis, kapulaba, serai, kayu secang, pala, gula dan garam ini memiliki khasiat untuk kesehatan dan menghangatkan tubuh.

Dengan demikian, tak ada yang perlu dipersoalkan denan hidangan khamr surgawi yang sifat dan zatnya berbeda dengan khamr duniawi. Justru akal salibis itulah yang perlu diperiksa ke psikiater.

Para penghujat surga yang dikabarkan Al-Qur’an itu pasti akan menyesal selama-lamanya. Sekarang melecehkan khamr surgawi, di neraka nanti mereka akan merengek-rengek minta setetes khamr surgawi.

“Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu." Mereka penghuni surga menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir” (Qs Al-A’raf 50).

Bibel Ajarkan Resep dan Mukjizat Miras

Dalam beberapa ayat, secara tegas Bibel mengharamkan anggur dan minuman keras selama-lamanya.

“Tuhan berfirman kepada Harun: “Janganlah engkau minum anggur atau minuman keras, engkau serta anak-anakmu, bila kamu masuk ke dalam Kemah Pertemuan, supaya jangan kamu mati. Itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun” (Imamat 10:8).

“Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu...” (Efesus 5:18).

“Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram” (Hakim-hakim 13:4; selengkapnya baca Hakim 13:7, Hakim 13:14, dan Bilangan 6:3).

...Mabuk miras dipakai Bibel untuk mengilustrasikan sifat Tuhan. Bibel menyebut Tuhan seperti orang siuman dari mabuk anggur...

Anehnya, setelah mengharamkan miras secara keras, di bagian lain Bibel memanfaatkan miras untuk ketuhanan, kenabian dan manajemen qalbu.

1. Mabuk anggur dipakai untuk mengilustrasikan sifat Tuhan: “Lalu terjagalah Tuhan, seperti orang yang tertidur, seperti pahlawan yang siuman dari mabuk anggur” (Mazmur 78:65).

2. Mukjizat pertama Yesus dalam Bibel ditandai dengan kemampuan mengubah air putih menjadi anggur untuk disuguhkan kepada para hadirin dalam sebuah resepsi pernikahan (Yohanes 2:7-11).

3. Nabi Nuh yang telah dinubuatkan sebagai orang yang benar dan tidak bercela (Kejadian 6: 9), ternyata overdosis mabuk anggur sampai teler dan telanjang tanpa busana di hadapan anak-anaknya (Kejadian 9: 20-22).

4. Anggur (minuman keras) bermanfaat sebagai resep untuk melupakan keputusasaan, kesedihan, kesusahan dan kemiskinan:

“Berikanlah minuman yang keras kepada orang yang putus asa, dan air anggur kepada orang yang sangat berdukacita hatinya. Biarlah ia minum serta melupakan celakanya dan tiada ia teringat lagi akan kesukarannya” (Amsal 31:6-7).

“Berikanlah minuman yang keras kepada orang yang putus asa, dan air anggur kepada orang yang sangat berdukacita hatinya. Biarlah ia minum serta melupakan celakanya dan tiada ia teringat lagi akan kesukarannya” (Amsal 31:6-7, terjemahan lama).

5. Paulus memerintahkan minum anggur sebagai campuran air: “Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah” (I Timotius 5: 23).

Silahkan para misionaris Salibis mengamalkan anjuran miras ini, supaya genap nubuat Yeremia, menjadi bangsa yang gila karena mabuk anggur! ( Suara-Islam.com )


READ MORE - Mukjizat pertama Yesus dalam Bibel adalah mengubah air putih menjadi miras

Mecermati Kontradiksi Angka dalam Al-Quran dan Bibel

Mecermati Kontradiksi Angka dalam Al-Quran dan Bibel - Kekeliruan bukan pada Al-Qur'an, tapi pada mata pikiran sesat dalam memandang Al-Qur'an secara tidak fair, sehingga mengakibatkan salah paham dan bahkan tersesat dari kebenaran!

Beberapa waktu lalu penulis mendapat pesan singkat dari seorang Kristen Advent yang mengaku jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMIH). Mulanya ia bertanya, “Bapak ustadz yang saya hormati, saya ingin bertanya kepada bapak. Satu masa di hadapan Tuhan itu kadarnya sama dengan 1.000 tahun atau 50.000 tahun?”

Gayanya memang bertanya, tapi ternyata sekedar memancing dialog, karena motif aslinya memang menggugat Al-Qur'an sebagai kitab kontradiktif. Gaya bertanya seperti itu sudah sering penulis terima dari berbagai email.

Setelah pesan singkat dijawab, maka terjadilah dialog 'gayung bersambut' yang ujung-ujungnya terbukti, bahwa tujuan penanya Kristen adalah menggugat tiga ayat Al-Qur'an yang dianggap kontradiktif, yaitu surat Al-Ma'arij 4 dengan Al-Hajj 47 dan As-Sajdah 5.

Menurut mereka, ayat-ayat ini bertentangan, karena surat Al-Ma'arij 4 menyatakan satu hari Tuhan sama dengan 50.000 tahu sedangkan surat Al-Hajj 47 dan As-Sajdah 5 menyatakan bahwa satu hari Tuhan sama dengan 1.000 tahun.

Bila berhasil membuktikan adanya kontradiksi ayat dalam Al-Qur'an, maka otomatis para penginjil itu berhasil menggugurkan otentisitas Al-Qur'an sebagai wahyu Allah SWT. Karena salah satu bukti Al-Qur'an Kalamullah adalah suci dari berbagai kontradiktif, sebagaimana firman-Nya:

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an? Kalau sekiranya Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya” (Qs. An-Nisa' 82).

Benarkah ayat-ayat Al-Qur'an tersebut kontradiktif? Sebelum menjawabnya, mari kita baca ayat yang dimaksud:

“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun” (Qs Al-Ma'arij 4).

“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu” (Qs Al-Hajj 47).

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” (Qs As-Sajdah 5).

Bagi para penginjil, bilangan ayat-ayat tersebut bertentangan karena mata mereka hanya terfokus pada angka 50.000 dan 1.000. Anggapan kontradiktif terhadap ayat-ayat Al-Qur'an ini nampak karena mereka membaca ayat secara tidak konsisten. Padahal bila dibaca secara cermat, ayat-ayat tersebut sama sekali tidak kontradiktif.

Mari kita perhatikan baik-baik dengan teliti! Surat Al-Ma'arij 4 menerangkan bahwa para malaikat dan Jibril naik (ta'ruju) menghadap Allah memakan waktu yang sangat singkat, tetapi jika dilakukan manusia akan memakan waktu 50.000 ribu tahun. Hal ini menunjukkan bahwa Arasy Allah itu sangat jauh dan tinggi, tidak akan dapat dicapai oleh hamba-hambaNya yang mana pun.

Sedangkan Al-Hajj 47 dan As-Sajdah 5 menyatakan bahwa lamanya waktu sehari di sisi Allah jika disamakan dengan lamanya waktu di dunia menurut perhitungan manusia adalah 1.000 tahun. Perkataan seribu tahun dalam bahasa Arab tidak selamanya berarti 1000 dalam arti sebenarnya, tetapi kadang-kadang digunakan untuk menerangkan banyaknya sesuatu jumlah atau lamanya waktu yang diperlukan. Dalam ayat ini bilangan seribu itu digunakan untuk menyatakan lamanya waktu kehidupan alam semesta ini.

Kedua ayat ini sama sekali tidak bertentangan karena berbicara tentang dua tema yang berbeda. Hanya orang yang tak punya akal sehat saja yang menganggap dua ayat Al-Qur'an tersebut kontradiktif!

Kekeliruan bukan pada Al-Qur'an, tapi pada mata pikiran sesat dalam memandang Al-Qur'an secara tidak fair, sehingga mengakibatkan salah paham dan bahkan tersesat dari kebenaran!!

Bukti Nyata Kontradiksi Angka dalam Bibel

Kasus kesalahan dan kontradiksi angka yang cukup fatal sangat mencolok justru dialami oleh Bibel, terutama dalam kitab Perjanjian Lama. Misalnya tentang kisah kekayaan Raja Sulaiman (Salomo) dalam kitab 1 Raja-raja 4:26 sebagai berikut:

“Dan lagi adalah pada radja Solaiman empatpuluh ribu kandang akan segala rata baginda dan duabelas ribu orang berkuda” (Alkitab terbitan Lembaga Alkitab tahun 1960).

“Lagipula Salomo mempunyai kuda empat ribu kandang untuk kereta-keretanya dan dua belas ribu orang berkuda” (Alkitab terbitan Lembaga Al-kitab tahun 1979).

Perhatikan baik-baik, dalam ayat yang sama yang diterbitkan berbeda tahun, terjadi korupsi angka 90 persen dari angka 40.000 menjadi 4.000.

Pemangkasan angka dari 40.000 menjadi 4.000 dalam kitab Raja-raja itu jelas bukan sekedar memperbaiki redaksi bahasa, melainkan merombak esensi ayat secara signifikan. Karena bagaimanapun juga, penambahan satu angka nol (0) sangat besar artinya. Merubah 40.000 menjadi 4.000 itu berarti membuang nilai 36.000. Satu angka yang cukup fantastis, terlebih bila tertera dalam kitab suci firman Tuhan.

Kekeliruan satu angka nol (0) dalam dunia bisnis saja sangat fatal akibatnya, terlebih jika menimpa kitab suci. Betapa aneh jika dalam ayat yang sama dengan cerita yang sama pula, selisih 19 tahun penerbitan angka 40.000 berkurang satu angka nol menjadi 4.000.

Bila diteliti lebih lanjut, ternyata revisi angka itu sangat manjur untuk membuang kontradiksi ayat. Sebab jika Alkitab tahun 1960 itu tidak direvisi, maka terjadilah kontradiksi ayat mengenai kekayaan Raja Salomo dengan versi kitab Tawarikh yang menyebutkan bahwa Salomo hanya memiliki 4.000 kandang kuda. Perhatikan ayat berikut:

“Salomo mempunyai juga empat ribu kandang untuk kuda-kudanya dan kereta-keretanya dan dua belas ribu orang berkuda, yang ditempatkan dalam kota-kota kereta dan dekat raja di Yerusalem” (2 Tawarikh 9:25).

“And Solomon had four thousand stalls for horses and chariots, and twelve thousand horsemen; whom he bestowed in the chariot cities, and with the king at Jerusalem” (2 Chronicles 9:25, King James Version).

Supaya tidak kontradiktif, maka dibuanglah satu angka nol dalam kitab Raja-raja. Tapi tanpa disadari, hal ini justru mengakibatkan kontradiksi yang lebih nyata antara ayat yang sama terhadap cetakan tahun yang berbeda.

Kontradiksi dan revisi ayat Bibel yang tak kalah fatalnya adalah mengenai angka tahun, dalam ayat berikut:

“Adapon oemoer Jehojachin pada masa ija naik radja itoe doelapan tahoen, maka karadjanlah ija diJeroezalim tiga boelan dan sapoeloeh hari lamanja, maka dipêrboewatnja barang jang djahat ke-pada pêmandangan Toehan” (2 Tawarikh 36:9, Alkitab tahun 1928).

“Yoyakhin berumur delapan belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga bulan sepuluh hari lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. (2 Tawarikh 36:9, Alkitab tahun 2002).

Ayat yang sama dalam dua versi tersebut jelas bertentangan dan tidak mungkin keduanya diyakini sebagai kebenaran. Pasti ada salah satu yang salah, bahkan bisa jadi keduanya salah.

Penambahan angka satu (1) pada angka 8 tersebut bukan tak ada artinya. Sebab bila angka dalam ayat itu tidak direvisi, maka terjadilah kontradiktif dengan kitab Raja-raja. Sebab dalam kitab II Raja-raja 24:8 disebutkan bahwa Yoyakhin berusia 18 tahun ketika jadi raja Yerusalem.

“Yoyakhin berumur delapan belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga bulan lamanya ia memerintah di Yerusalem” (II Raja-raja 24: 8, Alkitab tahun 2002).

Jika kontradiksi antara kitab Tawarikh dengan kitab Raja-raja itu dibiarkan, maka Alkitab (Bibel) tidak laku di pasaran dan “ketinggalan kereta” dengan kitab-kitab suci agama lainnya.

Mendengar jawaban itu, Kristen tahun 1928 bisa menerima dan memahami. Tapi mereka masih belum puas, karena masih ada pertanyaan yang belum terjawab, kenapa nama “Yehoyakim” diganti “Yoyakim” dan nama “Yehoyakhin” diganti “Yoyakhin”? Sebab penambahan huruf dalam nama seseorang itu bisa merubah makna yang sangat jauh.

Dengan data-data ini, jelaslah bahwa ada ayat kontradiktif dalam Bibel. Adanya revisi ayat untuk menghilangkan kontradiktif, justru semakin membuktikan bahwa dalam Bibel ada campur tangan manusia.( A. Ahmad Hizbullah MAG / suara-islam.com )


READ MORE - Mecermati Kontradiksi Angka dalam Al-Quran dan Bibel

1 Da’i Lawan 20 Pendeta Dihadapan 10.000 Orang, akibatkan 144 Masuk Islam dan 3 Pendeta Jadi Mualaf

1 Da’i Lawan 20 Pendeta Dihadapan 10.000 Orang, akibatkan 144 Masuk Islam dan 3 Pendeta Jadi Mualaf – Kabar gembira datang dari Ethiopia seputar perkembangan dakwah terbaru di sana Allahu Akbar.

Direktur pelaksana Dewan Internasional Untuk Pengenalan Islam (DIUPI), yang merupakan subordinat dari lembaga Islam Internasional, Rabithah Alam Islami, Syaikh Shalih bin Muhammad bin Abdul Wahid memuji kerja keras yang diupayakan kerajaan Arab Saudi di bidang dakwah kepada Allah.

Syaikh Shalih Abdul Wahid dalam keterangan persnya kepada kantor berita Saudi (WAS) melaporkan, buah pertama yang telah dipetik dari proyek ini adalah debat yang diselenggarakan di Ethiopia oleh salah seorang Da’i DIUPI di sana, yaitu Syaikh Qamar Husain, pengarang dua buah buku tentang Islam, Injil dan Taurat. Kedua bukunya itu laku keras, sampai-sampai kebanyakan pendeta di sana tergerak untuk membacanya. Hal itu mendorong mereka untuk meminta bertemu langsung dengan Syaikh Qamar. Jumlah mereka ada 20 orang.

Syaikh Shalih menjelaskan, setelah pertemuan itu, para pendeta itu meminta diadakannya debat terbuka di hadapan publik. Tak ayal, sekitar 10.000 orang yang terdiri dari umat Islam dan umat Nasrani hadir dalam debat terbuka yang bersejarah itu. Debat yang berlangsung selama 6 jam itu terfokus pada tiga tema. Hasilnya sungguh amat mencengangkan sekaligus menggembirakan kubu Islam di mana setelah debat itu usai, 144 orang yang terdiri dari laki-laki dan wanita masuk Islam dalam satu waktu, di antara mereka terdapat 3 orang pendeta.


http://static.arrahmah.net/images/_t/r_w_285/stories/etopp.jpg


Lebih lanjut Syaikh Shalih menambahkan, ketiga pendeta itu merasakan nikmatnya Islam dan setelah mengucapkan dua kalimat Syahadat mereka bercita-cita untuk melaksanakan ibadah Haji. Cita-cita tersebut diamini oleh pihak DIUPI yang menyatakan kesediaannya menanggung ongkos haji ketiga muallaf tersebut bersama sejumlah Da’i.

Salah satu tema yang sangat menonjol sehingga menggugah hati para muallaf itu untuk masuk Islam dalam debat itu, seperti yang disiratkan Syaikh Shalih adalah apa yang dilakukan sang Da’i, Qamar Husain yang mengajak mereka berdiskusi seputar syubhat yang terdapat dalam kedua buku karyanya tersebut, terlebih karena beliau sudah hafal di luar kepala isi kedua bukunya itu. Ditambah lagi dengan diadakannya dialog bersama para pendeta itu di lokasi kiblat yang penyebutannya terdapat dalam Taurat mereka. Dalam hal ini, Da’i Islam itu membantah pendapat mereka melalui teks-teks Taurat yang menyatakan bahwa Nabi Isa AS menyebutkan agar mereka menghadap kiblat selain Baitul Maqdis sepeninggal beliau.

Informasi yang terdapat dalam teks Taurat tersebut menurut Syaik Qamar, tidak berani diotak-atik oleh para pendeta maupun diinterpretasikan. Karenanya, beliau mengingatkan mereka terkait hal itu dengan firman Allah SWT dalam surat al-Baqarah yang berbunyi (artinya),“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Rabb-nya; dan Allah sekali-kali tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS.al-Baqarah:144)

Syaikh Shalih, direktur pelaksana DIUPI menjelaskan, misi DIUPI adalah memperkenalkan Islam, dengan target memperkenalkan keindahan-keindahan Islam, mempublikasikan gambaran yang benar tentang masyarakat Islam dalam beragam bahasa, membela Islam di seluruh medan kehidupan serta bekerja untuk merealisasikan risalah Islam dalam menyebarkan keamanan, kedamaian, pembangunan peradaban, menjaga hak-hak Islam dan menyebarkan risalah Islam yang abadi ke seluruh dunia.

Ia menyebutkan, DIUP memiliki 10 proyek saat ini, di antaranya Kafalah Du’at (Menanggung biaya hidup para Da’i) dan mereka yang mengenalkan Islam kepada umat manusia. ( Alsofwah )


READ MORE - 1 Da’i Lawan 20 Pendeta Dihadapan 10.000 Orang, akibatkan 144 Masuk Islam dan 3 Pendeta Jadi Mualaf

Ajaran Kristen Ternyata Tak Mampu Mengubah Perilaku Umatnya

Ajaran Kristen Ternyata Tak Mampu Mengubah Perilaku Umatnya -- Gereja Katolik Keuskupan Timika, Papua merasa mereka telah gagal dalam mengubah "perilaku mabuk" sebagian masyarakat suku Amungme dan Kamoro di wilayah itu.

Pastor Paroki Katedral Tiga Raja Timika, Romo Amandus Rahadat Pr dikutip Antara, Rabu mengatakan kasus tewasnya lima warga Kampung Nayaro gara-gara mengonsumsi minuman keras (miras) racikan spirtus, kuku bima dan air kelapa dan juga kasus tewasnya empat mahasiswa asal Mimika usai pesta miras di Bandung pekan lalu menjadi tamparan keras bagi gereja setempat.

"Selama kurang lebih 100 tahun gereja ada di tanah Mimika-Amungsa, pastor, tim pastoral dan gereja buat apa sehingga masyarakat tetap minum, mabuk dan mati gara-gara miras. Itu artinya, kami telah gagal membina mentalitas dan moral umat," kata Romo Amandus.


http://hidayatullah.com/images/stories/katedraltimika.jpg

Pastor yang sudah enam tahun bertugas di Gereja Katedral Timika itu mengaku sempat menitikan air mata saat memberikan khotbah pada perayaan misa hari Minggu (9/1). Saat itu, Romo Amandus menyinggung tentang kejadian memilukan yang dialami warga Kampung Nayaro dan para orang tua yang tak kuasa menahan sedih taatkala menerima kepulangan anak-anak mereka dari Jawa dalam keadaan tak bernyawa dalam peti mati.

"Atas nama seluruh misionaris yang berkarya di tanah Mimika dan Amungsa mulai dari Pastor Tillemans (yang juga mantan Uskup Agung Merauke) hingga Pastor Franke Mollen, atas nama Uskup dan atas nama Gereja Katolik, kami mohon ampun dari Tuhan karena kami telah gagal," tuturnya.

Romo Amandus mengatakan, selama ini Gereja Katolik di Mimika bersama elemen lainnya sudah berjuang keras untuk mengarahkan umat agar tidak mengonsumsi miras dan berperilaku mabuk-mabukan. Namun semua upaya itu sia-sia karena sebagian orang Katolik setempat masih menjadi "hamba miras".

"Menjadi pertanyaan, apakah orang-orang yang mati karena miras ini benar merupakan orang Katolik ataukah hanya Katolik KTP saja. Kalau benar-benar merasa diri orang Katolik jangan bikin malu," imbaunya.

Ia mengatakan, dalam arus modernisasi saat ini semua hal ditawarkan kepada manusia baik sisi positif maupun negatif seperti pelacuran, miras dan lain-lain. Semua tawaran kenikmatan itu, katanya, akan terpulang kembali kepada kesadaran pribadi setiap orang untuk memilih jalan yang mana.

"Kalau tidak mau terinfeksi HIV, jangan pergi ke tempat pelacuran. Kalau tidak mau mabuk dan mati akibat mengonsumsi miras, jangan beli miras. Semua kembali kepada mentalitas pribadi masing-masing," katanya.

Romo Amandus melarang umat Katolik setempat melakukan razia tempat-tempat penjualan miras baik miras kemasan pabrik maupun miras racikan.

"Mulai sekarang jangan lagi protes dan razia tempat jual minuman. Di mana-mana minuman dijual bebas seperti di Jayapura dan Jakarta, tergantung kita sendiri mau beli atau tidak, mau mati atau tidak. Orang mengonsumsi minuman untuk senang-senang, bukan untuk mati," tuturnya.

Warga tewas bertambah

Sementara itu dari data Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika, jumlah warga Nayaro yang tewas akibat mengonsumsi miras racikan bertambah menjadi lima orang.

Kepala Bagian Humas RSMM Timika, Maria Kotorok kepada ANTARA, Rabu mengatakan ada dua warga Nayaro yang tewas akhir pekan lalu setelah menjalani perawatan intensif di RSMM Timika selama beberapa hari.

Kedua orang tersebut yaitu Siprianus Operawiri dan Beni Apoka. Sebelumnya satu rekan mereka atas nama Yohanis Umurufu meninggal pada 3 Januari saat penanganan awal di UGD RSMM Timika. Dua warga lainnya yaitu Agus Arwaparo dan Marthen Nawaripi meninggal di Kampung Nayaro pada Minggu (2/1) sebelum sempat dibawa ke rumah sakit.

Menurut Maria, saat ini masih terdapat sembilan warga Kampung Nayaro yang menjalani perawatan di RSMM Timika. Enam orang dirawat di ruang intensif (high care) atas nama Dominggus Operawiri (22), Rafael Mametapo (45), Germanus Irahewa (29), Yacobus Keraparo (22), Yonas Arwaparo (17), dan Yulius Manauw (15).

Sedangkan tiga lainnya dirawat di Bangsal Theresia yaitu Anselmus Keramokeyauw (22), Martinus Ponsan (21) dan Erik Tirapara (25).

Maria mengatakan, kondisi delapan pasien cukup baik, namun Anselmus sering berteriak-teriak.

Sembilan pasien itu masuk ke RSMM Timika pada mulai 3 Januari hingga 8 Januari.

Para pasien tersebut diduga mengalami keracunan miras racikan spirtus, kuku bima dan air kelapa saat malam pergantian tahun, Jumat (31/12). ( antara )



READ MORE - Ajaran Kristen Ternyata Tak Mampu Mengubah Perilaku Umatnya

Jawaban Atas Kuis Berhadiah Pesawat Boeing 747

Jawaban Atas Kuis Berhadiah Pesawat Boeing 747 - Buku “Mustahil Kristen Bisa Menjawab: Berhadiah Mobil BMW” setebal 150 halaman karya Insan Mokoginta (Wencelclaus) memantik polemik panjang dengan para pendeta dan penginjil. Dalam buku saku tersebut, ¬Insan yang muallaf mantan Kristen berdarah China Manado itu mengemukakan sepuluh pertanyaan seputar Alkitab (Bibel), yang masing-masing pertanyaan disayembarakan dengan hadiah uang tunai sepuluh juta dan mobil BMW.

Beberapa pertanyaan yang diajukan ini antara lain: Mana pengakuan Yesus dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen?; Mana perintah Yesus dalam Alkitab untuk kebaktian di gereja pada hari Minggu; dll.

Tak mau kalah, Pendeta Budi Asali M.Div. dari Gereja Kristen Rahmani Indonesia membalasnya dengan buku apologi “Siapa Bilang Kristen Tidak Bisa Menjawab?” berhadiah pesawat Boeing 747.

Dalam buku 270 halaman ini, Budi Asali tidak menjawab secara spesifik terhadap sepuluh tantangan yang disayembarakan. Ia hanya berputar-putar, menghindar dan bermain kalimat apologis. Misalnya, ketika menanggapi sayembara berhadiah bagi orang Kristen yang hafal Alkitab di luar kepala, Budi justru berapologi bahwa menghafal Bibel itu tidak harus persis, yang penting jangan sampai melenceng. Bahkan ia mencela orang yang menghafal nas ayat-ayat kitab suci secara benar, sebagai orang yang memboroskan energi dan otak yang tidak perlu. Menurutnya, menghafal kitab suci itu bukan merupakan tindakan yang terpuji. (baca kristologi Suara Islam edisi 88).

Dalam salah satu apologinya, Budi Asali menyinggung kontradiksi Islam dan Kristen soal doktrin Trinitas. Menurutnya, umat Islam mengklaim doktrin Trinitas kristiani bertentangan dengan ajaran Islam karena Bibel sudah dipalsukan. Terhadap tudingan pemalsuan ayat Bibel, Pendeta Budi menantang dengan tiga pertanyaan: Siapa yang mengubah Alkitab, kapan perubahan itu dilakukan, dan bagaimana bisa mengubah ayat tanpa diketahui siapapun? Dengan takabburnya, Budi Asali yakin tak ada seorang pun yang mampu menjawab pertanyaan tersebut, sehingga ia berani menjanjikan hadiah pesawat Boeing 747:

“Bagaimana mungkin Alkitab mengajarkan doktrin Allah Tritunggal, sedangkan Al-Qur'an mengajarkan hanya ada satu Allah yang tunggal secara mutlak (tauhid)?... Memang, kalau pertanyaan-pertanyaan ini ditanyakan kepada orang Islam maka jawabannya pasti ‘Alkitab sudah diubah.’ Tetapi, lagi-lagi, siapa yang mengubah, kapan mengubahnya, dan bagaimana bisa mengubah begitu banyak fakta dalam begitu banyak manuskrip, tanpa diketahui siapapun? Ini pertanyaan berhadiah BOEING 747!” (hlm. 130).

Menanggapi tantangan sayembara pendeta berhadiah pesawat Boeing 747, kami tidak akan berputar-putar menghindar seperti gaya Pendeta Budi Asali. Pertanyaan sayembara ini bisa dijawab dengan semudah membalik tangan, karena para teolog Kristen sendiri mengakui bahwa doktrin Trinitas –Tuhan Esa dalam tiga oknum: Allah Bapa, Yesus dan Roh Kudus– tidak Alkitabiah. Satu-satunya ayat yang dianggap mengajarkan Trinitas adalah ayat sisipan yang tertera dalam 1 Yohanes 5:7: “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.”

Hal ini diakui secara jujur oleh Dr GC van Niftrik dan D.S.B.J Boland, pakar teologi kondang dari Belanda: “Di dalam Alkitab tidak diketemukan suatu istilah yang dapat diterjemahkan dengan kata TRITUNGGAL ataupun ayat-ayat tertentu yang mengandung dogma tersebut, mungkin dalam 1 Yahya 5:6-8. Tetapi sebagian besar dari ayat itu agaknya belum tertera dalam naskah aslinya. Bagian itu setidak-tidaknya harus diberi kurung” (Dogmatika masa kini, hlm. 418).

Kepalsuan ayat Trinitas itu juga diakui oleh para penerbit Bibel edisi Katolik, sehingga ayat Trinitas tersebut diberi catatan kaki: “Bagian kalimat antara kurung itu pasti tidak asli” (Kitab Suci Perjanjian Baru tahun 1977/1978, hlm. 551).

Inilah Bukti Kepalsuan Bibel

Sama sekali tidak ada kesulitan untuk menjawab tiga pertanyaan sayembara 747 yang diajukan Pendeta Budi Asali MDiv. Karena pertanyaan siapa, kapan dan bagaimana perubahan ayat Trinitas dalam Bibel, sudah dijawab oleh para teologi Kristen sendiri, antara lain oleh Dr William Barclay.

Barclay adalah teolog terkemuka asal Skotlandia yang sukses menulis 70 judul buku teologia. Alumnus Trinity College Glasgow ini meraih gelar Doktor of Divinity dari Universitas Edinburgh tahun 1956, lalu dikukuhkan menjadi Gurubesar bidang Biblical Criticism tahun 1963 dan meraih penghargaan dari Ratu Elisa¬beth, “Commander of British Empire” tahun 1969.

Jawaban pertanyaan pertama, siapa yang memalsukan ayat Trinitas?

Setelah melakukan penelitian yang mendalam dan objektif, Barclay menyimpulkan ayat 1 Yohanes 5:7 sebagai ayat palsu. Ayat ini diciptakan oleh Priscillian, seorang bidat asal Spanyol yang mati tahun 385. Mulanya ayat ini dicantumkan dalam komentar atau catatan pada margin Alkitab. Selama 15 abad, ayat ‘margin’ ini diterima karena dianggap memberikan bukti Alkitabiah untuk ajaran Trinitas.

Jawaban pertanyaan kedua, kapan ayat Trinitas itu dipalsukan dalam Bibel?

Barclay menjelaskan, tahun 1550 Stephanus mencetak edisi Perjanjian Baru Yunani yang besar yang masyhur dengan sebutan “Edisi 1550” dan edisi “Teks Yang Diterima.” Teks itulah yang merupakan dasar dari Authorized Version dan dari teks Yunani sepanjang abad kemudian. Itulah sebabnya ayat ini masuk ke dalam Authorized Version, dan menyelinap dalam Alkitab di seluruh dunia.

Beberapa edisi yang masih objektif, mencantumkan ayat palsu tersebut dalam Bibel, tapi dengan catatan kaki bahwa ayat tersebut adalah tambahan (insersi). Dalam Bibel edisi New International Version dicantumkan footnote sbb:

“Late manuscripts of the Vulgate testify in heaven: the Father, the Word and the Holy Spirit, and these three are one. And there are three that testify on earth: the (not found in any Greek manuscript before sixteenth century).” (The Holy Bible New International Version, hlm. 1242).

Jawaban pertanyaan ketiga, bagaimana proses pemalsuan ayat Trinitas itu? Inilah kronologis dan penjelasan Dr William Barclay selengkapnya:

“Ayat ini tidak muncul dalam manuskrip Yunani yang lebih muda dari abad ke-14. Manuskrip-manuskrip yang besar termasuk pada abad-abad ke-3 dan ke-4, dan ayat ini tidak terdapat di dalamnya. Tidak ada satu orang pun dari bapak-bapak Gereja besar yang mengetahui adanya ayat ini. Karena Versi asli Vulgata yang berasal dari Jerome tidak mencakupnya.

Orang pertama yang mengutipnya adalah seorang bidah Spanyol yang bernama Priscillian yang meninggal tahun 385 M. Sesudah itu ayat ini menyelinap masuk ke dalam teks-teks Latin dari Perjanjian Baru, walaupun sebagaimana telah kita lihat, ia tidak dapat masuk ke dalam teks Yunani.

Tetapi bagaimanakah ayat ini dapat masuk ke dalam teks? Pada mulanya ada semacam komentar atau catatan pada margin Alkitab. Karena kelihatannya ia memberikan bukti Alkitabiah yang baik untuk ajaran mengenai Tritunggal, maka setelah melewati masa yang lama ayat ini diterima oleh para teolog sebagai bagian dari teks, khususnya pada hari-hari permulaan kesarjanaan sebelum manuskrip-manuskrip yang besar ditemukan.

Tetapi bagaimana teks ini masuk ke dalam Authorized Version? Perjanjian Baru yang pertama dari bahasa Yunani yang diterbitkan berasal dari Erasmus dalam tahun 1516. Erasmus adalah seorang sarjana besar dan mengetahui bahwa teks ini tidak terdapat dalam teks asli. Maka ia tidak memasukkannya dalam edisinya yang pertama. Tetapi pada saat yang sama ini juga para teolog telah mempergunakannya. Misalnya, dalam Vulgata 1514, ayat ini telah dicetak. Karena itu Erasmus dikritik karena menghilangkannya. Jawaban Erasmus waktu itu adalah, bahwa apabila ada seseorang dapat memperlihatkan kepadanya manuskrip Yunani di mana kata-kata itu dimuat, maka ia akan mencetaknya dalam edisi berikutnya. Seseorang menghasilkan teks yang paling buruk dan paling kasip di mana ayat itu terdapat dalam bahasa Yunani. Dan Erasmus dengan berpegang pada kata-kata yang telah diucapkannya, tetapi melawan kehendak dan penilaiannya, terpaksa mencetak ayat tersebut dalam edisi 1522-nya.

Langkah berikutnya adalah bahwa dalam tahun 1550 Stephanus mencetak edisi Perjanjian Baru Yunaninya yang besar. Edisi 1550 ini disebutnya Teks Yang Diterima, dan teks itulah yang merupakan dasar dari Authorized Version dan dari teks Yunani sepanjang abad kemudian. Itulah sebabnya ayat ini masuk ke dalam Authorized Version.” (The Daily Bible Study: the Epistles of John and Jude; edisi Indonesia: Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Surat-surat Yohanes dan Yudas, hal 185-187).

Gayung bersambut, tiga pertanyaan sayembara sudah terjawab. Kita tunggu apakah Pendeta Budi Asali M.Div menepati pesawat Boeing 747 yang dijanjikan, ataukah terbit buku apologi putar-putar jilid dua? ( ahmad-hizbullah.com )



READ MORE - Jawaban Atas Kuis Berhadiah Pesawat Boeing 747

Bukan Sekali-Dua Kali Umat Islam Telah Dikadalin Media Massa

Bukan Sekali-Dua Kali Umat Islam Telah Dikadalin Media Massa - Bukan satu-dua kali, jika menyangkut Islam, media TV menampilkan sumber monolog, utamanya datang dari militer atau polisi - Tak lama setelah pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Solo, Ustad Abubakar Ba’asyir (ABB) ditangkap Densus 88, sebuah stasiun TV mengadakan acara dialog Live.


http://hidayatullah.com/images/stories/ilus-media.jpg


Melalui seorang presenter, stasiun televisi tersebut membuka kesempatan bagi pemirsa untuk memberikan opininya tentang penangkapan Ustad ABB. Tanpa disangka, si penelepon, rupanya sejalan dengan pemikiran ABB, di mana ia meyakini ada rekayasa asing dalam penangkapan tersebut. Tapi ada yang menarik dalam sesi tanya jawab itu. Di saat sang penelpon mengatakan bahwa Densus 88-lah yang sebenarnya melakukan tindakan “teror” , telepon sang penanya langsung diputus oleh pihak TV.

Rupanya presenter tahu betul, si penelepon kurang sejalan dengan misi TV-nya dalam dialog bertema terorisme ini.

***

Kasus-kasus seperti ini di media massa kita memang bukan terjadi sekali-dua kali. Bulan Juli 2009, beberapa hari pascapeledakan bom Kuningan, sebuah stasiun TV mewawancarai mantan Kepala Densus 88 Polri Brigjen Pol. (Purn) Suryadarma Salim. Dengan panjang lebar mantan Kepala Satgas Antiteror Polri ini secara monolog, menjelaskan masalah terorisme. Ia, mengatakan, "Mereka ingin mendirikan Daulah Islamiyah (negara Islamiyah di Indonesia), dan habitat mereka itu paling subur di Indonesia.”

Bisa dibayangkan, seorang polisi--bukan seorang ahli mengenal liku-liku gerakan Islam—bahkan boleh dikata kurang paham Islam, membahas terorisme dan kaitannya dengan Islam secara monolog, tanpa pembanding.

Yang mengejutkan, tayangan itu disiarkan lagi berulang-ulang selama beberapa hari, dari pagi, sore, dan malam hari.

Sekedar catatan, rata-rata untuk tayang iklan di TV butuh biaya sekitar Rp 10 juta per/ 30 detik. Memunculkan Suryadarma Salim dengan waktu panjang berulang kali, bukan sebuah kebetulan. Pastilah ada udang di balik batu.

Berapa juta orang “terhipnotis” kampanye Suryadarma Ali hari itu?

Islam dan propaganda media

Dua hal yang tak bisa dipisahkan dalam setiap misi media adalah, membangun opini publik dan propaganda.

Pertama, propaganda selalu memberikan informasi yang dirancang dengan pesan yang sudah disiapkan tujuannya. Tentu saja, terserah pengelola media yang bersangkutan. Semua pesan dan faktanya, adalah pilihan redaksi. Pesan propaganda harus dapat menghasilkan pengaruh. Jadi, propaganda bukan suatu kebetulan, dia adalah memanipulasi buah pikiran yang dikehendaki.

Kedua, opini publik (public opinion). Secara psikologis, opini publik pada dasarnya ditentukan oleh pendangan dan kepentingan pribadi atau golongan (dalam hal ini media). Meski demikian, kemampuannya mampu menggerakkan perangkat politik dan Negara.

Korban dua hal ini bisa dilihat dalam kasus wacana FPI, poligami, nikah sirri dan terorisme.

Syekh Puji dicitrakan sangat negatif karena ia menikahi anak SMP. Karena itu, media memberi image orang menikah “sirri” sebagai kejahatan, melebihi koruptor. Sebaliknya jutaan orang justru dimuliakan karena mereka kumpul kebo. Andaikata Syekh Puji meniduri 100 WTS, dia tak akan dihukum dan tidak akan pula dicitrakan seolah “jahat”.

Mantan Ketua PBNU pernah berseloroh, “Jika nanti ada polisi menggerebek orang yang nikah sirri, lebih baik mengaku saja kumpul kebo.” Pernyataan ini, sekedar menunjukkan, betapa tak adilnya hukum dan logika media massa di negeri ini.

Bukan sekali-dua kali umat Islam dikadalin (dikerjain, red) media massa tanpa bisa melakukan pembalasan atau memberikan hal jawab secara adil dan sepadan.

Di sinilah letak penting mengapa umat Islam harus memiliki media. Hanya saja, meski sering menjadi korban, umat Islam sering mengabaikan arti penting keberadaan media. Kaum muslim yang kaya, biasanya, sering mengalokasikan uangnya untuk kampanye jadi bupati, gubernur atau presiden.

Betapa sering orang kaya-raya menghambur-hamburkan uangnya untuk kampanye pilkada? Toh akhirnya tidak sedikit mereka batal jadi pejabat.

Jika umat Islam memiliki media yang bagus dan kuat, dan dikelola secara baik, maka, pemberitaan dan pembentukan opini apapun bisa dikelola secara baik. Isu negatif tentang Islam akan dengan mudah pula dinetralisir. Semua pencitraan buruk tentang Islam oleh Barat, juga bisa terbendung.

Adalah pernyataan Dr. Yusuf Qaradhawi yang sangat luar biasa bagus. Beliau mengatakan, “Kalau saja kita (umat Islam) diberi kebebasan selama 20 tahun untuk membina umat, tanpa gangguan dan tekanan penguasa (Barat) atau konflik dengan mereka, itu sudah cukup untuk mengembalikan kejayaan umat Islam”.

Faktanya, umat Islam tak berdaya bukan karena mereka tak berdaya. Yang ada, karena mereka “diperdayai”.

Dr. Zakir Naik, seorang ilmuwan, kristolog dan seorang dai asal India, pernah merasakan ini memanfaatkan peluang emas mengisi seorang diri. Ia pernah beusaha me-lobby sebuah stasiun televisi untuk program Islam tanpa disensor, ditutup-tutupi atau diatur keinginan rating. Ketika itu waktu yang diberikan hanya beberapa puluh menit saja, namun Alhamdulillah, program itu mampu menyedot perhatian pemirsa dan direspon secara positif. Sampai akhirnya stasiun televisi lokal tersebut rela membayar Dr. Zakir Naik atas program yang dibuatnya tersebut. Namun beliau menolak, dengan mengatakan, “Saya tidak butuh uangmu, cukup berikan saya waktu lebih banyak lagi untuk mendakwahkan Islam di televisimu”.

Sesungguhnya jika kehidupan dunia ini bisa diibaratkan game (permainan), dan umat Islam diberi waktu memainkan peran secara adil, maka hasilnya akan berbeda. Tapi, faktanya tidaklah demikian.

Media dan dakwah

Kepemilikan media sangat menentukan keberhasilan dakwah Islam melalui media. Itu juga yang menjadi alasan mengapa dakwah Islam belum bisa efektif dan tersebar luas di seluruh pelosok dunia.

Umat Islam harus berazam untuk memiliki media massa yang baik atau memperkuat yang sudah ada. Media yang adil dalam penyampaian berita, sehingga dampaknya bisa dirasakan pada semua makhluk, tak hanya umat Islam sendiri. Bahkan bisa dirasakan umat lain.

Bukan media yang menuhankan rating. Media massa yang menjadikan ideologinya profit oriented, ia cenderung menghalalkan segala cara. Karenanya, jangan heran, banyak orang cerdas tiba-tiba hilang kendali setelah mereka bergabung di media massa. Sebelum masuk, ia dikenal anak-anak kampus yang cerdas. Sebab, rata-rata IP menjadi wartawan selalu di atas 3 dan memiliki kemampuan bahasa asing yang baik. Sayangnya, setelah jadi wartawan, kebiasaan membaca, mendengar pendapat orang dan kemampuan menganalisa jadi tumpul. Sebab, ia lebih mengejar “esklusivitas” berita. Secara akademik, mungkin ia masih cerdas, tapi, ia sudah tak memiliki kecerdasan “hati”.

Hampir semua orang yang digerebek Densus 88 langsung disebut media sebagai “teroris”, meski pengadilan belum berjalan. Media tak pernah mengukur, bagaimana perasaan anak dan istri mereka di lingkungan, di sekolah, dan di tempat kerja mereka. Sebutan ini saja sudah hukuman yang belum tentu bisa hilang selama puluhan tahun.

Tapi tak usah berharap banyak, sebab, media yang visi utamanya hanya profit oriented, bisa dipastikan, tak akan melahirkan wartawan/penulis/reporter/redaktur yang memiliki kecerdasan hati dan perasaan. Hasilnya selalu begitu.

Selama orientasi pemilik media hanyalah modal dan profit, maka selamanya tak akan sejalan dengan tujuan dakwah dan Islam itu sendiri. Di sinilah letak arti penting media Islam.

Meski demikian, pekerjaan mengelola media bukanlah pekerjaan sederhana. Sebab ia dibutuhkan keterampilan dan keahlian yang baik dan benar. Bukan asal membuat media.

Andaikata, saat ini semua media, TV dan kantor berita dihibahkan kepada umat Islam, belum tentu, umat Islam mampu mengelolanya dengan baik.

Sumber daya umat Islam dalam mengelola media ini masih kurang akibat ketidakterarikan umat akan bidang ini. Di saat yang sama, banyak umat Islam membanggakan media-media yang selama ini justru sering “memusuhi” Islam secara diam-diam. Bahkan tak terasa pula, ia menjadi wartawan/penulis/pembaca, bahkan menjadi pelanggan setianya. ( hidayatullah.com )

Pertanyaannya, sampai kapan Anda tak peka dalam masalah ini ...???


READ MORE - Bukan Sekali-Dua Kali Umat Islam Telah Dikadalin Media Massa

Perang Antar Agama. ... ??? Wallahu’alam

Perang Antar Agama. ... ??? Wallahu’alam - Belakangan ini media nasional dengan sangat keras membela HKBP dengan menggunakan idiom kebebasan beragama, pluralisme, dan hak-hak asasi manusia. Media-media yang dikuasai dan dikendalikan golongan Nashrani, dengan menggunakan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), yang se-ideologi, berkolaborasi menekan pemerintah agar mencabut SKB. SKB Menag dan Mendagri mereka anggap sebagai belenggu terhadap kebebasan beragama, pluralisme, dan hak-hak asasi manusia.


Mereka-mereka yang berbicara tentang kebebasan beragama, pluralisme, toleransi, dan hak-hak asasi manusia, seharusnya mereka juga sepadan melihat apa yang dialami umat Islam di berbagai belahan bumi, termasuk di tanah air Indonesia.


Kalau berbicara kebebasan beragama, pluralisme, toleransi, dan hak-hak asasi manusia, layakkah pemerintah di negara-negara Eropa melarang wanita-wanita muslim menggunakan hijab dan cadar, yang pakaian itu digunakan dibadan mereka sendiri, dan tidak menganggu orang lain. Hijab dan cadar digunakan di kepala wanita-wanita muslim, bukan dipaksanakan untuk kepala atau anggota badan golongan di luar Islam. Kenyataannya negara-negara Erapa melarang penggunaan hijab dan niqab, di mana hijab dan niqab itu bagian dari aturan dalam Islam, yang tujuannya menjaga aurat, agar tidak nampak oleh orang lain yang bukan muhrimnya.


Di negara-negara Barat mendirikan masjid dan mushala tidak mudah. Ini terjadi di semua negara Barat, yang sudah menganut dan menjunjung adanya kebebasan, demokrasi, pluralisme, hak-hak asasi manusia. Tetap saja semua yang menjadi keyakinan umat Islam, tidak dapat diaplikasikan dalam kehidupan, dan mendapat larangan . Jika memang menjunjung tinggi prinsip kebebasan, demokrasi, pluralisme dan hak-hak asasi, berikan ruang bagi umat Islam di Barat, agar mereka hidup sesuai dengan keyakinanl mereka.


Hak beragama merupakan hak dasar setiap individu. Tetapi, tetap saja negara-negara Barat tidak memberikan toleransi kepada penduduk yang menganut agama Islam.


Di negara-negara Barat, bukan hanya larangan pembangunan masjid, tetapi juga masjid-masjid dilarang mengumandangkan azan dengan menggunakan pengeras suara. Bukan hanya itu, faktanya tetap saja terjadi diskriminasi dan segregasi disejumlah negara di Barat, yang membuat masyarakat muslim, tetap menjadi masyarakat kelas dua, dan aktivitas mereka dibatasi. Umat Islam tidak dapat bergerak dengan bebas dan leluasa.


Apalagi, sesudah terjadi peristiwa 11 September, setiap gerak dan aktivitas muslim selalu dicuragai. Padahal sampai hari ini tidak pernah dibuktikan siapa pelaku yang sejatinya. Tuduhan-tuduhan terhadap Islam sebagai pelakunya hanyalah asumsi belaka.


Kemudian, lebih jauh lagi, apa dosa dan kesalahan kaum muslimin di Bosnia, khususnya di Sebrenica dibantai? Ribuan muslim di wilayah itu dibantai secara biadab dan brutal oleh rejim Ortodok di Serbia. Satu-satunya kesalahan yang mereka perbuat, tak lain , karena mereka beragama Islam. Mereka memeluk agama Islam. Tidak memilih beragama Kristen Ortodok seperti orang-orang Serbia.


Apa dosa kaum muslimin di Iraq, Afghanistan, Pakistan dan Palestina harus dihancurkan, dan tidak mendapatkan kepedulian sedikitpun. Perang yang begitu brutal dan sangat mengerikan, hanya dipicu Afghanistan dipimpin oleh Mullah Omar, dan ingin melaksanakan syariah Islam. Karena, setiap muslim pasti dituntut menegakkan agama Islam. Lalu, rakyat Iraq, Afghanistan, Pakistan dan Palestina dihukum secara kolektif, dan kehidupan mereka dihancurkan secara sistematis. Tidak ada belas kasihan sedikit pun terhadap mereka yang sudah dihancurkan itu.


Lalu, mengapa mereka masih berbicara tentang kebebasan beragama, pluralisme, toleransi, dan hak-hak asasi manusia. Mengapa rakyat di negeri-negeri Muslim tidak dibiarkan mereka melaksanakan agamanya sesuai dengan keyakinan yang mereka miliki? Mereka harus dihancurkan, diperangi dengan senjata, di sebut sebagai teroris.


Anak-anak kehilangan orang tua, isteri kehilangan suami, semua keluarga tercerai-beraikan, dan menjadi hancur masa depan mereka. Inilah sebuah tragedi kemanusiaan diabad 21 ini, yang semuanya didalangi rejim-rejim Barat, yang didukung kaum Ortodok, yang secara sadar harus bertanggungjawab atas situasi yang ada sekarang ini .


Memang tidak mungkin menyatukan dalam sebuah kehidupan antara golongan Islam dan Nashrani. Karena mereka memiliki prinsip dan karakter yang berbeda. Ibaratnya seperti minyak dan air. Di wilayah muslim minoritas di Indonesia, yang dialami kaum muslimin juga sama. Apakah umat Islam di Bali bebas mendirikan masjid? Azan menggunakan pengeras suara dilarang. Kaum muslimin harus dipaksa mengikuti hari 'nyepi'.


Adanya SKB yang itu merupakan konsensus minimal. Jika tidak ada lagi tali pengikat yang dapat menjembatani, dan sudah tidak ada komitment dari fihak-fihak yang sekarang bersengketa, maka hanya menunggu ledakan yang disebut ‘perang’ antar agama. Wallahu’alam. ( eramuslim.com )



READ MORE - Perang Antar Agama. ... ??? Wallahu’alam

'Yesus Juru Selamat' Wajib Dihapus

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/jezus_redt.jpg&h=235&w=355&zc=1


'Yesus Juru Selamat' Wajib Dihapus. Di Belanda, Tulisan 'Yesus Juru Selamat' Wajib Dihapus. Seorang pria Belanda, penganut Kristen fanatik, harus menghapus tulisan 'Yesus Juru Selamat' yang ia tulis di atap rumahnya.

Pria tersebut, Joop van Ooijen, dari Giessenburg, di wilayah seputar kota Rotterdam, segera harus menghapus tulisan tersebut. Kelalaian pelaksanaan perintah ini, mendapat ancaman denda sebesar 15.000 euro.

Kali pertama, perintah untuk menghapus datang dari pemerintah lokal setempat. Dan beberapa hari lalu, juga terbit perintah dari Raad van State, atau Dewan Negara, badan penguji tertinggi keputusan lembaga pemerintahan di Belanda.

Tidak Estetik

Kasus ini bermula sejak tahun 2008. Ketika itu, pemerintah setempat menyatakan, tulisan dengan huruf ukuran luar biasa besar tersebut melanggar ketentuan estetik, mengenai penampilan rumah dan berbagai bangunan lainnya.

Kebebasan Beragama

Sejauh ini, pemeluk Kristen fanatik tersebut tidak bersedia mengikuti perintah penguasa. Ia beranggapan, ini menyangkut kebebasan beragama dan kebebasan mengemukakan pendapat, yang dilindungi oleh Undang Undang Dasar.

Mahkamah Eropa

Menurut Raad van State, dalam kasus ini, ketentuan pemerintah daerah mempunyai nilai lebih menentukan ketimbang kebebasan beragama dan kebebasan mengajukan pendapat. Selain itu, Raad van State berpendapat, masih banyak cara lain untuk menyampaikan pesan 'Yesus Juru Selamat'.

Kasus ini masih belum tuntas. Joop van Ooijen tidak akan menghapus tulisan 'Yesus Juru Selamat' dari atap rumahnya. Ia sekarang mengadukan kasus ini pada Mahkamah Eropa. Inilah salah satu Kristen militan. ( voa-islam.com )



READ MORE - 'Yesus Juru Selamat' Wajib Dihapus

Insya Allah, Besok Armada Kebebasan Ke Dua Sampai Di Gaza. Mohon Do'anya Ya....

http://static.republika.co.id/images/kapal_rachel_corrie_100603155801.jpg


Insya Allah, Besok Armada Kebebasan Ke Dua Sampai Di Gaza. Mohon Do'anya Ya.... - Kapal berbendera Irlandia, Rachel Corrie, salah satu kapal armada kebebasan yang tertunda bergabung dengan 6 kapal armada kebebasan lainnya, diperkirakan akan mencapai pantai Palestina di Jalur Gaza pada hari Jumat besok atau Sabtu lusa. Meskipun terjadi pembantaian yang dilakukan oleh pasukan kanan Zionis terhadap kapal-kapal armada kebebasan yang mendahuluinya, awak kapal ini tetap bersemangat untuk menembus Gaza.


Salah satu awak kapal, yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza, mengatakan, kapal ini bertekad untuk melanjutkan perjalanan ke Jalur Gaza meskipun pengepungan dilakukan oleh Israel. Diperkirakan akhir pekan ini kapal Rachel Correi akan sampai di titik konfrontasi antara pasukan militer Zionis dan kafilah bantuan yang berlayar ke Gaza.


Penyelenggara mengatakan bahwa kapal Rachel Corrie, yang dibeli oleh para pendukung solidaritas rakyat Palestina, sudah berlayar dari Malta Senin pekan lalu. Nama kapal ini diambil dari nama seorang aktivis wanita Amerika yang tewas dilindas buldoser Zionis saat membela rumah keluarga Palestina di Jalur Gaza pada tahun 2003 yang akan dilumatkan Israel.


Derek Graham, salah satu anggota kru kapal, kepada radio Irlandia mengatakan bahwa kapal tersebut membawa 15 aktivis solidaritas, termasuk seorang tokoh dari Irlandia Utara yang meraih pernghargai Nobel Perdamaian. Diperkirakan kapal akan mencapai titik di mana pasukan militer Israel menyerang armada kebebasan, pada Jumat malam atau Sabtu pagi, waktu setempat.


"Kami sudah melakukan pertemuan setelah apa yang terjadi pada hari Senin pagi. Tekad kami bertambah untuk melanjutkan misi kami," kata Graham. Dia menambahkan bahwa kapal ini membawa peralatan medis dan perlengkapan sekolah serta semen.


Pemerintah Irlandia sebelumnya telah meminta kepada pemerintah penjajah Israel untuk tidak mengusik perjalanan kapal Irlandia Rachel Corrie yang membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Presiden Irlandia, Rabu (2/6) pagi, meminta Israel untuk memberikan izin kapal Irlandia tersebut untuk bongkar muat di Jalur Gaza tanpa hambatan.


Kepala kantor Umum di Kementerian Luar Negeri Irlandia telah mengirim surat kepada Dubes Israel di ibukota Deblin, Tyson Avresni. Namun belum ada jawaban jelas soal sikap pemerintah Israel terhadap kapal Irlandia tersebut. ( republika.co.id )




READ MORE - Insya Allah, Besok Armada Kebebasan Ke Dua Sampai Di Gaza. Mohon Do'anya Ya....

Kunjungan Seorang Ulama Muslim Asal India Picu Pro-Kontra di Inggris

Kunjungan Seorang Ulama Muslim Asal India Picu Pro-Kontra di Inggris -- Inggris tengah diramaikan dengan rencana kedatangan seorang muslim asal India, yang dicap sebagai ulama islam radikal pendukung Osama bin Laden. Kedatangan Dr. Naik Zakir adalah untuk memberi perkuliahan.


Zakir Naik telah diberikan visa untuk menghadiri konferensi di London dan Sheffield. Dia diberi julukan "hatemonger" atau penjual kebencian dan "truth twister" atau pemutar balik kenyataan.



http://static.republika.co.id/images/ulama_muslim_asal_india_zakir_naik_dan_theresa_may_100531130916.jpg
Ulama Muslim asal India, Zakir Naik dan Theresa May, pejabat pemerintah yang menyetujui kedatangan Zakir Naik.


Keputusan untuk memperbolehkan warga negara India itu ke Inggris, disebut sebagai ujian pertama dari koalisi pemerintah untuk bersikap keras pada pengajar islam radikal.

Persetujuan kunjungan Zakir Naik dilakukan oleh salah seorang pejabat pemerintah Inggris, Theresa May.


David Cameron ketika berada di posisi oposisi, beberapa kali menyerang kebijakan pemerintah yang memperbolehkan pemuka islam radikal ke negaranya.


Saat ini sebagai Perdama Meteri, Cameron ditekan untuk mengubah kebijakan departemen dalam negeri Inggris karena memperbolehkan Dr. Naik ke Inggris tahun ini.


Meskipun tak banyak dikenal di negara Barat, Dr. Naik memiliki pengikut jumlah besar dari masyarakat India berkat penampilannya secara reguler di salah satu televisi satelit, Peace TV.


Dr. Naik diakui memiliki kemampuan tinggi di bidang akademik, namun mantan dokter medis itu diberi julukan "penjual kebercian dan pemutarbalik kenyataan".


Sebelumnya, Naik pernah berbicara di Inggris pada sebuah konferensi di Cardiff beberapa tahun lalu. Kunjungannya itu dikritisi oleh seorang politisi, David Davies.


"Dia adalah seorang yang mempercayai siapa saja yang mengubah keyakinan harus menghadapi hukuman mati. Kemudian, sebagian lagi pandangannya, mungkin melanggar berbagai undang-undang yang bertujuan menjaga ketertiban umum," ujarnya.


Walaupun Dr Naik mengatakan dia tidak mendukung aksi terorisme terrtentu, pandangan terhadap pidatonya secara umum dianggap memberi simpati pada aksi teroris.


Badan Perbatasan atau Border Agency mengatakan, mereka berhak untuk mencabut visa seseorang jika percaya mereka berniat untuk mempromosikan pandangan ekstrem. ( republika.co.id )




READ MORE - Kunjungan Seorang Ulama Muslim Asal India Picu Pro-Kontra di Inggris

Inilah Kronologis Penghinaan Nabi dan Al-Qur'an di Yayasan St Bellarminus Bekasi



Inilah Kronologis Penghinaan Nabi dan Al-Qur'an di Yayasan St Bellarminus Bekasi. Oknun Alumnus SMP Bellarminus Juga Mengejek Qur'an 'Fuck You' di SMAN. - Robertus Prawiranto Wibowo, guru Agama Katolik SMA Bellarminus Bekasi adalah orang yang paling banyak dicari oleh para netter.


Namanya jadi buruan karena di blog Bellarminus yang menghujat Islam, nama guru yang biasa disapa Pak Bowo ini disebut-sebut sebagai pendukung dan inisiator Gerakan Membasmi Islam (GMI).


Saat diwawancara voa-islam.com di kawasan Islamic Centre Bekasi, usai pertemuan dengan MUI Kodya Bekasi, Senin (27/4/2010), Bowo membantah keterlibatan dirinya. Ia menyatakan tidak tahu-menahu dengan blog tersebut, dan membantah dirinya mengajarkan kepada para muridnya bahwa Al-Qur'an adalah buku setan dan sesat.


Untuk menampik klaim penulis blog Bellarminus, Bowo berdalih bahwa dirinya adalah guru SMA Bellarminus, sedangkan pelakunya adalah alumnus SMP Bellarminus.


“Karena ini murid dari alumni SMP, sementara saya ini guru SMA. Ini yang membuat saya bingung. Saya ini guru SMA, gitu lho,” kilahnya.

...Pernyataan Bowo bahwa penulis blog Bellarminus adalah alumnus SMP Bellarminus, nampak sejalan dengan kronologis versi Yayasan St Bellarminus Bekasi...

Pernyataan Bowo bahwa penulis blog Bellarminus adalah alumnus SMP Bellarminus, nampak sejalan dengan kronologis versi Yayasan St Bellarminus Bekasi.


Inilah kronologisnya:


Senin, 19 April 2010 (Sekitar pukul 08.30 WIB).

Di ruangan Suster Ignatio Nudek, Pelaksana Harian Yayasan Perguruan St Bellarminus Bekasi, kedatangan tamu seorang ibu yang bernama Anita, yaitu orang tua dari JRB yang tinggal di Perum Jatiagung Bekasi. JRB yang biasa disapa Joy ini adalah alumnus SMP Bellarminus (lulusan tahun 2008) yang kini sekolah di SMA Negeri 5 Pondok Gede, duduk di kelas XI.

Anita bermaksud memindahkan anaknya dari SMAN 5 ke SMA Bellarminus. Suster Nudek bertanya apa alasan memindahkan Joy dari SMAN 5 ke SMA Bellarminus.

Anita menjelaskan bahwa anaknya, Joy sedang terlibat kasus penghinaan agama Islam di SMAN 5. Joy mengambil gambar/memfoto temannya yang bernama Felix dengan pose memegang Al-Qur'an sambil mengacungkan jari tengah tanda “Fuck You.” Setelah itu, Felix memfoto dirinya sendiri yang menginjak kitab suci Al-Qur'an.

...Joy memfoto temannya, Felix dengan pose memegang Al-Qur'an sambil mengacungkan jari tengah tanda “Fuck You.” Setelah itu, Felix memfoto dirinya sendiri yang menginjak kitab suci Al-Qur'an...


Kasus pelecehan Al-Qur'an ini pun menggegerkan keluarga besar SMAN 5 Pondok Gede. Akibatnya, pihak sekolah hanya memberikan surat peringatan akan mengeluarkan Joy bila mengulangi lagi perbuatannya. Meski hanya diberi peringatan, ternyata Joy ketakutan sendiri. Ia merasa terancam dari amarah siswa Muslim lainnya. Karena khawatir dengan keselamatan putranya, Anita akan memindahkan Joy ke SMA Bellarminus.


Karena kasus ini bukan kasus biasa, maka Suster Nudek tidak bisa memberikan jawaban saat itu, tapi harus membicarakan dengan kepala SMA Bellarminus, Totok Trisunu Suhirman. Anita pun pamit pulang.


Selanjutnya Suster Nudek membicarakan perihal kasus Joy dengan Totok Trisunu. Mereka menyimpulkan tidak menerima Joy di SMA Bellarminus, dengan alasan khawatir akan dampak negatif kasus Joy terhadap SMA Bellarminus.


Senin, 19 April 2010 (Sekitar pukul 10.00 WIB).

Ibu Anita menemui Totok Trisunu, kepala SMA Bellarminus Bekasi dan menjelaskan hal yang sama seperti yang dikemukakan kepada Suster Nudek. Tetapi dijawab dengan jawaban yang sama seperti jawaban Suster Nudek, bahwa SMA Bellarminus tidak bisa menerima Joy di sekolah tersebut. Bellarminus khawatir terhadap dampak yang muncul kalau Joy yang bermasalah dengan pelecehan Islam itu diterima di SMA Bellarminus.


Selanjutnya Anita meninggalkan SMA Bellarminus dengan raut muka kecewa.


Selasa, 20 April 2010.

Kegiatan akedemis di Sekolah St Bellarminus berjalan seperti biasa.


Rabu, 21 April 2010.

Kegiatan akedemis di Sekolah St Bellarminus juga berjalan seperti biasa.


Kamis, 22 April 2010 (sekitar pukul 09.20 WIB)

Seorang siswakelas XII IPA bernama Defri Nataniel melaporkan kepada walikelasnya, Robertus Wahyu Handoko, bahwa di internet terdapat blog yang mengatasnamakan Yayasan St Bellarminus Bekasi yang berisi penghinaan terhadap ajaran Islam, disertai foto-foto kepala SMA Bellarminus Totok Trisunu dan guru agama Katolik, Robertus Wibowo.


Dalam blog dengan alamat www.bellarminus-bekasi.blogspot.com itu disebutkan bahwa kepala SMA Bellarminus dan guru agama Katolik mendukung Gerakan Membasmi Islam (GMI).


Selanjutnya kepala sekolah meminta guru IT, Andreas Kurniawan untuk melakukan print out sebanyak empat set sebagai bahan laporan kepada pihak kepolisian.




Kamis, 22 April 2010 (pukul 10.30 WIB)

Kepala SMP Bellarminus, Daryono bersama guru IT melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pondok Gede, kemudian diteruskan ke Polres Bekasi. Kemudian Polres Bekasi menyarankan agar Yayasan Bellarminus langsung melaporkannya ke Polda Metro Jaya.


Atas saran itu, pada hari yang sama Yayasan Bellarminus melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya


Kamis, 22 April 2010 (sekitar pukul 03.03 WIB)

Blog Bellarminus mengganti tema “Habisi Islam di Indonesia” dengan tema yang baru “Damai untuk Indonesia Kita!!! Murid Indonesia!!”

Postingan yang menghujat Islam juga dihapus, diganti dengan protes terhadap guru dan sikap guru.

::

Jika sudah jelas oknumnya, maka mengadili pelaku seadil-adilnya bukan sebuah kesulitan. Adili pelakunya dengan keadilan yang setingkat dengan pelecehannya terhadap Islam, yaitu penghujat Islam sebagai agama setan, mengejek Nabi Muhammad gila dan mengolok-olok Al-Qur'an sebagai kitab kesesatan yang jorok. Kelambatan dalam mengadili pelaku itu sangat berbahaya. Menurut Sekum MUI Bekasi, KH Sukandar Ghazali, untuk urusan seperti ini umat Islam sudah siap mati. Adili pelakunya sesuai dengan hukum yang berlaku! (voa-islam.com)




READ MORE - Inilah Kronologis Penghinaan Nabi dan Al-Qur'an di Yayasan St Bellarminus Bekasi

Akibat Penghinaan Blog Santo Bellarminus, Jihad Sudah Harus Disiapkan




Imbas Penghinaan Blog Santo Bellarminus, Jihad Harus Disiapkan. Di penghujung bulan April ini, umat Islam Bekasi disulut kemarahannya oleh umat Kristen melalui penghinaan dan penghujatan terhadap Islam dalam blog Santo Bellarminus Bekasi. Blog dengan titel “habisi Islam di Indonesia” yang diposting hari Rabu, 21 April 2010 pukul 02:05, tersebut melakukan penghinaan terhadap Allah, rasul-Nya, dan ajaran Islam yang tidak pantas untuk diungkapkan di depan umum, karena kata-katanya yang jorok dan menjijikkan.

Penghinaan tidak sampai di situ, mereka memajang foto kitab suci Al-Qur'an warna hijau yang dimasukkan ke dalam lobang kloset, sungguh penghinaan yang keterlaluan.

Di dalamnya juga diungkap misi pembuatnya, kelompok yang menamakan diri sebagai Gerakan Membasmi Islam (GMI), yang ingin memurtadkan umat Islam dari agamanya. Lantas diikuti sumpah untuk mengganyang Islam dari muka bumi, dengan kalimat sbb:

“Jadi anda mulai sekarang harus masuk Kristen/Katolik, karena ini agama terbaik!! Dalam nama Tuhan Yesus!! Aku bersumpah akan mengganyang Islam. Setelah kerusuhan kemarin tanjung priok banyak orang Kristen yang jadi korbban, awas kau Islam!! Siap-siap ka'bah dan masjid-masjid akan kita bakar!! Hidup GMI”

Itulah tabi'at kaum kafir terhadap Islam, senantiasa memendam kebencian dan permusuhan terhadapnya. Namun sayang, banyak umat Islam yang sok toleran tidak mempercayainya. Bahkan, sering menuduh orang Islam sendiri sebagai dalang konflik antar agama. Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjelaskan isi hati orang kafir dalam beberapa firman-Nya, antara lain:

1. QS. Al Baqarah: 120

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ

"Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran." (QS. Al Baqarah: 109)

Dalam ayat ini, Allah memberitahukan kepada kaum mukminin akan sikap memushi ahli kitab terhadap mereka, dalam dzahir dan batinnya. Allah juga mengabarkan tentang kedengkian mereka terhadap kaum mukminin, padahal mereka mengetahui keutamaan kaum mukminin dan keutamaan Nabi mereka. Dan puncak kedengkian mereka sampai ingin memurtadkan mereka dari Islam.

2. QS. Al Baqarah: 120

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka."

Dalam ayat ini Allah mengabarkan permusuhan kaum Yahudi dan Nasrani terhadap Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Karenanya, Allah perintahkan kepada Nabi-Nya agar tidak mencari keridlaan mereka dan tidak menuruti keinginan mereka. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan umatnya untuk memusuhi mereka dan mengabarkan akan adanya kelompok yang senantiasa memusuhi mereka. Beliau bersabda,

لا تزال طائفة من أمتي يقتتلون على الحق ظاهرين، لا يضرهم من خالفهم، حتى يأتي أمر الله

"akan senantiasa ada sekelmpok dari umatku yang berperang di atas kebenaran dengan terang-terangan. Mereka tidak peduli dengan orang-orang yang menyelisihi sehingga datang urusan Allah." (HR. Muslim)

3. QS. Al Baqarah: 217:

وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا

"Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup."

4. QS. Ali Imran: 118

قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ

"Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi." Karenanya, Allah melarang kaum mukminin untuk mengangkat orang kafir sebagai pemimpin dan memberikan loyalitas mereka kepadanya.

Masih banyak ayat lain yang mengungkapkan kebencian dan permusuhan orang kafir terhadap Islam. Jika mereka mampu, pasti akan melakukan gerakan-gerakan untuk memurtadkan umat Islam atau memberhangus umat Islam sehingga punah dari muka bumi ini. Karenanya, Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan umat Islam untuk mempersiapkan kekuatan fisik guna menghadapi kaum kafirin yang senantiasa dengki dan memusuhi mereka.

Jika mereka mampu, pasti akan melakukan gerakan-gerakan untuk memurtadkan umat Islam atau memberhangus umat Islam sehingga punah dari muka bumi ini.

Karenanya, Allah memerintahkan umat Islam untuk mempersiapkan kekuatan fisik guna menghadapi kaum kafirin. .

Allah Ta'ala berfirman,

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآَخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ

"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya." (QS. Al Anfal: 60)

Kandungan ayat ini sangat jelas, Allah memerintahkan kaum mukminin untuk mempersiapkan segala kekuatan yang mampu untuk diwujudkan, baik kekuatan akal, badan, persenjataan, dan semisalnya yang bisa digunakan untuk memerangi orang-orang kafir yang senantiasa berusaha memerangi dan menghancurkan agama Islam dan pemeluknya. Tujuannya, agar niat orang kafir untuk memerangi dan membantai kaum muslimin tidak diwujudkan karena gentar dan takut melihat kekuatan kaum muslimin. Hal ini karena, jika umat Islam memiliki kekuatan dan kemampuan untuk berperang akan membuat takut musuh-musuh dari kalangan kafirin dan munafikin dari melakukan penyerangan. Jika mereka melihat umat Islam lemah, tidak memiliki kekuatan, dan tidak berlatih perang sehingga terlihat tidak mampu menghalau dan melawan musuh, maka mereka akan bersemangat untuk memerangi umat Islam.

Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta'ala:

". . dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus." (QS. Al Nisa': 102)

Jika mereka melihat umat Islam lemah, tidak memiliki kekuatan, dan tidak berlatih perang sehingga terlihat tidak mampu menghalau dan melawan musuh, maka mereka akan bersemangat untuk memerangi umat Islam.

Kesimpulannya, bahwa kaum muslimin harus mulai mempersiapkan jihad dengan mulai berlatih fisik, mempersiapkan alat-alat berperang, dan melakukan upaya-upaya untuk kesempurnaan jihad fi sabilillah. Wallahu a'lam bil shawab (voa-Islam)



READ MORE - Akibat Penghinaan Blog Santo Bellarminus, Jihad Sudah Harus Disiapkan