Tampilkan postingan dengan label Kebenaran Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebenaran Islam. Tampilkan semua postingan

Konsep Tuhan antara Hindu, Kristen, Yahudi, dan Islam

Konsep Tuhan antara Hindu, Kristen, Yahudi, dan Islam - Hari Kamis (8/11/2012) pagi, saya berkesempatan menonton tayangan langsung acara pembukaan “Bali Democracy Forum V” di Bali. Acara itu dibuka oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan dihadiri sejumlah kepala negara dan pemerintahan. Saat menyampaikan sambutan, Presiden SBY mengucapkan basmalah, salam secara Islam, dan juga ungkapan “Om Swastyastu” – sebuah salam khas agama Hindu. Pejabat sebelumnya pun melakukan hal yang sama.

Tindakan pejabat tinggi Indonesia dalam mengucapkan salam dalam berbagai versi agama itu sudah seringkali terdengar. Bagi kaum Hindu, “Om Swastyastu” memang ucapan ibadah dalam agama Hindu. Seorang Hindu menjelaskan tentang makna Om Swastyastu sebagai berikut:

http://www.hidayatullah.com/berita/gal343101693.jpg

“Salam Om Swastyastu yang ditampilkan dalam bahasa Sansekerta dipadukan dari tiga kata yaitu: Om, swasti dan astu. Istilah Om ini merupakan istilah sakral sebagai sebutan atau seruan pada Tuhan Yang Mahaesa. Om adalah seruan yang tertua kepada Tuhan dalam Hindu. Setelah zaman Puranalah Tuhan Yang Mahaesa itu diseru dengan ribuan nama. Kata Om sebagai seruan suci kepada Tuhan yang memiliki tiga fungsi kemahakuasaan Tuhan. Tiga fungsi itu adalah, mencipta, memelihara dan mengakhiri segala ciptaan-Nya di alam ini. Mengucapkan Om itu artinya seruan untuk memanjatkan doa atau puja dan puji pada Tuhan. Dalam Bhagawad Gita kata Om ini dinyatakan sebagai simbol untuk memanjatkan doa pada Tuhan. Karena itu mengucapkan Om dengan sepenuh hati berarti kita memanjatkan doa pada Tuhan yang artinya ya Tuhan.

Setelah mengucapkan Om dilanjutkan dengan kata swasti. Dalam bahasa Sansekerta kata swasti artinya selamat atau bahagia, sejahtera. Dari kata inilah muncul istilah swastika, simbol agama Hindu yang universal. Kata swastika itu bermakna sebagai keadaan yang bahagia atau keselamatan yang langgeng sebagai tujuan beragama Hindu. Lambang swastika itu sebagai visualisasi dari dinamika kehidupan alam semesta yang memberikan kebahagiaan yang langgeng.” (http://www.mail-archive.com/hindu-dharma@itb.ac.id/msg07018.html).
Itulah penjelasan Hindu tentang ucapan salam khas Hindu, “Om Swastyastu”. Dari penjelasan itu tampak, bahwa ungkapan salam Hindu itu sangat terkait erat dengan konsep Tuhan dan sembahyang dalam agama Hindu. Jadi, kata “Om” dalam agama Hindu berarti “Ya Tuhan”.

Dalam buku kecil berjudul “Sembahyang, Tuntunan Bagi Umat Hindu” karya Jro Mangku I Wayan Sumerta (Denpasar: CV Dharma Duta, 2007), disebutkan sejumlah contoh doa dalam agama Hindu yang diawali dengan kata “Om”, seperti doa sebelum mandi: “OM, gangga di gangga prama gangga suke ya namah swaha”.

Meskipun sama-sama menyatakan bertuhan SATU, agama-agama memiliki konsep Tuhan yang berbeda-beda tentang “Yang Satu” itu. Kaum Hindu, misalnya, mempunyai konsep dan juga sebutan-sebutan untuk Tuhan mereka secara khas. Dalam buku karya Ngakan Made Madrasuta berjudul “Tuhan, Agama dan Negara” (Media Hindu, 2010), dijelaskan perbedaan konsep Tuhan antara Hindu, Kristen, Yahudi, dan Islam. Tentu saja penjelasan itu dalam perspektif Hindu. Menurut penulis buku ini, Tuhan dalam agama Hindu, yakni Sang Hyang Widhi tidak dapat disebut “Allah”. Disimpulkan oleh penulis buku ini:

“Membangun toleransi bukan dengan mencampuradukkan pemahaman tentang Tuhan, tetapi sebaliknya justru dengan mengakui perbedaan itu. Dalam pengertian ini, Krishna bukan Kristus, Sang Hyang Widhi bukan Allah!” (hal. 33).
Misalnya, tentang perbedaan antara Kristus dan Krishna dijelaskan:
“Ingat Hindu tidak percaya akan dosa asal, tidak percaya dengan Adam dan Hawa, dan Krishna juga tidak mati di kayu salib. Krishna datang ke dunia sebagai Avatara, bukan untuk menebus dosa, tetapi untuk menegaskan kembali jalan menuju moksha (empat yoga itu) terutama karma yoga. Jadi manusia sendiri harus aktif untuk memperoleh keselamatannya. Tidak perlu akal yang terlalu kritis untuk membedakan misi keberadaan Kristus dengan Krishna di dunia ini.” (hal. 31).
Kaum Hindu juga sangat membanggakan konsep Tuhan mereka yang bersifat pantheistik dan bukan monotheistik. Lebih jauh buku terbitan Media Hindu ini menyatakan:
“Monotheisme mengajarkan kebencian dan kekerasan, memecah belah manusia ke dalam apartheid orang beriman versus orang kafir. Tuhan pemecah belah. Pantheisme mengajarkan hal-hal sebaliknya; penghormatan terhadap seluruh makhluk hidup, semua manusia adalah satu keluarga, ahimsa, welas asih, Tuhan pemersatu.” (hal. 214).
Untuk membanggakan agama Hindu sebagai agama yang lebih hebat dari agama Yahudi, Kristen, dan Islam, buku ini juga memberikan gambaran yang tidak sepenuhnya benar tentang ajaran Islam. Dalam bab berjudul “Agama-agama Langit Kualitasnya Jauh di Bawah Hindu” ditulis ungkapan-ungkapan sebagai berikut:
“Hakikat manusia adalah dosa (Yahudi/Kristen) atau budak Allah (Islam). Artinya agama-agama ini memandang manusia secara sangat negatif. Untuk membuat manusia tetap percaya kepada Tuhan dan agennya dan taat beribadah, ia terus diancam dengan kiamat, siksa neraka bahkan termasuk pembunuhan di dunia ini. Di samping itu, agar manusia terus memerlukan Tuhan, Tuhan menciptakan dan memelihara setan untuk menggoda manusia.

Sebagai budak manusia tidak memiliki kebebasan. Hidupnya ditentukan secara sepihak dan sewenang-wenang oleh Tuhannya, pemilik budak-budak itu. Karena Tuhan bermukim jauh di langit, kekuasaan Tuhan itu didelegasikan atau diasumsikan oleh para agennya, apakah dengan sebutan nabi, rasul, sultan, atau paus. Kebebasannya digantungkan pada seorang tokoh pendiri agama. Kematian Yesus menyelamatkan semua pengikutnya. Muhammad, pada waktu Pengadilan Akhir, merekomendasikan siapa dari pengikutnya masuk sorga atau neraka, dan Allah hanya mengikuti rekomendasi itu. Keselamatan mereka semata-mata karena iman. Bukan karena perbuatannya. Etika tidak perlu. Ini tentu saja merupakan ketidakadilan rangkap dua…

Tujuan tertinggi manusia menurut agama-agama ini adalah sorga di mana mereka hidup abadi dengan badannya, yang berasal dari badan yang hina, tempat pencabulan, kata Paulus, salah satu pendiri agama Kristen. Bahkan di dalam sorga salah satu agama ini, dijelaskan secara rinci bagaimana hidup untuk memenuhi nafsu birahinya, terutama seks, tanpa batas. Sorga menjadi tempat pesta orgi yang menjijikkan.” (hal. 217-218).
****

Begitulah pandangan kaum Hindu terhadap konsep Tuhan Islam dan konsep manusia dalam Islam. Karena begitu membanggakan agamanya, sebagian kaum Hindu, tampaknya sangat berambisi untuk mengubah kembali Indonesia menjadi negara Hindu. Majalah MEDIA HINDU (edisi Juli 2012), menurunkan laporan utama bertajuk: “Hindu dengan Label Bali Tidak Laku”.

Dilaporkan, pada tanggal 19 Mei 2012, telah diselenggarakan sebuah acara dialog bertema: “Dialog Kebangkitan Hindu di Tanah Jawa.” Menurut majalah ini: “Kebangkitan Hindu bukan hal yang mustahil terjadi, dengan catatan kita harus berani menunjukkan eksistensi dan jati diri Hindu. Ini sangat penting.”

Katanya, kebangkitan Hindu di Nusantara dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama, kebangkitan tahun 1970-an. “Pada awal kebangkitan pertama tersebut harus diakui bahwa nostalgia kembalinya kejayaan Hindu di Nusantara sepertinya sudah di depan mata.” Tapi, setelah 40 tahun kebangkitan Hindu pertama itu, perkembangan Hindu tidak sehebat dulu lagi. “Suara Hindu masih belum banyak diperhitungkan pada setiap lini kehidupan berbangsa dan bernegara. Agama mayoritas justru semakin menunjukkan hegemoni yang memperberat kehidupan berbangsa dan bernegara.”

Dalam artikel berjudul “Mengkondisikan Jawa Kembali Hindu” di majalah ini dikatakan: “Kita semua mendambakan Jawa kembali Hindu, guna mengiringi kejayaan bangsa Indonesia menjadi negara adidaya di tahun 2080 an, sebagaimana sabda Pandita Ratu Jayabaya, ramalan Sabdo Palon dan prediksi para ahli kelas dunia seperti Goldman Sach. Untuk diperlukan kondisi yang mendukung untuk tumbuh dan berkembangnya Hindu di Jawa atau bagaimana menjadikan Jawa kondusif untuk kembali menjadi Hindu.”

Ditargetkan, sepuluh tahun ke depan, 30 persen penduduk Indonesia sudah kembali menjadi Hindu dan ditahun keadidayaan bangsa ini, yaitu di tahun 2080, 80 persen sudah kembali Hindu. “Yang pada gilirannya menjadi bangsa yang telah menemukan kembali kepribadiannya, yang telah berpijak pada jatidirinya dan menjadi pusat kebudayaan dunia.”

Ambisi untuk meng-Hindukan kembali Indonesia sudah pernah diungkap dalam Majalah MEDIA HINDU, edisi Oktober 2011, yang saat itu menurunkan laporan utama berjudul “Kembali ke Hindu, Bila Indonesia Ingin Berjaya Kembali Seperti Majapahit”. Ditegaskan pada bahasan utama: “Kembali pada Hindu, sebagai satu-satunya langkah utama untuk mengantar Indonesia ini kembali menjadi Negara Adidaya.”

Lalu disimpulkan: “Kembali menjadi Hindu adalah mutlak perlu bagi bangsa Indonesia apabila ingin menjadi Negara Adidaya ke depan, karena hanya Hindu satu-satunya agama yang dapat memelihara & mengembangkan Jatidiri bangsa sebagai modal dasar untuk menjadi Negara maju.”

Hindu Pluralis?

Membaca pemikiran kaum Hindu yang begitu berambisi untuk menghindukan kembali Indonesia, cukup memunculkan tanda tanya tentang klaim Hindu sebagai agama pluralis yang sangat toleran dengan kepercayaan agama-agama lain, sebagaimana pernah dipaparkan di Majalah MEDIA HINDU edisi April 2010. Dalam kolomnya yang berjudul ‘Pluralisme Surga’, Ngakan Putu Putra menyebutkan dukungan kuat terhadap gagasan pluralisme agama. Ia menulis sebagai berikut :
"Meninggalnya Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid), pada akhir Desember 2009, bagaikan momentum sebuah perayaan atas pluralisme agama. Doa bersama oleh tokoh berbagai agama dilakukan di kediaman mendiang, maupun di tempat ibadah masing-masing, berbagai tulisan diterbitkan, buku tentang Gus Dur diluncurkan, seperti yang dilakukan di Pura Aditya Jaya Rawamangun, tanggal 8 Februari yang dihadiri oleh perwakilan keluarga, perwakilan majelis agama para sahabat yang memberikan testimoni, diikuti dengan doa bersama.

Penghormatan ini memang pantas, karena jasanya yang besar untuk mengembangkan pluralisme agama di Indonesia, yang dilakukannya secara konsisten sejak muda, melalui tulisan-tulisannya di media massa, dialog yang dilakukannya ketika menjadi ketua umum PBNU, dan keputusan ang diambilnya ketika menjadi Presiden, yang paling fenomenal adalah pengakuannya terhadap agama Konghucu dan diperbolehkanna Imlek. Gus Dur juga sering datang ke pura dan ashram di Bali dan ikut sembahyang dan bhajan.

Namun dibalik perayaan itu, yang melambangkan optimisme akan pluralisme di Indonesia, yang sebetulnya sudah dirumuskan oleh Mpu Tantular pada abad 15, terselip juga kekhawatiran. Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang di dalamnya terdapat wakil-wakil dari organisasi massa Islam besar seperti NU dan Muhammadiyah beberapa tahun lalu mengeluarkan fatwa mengharamkan pluralisme. Sekalipun mendapat kritik keras dari berbagai kalangan sampai saat ini fatwa itu belum dicabut….

Agama-agama Timur seperti Hindu, Buddha, Jain, dan Sikh tidak mengalami kesulitan untuk menerima pluralisme agama. Sikap pluralistik itu berakar di dalam ajarannya. Sementara agama-agama Semitik bersifat anti-pluralisme. Paus Benedict XVI, pemimpin Gereja Katolik Roma, menolak menghadiri doa bersama para tamunya, para tokoh berbagai agama di dunia yang diundangnya untuk acara dialog antar agama, yang diadakan di Vatikan, 2007. Karena bila dia ikut dalam doa bersama itu, akan memberi kesan bahwa dia mengakui semua agama memiliki kebenaran yang sama. Tuan rumah yang arogan.’’
Di MEDIA HINDU edisi yang sama, diturunkan artikel dari I Ketut Budiasa, berjudul ‘Hindu, Pluralisme, dan Masa Depan Umat Manusia’. Ditulis dalam artikel ini : "Agama Hindu tidak bermasalah dengan pluralisme." Lalu, ditegaskan : "Manusia membutuhkan paham ketuhanan Hindu untuk menciptakan masa depan umat manusia yang damai di bumi yang dihuni bersama ini. Hanya dengan pandangan ketuhanan Hindu dan "sifat-sifat Tuhan Hindu" manusia dapat menciptakan masa depan yang damai secara hakiki dan tulus."

Menurut penulis, Hindu tak membagi manusia ke dalam ‘pemuja Tuhan’ dan ‘musuh Tuhan’. Apakah matahari hanya memberi sinarnya kepada sekelompok orang ? Bahkan, ia tidak memalingkan sinarnya dari kotoran. Selanjutnya dikatakan: "Tuhan Hindu’’ yaitu Tuhan dalam konsep dan pandangan agama Hindu, yang disebut dengan berbagai nama : Brahman, Wisnu, Siwa, Rudra, dan ratusan atau bahkan mungkin ribuan nama lain, bukanlah Tuhan pencemburu.’’

Membaca persepsi dan ambisi kaum Hindu, kita patut bertanya: Jika Hindu mengaku sebagai agama pluralis dan toleran dengan kepercayaan agama lain, harusnya tidak mengritik konsep agama-agama lain, dan tidak berambisi meng-Hindu-kan kembali Indonesia.*/Depok, 12 November 2012 ( hidayatullah )




READ MORE - Konsep Tuhan antara Hindu, Kristen, Yahudi, dan Islam

Vatikan Ketakutan Melihat Pertumbuhan Muslim di Eropa

Vatikan Ketakutan Melihat Pertumbuhan Muslim di Eropa - Semua menjadi takut dan terancam. Melihat pertumbuhan Muslim di Eropa. Terus meningkat. Bukan hanya imigran semata, tetapi banyak penduduk asli Eropa yang mulai tertarik, bahkan pindah kedalam agama Islam.

Sementara itu, gereja-gereja menjadi kosong-melompong ditinggalkan jamaahnya. Penduduk di Eropa tidak tertarik lagi dengan agama Katolik atau Kristen, agama yang penuh teka-teki dan tidak rasional. Diantara mereka banyak yang menjadi atheis atau masuk Islam. Ditambah lagi adanya praktek pelecehan sek terhadap anak-anak (pedofolia) yang dipraktekkan oleh para uskup membuat rakyat Eropa semakin muak terhadap gereja.

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos3/agamataik.jpg&h=235&w=355&zc=1

Sekarang kalangan Vatikan menjadi heboh akibat seorang Kardinal mempublikasikan video 'Muslim Menjadi Ancaman Vatikan". Kardinal Katolik Roma itu membuat kegemparan dikalangan Vatikan dengan pemutaran video YouTube, yang membuat peringatan dini, yang sifatnya ketakutan terhadap pertumbuhan Islam di Eropa.

Klip tujuh menit, disebut "Demografi Muslim," yang merupakan pembicaraan pertemuan internasional para uskup, yang berlangsung selama dua hari, yang kemudian disebarkan oleh Kardinal Peter Turkson, yang isinya diskusi bebas, yang lebih bersifat keprihatinan para uskup terhadap pertumbuhan Muslim di Eropa.

Turkson, seorang uskup berasal Ghana yang menjadi pejabat di Vatikan dan Presiden Dewan Perdamaian Untuk Keadilan, memicu kekhawatiran di kalangan sesama uskup di atas klip yang muncul di YouTube.

"Ketika kami tiba pagi ini saya diminta beberapa kali 'Siapa yang merencanakannya? Siapa itu? Siapa di balik itu? "Kata Pastor Thomas Rosica pada briefing dengan para jurnalis, yang tidak diizinkan untuk menghadiri sesi sinode, yang pertama sejak pemutaran film.

Dia mengatakan klip yang telah memicu "kontroversi" merupakan sebuah diskusi bebas pada konferensi selama tiga minggu, dan seorang uskup mengatakan ia membantah Turkson yang dinilai memutarkan fakta yang ada.
Klip itu berisi rekaman yang menjadi agenda puncap pertemuan para uskup, dan dihadiri 262 uskup, dan menjadi agenda Islam sebagai agenda puncak di sinode". "Islam adalah menjadi pokok," kata Rosica.

Turkson tidak bisa dihubungi untuk mengomentari mengapa ia memilih memutar rekaman video pertemuan Vatikan, di mana para uskup yang membahas cara mengembalikan orang-orang Katolik Roma dan di negera maju yang sudah murtad.

Pertemuan para uskup yang berjumlah 262 uskup itu, mengalami ketakutan yang sangat luar biasa, di mana mereka berpendapat hanya dalam 39 tahun Prancis akan menjadi republik Islam, cetus mereka.

Klip, yang telah dilihat lebih dari 13 juta kali di YouTube sejak diunggah oleh seorang pengguna anonim pada tahun 2009, yang menggabungkan musik dramatis dengan statistik populasi yang membuat klaim tentang berbagai negara Eropa seperti "Hanya dalam 39 tahun Prancis akan menjadi Islam republik. "[http://www.youtube.com/watch?v=6-3X5hIFXYU]

Kritikus telah menunjukkan bahwa angka kelahiran yang digunakan dalam video, yang mengklaim wanita Perancis memiliki rata-rata 1,8 anak sementara wanita Muslim Perancis memiliki 8,1 anak. Menurut sebuah studi oleh Research yang berbasis di Pew Pusat ada 2,18 miliar orang Kristen pada tahun 2010, setengah dari yang Katolik.

Jumlah umat Islam dari semua wilayah di dunia adalah 1,6 miliar dan diperkirakan akan meningkat 35 persen menjadi 2,2 miliar pada 2030, ungkap kelompok riset.

Hubungan Takhta Suci dengan Islam tidak selalu mulus. Pada tahun 2006 Paus Benediktus menyampaikan pidato di Regensburg yang dirasakan oleh sebagian umat Islam sebagai serangan terhadap Islam.

Tahta Suci Vatikan, nampaknya tak begitu senang, bagaimana pertemuan diantara para uskup itu, kemudian menyebar dan menimbulkan ketakutan dikalangan pejabat Katolik, terutama melihat pertumbuhan Muslim di daratan Eropa,yang terus bertambah, semantara pengikut Katolik, terus menyusut dan berkurang, dan sekarang agama Katolik di eksport di negara-negara Muslim dan Dunia Ketiga dengan iming-iming bantuan. ( voa-islam.com )




READ MORE - Vatikan Ketakutan Melihat Pertumbuhan Muslim di Eropa

Ini Adalah Kisah Menakjubkan Tentang Karomah Mujahidin Dari Sosok Asy Syahid

Ini Adalah Kisah Menakjubkan Tentang Karomah Mujahidin Dari Sosok Asy Syahid - Sudah lebih dari setahun insiden bom di Pondok Pesantren Umar bin Khattab (UBK) berlalu. Saat itu, Senin 11 Juli 2011, Ponpes UBK yang terletak di Desa Senalo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat diguncang ledakan bom. Akibatnya ustadz Firdaus gugur.

Berita yang tersebar di media massa terhadap Ponpes UBK cenderung miring. Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Ponpes UBK tersebut, Kamis (9/8/2012) voa-islam.com menemui Mustaqim Abdullah (16), salah seorang saksi mata insiden di Ponpes UBK yang juga santri pesantren tersebut. Ia adalah adik dari ustadz Firdaus, asal Desa Oo, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, NTB yang meninggal dunia akibat ledakan bom di Ponpes UBK.


http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/Widad/jenazah-ustadz-firdaus.jpg&h=235&w=355&zc=1


Saat ditemui, remaja mujahid ini sedang menjalankan masa tahanan dengan vonis 1 tahun penjara di Lapas Anak-anak Pria, Tangerang, Banten. Tak disangka, ketika selama ini masyarakat begitu dijejali stigma buruk atas pemberitaan Ponpes UBK, namun Mustaqim justru menguak karomah yang ia saksikan sendiri dengan mata kepalanya saat insiden bom Ponpes UBK terjadi.

Berikut ini adalah kisah menakjubkan tentang karomah mujahidin dari sosok Asy Syahid (insya Allah) ustadz Firdaus berdasarkan Mustaqim Abdullah:

Sebelum dia meninggal dunia ada pertanda dua burung hijau. Disaksikan seluruh anak-anak pesantren bahwa burung hijau itu memang indah, suaranya merdu. Ketika itu ada santri yang ingin menembak datang ustadz Firdaus; “jangan ditembak, mungkin itu sebuah karomah untuk saya.”

Dua hari sebelum ia meninggal dunia, sempat ia katakan kepada Rahmat Ibnu Umar (ustadz di Ponpes UBK kini ditahan di LP Tangerang); Kalau tidak ada orang yang berani mengorbankan mukanya untuk Islam cukup darah saya saja mengalir untuk Islam. Biarkanlah tulang saya beterbangan, akan aku jadikan benteng dari kaum Yahudi dan murtadin.

Di setiap shalatnya ia selalu menangis, rindu dengan syahid. Bahkan, memang terbukti beliau lukanya di muka seperti permintaannya.

Dan yang membuat dokter bingung darahnya orang mati ini masih mengalir terus, padahal sudah 4 hari meninggal dunia tapi darah masih mengalir seperti air. Darah itu pun harum seperti kasturi.

Disaksikan lagi, ternyata burung hijau itu datang lagi di kuburan, terbang dan di atas awan itu ada lafadz Allah.

Kronologis Gugurnya Ustadz Firdaus

Ustadz Firdaus menelpon saya supaya menjaga pondok, karena ada isu masyarakat mau menyerbu pondok karena menuduh Sya’ban yang membunuh polisi itu atas perintah pondok. Untuk kehati-hatian kita maka kita jaga pondok, wajar dalam Islam kan ada pembelaan diri.

Pondok ini tidak ada keterlibatan dengan Sya’ban, sebab Sya’ban ngakunya diperintah oleh Allah tidak ada yang lain. Tidak ada kaitannya dengan Jamaah Ansharut Tauhid, tidak ada kaitannya dengan pesantren Umar bin Khattab.

Sudah satu minggu santri berjaga, awalnya ustadz Abrori ingin memerintahkan agar para santri pulang ke rumah, tapi tidak jadi.

Saat ustadz Firdaus keluar dari masjid seperti ada perubahan di wajahnya. Saya katakan dalam hati saya; “Ya Allah kok kakak saya tampan benar hari ini, bercahaya mukanya.” Lalu dia masuk ke dalam suatu ruangan untuk membongkar bom, agar jangan sampai diaktifkan lagi karena takutnya banyak anak-anak kecil.

Lalu meledaklah bom, kita lari ke ruangan itu. Ustadz Firdaus terluka, lalu ustadz Firdaus dipindahkan ke sebuah kelas. Saya jaga dia, dengan lukanya di muka sebelah kanan. Terbukti dia tidak merasakan sakit, kecuali sedikit sebab dia masih sempat gerak-gerak biasa.

Kemudian saya lihat pada saat itu, waktu dia akan meninggal dia sempat katakan; Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Laa ilaha illallah wa anna muhammadarrasulullah… lalu dia tarik nafasnya.

Saya kira kakak saya itu tidur tapi saya pegang perutnya sudah tidak ada nafasnya, tangannya sudah dingin. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un… lalu saya kabarkan ustadz Abrori bahwa ustadz Firdaus sudah meninggal.

Di pesantren itu satu jenazah diinapkan satu malam. Dari malam itu saya tidak mau jauh dari kakak saya. Bahkan tidur itu saya peluk, sarungnya itu harum padahal tidak pernah pakai parfum salam sekali.

Kejadian itu hari Senin, 11 Juli 2011, kalau tidak salah sebelum Ashar. Bahkan menurut para santri yang berjaga-jaga harumnya itu sampai tercium ke lapangan, sampai shubuh juga begitu.

Paginya, Selasa 12 Juli 2012, waktu mau dikuburkan, saya ada di mobil bersama jasad ustadz Firdaus, tiba-tiba ketika beberapa kilo dari pondok pesantren kita dihadang Densus 88 lalu ditangkap.

Demikian kisah karomah tersebut diungkap Mustaqim. Sebagai tanda bahwa apa yang dikatakannya bukanlah cerita yang mengada-ada ia kemudian menutupnya dengan sumpah atas nama Allah. “Wallahi saya benar!” tegasnya. ( voa-islam.com )

Blog : Rantau Pincono
Post : Ini Adalah Kisah Menakjubkan Tentang Karomah Mujahidin Dari Sosok Asy Syahid


READ MORE - Ini Adalah Kisah Menakjubkan Tentang Karomah Mujahidin Dari Sosok Asy Syahid

Inilah Hikmah Haramnya Daging Anjing

Inilah Hikmah Haramnya Daging Anjing - Setiap yang Allah perintahkan atau larang pasti terdapat hikmah atasnya. Jika Allah mengharamkan sesuatu pasti terdapat keburukan di dalamnya, jika Allah menghalalkan sesuatu pasti ada kebaikan di dalamnya untuk kelangsungan hidup manusia di bumi ini. Kali ini, kita akan membahas mengapa daging anjing diharamkan? adakah sebab ilmiah yang dapat kita ketahui? Berikut penjelasannya.


http://static.arrahmah.net/images/_t/r_w_285/stories/2012/06/DAGING-ANJING.jpg
Cacing-cacing pita kotor nan mematikan di celah daging anjing

Prof. Thabârah dalam kitab Rûh ad-Dîn al-Islâmi menyatakan, "Di antara hukum Islam bagi perlindungan badan adalah penetapan najisnya anjing. Ini adalah mu'jizat ilmiyah yang dimiliki Islam yang mendahului kedokteran modern. Kedokteran modern menetapkan bahwa anjing menyebarkan banyak penyakit kepada manusia, karena anjing mengandung cacing pita yang menularkannya kepada manusia dan menjadi sebab manusia terjangkit penyakit yang berbahaya, bisa sampai mematikan. Sudah ditetapkan bahwa seluruh anjing tidak lepas dari cacing pita sehingga wajib menjauhkannya dari semua yang berhubungan dengan makanan dan minuman manusia. [Taudhîhul-Ahkam, Syaikh Ali Bassâm, 1/137].

Benarlah sabda Rasulullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Rasulullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

إِذَا وَلَغَ الْكَلْبُ فِي إِنَاءِ أَحَدِ كُم فَلْيُرِقْهُ ثُمَّ لِيَغْسِلْهُ سَبْعَ مِرَارٍ

Bila seekor anjing minum dari wadah milik kalian, maka tumpahkanlah, lalu cucilah 7 kali. [HR al-Bukhâri no 418, Muslim no. 422.]

Dalam riwayat lain:

طَهُروْرُ إِنَاَءِ أَحَدِكُمْ إذَا وَلَغَ فِيْهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ اُوْلاَهُنَّ بِالتُّرَابِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, " Sucinya bejana kalian yang dimasuki mulut anjing adalah dengan mencucinya 7 kali, salah satunya dengan tanah" [HR Muslim no. 420 dan Ahmad 2/427]

مَنِ اقْتَنَى كَمبًا إِلاَّ كَلْبَ مَا شِيَةٍ أَوْ كَلْبَ صَيْدٍ نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِ كُلَّ يَوْمِ قِيْرَاطُ

Barangsiapa memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak dan anjing untuk berburu, maka amalannya berkurang setiap harinya sebanyak satu qirâth (satu qirâth adalah sebesar gunung Uhud)." [HR. Muslim no. 2941].

Juga sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam :

أَيُّمَا أَهلِ دَارٍ اتَّخَذُواكَلْبُا إِلاَّ كَلْب مَا شِيَةٍ أَوْ كَلبَ صَا ئِدٍ نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِمْ كُلَّ يَوْمٍ قِيْرَاطَانِ

Penghuni rumah mana saja yang memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak atau anjing untuk berburu, maka amalannya berkurang setiap harinya sebanyak dua qirâth.[HR. Muslim no. 2945].

Demikian juga Rasulullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ أَمْسَكَ كَلْبًا فَإِنَّهُ يَنْقُصُ كُلَّ يَوْمٍ مِنْ عَمَلِهِ قِيْرَاطُ إِلاَّ كَلْبَ حَرْثٍ اَوْ مَا شِيَةٍ

Barangsiapa memelihara anjing, maka amalan shalehnya akan berkurang setiap harinya sebesar satu qirâth, selain anjing untuk menjaga tanaman atau hewan ternak. [HR Muslim no. 2949].

Dari Abu Mas'ûd Radhiyallahu 'anhu beliau berkata:

أَنَّ رَسُو لَاللَّهِ صَلَى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَم نَهَى عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَمَهْرِ الْبَغِيِّ وَحُلوَانِ الْكَا هِنِ

Rasulullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang hasil penjualan anjing, mahar (hasil) pelacur, dan upah dukun. [Diriwayatkan oleh Imam, Ahmad 4/118-119, 120, al-Bukhâri 7/28 dan Muslim no. 1567.]

Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu yang berbunyi, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda:

كُلُّ ذِينَابٍ مِنْ السِّبَاعِ فَأَكْلُهُ حَرَامُ

Semua yang memiliki gigi taring dari hewan buas maka memakannya haram. [HR Muslim 1933]

Meskipun demikian, bukan berarti apa yang Allah ciptakan adalah sia-sia atau tidak ada manfaatnya. Karena Allah menciptakan alam semesta ini dengan tujuan yang haq (benar), dan Allah hendak menguji dari hamba-hambaNya siapa yang terbaik perbuatannya, dan Allah menguji siapa yang benar-benar beriman dan siapa yang masih ragu-ragu.

Lalu apa manfaat anjing? binatang yang satu ini dapat dimanfaatkan untuk menjaga hewan ternak atau juga bisa dijadikan hewan pemburu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَنِ اقْتَنَى كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ كَلْبَ صَيْدٍ نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ

"Barangsiapa memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak dan anjing untuk berburu, maka amalannya berkurang setiap harinya sebanyak satu qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud)." [HR. Muslim]. 'Abdullah mengatakan bahwa Abu Hurairah juga mengatakan, "Atau anjing untuk menjaga tanaman."

Jadi anjing dapat dimanfaatkan untuk menjaga binatang ternak dan khusus untuk berburu setelah dilatih terlebih dahulu. "Jika kamu melepas anjingmu, maka sebutlah asma' Allah atasnya (Bissmillah), maka jika anjing itu menangkap untuk kamu dan kamu dapati dia masih hidup, maka sembelihlah." [HR. Bukhari dan Muslim] ( arrahmah.com )


Blog : Rantau Pincono
Post : Inilah Hikmah Haramnya Daging Anjing


READ MORE - Inilah Hikmah Haramnya Daging Anjing

Shaum (puasa) adalah ibadah sepanjang masa

Benarkah Puasa Ramadhan Ibadah Yang Sia - Sia ... - Puasa Ramadhan adalah ibadah yang sangat penting dan istimewa, bahkan menjadi salah satu rukun Islam. Maka tak heran jika kalangan Kristen pun menjadikan puasa Ramadhan sebagai objek untuk melemahkan aqidah. Yayasan misionaris di Jakarta yang memakai nama Islam “Jalan Al-Rahmat,” menerbitkan buku saku (booklet) berjudul Apa yang Harus Kita Lakukan Supaya Pasti Selamat tulisan Iskandar Jadeed. Buku ini juga diterbitkan dalam bahasa Sunda berjudul Naon Anu Kudu Dipilampah Ku Sim Kuring Sangkan Salamet oleh yayasan Bewara Kabagjaan Bandung.

Setelah menguraikan panjang-lebar tentang makna keselamatan dan pengampunan, Iskandar menyindir puasa sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, tapi sama sekali tidak mendatangkan pengampunan (maghfirah) Ilahi bahkan tidak berarti sama sekali bagi Allah. Iskandar menulis:


http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/Azka/Yesus-Kristen-Puasa-Shaum-Ramadh.jpg&h=235&w=355&zc=1


“Berpuasa adalah suatu bentuk merendahkan diri yang disertai penyesalan yang mendalam di dalam roh dan jiwa. Meskipun demikian tak mencukupi untuk meniadakan pemberontakan yang pernah dilancarkan terhadap Allah berkenaan dengan dosa-dosa yang pernah dibuatnya. Sebab itu berpuasa tidak melimpahkan suatu pengampunan ke atas orang yang berdosa itu.

Pengalaman menunjukkan bahwa mereka yang berpuasa dengan tujuan meraih rahmat Allah, pada hakikatnya tidak melakukan sesuatupun pekerjaan bagi Allah atau sesama manusia. Bahkan tidak patut menerima imbalan bagi puasanya.” (hlm. 35).

...Iskandar Jadeed menyebut puasa sama sekali tidak mendatangkan pengampunan Ilahi bahkan tidak berarti sama sekali bagi Allah. Menurutnya, satu-satunya cara untuk meraih keselamatan adalah percaya kepada Yesus Kristus sebagai tuhan dan juruselamat...

Setelah menihilkan puasa, amal shalih, doa dan sembahyang (shalat) sebagai upaya yang tidak akan mencapai kepada keselamatan di akhirat, Iskandar menutup uraiannya bahwa satu-satunya cara untuk meraih keselamatan adalah percaya kepada Yesus Kristus sebagai tuhan dan juruselamat. Kesimpulan ini didasarkan pada ayat Injil:

“Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum” (Markus 16:16).

Dilihat dari sisi manapun, uraian Iskandar Jadeed ini salah total dan bertentangan dengan kitab suci. Dari sisi Alkitab (Bibel), Injil Markus 16:16 tidak boleh diyakini apalagi diamalkan, karena status ayat ini adalah ayat palsu, berdasarkan pendapat para ilmuwan Kristen sendiri. Robert W Funk, Roy W Hoover dan The Jesus Seminar, sama sekali tidak memuat Markus 16:9-20 dalam The Five Gospels dan tidak komentar apapun.

Sementara itu New York International Bible Society memuat utuh Markus 16:9-20 dalam The Holy Bible New International Version (halaman 780). Tetapi, di bawah ayat 8 diberi garis tegas yang memisahkan ayat 8 dengan ayat 9-20. Di bawah garis tersebut ditulis peringatan yang berbunyi: “The two most reliable early manuscripts do not have Mark 16:9-20.” (Dua manuskrip yang paling tua (codex Sinaiticus dan codex Vaticanus) tidak memiliki Markus 16:9-20).

Di Indonesia, pengakuan kepalsuan Injil Markus 16:9-20 masih bisa dijumpai dalam Alkitab terbitan Katolik tahun 1977/1978 dengan komentar sebagai berikut: “Bagian akhir Markus, ay. 9-20, berceritera mengenai penam­pakan-penampakan Yesus. Ini memang termasuk ke dalam Kitab Suci, tetapi agaknya tidak termasuk Injil Markus yang asli” (Lembaga Biblika Indonesia, Kitab Suci Perjanjian Baru, hlm. 133).

...Dalam kacamata Al-Qur’an, puasa adalah amal ibadah yang diridhai Allah SWT dengan ampunan dan pahala yang besar...

Dalam kacamata Al-Qur’an, puasa adalah amal ibadah yang diridhai Allah SWT dengan ampunan dan pahala yang besar:

“.... Laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” (Qs Al-Ahzab 35).

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang terdahulu” (HR Bukhari dan Muslim).

Allah mengistimewakan puasa dengan menyiapkan pintu sorga khusus untuk ahli puasa: “Sesungguhnya di surga itu ada satu pintu yang dinamakan Ar-Royyan. Ahli puasa akan memasukinya melalui pintu itu pada hari kiamat, tidak seorang pun selain mereka memasuki melalui pintu tersebut, tidak ada orang selain mereka yang memasukinya" (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Puasa adalah perisai dari api neraka, sesuai degan sabda Rasulullah SAW:

“Puasa adalah perisai. Seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka” (HR Ahmad).

“Tidaklah seorang hamba yang Puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia dari neraka sejauh tujuh puluh musim” (HR Bukhari dan Muslim).

Shaum (puasa) adalah ibadah sepanjang masa

Menurut Iskandar Jadeed, orang yang berpuasa untuk meraih rahmat Allah, pada hakeketnya tidak melakukan sesuatupun pekerjaan bagi Allah atau sesama manusia. Benarkah tuduhan ini, bahwa puasa adalah amalan yang sia-sia (tak berarti) bagi Allah maupun manusia?

Pernyataan ini bertolak belakang dengan prinsip agama para Nabi Allah, baik menurut Al-Qur'an maupun Alkitab (Bibel).

Menurut Al-Qur'an, puasa adalah amal ibadah tertua yang sudah disyariatkan umat terdahulu, jauh sebelum diwajibkan kepada umat Muhammad SAW, seperti disebutkan Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Qs. Al-Baqarah 183).

Firman Allah “kama kutiba ‘alal-ladzina min qablikum” ini menunjukkan bahwa ibadah puasa telah dilakukan oleh orang-orang beriman sebelum Nabi Muhammad SAW. Ketika menjelaskan ayat ini, Tafsir Ibnu Katsir menyebutkan bahwa sejak Nabi Nuh hingga Nabi Isa puasa wajib dilakukan tiga hari setiap bulannya.

Jauh sebelumnya, Nabi Adam telah diperintahkan untuk berpuasa tidak memakan buah khuldi (Qs. Al-Baqarah 35). Maryam bunda Nabi Isa pun berpuasa hingga tidak bicara kepada siapapun (Qs. Maryam 26). Nabi Musa bersama kaumnya berpuasa empat puluh hari. Nabi Isa pun berpuasa. Nabi Daud berpuasa selang-seling (sehari berpuasa dan sehari berikutnya berbuka). Nabi Muhammad sebelum diangkat menjadi Rasul telah mengamalkan puasa tiga hari setiap bulan dan turut mengamalkan puasa Asyura yang jatuh pada hari ke 10 bulan Muharram bersama masyarakat Quraisy yang lain.

...Menurut Injil, puasa adalah identitas ketakwaan, kesalehan dan kepatuhan kepada Tuhan. Hana, seorang nabi perempuan tidak pernah meninggalkan ibadah puasa dalam rangka mendekatkan diri (taqarrub) kepada Tuhan (Lukas 2:36-37)...

Pernyataan Iskandar Jadeed itu juga bertentangan dengan prinsip puasa dalam Injil. Menurut Injil, puasa adalah identitas ketakwaan, kesalehan dan kepatuhan kepada Tuhan. Hana, seorang nabi perempuan tidak pernah meninggalkan ibadah puasa dalam rangka mendekatkan diri (taqarrub) kepada Tuhan (Lukas 2:36-37). Yesus menginstruksikan para muridnya untuk berdoa dan berpuasa untuk mengusir setan yang merasuki manusia (Matius 17:21). Orang Farisi pada masa Yesus melakukan Senin-Kamis setiap pekan (Lukas 18:12). Yesus juga menekankan puasa yang harus dikerjakan dengan ikhlas karena Allah semata, tanpa riya’ sedikit pun (Matius 6:16-18).

Pernyataan Iskandar Jadeed juga bertolak belakang dengan kitab Taurat yang secara jelas mencatat puasa wajib yang diamalkan oleh Nabi Musa dengan syariat yang berat, yaitu berhenti total dari segala aktivitas. Bila dilanggar, sangsinya adalah dilenyapkan dan dibinasakan oleh Tuhan. Ketetapan ini berlaku sepanjang masa, selama-lamanya!

“Inilah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu, yakni pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa dan janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu…Hari itu harus menjadi sabat, hari perhentian penuh, bagimu dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya” (Imamat 16: 29-31; bdk. Bilangan 29: 7).

"Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh itu ada hari Pendamaian; kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada Tuhan. Pada hari itu janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah hari Pendamaian untuk mengadakan pendamaian bagimu di hadapan Tuhan, Allahmu. Karena setiap orang yang pada hari itu tidak merendahkan diri dengan berpuasa, haruslah dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya. Setiap orang yang melakukan sesuatu pekerjaan pada hari itu, orang itu akan Kubinasakan dari tengah-tengah bangsanya" (Imamat 23: 27-30).

Nabi-nabi yang lain pun berpuasa dengan syariat sesuai dengan situasi yang berlangsung. Puasa pada masa Samuel untuk bertaubat kepada Tuhan (I Samuel 7:6) dan berkabung (I Samuel 31:13; II Samuel 1:12). Nabi Daud berpuasa sampai badannya kurus kehabisan lemak (Mazmur 109:24); Nehemia berpuasa ketika berkabung (Nehemia 1:4), Daniel juga berpuasa (Daniel 9:3), Yoel berpuasa bersama penduduk negerinya (Yoel 1:14), Yunus berpuasa (Yunus 3:5), Zakharia diperintah Tuhan untuk berpuasa (Zakharia 7:5), warga Yerusalem berpuasa pada bulan kesembilan (Yeremia 36:9), dll.

...Semua nabi Allah berpuasa dengan syariat sesuai dengan situasi yang berlangsung. Puasa bukan amalan yang sia-sia di hadapan Tuhan. Bahkan puasa adalah ibadah yang istimewa karena telah diwajibkan Tuhan kepada semua nabi-Nya...

Nabi Musa dan Yesus sama-sama berpuasa jasmani dan rohani selama 40 hari 40 malam nonstop. Musa berpuasa tidak makan dan tidak minum selama 40 hari 40 malam pada saat menerima Sepuluh Firman (The Ten Commandments): “Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan Tuhan empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman” (Keluaran 34:28).

Sementara Yesus berpuasa 40 hari 40 malam hingga kelaparan pada saat dicobai iblis di padang gurun” “Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus” (Matius 4:2).

Beberapa kalangan Kristen saat ini masih mempertahankan puasa dengan ritual yang berbeda-beda. Kristen Ortodoks Syria (KOS) berpuasa “shaumil kabir” selama 40 hari berturut-turut pada tiap tahun sekitar bulan April, tanpa makan sahur. Puasa KOS lainnya adalah puasa Rabu dan Jum’at dalam rangka mengenang kesengsaraan Kristus.

Puasa menurut Katolik, sebagai contoh peraturan yang dibuat oleh keuskupan Surabaya tahun 2004 yang ditandatangani oleh Romo Julius Haryanto CM. Berdasarkan Kitab Hukum Kanonik (Kanon No. 1249-1253) dan Statuta Keuskupan Regio Jawa No. 111, maka ditetapkan: Semua orang Katolik yang berusia 18 tahun sampai awal tahun ke-60 wajib berpuasa pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung. Dalam arti yuridis, puasa orang Katolik ini berarti makan kenyang hanya sekali sehari.

...Jika puasa adalah amal yang sia-sia seperti tuduhan misionaris Iskandar Jadeed, untuk apa Musa dan Yesus berlapar-lapar dalam puasa empat puluh hari empat puluh malam?...

Dengan demikian, jelaslah bahwa shaum (puasa) bukan amalan yang sia-sia di hadapan Tuhan. Bahkan puasa adalah ibadah yang istimewa karena telah diwajibkan Tuhan kepada semua nabi-Nya. Jika puasa adalah amal yang sia-sia seperti tuduhan misionaris Iskandar Jadeed, untuk apa Musa dan Yesus berlapar-lapar dalam puasa empat puluh hari empat puluh malam? ( voa-islam.com )



READ MORE - Shaum (puasa) adalah ibadah sepanjang masa

Buku '5 Kota Berpengaruh di Dunia ' Bukti Kalau 'Islamophobia' Itu Ada

Buku '5 Kota Berpengaruh di Dunia ' Bukti Kalau 'Islamophobia' Itu Ada - Mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi turut bereaksi keras atas beredarnya buku yang menghina Nabi Muhammad Saw yang diterbitkan Gramedia. Poinnya, pertama, Kiyai Hasyim mengatakan bahwa buku "5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia" itu menunjukkan bahwa tuduhan intolerasi Dewan HAM PBB ke Indonesia tidak benar karena yang terjadi malah sebaliknya. Kedua, bahwa kebencian (Islamophobia) musuh-musuh Islam terhadap Islam memang benar-benar ada.

Sikap Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS) itu disampaikan kepada Ketua Umum FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab. Suara Islam Online mendapatkan terusan pesan singkat itu dari Habib Rizieq melalui surat elektronik, Sabtu malam (16/6/2012).


http://suara-islam.com/images/berita/hasyim%20muzadi-.jpg


"Beredarnya buku '5 Kota Berpengaruh di Dunia ' yang terselip di dalamnya hujatan terhadap Rasulullah SAW, merupakan bukti tambahan bahwa tuduhan Komisi HAM PBB di Jenewa tentang intoleransi di Indonesia itu tidak benar, bahkan yang terjadi sebaliknya. Bedanya, kalau tuduhan PBB itu dari dalam Indonesia dibawa keluar, sedangkan buku itu dari luar dibawa ke dalam Indonesia." kata Kiyai Hasyim menanggapi buku karya Douglas Wilson itu.

Peristiwa ini, lanjut Kiyai Hasyim, sekaligus menyadarkan umat Islam bahwa Islamophobia (kebencian terhadap Islam) memang riil ada. "Tahun 1963-1964 misalnya, betapa Allah SWT, Al-Quran, Rasululloh SAW dihujat habis-habisan secara terbuka melalui panggung lembaga kesenian rakyat (dilakukan Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA), organisasi underbow PKI, red), yang kemudian melahirkan UU No. 1/1965 tentang larangan penodaan agama," kata Kiyai Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religions for Peace (WCRP) itu.

Setelah orde lama, di zaman orde barupun pernah terjadi penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Arswendo Atmowiloto pernah menempatkan Nabi Muhammad Saw di urutan ke 11, tepat satu peringkat di bawahnya dalam kategori orang yang paling dikagumi.

"Di zaman reformasi pun kita menemui antara lain usaha gugatan judicial review ke Mahkamah Konstitusi agar UU No 1/65 dicabut berdasarkan HAM, sehingga menodai agama tidak dikenakan sanksi hukum," lanjut Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al Hikam di Malang dan Depok itu .

Belakangan, lanjut Kiyai Hasyim, beredar buku '5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia'. Pelakunya adalah aliansi plus minus kelompok yang sama. Islamophobia tidak akan hilang sepanjang masa, serta dilakukan secara komprehensif, sistematis, terukur dengan cermat serta berkualitas sangat tinggi .

Karenanya, Kiyai Hasyim mengatakan, "Kita perlu menyadarkan umat Islam terus menerus tentang hal ini dengan menyeimbangkan antara toleransi dan kewaspadaan. Namun cara mereaksinya haruslah pintar, tidak boleh gegabah, karena kesalahan umat Islam dalam mereaksi biasanya telah disiapkan jebakan baru yang lebih menyengsarakan umat dengan tuduhan-tuduhan baru juga."

Menurut Kiyai Hasyim serangan 'Islamophobia' bukan hanya menyangkut serangan terhadap ajaran Islam, namun juga pada bidang ekonomi, politik, pendidikan dan budaya serta militer, bahkan membuat disintegrasi dan sparatisme di sebuah negara NKRI yang dihuni mayoritas kaum muslimin .

"Bagi mereka menghujat agama merupakan bagian dari HAM, sebaliknya kalau kita menolak atheisme dianggap melanggar HAM. Harus terus dibendung pendapat seperti ini....", pungkasnya.


Blog : Rantau Pincono
Post : Buku '5 Kota Berpengaruh di Dunia ' Bukti Kalau 'Islamophobia' Itu Memang Ada


READ MORE - Buku '5 Kota Berpengaruh di Dunia ' Bukti Kalau 'Islamophobia' Itu Ada

Mengapa Muslim Begitu Takut dituduhan Tidak Toleran ... ???

Mengapa Muslim Begitu Takut dituduhan Tidak Toleran ... ??? - Setiap hari Muslim otak dan pikirannya dihancurkan dengan tuduhan sebagai golongan yang tidak toleran. Otak dan pikiran Muslim dicuci. Muslim di Indonesia selalu dituduh eksklusif, ekstrimis, militan, fundamentalis, dan anti pluralisme.

Sebuah agama baru yang sekarang dibangun di Indonesia oleh berbagi kalangan, yang tujuannya ingin melumpuhkan Muslim, dan tidak lagi memiliki “sajaah” dan “ghirah”. Sekarang, banyak kalangan Muslim, yang kemudian memiliki rasa takut, dan tidak berani menyatakan identitasnya sebagai Muslim.

Padahal, membandingkan Muslim dengan umat lainnya, yang minoritas, memiliki hak-hak sama, seperti Muslim. Tidak ada yang dibeda-bedakan. Bahkan, mereka kalangan minoritas di Indonesia, berperan dan memiliki peranan yang lebih penting dan besar dibandingkan dengan Muslim. Tetapi, mereka kaum minoritas di Indonesia, masih menuduh Muslim tidak toleran.


http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/jabattangan.jpg&h=235&w=355&zc=1


Belakangan mereka bukan hanya menuduh Muslim tidak toleran, tetapi mereka sudah berani melaporkan Indonesia, yang dituduh melakukan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia kepada Komisi HAM PBB.

Di Indonesia berdasarkan undang-undang, ada 6 agama yang diakui pemerintah, yaitu Islam, Kristen,Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Mereka tidak ada yang dibatasi dalam menjalankan kehidupan keagamaan yang mereka yakini.

Pemerintah Indonesia menentapkan hari libur nasional, saat berlangsungnya perayaan agama-agama yang ada di Indonesia. Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu, diberikan hari libur nasional. Tidak ada yang dibatasi.

Bandingkan dengan negara Barat yang selama ini mengklaim menjunjung tinggi HAM, bagaimana perlakuan mereka terhadap minoritas Muslim?

Di Perancis negeri yang jumlah Muslimnya hampir mencapai 10 persen dari jumlah penduduknya yang berjumlah 80 jutajiwa. Apakah ada hari libur nasionaldi Perancis saat Idul Fitri?

Di Perancis rasialisme dan diskriminasi, berlangsung sangat keras. Perempuan tidak boleh menggunakan jilbab dan niqab (cadar). Muslim di Perancis tidak boleh membangun menara masjid. Aktifitas mereka dibatasi dengan sangat ketat. Pendidikan,ekonomi,sosial, dankebudayaan. Masyarakat Muslim dipandang sebagai ancaman, dan mereka terus mendapatkan diskriminasi.

Di Belanda, Muslim dikeja-kejar oleh Geerd Wilders seperti binatang, dan menyerukan pengusiran bagi warga Muslim, yang ada di negeri itu. Partai Kebebasan yang merupakan sayap kanan, dipimpin Geerds Wilder, menyerukan pengusiran Muslim dari daratan Eropa, tanpa henti. Sehingga, sekarang agenda anti imigran, dan anti Muslim, menjadi agenda utama sayap kanan di Eropa.

Bayangkan Breivik, yang melakukan pembantaian massal di Swedia, dan sebagian yang menjadi korban pemuda-pemuda Muslim, yang ikut berkemah bersama dengan pemuda-pemuda lainnya. Breivik yang sangat ultra nasional, memandang imigran dan Muslim menjadi ancaman.

Bandingkan dengan Barat dan Eropa yang sudah menjajah ratusan tahun dunia Islam, dan merampok kekayaan negeri-negeri Muslim, dan terus membunuhi penduduk Muslim, sampai hari ini tidak ada yang menuduh mereka sebagai tidak toleran.

Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun, membunuhi rakyatnya, merampok kekayaan alamnya, menanamkan kekafiran, dan berlangsung sampai sekarang. Tetapi, adakah yang mengatakan Belanda tidak toleran.

Perancis dan Itali menjajah negara-negara Afrika Utara, betapa dengan sangat biadabnya, membunuhi rakyat dikawasan itu, merampas kekayaan alamnya sampai hari ini. Mereka bukan hanya memperbudak penduduk, merampas kekayaan alam, tetapi memaksa penduduknya menerima kekafiran dan kemusyrikan. Rakyat dipaksa memeluk agama Katolik. Di mana toleransi mereka itu?

Bagaimana pemimpin agama Katolik di benua Eropa, membersihkan umat Islam dari daratan Eropa? Umat Islam ditangkap hidup-hidup oleh para penguasa Katolik dan Kristen, kemudian mereka dihukum mati, dibakar, dan dipotong dengan golloutine, yang sangat menyeramkan. Masjid-masjid dihancurkan. Sebagian djadikan gereja dan tempat maksiat.

Kisah yang paling menyeramkan, bagaimana ketika Romawi, berhasil menguasai Yerusalem, di mana berlangsung pembantaian besar-besaran terhadap penduduknya. Sampai digambarkan darah menggenang diatas matakaki. Karena begitu banyak pembantaian yang dilakukan oleh pasukan Romawi. Sangat berbeda dengan Umar bin Khattab, ketika memasuki Yeruselam, berlangsung dengan damai, tidak ada kekejaman di kota itu.

Apakah di Amerika Serikat, kaum Muslimin diberikan hak sama, seperti mayoritas Krsiten di negeri itu? Tidak ada hari libur nasional bagi wargaMuslim, saat mereka akan merayakan hari libur. Tidak ada hari libu saat umat Islam, merayakan Idul Fitri. Muslim di Amerika harus mengambil cuti saat mereka harus libur.

Di Amerika Serikat, yang “menuhankan” kebebasan, tetapi tidak memberikan kebebasan kepada Muslim. Muslim di Amerika sebagai minoritas tetap saja dibatasi hak-hak mereka. Apalagi, sesudah perisitwa 11 September. Kehidupan Muslim di Amerika dibawah pengawasan pemerintah secara ketat. Bahkan, telpon yang mereka gunakan selalu disadap. Masjid-masjid di awasi dengan sangat ketat aktifitasnya mereka.

Di Bali, saat golongan Hindu, merayakan hari raya Nyepi, tanpa kecuali, umat Islam, dilarang melakukan aktifitas apapun, dan melarang rumah-rumah Muslim,menyalakan lampu, dan melakukan aktifitas apapun.

Di Bali, warga Muslim, tidak boleh menggunakan pengeras suara, sebagai panggilan shalat. Begitulah golongan Hindu Bali, membatasi umat Islam di Bali. Adakah yang mengatakan golongan Hindu tidak toleran?

Adakah golongan Hindu di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, yang harus dipaksa mengikuti upacara hari-hari besar Muslim? Mereka bebas sebebasnya melakukan apa saja yang mereka ingin.Tidak ada yang dibatasi.

Di Cina Muslim Uighur, ditembaki saat mereka melangsungkan shalat, dan sekolah al-Qur’an dihancurkan oleh pasukan pemerintah. Mereka melarang aktitifitas warga Muslim, yang melaksakanan perintah agamanya.

Di Indonesia, orang-orang China bebas-sebebasnya melakukan kegiatan apa saja. Mereka menguasai seluruh sektor ekonomi,tidak ada yang mempersoalkannya. Hari raya Konghucu, mereka menyelenggarakan upara keagamaan dengan Barongsai. Tak ada yang melarang. Apakah masih kurang toleran Muslim di Indonesia?

Memang, sejak zamannya Menteri Agama Mukthi Ali, sejumlah dosen IAIN, dikirim ke Barat, ke Chicago, Canada, Australia, dan Inggris, serta Belanda, dan kini mereka menjadi agen kaum kafir dan musyrik, dan melakukan tuduhan terhadap Muslim sebagai golongan yang tidak toleran dan ekslusif. Mereka inilah yang getol bersama dengan kafir-musyrik, mengkampanyekan Muslim itu, sebagai tidak toleran.

Maka, tak heran sesudah puluhan tahun, usaha-usaha melumpuhkan aqidah dan keyakinan Muslim, sekarang muncul generasi “bebek”, yang hanya menjadi pengikut, dan tidak berani lagi menegakkan Islam, sebagai sistem kehidupan.

Sebuah peristiwa yang sangat dramatis dalam sejarah, di mana di awal kemerdekaan, saat menyusun UUD (undang-undang dasar), sebagai konstitusi, golongan Islam ingin memasukkan “tujuh kata” (kewajiban menjalankan syariah Islam bagi pemeluk-pemeluknya), tetapi kata-kata itu ditolak oleh golongan Kristen, yang diwakili AA.Maramis, dan bahkan mengancam akan memisahkan diri dari Republik. Itulah tabiat orang kafir-musyrik. Padahal, kewajiban menjalankan syariah Islam itu, tidak diperuntukkan bagi mereka.

Mengapa Muslim takut dengan tuduhan tidak toleran oleh kafir-musyrik, dan tidak berani menegakkan agama Allah, yang merupakan satu-satunya kebenaran yang mulia? ( voa-islam.com )

Blog : Rantau Pincono
Post : Mengapa Muslim Begitu Takut dituduhan Tidak Toleran ... ???


READ MORE - Mengapa Muslim Begitu Takut dituduhan Tidak Toleran ... ???

Inilah Pidato Hasyim Muzadi yang Menghebohkan dan Telah Beredar Luas Itu

Inilah Pidato Hasyim Muzadi yang Menghebohkan dan Telah Beredar Luas Itu - Pidato mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH HAsyim Muzadi beredar luas melalui pesan berantai BlackBerry Messenger dan media sosial seperti Facebook dan blog.

Pidato yang heboh itu berisi pandangan mantan pemimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia itu mengenai sejumlah isu kontroversial seperti Ahmadiyah, toleransi antarumat beragama, Gereja Yasmin, Lady Gaga, Irshad Manji, dan perkawinan sejenis.

"Pidato itu beredar di seluruh jagad raya. Saya dapat (pesan berantai) dari mana-mana," kata Ali Mukhtar Ngabalin, Ketua Umum Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Senin (4/6/2012), kepada TRIBUNnews.com.

TRIBUNnews.com, yang menerima beberapa pesan berantai itu pagi ini, coba menelusuri di Google dengan kata kunci "pidato Hasyim Muzadi".

Beberapa halaman akun Facebook dan blog memuat pidato Hasyim tersebut, yang isinya persis sama dengan pesan berantai di BBM.

Hasyim Muzadi sendiri telah mengonfirmasikan isi pidato ini.

Berikut selengkapnya isi pesan BBM mengenai pidato Hasyim Muzadi:


http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Hasyim-Muzadi1.jpg

Sekjen International Conference for Islamic Scholars (ICIS), Hasyim Muzadi, berbicara pada dialog lintas agama RI-Ethiopia di kantor ICIS, Jakarta Pusat, Selasa (19/4/2011). Dialog ini membahas pengalaman Indonesia dan Ethiopia dalam mengatur keberagaman budaya dan agama di negara masing-masing untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.


KH. Hasyim Muzadi, Presiden WCRP (World Conference on Religions for Peace) & Sekjen ICIS (International Conference for Islamic Scholars) & Mantan Ketum PBNU ttg tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia oleh Sidang PBB di Jeneva :

"Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS, saya sangat menyayangkan tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia. Pembahasan di forum dunia itu, pasti krn laporan dr dlm negeri Indonesia. Slm berkeliling dunia, saya blm menemukan negara muslim mana pun yg setoleran Indonesia.

Klau yg dipakai ukuran adl masalah AHMADIYAH, memang krn Ahmadiyah menyimpang dr pokok ajaran Islam, namun sll menggunakan stempel Islam dan berorientasi Politik Barat. Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri, pasti tdk dipersoalkan oleh umat Islam.

Kalau yg jadi ukuran adl GKI YASMIN Bogor, saya berkali-kali kesana, namun tampaknya mereka tdk ingin selesai. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional & dunia utk kepentingan lain drpd masalahnya selesai.

Kalau ukurannya PENDIRIAN GEREJA, faktornya adl lingkungan. Di Jawa pendirian gereja sulit, tp di Kupang (Batuplat) pendirian masjid jg sangat sulit. Belum lagi pendirian masjid di Papua. ICIS selalu mlkkan mediasi.

Kalau ukurannya LADY GAGA & IRSHAD MANJI, bangsa mana yg ingin tata nilainya dirusak, kecuali mrk yg ingn menjual bangsanya sendiri utk kebanggaan Intelektualisme Kosong ?

Kalau ukurannya HAM, lalu di iPapua knp TNI / Polri / Imam Masjid berguguran tdk ada yg bicara HAM ?Indonesia lbh baik toleransinya dr Swiss yg sampai skrg tdk memperbolehkan Menara Masjid, lebih baik dr Perancis yg masih mempersoalkan Jilbab, lbh baik dr Denmark, Swedia dan Norwegia, yg tdk menghormati agama, krn disana ada UU Perkawiman Sejenis. Agama mana yg memperkenankan perkawinan sejenis ?!

Akhir'a kmbl kpd bngsa Indonesia, kaum muslimin sendiri yg hrs sadar dan tegas, membedakan mana HAM yg benar (humanisme) dan mana yg sekedar Weternisme". ( tribunnews.com )


Blog : Rantau Pincono
Post : Inilah Pidato Hasyim Muzadi yang Menghebohkan Beredar Luas Itu


READ MORE - Inilah Pidato Hasyim Muzadi yang Menghebohkan dan Telah Beredar Luas Itu

Menguak Kebenaran Injil Barnabas

Menguak Kebenaran Injil Barnabas - Semenjak abad ke 4M (masa kekaisaran Konstantin), Injil Barnabas tidak lagi diakui oleh kaum Nasrani karena kandungan Injil ini karena sebab sebab sebagai berikut :

  • Injil Barnabas selaras dengan ajaran tauhid yang dibawa oleh Nabi Ibrahim, Musa, Isa dan Nabi Muhammad SAW.
  • Injil Barnabas tidak Mengakui TRINITAS
  • Injil Barnabas tidak mengakui bahwa ISA / YESUS adalah ANAK TUHAN apalagi sebagai TUHAN
  • Injil Barnabas mengakui akan datangnya Nabi Sesudah Isa, Mesias Sesungguhnya yaitu Ahmad atau Muhammad
  • Injil Barnabas tidak mengakui bahwa Isa mati dengan disalib

Runtutan sejarahnya adalah sebagai berikut :


http://tausyah.files.wordpress.com/2012/01/6a00d8341c5ebf53ef00e54f58bebb8834-800wi.jpg?w=498

Pada awalnya, 12 murid Nabi Isa menulis semua ajaran yang disampaikan Nabi Isa. Risalah - risalah itu pada awalnya diakui, termasuk salah satunya adalah Injil Barnabas.

Namun pada tahun 325 M, kalangan gereja - termasuk gereja-gereja Alexandria - mulai goyah, setelah gereja Paulus ( Katholik ) melalui Konsili di NICEA menetapkan TRINITAS sebagai doktrin mutlak. Akibatnya 300 lebih manuskrip injil harus diseleksi, yang pada akhrnya tinggallah 4 "Injil Resmi" saja yang kemudian disebut dengan " Injil Kanonik ", sementara ratusan sisa injil lainnya dimusnahkan.

Kemudian pihak gereja, didukung pihak kerajaan mengeluarkan statemen : " Siapa pun yang memiliki -injil tdk resmi- dibunuh! ".

Statemen ini sebagai upaya pelenyapan Injil asli di masa Nabi Isa a.s.

Dan Akhrnya Kaum Nasrani hanya – disuruh - Mempercayai 4 Injil Kanonik yang ditulis oleh Lukas, Markus, Matius dan Yohanes saja.

Pada 366 M, Paus Damaskus kembali menegaskan untuk melarang membaca apalagi mempelajari manuskrip - manuskrip Apokrifa termasuk Injil Barnabas, tapi ia sendiri menyimpan salinan Injil Barnabas itu di perpustakaannya.

Keputusan pelarangan tersebut termaktub dalam KATALOG MANUSKRIP YUNANI diperpustakaan CHACELOR SEGUIER (1558-1672) yang dipersiapkan oleh B. De Manfaucon (1665-1741) dan di dalam sebuah deftar yang disebut STICHOMETRY NICEPHORUS.

Larangan - larangan ini berlanjut hingga sekarang ( Faktanya Tidak ada gereja yang mengajarkan isi INJIL BARNABAS dan tidak mengakui kebenaran INJIL BARNABAS tersebut )

Selanjutnya, Injil Barnabas disembunyikan di perpustakaan Vatikan dan kemudian Injil Barnabas mulai tersebar ketika Uskup St. FERRAMINO pada tahun 1585 meminjam manuskrip Injil Barnabas berbahasa Italia dari perpustkaan PAUS SIXTUS V. Setelah membaca dan mempelajari Injil Barnabas, FERRAMINO memeluk islam.

Kemudian manuskrip Injil Barnabas tadi jatuh ke tangan MUSTAPHA DE ARANDA ( MUSTHAFA AL ARANDI ) yang menterjemahknnya kedalam bahasa SPANY0L. Tak lama kemudian, injil tersebut ditemukan oleh Dr. Sale, seorang sarjana asal Inggris

Tahun 1709, John Toland, arkeolog dan sejarahwan Amsterdam Belanda, menerima Injil Barnabas berbahasa ITALIA dari J.E KRAEMER, penasehat kerajaan Prusia Jerman.

Tahun 1713, Kraemer menitipkan manuskrip Injil Barnabas tersebut di perpustakaan Pangeran EUGENE dari Savoy.

Beberapa tahun kemudian, manuskrip tersebut disimpan di perpustakaan kerajaan Wina THE EMPERIAL LIBRARY atas prakarsa pangeran EUGENE.

Pada tahun 1907, Injil Barnabas yang berbahasa Spanyol diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh LONSDALE RAGG dan istrinya LAURA RAGG, dengan judul THE GOSPEL OF BARNABAS terbitan OXFORD UNIVERSITY.

Tahun 1908, Dr. KHALIL SA'ADAH - arkeolog Arab, menterjemahkan buku THE GOSPEL OF BARNABAS ke dalam bahas Arab dengan judul " Injil Barnaba, Dirasat Haula Wihdatiddin'inda Musa wa Isa wa Muhammad'Alaihimussalam " ( Injil Barnaba, Sbuah Studi Mengenai Kesamaan Tauhid antara Musa, Isa dan Muhammad 'Alaihimussalam )

Sementara dilain tempat, pada tahun 1947 telah ditemukan 7 lembar manuskrip Injil Kuno yang ditemukan oleh 3 anak penggembala domba Badui yang bernama JUMA, KHALIL dan MUHAMMAD

Mereka bertiga menemukan manuskrip injil tersebut di dalam sebuah gua di LEMBAH QUMRAN, sebelah LAUT MATI.

Manuskrip tersebut berbentuk GULUNGAN PERKAMEN ( semacam kertas dari kulit ) yang dibungkus dengan kain kehijauan karena sudah tua dan ditaruh dalam guci.

Oleh ahli arkeology, manuskrip tersebut diberi nama - GULUNGAN LAUT MATI – dan diperkirakan manuskrip tersebut berasal dari tahun 900 M, umurnya 1.000 tahun lebih tua dari teks Injil Ibrani.

Hingga kini, pekerjaan menterjemahkan manuskrip Gulungan Laut Mati belum selesai.

Setelah melalui perjalanan panjang dan perpindahan tangan, Gulungan Laut Mati akhirnya terkumpul dan tersimpan di HEBREW UNIVERSITY dengan nama : SHRINE OF THE BOOK ( Kilauan Kitab Suci ) hingga saat ini. ( Majalah Alkisah edisi 7/Th IV / 27 Maret-9 April 2006 )


READ MORE - Menguak Kebenaran Injil Barnabas

Mukzizat Air Dari Sumur Zam Zam

Mukzizat Air Dari Sumur Zam Zam - Seorang ilmuwan Jepang terkenal berkata, “Air Zamzam memiliki beberapa keistimewaan yang tidak tertandingi oleh air-air biasa.”

Merujuk pada sejumlah kajian ilmiahnya terhadap air Zamzam dengan teknik Nano, ternyata hal itu tidak mampu untuk mengubah karateristiknya sedikit pun. Apabila setetes air Zamzam dicampur ke dalam 1.000 tetes air biasa, maka air tersebut akan memiliki berbagai keistimewaan air Zamzam.

Dalam kunjungannya ke Kerajaan Arab Saudi, di sela-sela seminar ilmiah yang diselenggarakan Akademi Darul Hikmah untuk anak-anak perempuan di Jeddah, DR Masaro Imoto, seorang peneliti dari Jepang dan Ketua Lembaga Hado untuk riset ilmiah di Tokyo, mengatakan telah melakukan beberapa kali eksperimen dan penelitian terhadap air Zamzam yang didapatnya dari seorang berkebangsaan Arab.


http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2011/10/air-zam-300x181.jpg
Seorang pekerja mengumpulkan jerigen berisi air Zamzam yang diambil dari sumbernya. Foto: Antara/Saptono


Secara singkat dia menyimpulkan, bahwa air Zamzam adalah air yang diberkahi, tidak ada duanya. Tidak satu pun jenis air yang menyerupai butiran-butiran kristalnya. Seluruh laboratorium yang ada tidak mampu untuk mengubah berbagai karakteristiknya.

Harian Okaz yang terbit di Arab Saudi mengutip pernyataan Masaro Imoto, sang pencetus teori kristalisasi molekul air yang telah dianggap sebagai lompatan ilmu pengetahuan yang tidak tertandingi. Menurut Masaro, basmalah yang terdapat di dalam Alquran dan biasa dibaca kaum Muslimin sebelum memulai berbagai aktivitas mereka, ketika makan atau saat beranjak tidur, ternyata memiliki pengaruh luar biasa terhadap kristal-kristal air. “Air yang dibacakan basmalah menciptakan pengaruh yang mengagumkan. Ia membentuk kristal-kristal air dalam formasi yang sangat indah,” jelasnya.

Masaro menambahkan, ketika ia memperdengarkan rekaman kaset berisi bacaan Alquran kepada air, maka terbentuklah kristal-kristal air yang memiliki desain figuratif yang sangat bening dan jernih.

Di antara indikasi kemukjizatan sumur Zamzam yang diberkahi ini ialah sumur ini tidak pernah sekali pun kering. Selain itu, komposisi garam dan mineralnya tetap stabil. Tidak ada seorang pun mengeluh sakit atau terganggu kesehatannya karena air Zamzam. Sebaliknya, airnya senantiasa menyegarkan dan tidak pernah terkontaminasi oleh proses kimiawi apa pun seperti yang terjadi pada air-air yang dialirkan ke kota-kota.

Pada sumur-sumur biasa terjadi pertumbuhan organisme, baik hewan (bakteri) maupun tumbuhan (lumut) di dalamnya, sehingga menyebabkan air tidak bisa lagi dikonsumsi dan timbulnya berbagai masalah pada rasa dan bau. Sementara pada sumur Zamzam, tidak ditemukan keberadaan organisme apa pun. ( jurnalhaji.com )


READ MORE - Mukzizat Air Dari Sumur Zam Zam

Tentang Anak Nabi Ibrahim Yang Dikurbankan Menurut Islam dan Kristen

Tentang Anak Nabi Ibrahim Yang Dikurbankan Menurut Islam dan Kristen - Sering kita mendengar dan melihat kerancuan berfikir orang-orang Nashrani tentang kisah Ibrahim alaihissalam. Umat Kristen --baik yang Protestan maupun Katolik dan sekte-sekte lainnya-- mengabarkan bahwa yang dikurbankan Nabi Ibrahim as adalah Ishaq, anaknya yang tunggal (Kejadian 22:1-2), bukannya Ismail, karena dia bukan anak yang sah (Kejadian 16:1-11) sebab dia berasal dari anak hamba sahaya.

Pendapat ini adalah hak mereka, (umat Kristen, red) untuk menyakini hal tersebut, dan sah-sah saja. Permasalahannya sekarang adalah, karena hal tersebut sering “didengung-dengungkan” kepada umat selain mereka, dalam hal ini yaitu kepada umat Islam, kami, sebagai seorang Muslim, perlu menjelaskan kisah penyembelihan qurban –yang sekarang menjadi tradisi umat Islam dalam merayakan Iedul Adha—ini kepada kaum Muslim sendiri.


http://hidayatullah.com/berita/gal345611892.jpg


Sudah menjadi kewajiban kita sebagai seorang Muslim untuk saling mengingatkan kepada Muslim lainnya atau kepada umat lain, bahwa banyak dari ayat-ayat al-Qur’an diawali dengan kata “Yaa Ahlil-Kitab…” atau seruan kepada keseluruhan umat beragama (bisa Islam dan Kristen) dengan ucapan Allah, “Yaa Ayyuhan-Nas…”. Sebagaimana firman Allah;

وَالْعَصْر إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْر,

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ


“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. (QS. Al ‘Asr 103:1-3)

Perlu diketahui bersama, dalam Bibel mereka sendiri, Nabi Ibrahim as dipercayai mempunyai 3 istri. Yang pertama adalah Sarah (Kejadian 16:1-4), yang kedua Hajar (Kejadian 16:1-4) dan yang ketiga adalah Ketura (Kejadian 25:1-6). Dari ketiga istrinya tersebut, Nabi Ibrahim as kemudian mempunyai 8 putra, yakni Ismail dari Hajar (Kejadian 16 : 15-16), Ishaq dari Sarah (Kejadian 21 : 3-5), dan Ketura punya 6 anak yakni Zimron, Yoksan, Medan, Midian, Isybak dan Suah (Kejadian 25 : 1-2). Bahkan didalam Kejadian 17 : 6, Tuhan akan membuat engkau (Nabi Ibrahim as) akan beranak cucu sangat banyak sekali.

Tentang permasalahan “anak tunggal”, mayoritas orang pasti sudah pada mengetahui bahwa “anak tunggal” bisa berarti anak itu tidak punya saudara-saudara lain yang se-ayah (atau dalam hal ini yaitu saudara kandung se-ibu), atau pada saat itu sang ayah baru punya anak satu saja. Hal ini tentu sangat mudah difahami bagi orang yang mau berfikir dengan logika yang sehat dan mengedepankan kebenaran, bukan pembenaran di dalam menelaah suatu permasalahan.

Untuk lebih lengkap dan jelasnya, saya akan mengutip Kejadian 21 : 5 yang isinya kurang lebih adalah bahwa pada waktu Ishaq lahir, Nabi Ibrahim as berumur 100 tahun, sedangkan pada waktu Ismail lahir, Nabi Ibrahim as berumur 86 tahun (Kejadian 16 : 16).

Dengan hal ini sudah bisa kita ketahui bahwa usia Nabi Ismail as lebih tua dari pada Nabi Ishaq as karena Nabi Ismail as lebih dulu lahir dan selisih umur mereka adalah 14 tahun. Jadi secara logis, kalau ingin disebut anak tunggal pada saat itu harusnya Nabi Ismail as, sebab beliau lebih dahulu lahir. Dan tentunya anak yang lahir dahulu (anak sulung) tersebut yang disebut anak tunggal. Hal ini karena saat itu Nabi Ismail as belum mempunyai adik atau kakak (saudara) yang lainnya.

Sedangkan permasalahan yang dikemukakan oleh orang-orang Kristen bahwa istri Nabi Ibrahim as yang sah adalah hanya-lah Sarah saja, sebetulnya sudah terjawab pada point ke II sebagaimana diatas. Bahwasanya Hajar dan Ketura-pun istri yang sah dari Nabi Ibrahim as. Bila ada orang islam yang mengaku dirinya beriman, pasti sudah 100 % yakin & percaya bahwa tidak mungkin seorang Nabi dan Rosul yang telah diutus Allah swt melakukan perbuatan keji dan tercela, yaitu “berzina”. Sebab para Nabi dan Rosul selalu terjaga dari segala dosa dan selalu dijaga oleh Allah SWT.

Selain itu, yang perlu diketahui bersama adalah pada saat itu belum ada sistem monarchi (sistem Kerajaan dengan model “Putra Mahkota) dan tak ada yang disebut sebagai “garwo padmi” atau permaisuri (istri Raja yang tidak dinikahi secara resmi).

Dan kalau kita melihat sejarah jauh kebelakang, yang mana nenek moyang Yesus banyak juga yang “ber-poligami”. Hal ini seperti dilakukan Jacob (Kejadian 32 : 22), Daud (Maz 51 : 1-2), bahkan Salmomo atau Sulaiman yang punya 700 istri (1 Raja 11 : 3).

Namun yang terpenting dari semua itu adalah nabi-nabi diatas merupakan keturunan Nabi Ishaq as. yang otomatis juga keturunan Nabi Ibrahim as. Fakta menunjukkan, kesemuanya itu juga merupakan istri-istri yang sah. Pertanyaannya, “mungkinkah para Nabi berselingkuh?”

Yang justru menjadi tanda tanya besar (the big questionmark) kita adalah, Kalau analisis ini benar (bahwa yang betul-betul dikurbankan adalah Ismail bukannya Ishaq sebagaimana keyakinan orang-orang Kristen, red), maka perlu kiranya kita mengoreksi kekeliruan tersebut. Dan seharusnya (itupun jika mereka mau), orang-orang Kristen sadar kembali kepada millah (agama) yang benar yang dibawa oleh Nabi Ibrahim as dan kemudian beriman kepada apa yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad saw sang Nabi terakhir bagi seluruh umat manusia.

Sebagai Muslim, kita pun juga tau, menurut al-Qur’an dan Bibel sendiri, bahwa Nabi Ishaq as yang menurunkan atau sebagai nenek moyang kaum Yahudi. Sedangkan Nabi Ismail as yang menurunkan atau nenek moyang bangsa Arab. Maka dengan hal ini, Muhammad bin Abdulloh bin Abdil Muththolib yang menjadi Nabi-nya umat Islam yang benar-benar menjadi pemimpin bangsa yang besar sebagaimana juga disinngung di dalam Bibel (Kejadian 21 : 18, Ulangan 18 : 18, Matius 21 : 43 & Yohanes 14 : 26, 15 : 26, 16 : 7-15).

Akan tetapi kenapa mereka (orang-orang Kristen) juga tidak mau segera sadar dari kesalahan faham mereka?

Mungkin, jawabannya, boleh jadi memang ada “agenda tersembunyi” dari para rahib-rahib mereka sebagaimana banyak disitir oleh al-Quran. Wallahu A’lam Bish-Showab…

Kesimpulan

Dari analisis di atas, kita bisa mengambil ibroh (pelajaran), bahwasanya Bibel mereka sendiri dengan tegas dan jelas memfirmankan bahwa “anak tunggal” yang dikurbankan itu adalah anak sulung Nabi Ibrahim as yaitu Nabi Ismail as sebagaimana firman Allah swt;

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِي

فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ


“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri Dia khabar gembira dengan seorang anak yang Amat sabar (yang dimaksud ialah Nabi Ismail as). Maka tatkala anak itu sampai (pada umur yang cukup dewasa) dan bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata : “Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab : “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash Shaffat 37 : 100-102)

Akhirnya, semoga Allah swt memberikan hidayah kepada orang-orang yang sudah terkena “racun” salah paham dan pemikiran yang menjangkiti mereka. Dan semoga mereka bisa segera sadar dan insyaf yang akhirnya memilih Dien (agama) yang hanya diridhoi oleh Allah swt, yaitu ISLAM. Amin… ( hidayatullah.com )


READ MORE - Tentang Anak Nabi Ibrahim Yang Dikurbankan Menurut Islam dan Kristen