Penghinaan Bodoh Presiden Perancis Nikolas Sarkozy Terhadap Puasa Yang Memicu Kemarahan Umat Islam

Penghinaan Bodoh Presiden Perancis Nikolas Sarkozy Terhadap Puasa Yang Memicu Kemarahan Umat Islam -- Selembar artikel berbau sarkas yang dituliskan seorang bloger asal Maroko tentang berpuasa ala Perancis memancing kemarahan dunia Muslim. Kemarahan itu ditenggarai dugaan Presiden Perancis Nikolas Sarkozy melakukan intervensi terhadap satu pilar umat Islam.


http://static.republika.co.id/images/artikel_tentang_puasa_gaya_prancis_100826212301.jpg


Pemilik blog yang diketahui identitasnya bernama "Alch : Refleksi seorang Maroko tentang apa yang terjadi di Maroko dan Dunia". Blogger ini kemudian menuliskan artikel tentang Presiden Perancis yang meluncurkan proyek baru yang diberi nama Ramadhan di Prancis.

"Muslim Perancis merupakan Prancis sebelum mereka Muslim dan karena itulah mereka tidak boleh menyerahkan tradisi Prancis berupa menikmati kopi dan kue di pagi hari," demikian salah satu kalimat dalam artikel tersebut. Proyek itu, tulis Alach, bakal diresmikan di Masjid Marseille. Di masjid itu pula bakal diperkenalkan jenis puasa baru yang nantinya menerapkan sarapan berupa croissant dan kopi sebelum menuju kerja.

Menurut Aloch, dalam pidato yang disampaikan, Sarkozy mengatakan minoritas harus tunduk pada aturan negara di mana mereka tinggal. Itu mengapa, tambah Sarkozy, mereka diperbolehkan menikmati sarapan ala Perancis di pagi hari.

Alach menambahkan, shalat yang dilakukan oleh Muslim Prancis tidak harus sama dengan apa yang dilakukan di dunia Muslim. Tarawih misalnya, kata Sarkozy, tidak perlu dilakukan Muslim Prancis. "Saya memiliki wacana untuk menutup masjid malam hari setelah shalat Isya. Dengan begitu Muslim Prancis bisa kembali ke rumah dan menikmati tayangan TV Prancis," kata dia dalam pidatonya.

Kata dia, Muslim Prancis seharusnya membaca Alquran dalam bahasa Prancis. "Saya memanggil semua imam untuk mengalihbahasakan Alquran menjadi bahasa prancis. Muslim Prancis juga harus berdoa hanya dengan bahasa prancis. Dengan begitu kita bisa membuat Islam sebagai agama Prancis," ujarnya.

Picu kemarahan

Artikel yang ditulis Alach mengundang kemarahan dunia Islam. Laman CNN versi Arab, Harian Kuwait Al-Dar dan Harian Yordania Al-Dostor menanggapi secara serius artikel tersebut dan mengkritik pernyataan Sarkozy yang merendahkan Islam. Sementara itu, Ulama Al-Azhar mengecam Presiden Perancis dan menuduhnya mencemarkan salah satu pilar utama Islam.

Sayangnya, artikel yang sukses membuat marah dunia Islam itu rupanya hanyalah khayalan penulisnya. Di awal tulisannya, Alach mengatakan artikel ini adalah gambaran sarkastik terhadap perlakuan pemerintah Prancis kepada komunitas Muslim. "Catatan: Artikel ini adalah gambaran sarkastik dari insiden yang tidak terjadi. Tujuannya adalah menangani pendekatan Sarkozy dan pemerintah Prancis terhadap minoritas Muslim," tulisnya. ( republika.co.id )



My be this artikel's that you need...!!!



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar