Jamaah Masjid di Belgia Penuh Sesak

Jamaah Masjid di Belgia Penuh Sesak. Ramadhan merupakan bulan penuh berkah dan ampunan. Karena itu, seluruh umat Muslim di dunia selalu menantikan bulan suci ini. Setiap Muslim berupaya meningkatkan ibadah dengan menjalankan amalan-amalan yang disunahkan, seperti shalat Tarawih atau berdiam di masjid (iktikaf).

Meningkatnya 'penghuni' masjid di bulan Ramadhan ini bukan hanya terjadi di negara-negra Islam atau berpenduduk Islam. Tapi, di negeri yang penduduknya mayoritas non-Muslim pun hal itu bisa kita saksikan, seperti jamaah Masjid Agung Brussels (yang juga pusat Islam dan Pusat Kebudayaan Belgia). Selama Ramadhan ini, masjid tersebut sampai tidak mampu mengakomodasi jamaah yang membeludak.

Pada 18 hari puasa, jumlah jamaah Masjid Agung Brussels meningkat pesat menjadi 2.500 hingga 3.000 orang per hari. Namun, hebatnya lagi, pada 10 hari terakhir Ramadhan jumlah jamaah ini akan meningkat hingga dua kali lipat menjadi 5.000 orang. Mereka berduyun-duyun melaksanakan shalat berjamaah di masjid tersebut.

Imam Masjid Agung Brussels, Abu `Amr, menyatakan, banyak orang yang terpaksa melaksanakan shalat di luar dan di sekitar masjid karena tidak tertampung di dalam masjid. ''Mereka shalat di tenda-tenda yang didirikan di kebun sekitar masjid,'' ujarnya seperti dikutip dari islamonline.

Syekh Abu `Amr yakin bahwa jumlah Muslim yang datang ke masjid ini akan terus meningkat dari hari ke hari. Mereka itu adalah imigran atau yang baru bertobat. ''Masjid yang memiliki tiga lantai menjadi penuh sesak selama hari suci ini,'' paparnya.

Keadaan yang sama juga terlihat pada 300 masjid lain yang ada di Belgia. Rumah ibadah itu dipenuhi umat Muslim selama bulan Ramadhan. Sebagian besar para jamaah di masjid-masjid tersebut adalah perempuan. Jumlah ini diakui meningkat secara signifikan. Terutama, pada shalat Isya dan juga pada saat Tarawih. ''Mereka terus shalat dan berdoa selama bulan Ramadhan,'' ujar Abu' Amr.

Di sisi lain, salah satu tantangan yang dihadapi umat Islam di negara Eropa, seperti Belgia, adalah periode singkat antara Isya dan fajar. Di negara ini lama waktu puasa berkisar antara 15-16 jam. Fakta ini merupakan dilema bagi pengusaha Muslim dan siswa dalam melaksanakan aktivitas kehidupan sehari-hari mereka.

Jam kerja di Belgia selama bulan Ramadhan sama dengan jam kerja sehari-hari. Tidak ada kompensasi bagi umat Islam selama hari-hari suci tersebut dan tetap bekerja seperti biasa.

Sebagai contoh, lebih dari 200 Muslim bekerja di binatu di ruang bawah tanah untuk waktu yang lama. Alur kerja tidak dapat menghentikan atau mengganggu puasa mereka. Dalam gudang bawah tanah itu, suhu dan tekanan udaranya tidak biasa sehingga menyebabkan semua pekerja menjadi begitu haus. Dan, setiap pekerja di sana harus minum setidaknya satu setengah liter air selama jam kerja.

Fasilitas Masjid

Pada bulan Ramadhan ini, masjid-masjid di Belgia menyediakan sajian untuk berbuka dan sahur bagi warga Muslim.

Masjid Agung Brussels juga mendistribusikan Alquran dan buku-buku agama dalam berbagai bahasa dan memperkenalkan Islam, serta menyebarkan ajaran-ajaran yang toleran kepada semua orang.Dengan cara ini, mereka akan memahami Islam dengan baik.

Yang lebih menggembirakan lagi, beberapa kelompok non-Muslim datang untuk mendengarkan bacaan Alquran yang mulia dan melihat jamaah yang beraktivitas di dalam masjid. she/taq



My be this artikel's that you need...!!!



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar